Karsinoma Sel Basal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu karsinoma sel basal?

Karsinoma sel basal adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling umum dan banyak dialami. Bahkan, penyakit ini lebih banyak dialami oleh pasien dibanding karsinoma sel skuamosa dan melanoma.

Penyakit ini dimulai di sel kulit basal, yaitu sel kulit yang memproduksi kulit baru setelah kulit yang lama telah mati. Karsinoma sel basal biasanya muncul dalam bentuk benjolan pada kulit pada area yang sering terpapar oleh sinar matahari, misalnya kepala atau leher.

Karsinoma sel basal cenderung tumbuh secara perlahan. Bahkan, penyakit ini hampir tidak pernah menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya. Namun, jika terlalu lama dibiarkan tanpa diobati, penyakit ini bisa tumbuh hingga memengaruhi kondisi tulang dan jaringan yang berada di bawah kulit yang bermasalah.

Selain itu, kondisi ini harus segera ditangani secara menyeluruh. Pasalnya, jika dalam proses pengobatan masih ada kanker yang tersisa di dalam kulit, penyakit ini berpotensi untuk muncul kembali di bagian kulit lainnya.

Diduga penyakit ini terjadi karena paparan radiasi ultraviolet (UV) yang didapat dari sinar matahari. Untuk menghindarinya, Anda dapat melindungi kulit dengan menggunakan tabir surya setiap hendak keluar rumah.

Seberapa umumkah karsinoma sel basal?

Dibanding dua jenis kanker kulit lainnya, yaitu karsinoma sel skuamosa dan melanoma, penyakit ini tergolong yang paling banyak dialami oleh pasien kanker kulit.

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of General-Procedural of Dermatology and Venereology Indonesia menyatakan bahwa penderita penyakit ini kebanyakan wanita yang berada pada kelompok usia lebih dari 60 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari karsinoma sel basal?

Meski penyakit ini sering kali terjadi pada kulit yang terpapar sinar matahari, bukan berarti karsinoma sel basal tidak dapat muncul pada area kulit yang lain. Ya, penyakit ini juga bisa muncul di area kulit yang bahkan tidak terekspos sinar matahari sama sekali, seperti area genital atau kelamin.

Biasanya, penyakit ini ditandai dengan adanya perubahan pada kulit yang terlihat seperti luka tapi tak kunjung sembuh. Ada beberapa karakteristik dari kondisi kulit yang merupakan gejala dari kanker kulit ini, yaitu:

  • Kulit yang berubah menjadi kemerahan tapi bagian tengahnya tampak cekung ke dalam.
  • Muncul bagian kulit yang bersisik di sekitar atau pada telinga.
  • Luka yang tak bisa sembuh atau meski sembuh akan muncul kembali. Biasanya berdarah, mengering, atau mengelupas. Sering kali disalahartikan sebagai jerawat.
  • Kulit yang timbul bertekstur kering di area kulit yang mengalami iritasi, biasanya berwarna kemerahan.
  • Adanya kulit yang tumbuh berwarna sama dengan warna kulit berbentuk bulat.
  • Tanda pada kulit yang terlihat seperti bekas luka, biasanya berwarna kuning atau putih. Biasanya, warnanya agak sedikit berkilau dan kulit di sekitarnya terasa kaku.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala di atas, tak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika Anda tidak yakin apa yang terjadi pada kondisi kulit tersebut. Dokter akan membantu Anda menentukan apakah kondisi tersebut termasuk ke dalam penyakit kanker kulit.

Penyebab

Apa penyebab karsinoma sel basal?

Penyebab dari kanker kulit ini adalah terjadinya mutasi DNA pada sel kulit basal. Biasanya, kondisi ini terjadi karena kulit terlalu sering terpapar oleh radiasi sinar ultraviolet (UV), sehingga merusak DNA yang berada di dalam sel kulit tersebut.

Pada awalnya, tubuh akan berusaha untuk memperbaiki kerusakan DNA. Namun, lambat laun tubuh tidak mampu lagi melakukan perbaikan sehingga terjadilah mutasi DNA.

Nah, tugas dari sel basal ini adalah memproduksi sel kulit yang baru saat sel kulit yang lama telah mati. Proses terbentuknya sel kulit yang baru ini dikontrol oleh DNA yang terdapat pada sel kulit basal.

DNA akan memberikan instruksi kepada sel untuk memproduksi sel kulit baru dan mendorong sel kulit mati keluar hingga nanti mengelupas dan lepas sendiri dari tubuh.

Sayangnya, saat terjadi mutasi DNA, terjadi pula kesalahan pada instruksi yang diberikan pada sel. Oleh sebab itu, alih-alih membiarkan sel kulit mati untuk keluar, DNA malah menginstruksikan sel kulit mati untuk terus tumbuh dan menggandakan diri.

Penumpukan sel yang abnormal tersebut akhirnya membentuk kanker pada kulit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko karsinoma sel basal?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab dari penyakit ini adalah paparan radiasi ultraviolet. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda terpapar radiasi tersebut, di antaranya:

1. Paparan sinar matahari

Sadar atau tidak, saat terlalu sering terpapar sinar matahari, Anda sebenarnya juga sedang terpapar oleh radiasi ultraviolet. Risiko akan semakin meningkat jika Anda sering menghabiskan waktu di luar ruangan dan tidak menggunakan perlindungan untuk kulit.

2. Warna kulit, rambut, dan juga mata

Rupanya, orang dengan warna kulit, rambut, dan juga mata tertentu memiliki kecenderungan untuk lebih mudah terpapar oleh radiasi ultraviolet.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki warna kulit terang dan sensitif, berambut pirang atau merah, dan memiliki warna mata biru atau hijau, risiko untuk mengalami karsinoma sel basal lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak memiliki ciri fisik tersebut.

3. Usia

Jenis kanker kulit yang satu ini sebenarnya membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga terbentuk, jadi tak heran jika sebagian besar penderita karsinoma sel basal adalah orang dengan usia lanjut. Namun, penyakit ini juga bisa dialami oleh anak muda, khususnya pada usia 20-30 tahun.

4. Riwayat kesehatan

Baik riwayat kesehatan pribadi maupun keluarga, keduanya dapat mempengaruhi potensi Anda mengalami penyakit ini. Sebagai contoh, apabila Anda pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, sangat mungkin Anda mengalaminya lagi di kemudian hari.

Sementara itu, apabila Anda memiliki riwayat kesehatan keluarga yang berhubungan dengan kanker kulit, risiko untuk mengalami salah satu jenis dari penyakit tersebut pun juga ikut meningkat.

5. Sistem imun yang lemah

Jika sistem imun Anda lemah, risiko untuk mengalami karsinoma sel basal pun meingkat. Biasanya, sistem imun menjadi lemah setelah Anda menerima transplantasi organ. Pasalnya, obat-obatan yang digunakan untuk mencegah Anda menolak organ baru ini justru menekan sistem imun.

6. Paparan arsenik

Pada dasarnya, semua orang akan terpapar oleh arsenik, karena zat beracun ini sangat mudah ditemukan dan sulit untuk dihindari. Hanya saja, ada kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan arsenik.

Biasanya, orang yang minum air yang telah terkontaminasi oleh arsenik atau memiliki pekerjaan yang berkaitan erat dengan zat tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding orang lain.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana karsinoma sel basal didiagnosis?

Sebenarnya, jika lebih peka terhadap kondisi kulit, Anda tentu menyadari adanya perubahan yang terjadi. Oleh sebab itu, segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami perubahan kulit yang dirasa tidak normal.

Dalam proses pemeriksaan kondisi kesehatan kulit Anda, dokter biasanya akan memeriksa riwayat kesehatan pasien sekaligus memberikan beberapa pertanyaan seputar keseharian Anda.

Sebagai contoh, dokter mungkin akan bertanya beberapa hal berikut:

  • Seberapa sering Anda terpapar sinar matahari?
  • Apakah Anda sering terpapar berbagai hal yang berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit?
  • Bagaimana kondisi kulit Anda dan keluarga sebelumnya?
  • Kapan Anda pertama kali menyadari perubahan pada kulit?
  • Apakah tanda atau luka yang Anda temukan pada kulit sudah berubah bentuk atau warna?

Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kulit lebih lanjut sekaligus  memeriksa apakah terjadi pembesaran pada kelenjar getah bening.

Apabila dokter merasa bahwa area tertentu pada kulit harus diperiksa lebih mendalam, dokter mungkin akan melakukan biopsi, yaitu prosedur pengambilan sampel pada kulit untuk diperiksa lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk karsinoma sel basal?

Ada banyak pilihan pengobatan untuk kanker kulit yang satu ini, di antaranya:

1. Bedah eksisi

Operasi bedah eksisi adalah prosedur yang dilakukan dokter dengan cara memotong dan mengangkat area kulit yang terkena kanker beserta kulit yang ada di sekitarnya.

Kulit yang berada di sekitarnya akan diperiksa di bawah mikroskop untuk memastikan bahwa tidak ada sel kanker di dalamnya. Biasanya, prosedur medis ini direkomendasikan untuk karsinoma sel basal yang terbentuk di area seperti dada, punggung, tangan, dan kaki.

2. Operasi Mohs

Pada operasi ini, dokter akan mengangkat satu per satu lapisan kulit yang terkena kanker. Tujuannya, untuk memastikan bahwa tidak ada sel abnormal yang masih tersisa pada kulit.

Dengan begitu, dokter akan yakin bahwa sel-sel kanker yang terdapat pada kulit pasien sudah sepenuhnya terangkat. Hal ini membantu mencegah dokter untuk mengambil kulit yang masih sehat secara berlebihan untuk diperiksa.

Operasi Mohs ini direkomendasikan untuk mengatasi karsinoma sel basal yang berpotensi muncul kembali meski telah diobati.

3. Kuretase dan elektrodesikasi

Prosedur medis yang satu ini melibatkan teknik kuret untuk mengangkat lapisan kulit yang terkena kanker, lalu membakar bagian dasar atau pangkal sel kanker menggunakan jarum listrik.

4. Pembekuan

Pengobatan untuk kanker kulit ini dilakukan dengan membekukan sel kanker menggunakan cairan nitrogen. Teknik pembekuan ini biasanya dilakukan setelah kulit yang terkena kanker diangkat dengan cara dikuret. Biasanya, cara ini dilakukan untuk mengatasi karsinoma sel basal yang masih berukuran kecil.

5. Terapi radiasi

Terapi ini biasanya dilakukan menggunakan sinar berenergi tinggi seperti sinar X dan proton untuk membunuh sel kanker. Terapi ini biasanya dilakukan untuk melengkapi prosedur operasi saat adanya risiko kanker akan muncul kembali.

Namun, terapi ini juga bisa dilaksanakan untuk mengobati karsinoma sel basal pada pasien yang tidak bisa menjalani operasi.

6. Terapi fotodinamik

Terapi yang satu ini adalah kombinasi antara penggunaan obat yang meningkatkan sensitivitas pasien terhadap cahaya dan penggunaan cahaya atau sinar untuk membunuh sel kanker.

Saat prosedur ini dilaksanakan, dokter akan memberikan obat cair untuk pasien demi meningkatkan sensitivitas pasien terhadap cahaya.

Obat ini akan dioleskan pada kulit yang terkena kanker, sehingga saat sinar atau cahaya diarahkan pada area kulit tersebut, sel kanker akan hancur.

Biasanya, prosedur ini akan dilakukan jika pasien tidak mampu menjalani operasi karena satu dan lain hal.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah karsinoma sel basal?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika ingin mencegah kanker kulit ini, di antaranya:

  • Sebisa mungkin menghindari paparan sinar matahari pada siang hari, khususnya pada jam 10 pagi hingga jam 3 sore.
  • Disiplin untuk menggunakan tabir surya 30 menit sebelum pergi keluar rumah, setidaknya yang dilengkapi dengan SPF 30.
  • Kenakan pakaian yang tertutup, misalnya pakaian lengan panjang dan celana panjang. Jika perlu menggunakan kacamata hitam dan topi untuk melindungi area wajah dan kepala.
  • Rutin memeriksa kulit secara mandiri dan jika menemukan kejanggalan pada kulit, segera periksakan ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Membedakan 5 Jenis Kanker Kulit Berdasarkan Ciri-ciri Khasnya

Kanker kulit termasuk salah satu jenis kanker yang paling mengancam nyawa. Kenali gejala kanker kulit berdasarkan macam-macam jenis kankernya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dermatologi, Health Centers 15 Juli 2018 . Waktu baca 6 menit

Tak Cuma Menyerang Kulit, Kanker Melanoma Juga Bisa Muncul di Mata

Mungkin yang Anda tahu kanker melanoma menyerang kulit atau kuku. Namun nyatanya, penyakit melanoma juga bisa muncul di mata. Apa saja gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 13 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit

Jangan Sepelekan, 7 Kondisi Kaki Ini Bisa Jadi Sinyal Adanya Suatu Penyakit

Mendeteksi penyakit dari kaki bisa dilihat dengan melihat kondisi luarnya serta rasa yang muncul seperti nyeri, kram, hingga mati rasa.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 Juli 2018 . Waktu baca 6 menit

Apakah Penyakit Kanker Kulit Menurun dalam Keluarga?

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko penyakit kanker. Namun, apakah ini berlaku juga untuk kanker kulit melanoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dermatologi, Health Centers 31 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

operasi kanker kulit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Pasien Kanker Kulit

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit
menghilangkan freckles di mata

Muncul Freckles di Mata, Apakah Berbahaya? Perlukah Dihilangkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
pakai sunscreen

Kenapa Sih Harus Pakai Sunscreen Setiap Hari?

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2019 . Waktu baca 6 menit
paparan sinar matahari

Sering Berkegiatan di Luar Ruangan? Simak Manfaat dan Risiko Paparan Sinar Matahari untuk Kulit Anda

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2018 . Waktu baca 5 menit