Polymyositis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu polymyositis?

Polymyositis adalah peradangan yang menyebabkan kelemahan otot dan peningkatan kadar enzim otot tulang. Polymyositis dapat membuat penderitanya sulit untuk menaiki tangga, bangun dari posisi duduk, mengangkat objek, atau menggapai benda di atas.

Serupa dengan polymyositis, dermatomyositis adalah peradangan miopati idiopatik, yang terkait dengan manifestasi dermatologis. Inclusion body myositis adalah peradangan miopati idiopatik yang berkembang perlahan dengan penemuan patologis yang umum ditemukan pada pria yang lebih dewasa.

Seberapa umumkah polymyositis?

Polymyositis paling umum menyerang orang dewasa pada usia 30, 40 atau 50an. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang berkulit hitam daripada orang berkulit putih, dan wanita lebih sering terserang dibandingkan dengan pria. Tanda-tanda dan gejala polymyositis biasanya muncul secara bertahap, dalam beberapa minggu atau bulan.

Namun, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polymyositis?

Kelemahan otot yang terkait dengan polymositis melibatkan otot yang dekat dengan tubuh, seperti pada pinggul, paha, bahu, lengan atas dan leher.

Kelemahan menyerang kedua sisi tubuh, dan cenderung memburuk secara bertahap.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab polymyositis?

Penyebab pasti dari polymyositis tidak diketahui, namun penyakit ini memiliki berbagai karakteristik yang serupa dengan penyakit autoimun, di mana sistem imun salah menyerang jaringan tubuh Anda sendiri.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk polymyositis?

Ada banyak faktor risiko untuk polymyositis, yaitu:

  • Usia lanjut
  • Wanita
  • Ras Afrika-Amerika
  • Penyakit paru interstitial
  • Adanya anti-Jo-1 (penyakit paru) dan antibodi anti-SRP (penyakit otot serius, keterlibatan jantung)
  • Kondisi ganas yang terkait
  • Perawatan yang tertunda atau tidak mencukupi
  • Disfagia, disfonia
  • Keterlibatan jantung dan paru-paru

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana polymyositis didiagnosis?

Jika dokter menduga Anda memiliki polymyositis, dokter dapat menyarankan beberapa tes berikut

Tes darah

Tes darah dapat memberi tahu dokter jika Anda memiliki kadar enzim otot yang meningkat, seperti creatine kinase (CK) dan aldolase. Peningkatan kadar CK dan aldolase dapat mengindikasikan kerusakan otot. Tes darah juga dapat mendeteksi autoantibodi tertentu dengan berbagai gejala polymyositis, yang dapat menentukan pengobatan dan perawatan yang paling tepat.

Elektromiografi

Dokter spesialis memasukkan jarum elektroda tipis ke dalam otot melalui kulit untuk diuji. Aktivitas elektrik diukur saat Anda mengendurkan atau mengencangkan otot, serta perubahan pada pola aktivitas elektrik dapat mengonfirmasi penyakit otot. Dokter dapat menentukan distribusi penyakit dengan menguji berbagai otot.

Magnetic resonance imaging (MRI)

Scanner menghasilkan gambar cross-sectional pada otot dari data yang dihasilkan oleh medan magnetik kuat dan gelombang radio. Tidak seperti biopsi otot, MRI dapat melihat peradangan pada area yang besar atau otot.

Biopsi otot

Bagian kecil dari jaringan otot diangkat dengan operasi untuk analisis laboratorium. Biopsi otot dapat menunjukkan kelainan pada otot, seperti peradangan, kerusakan atau infeksi. Sampel jaringan juga dapat diperiksa untuk melihat adanya protein abnormal dan defisiensi enzim. Pada polymyositis, biopsi otot umumnya menunjukkan inflamasi, sel otot mati (nekrosis) dan degenerasi serta regenerasi serat otot.

Apa saja pengobatan untuk polymyositis?

Walau tidak ada pengobatan pasti untuk polymyositis, perawatan dapat meningkatkan kekuatan dan fungsi otot. Semakin awal perawatan dilakukan, semakin efektif perawatan – menyebabkan jumlah komplikasi yang lebih sedikit.

Namun, dengan banyaknya kondisi, tidak ada salah satu cara yang paling baik. Berdasarkan gejala dan bagaimana respon terhadap terapi, dokter akan menyesuaikan strategi perawatan.

Obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi polymyositis meliputi:

  • Kortikosteroid

Obat-obatan seperti prednisone dapat sangat efektif dalam mengendalikan gejala polymyositis. Namun penggunaan obat ini secara jangka panjang dapat memiliki efek samping yang serius, dimana dokter dapat mengurangi dosis obat secara bertahap.

  • Corticosteroid-sparing agent

Jika digunakan secara kombinasi dengan kortikosteroid, obat-obatan dapat mengurangi dosis dan potensi efek samping dari kortikosteroid. 2 obat paling umum yang digunakan untuk polymyositis adalah azathioprine (Azasan, Imuran) dan methotrexate (Trexall).

  • Rituximab (Rituxan)

Umum digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, rituximab adalah pilihan jika terapi awal tidak cukup mengendalikan gejala polymyositis.

Terapi

Tergantung pada tingkat keparahan gejala, dokter dapat menyarankan:

  • Terapi fisik

Terapis dapat menunjukkan latihan untuk menjaga dan meningkatkan kekuatan dan fleksibiltas serta menyarankan tingkat aktivitas yang sesuai.

  • Terapi bicara

Jika otot menelan Anda melemah akibat polymyositis, terapi bicara dapat membantu Anda menyesuaikan dengan perubahan ini.

  • Penilaian diet

Pada tahap lanjut polymyositis, mengunyah dan menelan dapat menjadi lebih sulit. Ahli gizi dapat mengajarkan Anda bagaimana untuk menyiapkan makanan yang mudah dikonsumsi.

Operasi dan prosedur lainnya

  • Intraveneous immunoglobin (IVIg) adalah produk pemurnian darah yang mengandung antibodi sehat dari ribuan donor darah. Antibodi yang sehat ini dapat menghambat antibodi yang merusak yang menyerang otot pada polymyositis. Diberikan sebagai infus melalui pembuluh darah, perawatan IVIg mahal dan perlu diulangi secara rutin agar efek tetap berlanjut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polymyositis?

Tidak ada pencegahan khusus untuk polymyositis. Apabila penyebab pasti dari polymyositis diidentifikasi, langkah pencegahan dapat dilakukan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Arthritis

Radang sendi atau arthritis dapat membuat sendi bengkak, kaku, nyeri, atau sulit digerakkan. Ketahui penyebab dan cara mengobatinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Myofascial Pain Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Myofascial pain syndrome biasanya terjadi akibat otot yang aus setelah digunakan berulang kali, misalnya ketika berolahraga atau mengoperasikan mesin berat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 8 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Pengapuran: Penyakit yang Menghantui Para Lansia

Pengapuran alias osteoarthritis adalah penyebab utama orang lanjut usia kesulitan menggerakkan tubuhnya. Tapi kenapa wanita lebih berisiko?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Agustus 2016 . Waktu baca 5 menit

5 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Amputasi

Setiap tahun di seluruh dunia, ada 1 juta orang yang kaki atau tangannya diamputasi. Apa penyebab utamanya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 15 Juli 2016 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Berbagai jenis Penyakit yang Dapat Menyerang Sendi dan Tendon

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
penyebab fraktur atau patah tulang

Tak Hanya Cedera, Ini Berbagai Penyebab Patah Tulang yang Mungkin Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 7 November 2020 . Waktu baca 7 menit
gangguan muskuloskeletal

Gangguan Muskuloskeletal (Tulang, Sendi, Otot)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
myalgia adalah

Nyeri Otot (Myalgia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit