Definisi

Apa itu kanker melanoma?

Melanoma adalah jenis kanker kulit paling serius. Kondisi ini muncul karena adanya gangguan sel yang memproduksi melanin (pigmen pemberi warna kulit) atau melanosit.

Kebanyakan melanoma terlihat seperti tahi lalat baru. Namun, sebagian kasusnya juga berkembang dari tahi lalat yang sudah ada.

Melanoma adalah kondisi yang dimulai dari tahi lalat, menyebar di sekitarnya dan kemudian semakin dalam ke kulit, ke pembuluh darah, dan kelenjar getah bening, dan terakhir ke dalam hati, paru-paru, dan tulang.

Pada pria melanoma biasanya lebih sering menyerang dada dan punggung. Sedangkan pada wanita bagian yang paling sering terkena yaitu kaki, leher, dan wajah.

Selain itu, melanoma juga bisa berkembang di area tersembunyi atau yang sama sekali tidak terpapar sinar matahari. Area tubuh yang dimaksud yaitu ruang di antara jari-jari kaki dan telapak tangan, kulit kepala, hingga alat kelamin.

Area lain yang juga biasanya sering diserang yaitu:

  • Bawah kuku, bisa juga ditemukan di telapak tangan atau telapak kaki. Lebih sering terjadi pada orang berkulit gelap
  • Mukosa, sering berkembang di selaput lendir yang melapisi hidung, mulut, kerongkongan, anus, saluran kemih, dan vagina
  • Mata, paling sering terjadi di lapisan bawah selaput putih mata

Ada berapa jenis kanker melanoma?

Kanker melanoma terdiri dari empat jenis atau tipe, yaitu:

Superficial spreading melanoma

Kondisi ini termasuk yang paling umum. Biasanya paling sering muncul pada batang tubuh atau anggota tubuh. Sel-sel kanker cenderung tumbuh lambat pada awalnya sebelum menyebar dengan cepat ke seluruh permukaan kulit.

Nodular melanoma

Kondisi ini termasuk tipe paling umum kedua yang paling sering muncul. Jenis kanker kulit yang satu ini umumnya muncul pada batang tubuh, seperti kepala, atau leher.

Tipe yang satu ini cenderung tumbuh lebih cepat daripada jenis-jenis yang lain. Jika biasanya gejalanya muncul dengan munculnya pigmen hitam, nodular melanoma justru memunculkan pigmen kulit berwarna merah.

Lentigo maligna melanoma

Tipe yang satu ini cenderung lebih jarang terjadi. Biasanya tipe kanker kulit yang satu ini menyerang orang yang lebih tua terutama di bagian tubuh yang paling banyak paparan sinar mataharinya.

Umumnya kondisi ini dimulai dengan kemunculan noda pada kulit. Kanker kemudian akan tumbuh perlahan dan tidak seberbahaya jenis lainnya.

Jenis yang satu ini termasuk paling langka. Umumnya muncul di telapak tangan, telapak kaki, atau di bawah kuku. Biasanya tipe kanker kulit melanoma yang satu ini paling sering menyerang orang dengan kulit gelap. Selain itu, kondisi ini diduga kuat tidak ada kaitannya dengan paparan sinar matahari.

Seberapa umumkah kanker melanoma?

Melanoma adalah kondisi yang lebih umum terjadi pada orang berusia di bawah 40 tahun, terutama wanita. Namun, dibandingkan dengan kanker kulit lainnya seperti sel basal dan sel skuamosa, melanoma lebih jarang menyerang. Akan tetapi, penyakit ini justru lebih berbahaya karena cenderung menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena melanoma dengan mengurangi faktor-faktor yang meningkatkan risikonya. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker melanoma?

Kanker melanoma paling sering berkembang di area tubuh yang terpapar sinar matahari seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah. Namun, bisa juga menyerang bagian yang paling jarang terpapar matahari seperti telapak kaki, telapak tangan, dan kuku.

Untuk mengenali kemunculannya, berikut berbagai gejala kanker melanoma, yaitu:

  • Bentuk tahi lalat yang tidak biasa
  • Tahi lalat bertambah besar
  • Perubahan warna tahi lalat
  • Munculnya pigmen atau noda tak biasa pada kulit
  • Tahi lalat terasa perih dan tak kunjung hilang
  • Mengalami kemerahan atau pembengkakan di luar batas tahi lalat
  • Tahi lalat yang rusak dan berdarah
  • Tahi lalat yang terasa gatal dan nyeri jika ditekan
  • Pembengkakan kelenjar
  • Sesak napas
  • Nyeri tulang (ketika melanoma menyebar ke tulang)

Di samping itu, melanoma tidak selalu muncul seperti tahi lalat normal. Tahi lalat normal umumnya berwarna cokelat atau hitam dengan batas yang jelas. Bentuknya cenderung oval atau bulat dan berukuran sekitar 6 mm.

Terkadang ada tahi lalat yang tak seperti normal dan menjadi tanda adanya kanker. Untuk lebih mudahnya, berikut panduan ABCDE untuk mendeteksi tanda dan gejala melanoma:

  • A atau asymmetrical, artinya tahi lalat berbentuk tidak beraturan
  • B atau irregular border, artinya batasnya tidak teratur bisa berlekuk atau bergerigi
  • C atau changes ini color, artinya ada perubahan warna atau warna berbeda pada beberapa tahi lalat baru yang muncul
  • D atau diameter, artinya pertumbuhannya lebih dari 6 mm
  • E atau evolving, artinya tahi lalat terus berubah dari waktu ke waktu baik dari ukuran, warna, hingga bentuk

Tampilan tahi lalat kanker (ganas) sangat bervariasi. Beberapa mungkin menunjukkan semua perubahan yang tercantum di atas, sementara yang lain mungkin hanya memiliki satu atau dua karakteristik yang tidak biasa.

Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter.

Apa saja tahapan kanker melanoma?

Ketika penyakit ini didiagnosis, dokter akan memberi tahu sejauh mana kanker telah menyebar. Dilansir dari American Cancer Society, secara garis besar ada lima tahap utama kanker yaitu dari 0 hingga 4.

Tahap 0

Kanker berada di lapisan kulit terluar dan dikenal dengan istilah melanoma in situ.

Tahap 1

Kanker mulai tumbuh setebal 2 mm. Namun, belum menyebar ke kelenjar getah bening atau area lain. Di tahap ini kanker bisa jadi sudah atau belum menyebabkan lesi pada area yang terkena.

Tahap 2

Kanker memiliki ketebalan setidaknya 1,01 mm dan mungkin lebih tebal dari 4 mm. Di tahap ini, kanker bisa jadi sudah atau belum menyebabkan lesi. Selain itu, kanker juga belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening atau area yang lain.

Tahap 3

Kanker telah menyebar ke satu atau lebih kelenjar getah bening atau saluran limfatik terdekat. Kanker aslinya mungkin tak lagi terlihat. Namun kalau pun terlihat ketebalannya bisa jadi sudah lebih dari 4 mm dan bisa mengalami ulserasi (lesi).

Tahap 4

Kanker biasanya telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh seperti otak, paru-paru, hingga ke hati.

Kapan sebaiknya pergi ke dokter?

Anda sebaiknya segera periksa dokter jika:

  • Melihat tahi lalat yang menyebar dan menghitam
  • Warna tahi lalat atau titik hitam di kulit menjadi merah atau kulit hitam di sekitar titik hitam menjadi cokelat
  • Tahi lalat pecah, mengalami perdarahan, atau jadi borok

Tubuh setiap orang bereaksi berbeda-beda. Lebih baik diskusikan ke dokter jika Anda khawatir akan kemunculan noda atau pigmen di kulit yang dicurigai sebagai kanker.

Penyebab

Apa penyebab kanker melanoma?

Tidak ditemukan secara pasti penyebab kanker melanoma. Namun, mutasi genetik dan radiasi sinar matahari diduga kuat menjadi penyebab utamanya.

Kanker ini dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang menghidupkan onkogen (gen yang membantu sel tumbuh dan membelah) atau mematikan gen penekan tumor.

Selain itu, paparan sinar matahari berlebih juga bisa merusak DNA dalam sel-sel kulit, Terkadang kerusakan ini memengaruhi gen tertentu yang mengendalikan bagaimana sel kulit seharusnya tumbuh dan membelah. Jika gen ini tak lagi berfungsi dengan baik, sel yang terkena bisa berubah menjadi sel kanker.

Pada sebagian orang, sel-sel kulit yang terpapar sinar matahari ini tidak mampu memperbaiki DNA yang rusak. Akibatnya, ia cenderung rentan mengembangkan kanker melanoma.

Sementara itu, melanoma yang berkembang di area tersembunyi biasanya mengalami mutasi gen yang berbeda.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami kanker melanoma?

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko kemunculan melanoma, yaitu:

  • Pernah memiliki luka bakar parah
  • Sering terpapar sinar ultraviolet
  • Memiliki kulit putih
  • Memiliki banyak tahi lalat di tubuhnya
  • Memiliki freckles
  • Memiliki riwayat keluarga yang terkena melanoma
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Memiliki xeroderma pigmentosum (XP), kondisi langka yang membuat sel kulit tidak mampu memperbaiki kerusakan DNA

Tidak memiliki faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tak mungkin terkena penyakit tersebut. Faktor-faktor ini hanya sebagai acuan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk detail lebih lanjut.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kanker melanoma?

Berikut berbagai tes yang dilakukan untuk mendiagnosis keberadaan kanker kulit yang satu ini, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik dengan mempertimbangkan bentuk, ukuran, dan warna tahi lalat 
  • Menanyakan riwayat kesehatan keluarga
  • Biopsi kulit, pengambilan sampel kulit pada area tahi lalat yang dicurigai untuk diperiksa di laboratorium
  • Biopsi kelenjar getah bening
  • Tes pencitraan dengan sinar X, CT Scan, MRI scan, atau PET scan (menggunakan radioaktif)
  • Tes darah

Apa saja pilihan pengobatan untuk kanker melanoma?

Berikut berbagai pilihan pengobatan untuk melanoma sesuai kondisinya:

Melanoma tahap awal

Untuk tahap awal, dokter dapat melakukan pembedahan guna mengangkat kanker kulit dan beberapa area sekelilingnya. Seberapa banyak kulit yang diangkat tergantung seberapa dalam melanoma telah tumbuh.

Untuk melanoma yang sangat tipis biasanya prosedur biopsi sudah bisa mengangkat penyakit ini dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.

Melanoma yang telah menyebar

Adapun jika kanker telah menyebar, pilihan pengobatan yang direkomendasikan yaitu:

Operasi

Operasi atau pembedahan merupakan pengobatan utama untuk sebagian besar kasus melanoma. Jika dilakukan di tahap awal, pembedahan bisa membantu menyembuhkan penyakit.

Namun selain itu, operasi juga akan dilakukan ketika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Dokter akan menghilangkan kelenjar yang terkena untuk membantu menyembuhkan penyakit.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah jenis pengobatan yang bertujuan menghancurkan sel kanker dengan menggunakan obat. Biasanya kombinasi obat akan diberikan melalui intravena (infus) atau diminum langsung.

Kemoterapi memiliki berbagai efek samping seperti:

  • Rambut rontok
  • Luka pada mulut
  • Kehilangan selera makan
  • Mual dan muntah
  • Diare atau sembelit
  • Risiko infeksi meningkat akibat sel darah putih yang terlalu sedikit
  • Mudah memar atau mengalami perdarahan akibat trombosit yang terlalu rendah
  • Kelelahan akibat sel darah merah yang terlalu sedikit

Terapi radiasi

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar berdaya tinggi seperti sinar X untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi biasanya direkomendasikan setelah operasi pengangkatan kelenjar getah bening.

Selain itu, terapi juga digunakan untuk membantu meringankan gejala kanker yang telah menyebar ke area lain di tubuh. Terapi radiasi memiliki berbagai efek samping seperti:

  • Kulit seperti terbakar
  • Perubahan warna kulit
  • Rambut rontok
  • Kelelahan
  • Mual, terutama jika radiasi dilakukan pada perut

Terapi biologis

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan agar tubuh mampu melawan kanker. Terapi ini menggunakan zat buatan yang serupa dengan yang diproduksi oleh tubuh.

Adapun efek samping yang dirasakan dari pengobatan ini yaitu badan menggigil, kelelahan, demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Terapi yang ditargetkan

Terap ini dilakukan dengan menggunakan obat yang dirancang untuk menargetkan sel dan protein penyebab kanker. Nantinya, obat membantu memperlambat pertumbuhan tumor. Dengan begitu, kualitas hidup pasien pun akan meningkat.

Berbagai efek samping yang biasanya muncul dari terapi ini beragam tergantung obat yang digunakan. Adapun efek samping paling umum yang akan muncul yaitu:

  • Penebalan kulit
  • Ruam
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Mual

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau perawatan rumahan untuk mengatasi kanker melanoma?

Berikut gaya hidup dan perawatan rumahan yang dapat membantu mengatasi melanoma:

  • Tidak berjemur di bawah sinar matahari di siang hari
  • Tidak merokok
  • Makan makanan bergizi seimbang
  • Tetap aktif bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menghindari stres dengan berbagai teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi
  • Mencari kelompok pendukung misalnya perkumpulan orang dengan melanoma agar tak merasa sendirian

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kanker melanoma?

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kulit melanoma, yaitu:

  • Menghindari paparan sinar matahari berlebih di siang hari
  • Menggunakan tabir surya atau sunblock saat berkegiatan di luar ruangan dengan SPF minimal 30
  • Menggunakan pakaian tertutup saat berada di luar ruangan plus kacamata hitam dan topi untuk perlindungan menyeluruh
  • Menjauhkan diri dari berbagai hal yang bisa melemahkan sistem imun, misal menghindari HIV dengan tidak melakukan seks bebas
  • Memeriksa kulit secara teratur dan segera memeriksakan diri saat ada perubahan yang tak biasa

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Mei 13, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 13, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan