Dermatomyositis (Dermatomiositis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dermatomyositis (dermatomiositis)?

Dermatomyositis adalah peradangan yang jarang terjadi. Gejalanya antara lain muncul ruam yang mencolok, otot lemas, radang miopati yang tidak diketahui sebabnya, serta radang otot. Dermatomyositis adalah satu dari antara tiga inflamasi miopati.

Seberapa umumkah dermatomyositis (dermatomiositis)?

Kondisi ini bisa dialami anak-anak dan orang dewasa. Pada orang dewaasa, dermatomyositis biasanya muncul di usia akhir 40-an hingga awal 60-an. Pada anak-anak, munculnya sekitar usia 5 hingga 15 tahun.

Dermatomyositis lebih sering menyerang wanita daripada pria. Untuk informasi selengkapnya, hubungi dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala dermatomyositis (dermatomiositis)?

Beberapa tanda dan gejala dermatomyositis yang paling umum antara lain:

  • Masalah kulit. Biasanya akan muncul ruam berwarna keunguan atau kemerahan, terutama pada wajah, kelopak mata, buku jari, siku, lutut, dada, serta punggung. Ruam ini bisa terasa sakit atau gatal dan seringnya merupakan gejala awal dermatomyositis.
  • Otot lemah. Kelemahan otot yang terjadi pelan-pelan biasanya dimulai dari pinggul, paha, bahu, lengan atas, serta leher baik di sisi kanan dan kiri tubuh. Lama-lama, kondisi ini akan bertambah parah.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, bicarakan dengan dokter Anda. Terutama jika Anda mengalami:

  • Otot lemas
  • Ruam yang muncul tanpa penyebab yang jelas

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab dermatomyositis (dermatomiositis)?

Penyebab dermatomyositis yang pasti belum diketahui. Namun, kondisi ini mirip dengan penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sel-sel tubuh yang bertugas menyerang penyebab penyakit (disebut sebagai antibodi) malah menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Punya sistem kekebalan tubuh yang lemah juga bisa membuat Anda rentan terhadap kondisi ini. Sistem kekebalan tubuh Anda bisa melemah akibat infeksi virus, kanker, dan penyakit lainnya.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis dermatomyositis (dermatomiositis)?

Kalau dokter mencurigai dermatomyositis, Anda mungkin diminta untuk melakukan berbagai pemeriksaan berikut.  

  • Tes darah untuk melihat peningkatan kadar enzim otot seperti kreatinin kinase dan aldolase. Naiknya kadar kreatinin kinase dan aldolase bisa menandakan adanya kerusakan otot. Tes darah juga mampu mendeteksi antibodi yang menyebabkan munculnya gejala-gejala dermatomyositis.
  • Rontgen (sinar X) dada untuk memeriksa kerusakan paru yang memang sering dilaporkan pada pasien dermatomyositis.
  • Dokter mungkin akan memasukkan elektroda jarum tipis ke kulit untuk menguji aktivitas listrik (elektrik) saat otot dikencangkan dan dilemaskan. Perubahan pada pola aktivitas elektrik bisa menandakan penyakit otot di lokasi tertentu.  
  • MRI untuk memantau peradangan di otot.
  • Biopsi kulit atau otot. Jaringan kulit atau otot Anda akan diambil dan diperiksa di laboratorium untuk memastikan adanya dermatomyositis. Kalau biopsi kulit saja sudah bisa menunjukkan dermatomyositis, Anda tidak perlu lagi menjalani biopsi otot.

Bagaimana dermatomyositis (dermatomiositis) ditangani?

Untuk sebagian orang, kondisi ini tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, pengobatan seperti minum obat, terapi fisik, dan operasi memang bisa membantu kondisi kulit dan otot.

Obat-obatan kortikosteroid

Anda mungkin diresepkan obat-obatan kortikosteroid seperti prednisone yang akan menurunkan respon imun. Hal ini bisa membantu meredakan peradangan.

Sedangkan untuk orang tertentu, terutama anak-anak, gejala mungkin akan benar-benar hilang setelah pengobatan dengan kortikosteroid. Fenomena ini disebut sebagai remisi. Remisi dermatomyositis bisa terjadi untuk jangka waktu yang sangat lama (bisa kambuh lagi bertahun-tahun kemudian) atau secara permanen (sembuh total).

Kortikosteroid tidak boleh digunakan dalam jangka panjang, apalagi dalam dosis tinggi karena potensi efek sampingnya yang berbahaya. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat khusus guna mencegah dan menekan efek samping kortikosteroid, misalnya azathioprine dan methotrexate. Konsultasikan dengan dokter serta apoteker Anda untuk penggunaan kortikosteroid dalam pengobatan dermatomyositis.

Jika kortikosteroid tidak membantu kondisi Anda, dokter mungkin meresepkan obat lain untuk menekan respon imun Anda.

Terapi imunoglobin intravena (IVIG)

Kalau Anda punya dermatomyositis, tubuh Anda akan menghasilkan antibodi yang malah balik menyerang kulit dan otot. Nah, terapi imunglobin intravena (IVIG) akan memanfaatkan antibodi yang sehat untuk memblokir antibodi penyerang kulit dan otot tersebut.

IVIG terdiri dari berbagai antibodi dari ribuan orang yang telah melakukan donor darah. Antibodi ini akan diberikan melalui cairan infus (intravena).

Pengobatan lainnya

Dokter juga mungkin memberikan penanganan pendukung seperti:

  • Terapi fisik untuk meningkatkan fungsi dan kekuatan otot sekaligus mencegah kerusakan jaringan otot
  • Obat antimalaria seperti hydroxychloroquine untuk mengatasi ruam
  • Operasi untuk mengangkat timbunan kalsium
  • Obat-obatan pereda nyeri

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dermatomyositis (dermatomiositis)?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit ini.

  • Cari tahu sebanyak-banyaknya soal penyakit Anda. Misalnya dengan rajin periksa ke dokter, bergabung dengan komunitas penyandang dermatomyositis, dan bertanya pada perawat.
  • Langsung beri tahu dokter kalau Anda punya keluhan atau gejala tertentu, atau jika obat yang Anda konsumsi menyebabkan efek samping.
  • Tetap berolahraga secara rutin guna menjaga kekuatan dan kebugaran otot. Namun, tanyakan dulu pada dokter olahraga seperti apa yang dianjurkan pada kondisi Anda.
  • Istirahat yang cukup, jangan tunggu sampai Anda sudah kelelahan setengah mati.
  • Bicara dengan orang-orang terdekat, terapis, atau psikolog soal perasaan dan perjuangan mental Anda. Punya penyakit ini tentu tidak mudah dan Anda perlu mengelola gejolak emosi yang muncul.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Heloma

Heloma adalah lapisan kulit yang menebal dan terbentuk saat kulit sering berada di bawah tekanan. Biasanya muncul pada kaki dan tangan. SImak info selengkapnya Hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Cara untuk Mengetahui Produk Skincare Anda Cocok dengan Kulit

Kulit dapat menunjukkan tanda tertentu saat dipakaikan produk skincare baru. Begini cara mengetahui apakah skincare Anda cocok atau tidak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Campak

Campak adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan munculnya ruam di sekujur tubuh. Bagaimana cara mengobati penyakit campak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengenal gangguan autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Terjadi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
babesiosis adalah

Babesiosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit