Apa itu menopause?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Definisi

Apa itu menopause?

Menopause adalah waktu di mana Anda tidak mengalami menstruasi lagi. Ini ditandai dengan Anda yang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan setelah menstruasi terakhir Anda.

Fase pada wanita ini menandai akhir dari usia reproduktif, yaitu Anda tidak dapat hamil lagi. Namun, Anda masih tetap dalam kondisi sehat, vital, dan aktif secara seksual. Berhenti menstruasi ini merupakan proses yang alami yang menjadi bagian dari penuaan. Semua wanita pasti mengalaminya, sehingga kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan.

Menjelang berakhirnya menstruasi, wanita mungkin mengalami beberapa perubahan. Ini disebut dengan transisi menopause atau perimenopause. Transisi ini umumnya terjadi pada wanita sekitar usia 45 dan 55 tahun. Selama masa fase transisi, produksi hormon seks (estrogen dan progesteron) yang dibuat oleh ovarium menjadi berkurang.

Seberapa umumkah menopause?

Setiap wanita akan mengalami menopause dalam hidup karena ini adalah proses alami yang berkaitan erat dengan tahap reproduktif wanita. Awalnya dimulai dengan masa pubertas dan berakhir dengan berhentinya menstruasi.

Usia terjadinya fase ini bervariasi pada masing-masing wanita. Namun, normalnya pada kisaran usia 45 hingga 55 tahun. Jika terjadi lebih awal yaitu sebelum usia 45 tahun, maka dikenal dengan menopause dini atau premature. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala menopause?

Selain terjadi pada usia yang berbeda-beda, gejala berhenti menstruasi ini juga tidak selalu sama. Mungkin wanita A merasakan gejala yang tidak sama dengan wanita B. Ini bergantung pada kadar estrogen dan seberapa banyak estrogen dibutuhkan oleh tubuh. Jika produksinya sedikit, maka gejala yang akan timbul akan lebih banyak.

Namun, tanda dan gejala menopause yang umum terjadi, meliputi:

Siklus menstruasi berubah

Perubahan siklus haid menjadi tidak normal, menjadi gejala berhentinya menstruasi. Perubahan siklus menstruasi ini biasanya ditandai dengan berbagai hal, seperti:

  • Masa menstruasi jadi lebih pendek atau lebih lama
  • Anda merasakan perdarahan lebih banyak atau lebih sedikit
  • Jeda menstruasi yang kadang lambat atau lebih cepat

Semua itu adalah perubahan yang normal pada wanita yang siklus menstruasinya akan berhenti. Namun, untuk memastikan tidak ada masalah, Anda boleh melakukan konsultasi ke dokter. Temui dokter jika Anda merasakan beberapa hal berikut:

  • Menstruasi pada bulan pertama dengan kedua terjadi sangat berdekatan
  • Anda mengalami pendarahan berat; bertahan lebih dari seminggu
  • Haid kembali setelah tidak haid selama lebih dari setahun

Hot flashes

Hot flashes adalah perasaan panas tiba-tiba di bagian atas atau seluruh tubuh yang terjadi akibat perubahan kadar estrogen dalam tubuh. Biasanya kondisi ini ditandai dengan berubahnya warna kulit pada leher dan wajah. Kemudian, muncul bercak kemerahan di sekitar dada, punggung, dan lengan Anda, disertai tubuh berkeringat dan menggigil.

Gejala tersebut dapat ringan, maupun parah hingga menyebabkan Anda bangun di tengah malam karena tubuh berkeringat sangat banyak. Untungnya, gejala hot flashes biasanya hanya terjadi sekitar 30 detik hingga 10 menit. Namun, ada beberapa wanita yang mengalaminya hingga satu jam, beberapa kali sehari, atau hanya sekali atau dua kali dalam seminggu.

Insomnia

Orang lanjut usia memang rentan dengan gangguan tidur, sehingga menyebabkan mereka insomnia. Selain faktor umum, siklus menstruasi yang berakhir juga menyebabkan masalah yang sama, yaitu insomnia.

Kondisi ini menyebabkan wanita sulit untuk tidur, sering terbangun tengah malam, atau bangun terlalu pagi dan sulit tidur kembali. Kemungkinan besar ini terjadi akibat hot flashes yang membuat tubuh menggigil dan banyak mengeluarkan keringat.

Bentuk tubuh berubah

Perubahan kadar hormon menjelang menopause menyebabkan berbagai gejala fisik dan perubahan pada bentuk tubuh, di antaranya:

  • Massa otot berkurang sehingga tubuh menjadi lebih gemuk
  • Kulit jadi lebih tipis dan kering
  • Sendi dan otot mudah pegal dan kadang terasa kaku
  • Sakit kepala dan jantung berdebar

Suasana hati berubah

Selama fase berhentinya menstruasi, suasana hati jadi lebih mudah berubah. Hal ini membuat Anda mudah marah dan mudah tersinggung. Ini semakin diperparah dengan stres, kelelahan karena fungsi tubuh menurun, dan kesepian dan depresi akibat perubahan di lingkungan.

Gairah seks menurun

Menurunnya kadar hormon seks tidak hanya menyebabkan kulit menjadi kering, tapi juga vagina. Ini membuat Anda tidak nyaman melakukan hubungan seksual dan akhirnya menurunkan gairah seksual.

Selain itu, perubahan hormon menjelang siklus menstruasi berhenti juga membuat sebagian besar wanita sulit untuk mengendalikan kandung kemihnya sehingga susah menahan buang air kecil.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda:

  • Merasa perlu mengatur jadwal kunjungan rutin ke dokter dari awal hingga akhir menopause.
  • Anda memerlukan perawatan kesehatan preventif agar siap untuk menopause.

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami komplikasi parah, seperti perdarahan pada vagina setelah menopause.

Penyebab

Apa penyebab menopause?

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan berhentinya siklus menstruasi, antara lain:

Perubahan hormon seks secara alami

Salah satu penyebab menopause adalah penurunan alami hormon reproduksi. Saat Anda bertambah usia, terutama pada akhir 30 tahun, indung telur Anda mulai menghasilkan lebih sedikit estrogen dan progesteron yang mengatur menstruasi.

Akibatnya, kesuburan Anda menurun. Jika Anda berusia sekitar 40 tahun, periode menstruasi Anda mungkin menjadi lebih panjang atau pendek, lebih berat atau ringan, dan lebih sering atau jarang hingga Anda mencapai usia 51, Anda tidak mengalami menstruasi lagi.

Histerektomi total

Histerektomi (pengangkatan rahim) juga bisa jadi penyebabnya. Hanya saja jika prosedur ini dilakukan secara total. Jika diangkat hanya rahim saja (histerektomi total), indung telur masih menghasilkan sel telur dan hormon seks. Wanita dengan kondisi ini tidak mengalami menopause, hanya saja tidak dapat memiliki anak dan mengalami menstruasi.

Sementara, jika prosedur dilakukan secara total, kedua indung telur sudah tidak ada. Artinya, sel telur dan hormon seks tidak lagi diproduksi. Wanita dengan kondisi ini tidak dapat hamil, tidak lagi menstruasi, dan mengalami menopause tanpa fase transisi.

Pengobatan kanker

Kemoterapi dan terapi radiasi juga dapat menyebabkan siklus menstruasi berhenti. Anda dapat mengalami menopause dan gejala-gejalanya, seperti hot flashes saat atau setelah rangkaian perawatan.

Primary ovarian insufficiency

Penyebab lainnya adalah primary ovarian insufficiency. Ini terjadi karena indung telur Anda tidak dapat menghasilkan kadar hormon reproduksi yang normal akibat faktor genetik atau penyakit autoimun.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk menopause?

Menopause tidak dapat dihindari, namun faktor-faktor berikut dapat menurunkan usia menopause fisiologis:

  • Merokok. Wanita yang merokok berisiko mengalami menopause 1 atau 2 tahun lebih awal dibandingkan wanita yang tidak merokok.
  • Sejarah keluarga. Wanita dengan sejarah keluarga menopause awal dapat mengalami menopause awal. Hal ini dapat terkait dengan kondisi genetik fragile X carrier.
  • Perawatan kanker. Penanganan untuk kanker dengan kemoterapi atau terapi radiasi dapat memberikan efek samping, seperti menopause awal.
  • Histerektomi. Pengangkatan rahim memang tidak menyebabkan menopause, namun dapat meningkatkan kemungkinan mengalami menopause lebih awal dari umumnya.
  • Oophorectomy. Jika satu indung telur diangkat (oophorectomy), indung telur yang masih ada mungkin berhenti bekerja lebih cepat dari semestinya.

Obat & Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk menopause?

Anda tidak memerlukan perawatan medis untuk menangani kondisi menopause. Mungkin Anda dapat menggunakan pengobatan yang berfokus meringankan tanda-tanda dan gejala serta mencegah atau mengatasi kondisi kronis yang terjadi dengan penuaan.

Terapi hormon adalah salah satu perawatan peringanan. Terapi hormon adalah pilihan perawatan yang paling efektif dalam meringankan hot flashes akibat menopause.

Tergantung pada sejarah medis personal dan keluarga, dokter dapat  merekomendasikan estrogen berdosis rendah untuk meringankan gejala. Vaginal estrogen dapat mengurangi kekeringan pada vagina. Obat ini dapat berupa krim vagina, tablet, atau ring.

Antidepresan dosis rendah dapat membantu mengurangi hot flashes. Jika kondisi Anda tidak terlalu baik untuk menggunakan estrogen, antidepresan dengan dosis rendah dapat menjadi alternatif.

Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk mencegah atau mengobati osteoporosis. Tergantung pada kebutuhan Anda, dokter dapat menentukan apakah Anda dapat menggunakan metode ini.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk menopause?

Biasanya dokter dapat memberikan gagasan diagnosis awal tentang kondisi menopause Anda berdasarkan tanda-tanda dan gejala Anda. Jika Anda memiliki perhatian khusus mengenai menstruasi yang tidak teratur atau hot flashes, konsultasikan pada dokter Anda. Pada beberapa kasus, evaluasi lebih lanjut diperlukan.

Tes darah dapat diperlukan untuk memeriksa kadar follicle-stimulating hormone (FSH), estrogen serta thyroid-stimulating hormone (TSH). Kadar FSH meningkat dan kadar estradiol menurun saat menopause terjadi. Selain itu, tiroid yang kurang aktif (hypothyroidism) terkait dengan kadar TSH dapat memberikan gejala yang menyerupai menopause.

Komplikasi

Apa saja komplikasi menopause?

Setelah menopause, risiko Anda terhadap kondisi medis tertentu menjadi meningkat. Beberapa penyakit tersebut, antara lain:

  • Penyakit kardiovaskular. Kadar estrogen yang menurun ternyata memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah sekitarnya, sehingga menyebabkan penyakit jantung.
  • Osteoporosis dan masalah tulang. Menurunnya hormon seks juga menyebabkan tulang kehilangan kepadatannya dengan cepat. Ini menyebabkan penyakit osteoporosis dan fraktur tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan.
  • Obesitas. Selama transisi menopause, metabolisme akan melambat. Ini menyebabkan kenaikan berat badan dan risiko obesitas meningkat.
  • Inkontinesia urin. Kehilangan hormon menyebabkan otot-otot sekitar uretra dan vagina menurun elastisitasnya. Ini menyebabkan wanita sulit menahan buang air kecil, bahkan urin dapat keluar secara tidak sengaja, ketika bersin atau tertawa.
  • Fungsi seksual menurun. Kekeringan dan berkurangnya elastisitas vagina menyebabkan ketidaknyaman bahkan pendarahan saat berhubungan seks. Hal ini dapat menurunkan gairah dan kepuasaan dalam berhubungan badan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi menopause?

Meski menopause adalah hal yang normal, terkadang gejala yang muncul cukup mengganggu. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gejala akibat berhentinya siklus menstruasi, antara lain:

Meredakan hot flashes

Saat gejala ini terjadi, sebaiknya hindari pakaian tebal atau berlapis-lapis. Sebaliknya, Anda harus berada di ruangan yang udaranya cukup sejuk. Kemudian, hindari makanan pedas dan panas yang bisa memicu munculnya keringat berlebih. Selain itu, hindari stres dan kurangi kebiasaan minum alkohol.

Mengurangi kekeringan vagina

Untuk mengurangi kekeringan pada vagina, Anda bisa menggunakan pelumas atau pelembap vagina sebelum berhubungan seks. Jika perawatan tersebut tidak berhasil, tanyakan pada dokter mengenai kondisi ini. Biasanya dokter akan memberikan penambah estrogen berupa krim atau tablet.

Menerapkan pola hidup sehat

Setelah Anda menopause, beberapa masalah kesehatan menjadi meningkat risikonya. Supaya Anda tetap sehat selama atau setelah menopause, ikuti beberapa kiat berikut ini:

  • Berhenti merokok dan batasi minum alkohol. Rokok dan alkohol bisa menyebabkan penuaan dan gejala menopause semakin bertambah parah. Selain itu, risiko penyakit jantung jadi semakin meningkat.
  • Kurangi makanan mengandung garam dan gula berlebihan. Makanan mengandung garam berlebihan bisa meningkatkan risiko hipertensi yang erat kaitannya dengan penyakit jantung. Sementara makanan mengandung banyak gula bisa menyebabkan berat badan terus naik.
  • Makan makanan bernutrisi. Sebagai ganti camilan tidak sehat, Anda menggantinya dengan makanan yang lebih sehat. Mulai dari beragam jenis sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh dan penuhi asupan vitamin D serta kalsium.
  • Olahraga. Untuk menjaga kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh, Anda harus rutin olahraga. Aktivitas ini bisa mengurangi stres, mengendalikan berat badan dan tekanan darah, serta menghilangkan nyeri pada tubuh. Konsultasikan pada dokter untuk memilih jenis olahraga yang aman untuk tubuh Anda. Kemudian, buat rencana olahraga sesuai arahan dokter.
  • Hindari stres. Stres dapat memperburuk gejala menopause dan menyebabkan insomnia. Ini dapat mengganggu jam biologis sehingga menimbulkan masalah pada jantung. Untuk mengurangi stres, isi hari-hari Anda dengan kegiatan yang disukai, lakukan olahraga rutin, dan istirahat yang cukup.
  • Rutin cek kesehatan. Bukan sekadar memantau kondisi tubuh selama menopause, rutin cek kesehatan tubuh sangat diperlukan. Tujuannya, supaya tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol tetap terkontrol.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 7, 2019 | Terakhir Diedit: April 7, 2019

Yang juga perlu Anda baca