home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Fakta Kesehatan Seputar Tahi Lalat

8 Fakta Kesehatan Seputar Tahi Lalat

Menurut astrologi China, posisi tahi lalat bisa memberikan pengaruh terhadap kepribadian, kondisi mental, masa depan, serta kesehatan Anda. Namun, tentu saja tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Nah lantas, kalau dari sisi kesehatan, apa kata dunia medis tentang tahi lalat? Yuk, simak berbagai fakta seputar tahi lalat berikut ini.

Fakta seputar tahi lalat

Tahi lalat merupakan bintik atau tonjolan berwarna coklat kehitaman yang muncul pada kulit. Dalam dunia medis, tahi lalat dikenal dengan sebutan “nevus melanositik”.

1. Tahi lalat bermacam-macam bentuknya

Tahi lalat yang muncul pada kulit setiap orang dapat bervariasi, dari segi warna maupun bentuk. Ada tahi lalat yang dominan dengan warna coklat, hitam, merah muda kecoklatan, atau kemerahan.

Tahi lalat bisa berbentuk datar, menyatu dengan permukaan kulit, berambut, atau timbul. Kebanyakan tahi lalat berukuran lebih kecil dari penghapus di ujung pensil, tapi ada pula yang lebih besar.

2. Tahi lalat bisa muncul di mana saja

Tahi lalat dapat timbul di berbagai area tubuh — telapak kaki, tangan, kepala, ketiak, bahkan area genitalia — sebagai satu kesatuan terpisah, atau muncul berkelompok di satu area tertentu.

Kebanyakan orang memiliki sekitar 10-40 tahi lalat, meski jumlah pastinya akan dapat berubah sepanjang hidup.

3. Tahi lalat adalah bentuk tumor kulit jinak

Fakta lain yang mungkin cukup mengejutkan, ternyata tahi lalat merupakan salah satu bentuk tumor kulit jinak.

Pada dasarnya, ada beberapa jenis pertumbuhan kulit abnormal yang umum ditemukan. Selain tahi lalat, bentuk lainnya meliputi freckles, skin tag, dan lentigo.

4. Terbentuk dari melanin

Tahi lalat terbentuk dari melanin. Melanin adalah pigmen atau zat warna alami yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan selaput pelangi di mata.

Ketika terpapar matahari, sel melanosit akan memproduksi lebih banyak melanin dan menghasilkan warna coklat. Bila melanosit tidak dapat menyebar secara merata, maka sekl ini akan tertumpu di satu titik bagian kulit dan membentuk tahi lalat.

5. Tahi lalat bisa menghilang seiring waktu

Kondisi ini biasanya muncul pertama kali di saat menjelang dan selama puber. Tahi lalat baru dapat muncul di pertengahan usia 20-an, dan memiliki masa kedaluwarsa karena akan menghilang setelah usia 40-50 tahun, atau tiba-tiba tanpa Anda sadari.

Walaupun begitu, para ilmuwan belum berhasil memahami alasan mengapa tahi lalat bisa terbentuk atau apakah mereka memiliki fungsi tertentu.

6. Gen berpengaruh dalam banyaknya jumlah tahi lalat

Gen yang kita warisi dari orangtua, bersama dengan jumlah paparan matahari yang kita miliki (terutama selama masa kanak-kanak) adalah faktor utama penentu jumlah tahi lalat yang kita miliki.

Bila orang tua memiliki tahi lalat yang lebih banyak, maka besar kemungkinan anaknya akan lahir dengan tahi lalat. Warnanya bisa menggelap sebagai respons perubahan hormon tubuh, misalnya selama pubertas.

7. Tahi lalat terkadang juga bisa jadi penanda kanker kulit

Kebanyakan tahi lalat tidak berbahaya, tetapi dalam kasus langka, bisa menjadi tunas kanker. Dilansir dari American Cancer Society, seseorang yang memiliki banyak tahi lalat di tubuh dianggap berisiko lebih besar untuk mengidap kanker kulit melanoma daripada mereka yang bertahi lalat lebih sedikit atau tidak sama sekali.

Namun demikian, dugaan ini disanggah oleh sejumlah studi kesehatan, salah satunya oleh studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Dermatology Maret 2016 lalu.

Studi ini menunjukkan bahwa sedikit banyaknya jumlah tahi lalat tidak berkaitan langsung dengan risiko kanker kulit melanoma, begitu pula dengan rambut yang bertumbuh, melainkan tipe dari tahi lalat itu sendiri.

8. Tahi lalat yang lebih besar bisa berpotensi kanker

Memang, tahi lalat termasuk dalam tumor kulit yang tak berbahaya, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali risiko terhadap kanker terutama bila ukurannya melebihi 1,25 cm.

Maka dari itu, bila Anda memiliki tahi lalat yang lebih besar dan jumlahnya lebih banyak, waspadalah dengan perubahan yang terjadi pada tampilannya. Perhatikan bila tahi lalat semakin membesar atau memiliki tepi yang tak beraturan, Anda mungkin harus segera periksa ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Moles. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 2 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/moles/symptoms-causes/syc-20375200

Moles: Who get and types. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 2 June 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/moles-types

Common Moles, Dysplastic Nevi, and Risk of Melanoma. (2018). National Cancer Institute. Retrieved 2 June 2021, from https://www.cancer.gov/types/skin/moles-fact-sheet

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x