Sering Berkegiatan di Luar Ruangan? Simak Manfaat dan Risiko Paparan Sinar Matahari untuk Kulit Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Paparan sinar matahari ternyata tak hanya memiliki manfaat, tetapi juga ada bahaya yang bisa ditimbulkan. Untuk Anda yang sering berada di luar ruangan, sangat penting mengetahui berbagai manfaat dan bahaya paparan sinar matahari berlebih untuk kulit. Dengan begitu, Anda tahu batasan, cara mencegah bahayanya, dan juga cara mengatasinya.

Manfaat sinar matahari untuk kulit

kulit terbakar matahari

Sinar matahari tak hanya menghangatkan tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan kulit Anda. Paparan sinar matahari di pagi hari memicu reaksi kimia dan metabolik di dalam tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Vitamin yang satu ini tak hanya baik untuk menjaga tulang tetap kuat tetapi juga bagus untuk kesehatan kulit.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan dunia (WHO), paparan sinar matahari membantu mengatasi berbagai masalah kulit seperti psoriasis, jerawat, eksim, dan infeksi jamur. Mengapa bisa begitu? Ini karena vitamin D yang dihasilkan dari paparan sinar matahari memiliki sederet kegunaan.

Vitamin D memiliki sifat antimikroba dan juga antiperadangan. Dengan begitu mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup setiap hari mampu meringankan berbagai masalah kulit seperti jerawat dan juga psoriasis. Sinar matahari sebelum jam 9.00 pagi terutama sangat bagus untuk kesehatan kulit Anda. Cukup berjemur selama kurang lebih 15 menit setiap pagi untuk mendapatkan manfaatnya.

Bahaya paparan sinar matahari berlebih pada kulit

kulit terbakar matahari

Selain memiliki manfaat, sinar matahari juga berisiko menimbulkan berbagai masalah pada kulit terutama karena paparannya yang berlebih, seperti:

1. Kulit terbakar

Paparan sinar matahari berlebih bisa menyebabkan kulit mengalami kondisi yang disebut dengan istilah sunburn atau terbakar. Biasanya kondisi ini disebabkan karena Anda mengalami sengatan matahari secara langsung dalam waktu yang lama.

Kulit akan menunjukkan tanda-tanda terbakar setelah empat hingga lima jam setelah tepapar sinar matahari. Saat mengalami sunburn biasanya Anda akan mengalami berbagai gejala seperti kulit kemerahan, nyeri, pembengkakan, melepuh, dan berkerak.

2. Memunculkan tanda-tanda penuaan

Paparan sinar matahari berlebih biasanya membuat kulit Anda mengalami berbagai perubahan dari mulai warna hingga teksturnya. Pasalnya, seiring dengan berjalannya waktu, sinar UV dapat merusak serat-serat di kulit yang disebut elastin. Ketika serat ini rusak maka kulit akan mengendur dan meregang.

Tak hanya itu, paparan sinar UV berlebih juga menyebabkan kulit mengalami bintik putih dan juga gelap. Selain itu, Anda juga akan merasakan kulit yang lebih kasar dari biasanya dan juga kering. Saat terlalu kering, kulit akan mudah keriput sehingga Anda akan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

3. Meningkatkan risiko kanker kulit

Sinar UVB pada cahaya matahari selain menyebabkan kulit terbakar juga dapat merusak DNA dan menekan sistem kekebalan kulit. Sementara sinar UVA  dapat menembus dan merusak membran sel kulit serta DNA di dalamnya.

Kerusakan yang berkembang selama bertahun-tahun ditambah dengan pertambahan usia meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma ganas.

Tips mencegah sekaligus mengatasi bahaya sinar matahari

memilih sunblock

Untuk mencegah bahaya sinar matahari pada kulit Anda, berikut berbagai cara yang bisa dilakukan sebelum keluar rumah plus cara mengatasinya jika terlanjur terkena dampaknya, seperti:

1. Menggunakan tabir surya

Tabir surya menjadi barang wajib yang perlu Anda pakai saat keluar rumah. Apalagi jika Anda berkegiatan aktif di luar ruangan setiap hari. Tabir surya membantu menyerap sinar ultraviolet yang masuk ke dalam kulit sehingga dapat meminimalkan efeknya.

Selain itu, Anda juga perlu mengulangi pemakaiannya setiap dua jam sekali terlebih jika Anda terus berkeringat. Tak hanya itu, ada baiknya untuk menghindari keluar rumah di jam 10 pagi hingga 3 sore karena di jam ini sinar ultraviolet yang merusak kulit sangatlah kuat.

2. Menggunakan pakaian tertutup

Usahakan untuk menggunakan berbagai pakaian yang menutupi kulit seperti celana dan baju berlengan panjang. Anda juga bisa mengenakan topi dengan tepian yang lebar untuk membantu melindungi tubuh dari bahaya sinar matahari.

3. Menggunakan pelembap atau krim khusus

Saat kulit sudah mengalami berbagai efek buruk dari sinar matahari seperti terbakar atau tanda-tanda penuaan, Anda bisa mengoleskan berbagai pelembap atau krim khusus yang ditujukan khusus untuk meregenerasi kulit. Tujuannya, agar kulit yang rusak akibat cahaya matahari dapat lebih cepat pulih dan terhindar dari kerusakan lanjutan.

Ada baiknya untuk menggunakan krim dengan kandungan Centella asiatica atau daun pegagan. Tanaman yang satu ini sudah terbukti efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit dan meredakan iritasi. Tanaman ini juga mampu memperbaiki lapisan kulit terluar dengan menggantikannya dengan kulit baru yang lebih sehat.

Bahkan, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Aryuveda and Integrative Medicine, menyatakan bahwa tanaman ini mampu meningkatkan produksi kolagen di dalam tubuh. Dengan begitu, permasalahan kulit terkait penuaan dapat teratasi dan kulit yang kendur bisa kembali kencang dan elastis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Obat Mata Ikan yang Dapat Menghilangkan Secara Efektif

Mata ikan dapat membuat Anda merasa kesakitan dan tidak nyaman saat melangkah. Untuk itu, Anda harus segera memberi obat mata ikan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Penyebab Ruam Merah pada Kulit

Kulit Anda gatal kemerahan? Penyebabnya mungkin infeksi jamur yang menimbulkan ruam. Simak apa saja penyebab ruam kulit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Porfiria

Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Segudang Manfaat Masker Lidah Buaya dan Tips Membuatnya

Buat Anda yang sedang cari cara alami untuk merawat tubuh, kenapa tidak coba membuat masker lidah buaya? Ada segudang manfaat yang sayang jika terlewatkan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit



Direkomendasikan untuk Anda

medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
efek tanning

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
keratosis pilaris penyakit kulit ayam

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit