Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Penyakit Lupus

    Penyakit Lupus

    Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang penyakit lupus. Meskipun sudah familiar dengan namanya, tak banyak yang tahu apa itu penyakit lupus sebenarnya, apa yang menyebabkannya, dan bagaimana cara pengobatannya. Berikut adalah penjelasan mengenai penyakit lupus.

    Apa itu penyakit lupus?

    Lupus adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ yang sehat. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit autoimun yang membuat sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan.

    Pada keadaan normal, antibodi seharusnya bekerja untuk melindungi tubuh dari berbagai zat asing yang dapat menyebabkan penyakit.

    Namun, pada orang dengan penyakit lupus (odapus), antibodi yang dimilikinya justru menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Akibatnya, odapus lebih mudah terkena infeksi atau peradangan.

    Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat memengaruhi banyak organ tubuh, termasuk persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

    Seberapa sering penyakit lupus terjadi?

    penyakit lupus bisa sembuh

    Lupus termasuk dalam kondisi yang langka. Meski belum diketahui angka yang pasti, diperkirakan ada sekitar 12.700 orang yang memiliki kondisi ini di Indonesia pada 2012. Kasusnya pun meningkat menjadi 13.300 pada tahun 2013.

    Wanita lebih rentan terkena penyakit lupus. Bahkan, dilaporkan bahwa sebanyak 90% dari jumlah kasus penyakitnya dialami oleh wanita.

    Penyebabnya belum diketahui dengan pasti sampai sekarang. Akan tetapi, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the Rheumatic Disease menyatakan bahwa hal ini terkait dengan kromosom gen yang dimiliki wanita.

    Selain itu, kebanyakan kasus lupus juga terdeteksi pada pasien yang berusia 15–45 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini terjadi pada anak-anak dan orang yang lebih tua.

    Jenis-jenis penyakit lupus

    Lupus terdiri dari berbagai jenis yang berbeda. Berikut adalah beberapa contohnya.

    • Systemic lupus erythematosus (SLE), jenis yang paling sering terjadi. Lupus eritematosus sistemik menyerang berbagai jaringan, seperti sendi, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah.
    • Discoid lupus erythematosus, jenis yang menyerang jaringan kulit sehingga menyebabkan ruam-ruam.
    • Neonatal lupus, menyerang bayi yang baru lahir. Penyakit ini biasanya terjadi pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang memiliki kelainan antibodi.
    • Lupus akibat obat-obatan, biasanya hanya dialami dalam waktu singkat. Beberapa jenis obat bisa memicu gejala lupus, tetapi kondisi pasien akan membaik bila penggunaan obat dihentikan.
    • Subacute cutaneous lupus erythematosus, jenis yang membuat jaringan kulit luka dan terbakar ketika terpapar sinar matahari.

    Apa saja gejala dan ciri-ciri penyakit lupus?

    Lupus adalah penyakit yang dikenal sebagai ‘penyakit 1000 wajah’. Sebutan ini muncul akibat gejalanya yang menyerupai banyak penyakit lain. Karena itu, penyakit ini cenderung sulit untuk dideteksi dini.

    Berikut adalah beberapa tanda dan gejala lupus yang biasanya muncul, terutama pada wanita.

    • Nyeri dan pembengkakan sendi.
    • Luka pada mulut atau hidung yang tidak kunjung sembuh.
    • Keluar darah atau ditemukan protein dalam urine.
    • Muncul ruam yang membentuk kupu-kupu pada wajah atau bagian tubuh lain.
    • Rambut rontok.
    • Demam.
    • Kejang-kejang.
    • Dada sakit dan sulit bernapas akibat peradangan pada paru-paru.

    Bila Anda mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

    Apa saja penyebab penyakit lupus?

    Kenapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Menyerang Masyarakat Indonesia?

    Seperti yang telah disebutkan, lupus terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan yang sehat di dalam tubuh Anda. Kemungkinannya, kemunculan penyakit ini dipengaruhi oleh faktor genetik, hormon, dan lingkungan.

    1. Faktor genetik

    Adanya anggota keluarga yang menjadi odapus dapat meningkatkan risiko penyakit yang sama pada anggota keluarga lainnya. Pasalnya, variasi genetik yang dapat memengaruhi respons imun bisa diwariskan pada keturunan.

    Biasanya, orang-orang dengan riwayat keluarga yang memiliki lupus mendapatkan hasil tes DNA autoimun yang positif. Meski demikian, memiliki kecenderungan ini tidak selalu akan memicu kondisi autoimun.

    2. Hormon

    Faktanya, wanita 9 kali lebih berisiko menjadi odapus daripada pria. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh hormon seks yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh perempuan dan laki-laki, yang mana keduanya jelas berbeda.

    Tubuh wanita menghasilkan dan menggunakan hormon estrogen yang lebih banyak, sementara tubuh laki-laki bergantung pada hormon yang disebut androgen.

    Estrogen dikenal sebagai hormon “immuno-enhancing“. Artinya, wanita sebenarnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dari pria. Namun, saat sistem imun ini berbalik menyerang tubuh, wanita akan lebih mudah mengalami penyakit autoimun.

    3. Lingkungan

    Beberapa faktor dari lingkungan luar dapat menjadi penyebab penyakit lupus. Para peneliti percaya bahwa paparan racun lingkungan seperti asap rokok, gel natrium silika, dan merkuri dapat meningkatkan risiko terjadinya autoimun.

    Zat-zat tersebut dapat memicu respons peradangan yang nantinya dapat mendorong pembentukan autoantibodi, yakni antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri.

    Diagnosis dan pengobatan penyakit lupus

    Sampai saat ini tidak ada pemeriksaan khusus yang dapat mendeteksi penyakit lupus. Meskipun begitu, dokter biasanya akan menganjurkan pasien untuk melakukanbeberapa tes, seperti tes urine, tes darah, serta tes antibodi.

    Dokter juga biasanya akan melihat riwayat kesehatan keluarga, melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum, serta menganjurkan pasien menjalani biopsi kulit serta ginjal.

    Bila dari hasil pemeriksaan tersebut Anda terbukti memiliki lupus, dokter akan merencanakan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

    Karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini, pengobatan hanya bertujuan untuk mencegah kekambuhan gejala, mengurangi intensitas gejala, mencegah kerusakan organ, mengurangi respons imun, serta mencegah komplikasi.

    Berikut adalah beberapa jenis obat untuk penyakit autoimun.

    1. Obat antiradang nonsteroid (NSAIDs)

    NSAID merupakan obat penghilang rasa sakit yang biasa diberikan pada odapus untuk mengatasi rasa nyeri, demam, dan sendi bengkak yang ia alami. Contoh dari jenis obat NSAIDs yakni naproxen, ibuprofen, dan motrin.

    Sebagian besar obat NSAIDs tidak membutuhkan resep dokter, tapi beberapa obat yang memiliki dosis dan efek samping yang kuat harus menggunakan resep.

    2. Obat antimalaria

    obat aspirin untuk diabetes

    Pada perawatan penyakit lupus, obat malaria dibutuhkan untuk mengatasi gejala nyeri sendi, ruam kulit, peradangan pada selaput jantung, serta demam yang juga biasanya terjadi pada pasien malaria.

    Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa odapus yang diberikan obat malaria memiliki angka harapan hidup yang lebih panjang ketimbang pasien yang tidak diberikan obat ini.

    Jenis obat malaria yang diberikan yaitu, hydroxychloroquine, chloroquine, dan quinacrine.

    3. Kortikosteroid

    Obat jenis ini dibutuhkan oleh pasien lupus untuk mencegah peradangan yang sangat rentan terjadi pada tubuhnya.

    Sayangnya, obat kortikosteroid memiliki efek samping jangka panjang seperti menaikkan berat badan, membuat tulang lebih keropos, serta meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes.

    4. Imunosupresan

    Obat imunosupressan bekerja untuk mengurangi kerja sistem kekebalan tubuh. Obat jenis ini sangat dibutuhkan oleh para odapus yang sistem kekebalan tubuhnya terlalu dominan.

    Beberapa jenis obat yang biasanya digunakan yaitu azathioprine, mycophenolate, leflunomide, dan methotrexate.

    Bagaimana menjalani hidup dengan penyakit lupus?

    pola hidup sehat lansia

    Meski penyakit lupus adalah penyakit yang tak dapat disembuhkan, odapus tetap bisa hidup dengan sehat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan odapus untuk menjaga kondisi tubuh dan mencegah komplikasi lupus.

    1. Melakukan olahraga dengan rutin

    Odapus rentan mengalami gangguan pada sendi dan tulang. Tetap melakuka olahraga degan rutin dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi Anda.

    2. Berhenti merokok

    Kebiasaan merokok hanya akan membuat penyakit ini bertambah parah serta dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan pneumonia.

    3. Istirahat yang cukup dan kelola stres

    Stres hanya akan membuat gejala Anda semakin parah. Maka dari itu, odapus harus banyak beristirahat dan menghindari stres.

    4. Pahami tubuh sendiri

    Para odapus harus tahu kapan gejala akan muncul dan apa yang memicunya keluar. Sebagai contoh, ketika mulai merasa letih, Anda sebaiknya langsung beristirahat dengan cukup dan menghentikan segala kegiatan terlebih dahulu.

    5. Hindari paparan sinar matahari

    Sinar matahari dapat memperburuk ruam kulit yang terjadi. Bila Anda terpaksa keluar di siang hari, sebaiknya gunakan tabir surya agar kulit terlindungi.

    6. Konsumsi makanan yang sehat

    Makanan juga dapat memengaruhi kondisi odapus. sebab ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu peradangan.

    Maka dari itu, konsumsilah makanan yang tepat untuk odapus seperti buah-buahan, ikan kaya omega-3, dan makanan yang mengandung kalsium.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Systemic Lupus Erythematossus (SLE). (2018). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved April 19, 2022, from https://www.cdc.gov/lupus/facts/detailed.html

    Hughes, T., Adler, A., Merrill, J., et al. (2011). Analysis of autosomal genes reveals gene–sex interactions and higher total genetic risk in men with systemic lupus erythematosus. Annals of the Rheumatic Diseases, 71(5), pp.694-699. Retrieved April 19, 2022.

    Types of Lupus. (n.d.). Johns Hopkins Lupus Center. Retrieved April 19, 2022, from https://www.hopkinslupus.org/lupus-info/types-lupus/ 

    Lupus. (2021). Mayo Clinic. Retieved April 19, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lupus/diagnosis-treatment/drc-20365790

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 4 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: