Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Pasien Kanker Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penanganan kanker yang tepat sangat berpengaruh terhadap tingkat kesembuhan pasien. Dalam mengatasi penyakit kanker kulit, ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dijalani. Untuk mengurangi rasa takut, cobalah untuk memahami terlebih dahulu seluk-beluk pengobatan kanker kulit berikut ini. 

Pilihan pengobatan kanker kulit

efek operasi ganti kelamin

Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang bisa dijalani untuk mengatasi kanker kulit. Biasanya, dokter akan menentukan cara mengobati kanker kulit yang paling sesuai dengan jenis kanker yang dialami. Di antaranya adalah:

1. Kuretase dan elektrodesikasi

Kuretase adalah salah satu jenis pengobatan kanker kulit yang biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Kuretase merupakan prosedur untuk menghilangkan tumor pada kulit menggunakan kuret, yakni alat medis berbentuk tongkat logam dengan ujung melingkar. Guna mencegah rasa sakit, dokter pertama-tama akan memberikan bius lokal terlebih dulu.

Dokter kemudian akan mengangkat jaringan tumor menggunakan kuret. Setelah itu, prosedur dilanjutkan dengan elektrodesikasi, yakni pemasangan jarum elektroda pada kulit di sekitar area yang dikuret. Panas dari jarum elektroda akan menghilangkan sisa sel kanker dan menghentikan darah yang mengalir.

Kuretase dan elektrodesikasi cukup efektif untuk mengatasi kanker yang tidak terlalu dalam. Akan tetapi, Anda mungkin harus mengulangi prosedur ini beberapa kali hingga seluruh sel kanker hilang. Sayangnya, prosedur ini sering kali menyisakan bekas luka. 

2. Operasi kanker kulit Mohs

Operasi Mohs adalah prosedur yang dinilai paling ampuh mengatasi kanker kulit basal dan skuamosa. Metode ini terdiri dari beberapa tahap yang seluruhnya dilakukan dalam satu kunjungan. Berikut tahap-tahapnya:

  • Dokter memeriksa area kulit yang terkena kanker, lalu memberikan bius lokal pada area tersebut.
  • Lapisan atas sel kanker dikikis menggunakan pisau bedah. Bekas luka lalu ditutup dengan perban.
  • Pasien menunggu hasil analisis laboratorium untuk prosedur selanjutnya.
  • Dokter membekukan, mewarnai, membelah, dan memeriksa jaringan kanker dengan mikroskop.
  • Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sisa sel kanker, Anda akan menjalani pengikisan kedua.
  • Operasi pengikisan diulang hingga tidak ada sel kanker yang tersisa pada kulit.
  • Luka ditutup dengan jahitan. Jika luka cukup besar, Anda mungkin memerlukan operasi rekonstruksi kulit.
  • Proses pemulihan luka dimulai.

3. Bedah eksisi

Pilihan pengobatan berikut ini juga biasanya digunakan pada pasien kanker kulit jenis karsinoma sel basal dan sel skuamosa. Dokter akan menggunakan pisau bedah untuk mengikis tumor dan sedikir jaringan kulit di sekitarnya. Ketebalan dari kulit yang dikikis tergantung pada lokasi dan ketebalan tumor.

Tujuannya adalah untuk dibawa ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan. Jika terdapat sel kanker pada kulit yang diangkat, akan dilakukan operasi lanjutan hingga sel kanker yang berada pada kulit telah sepenuhnya hilang.

4.  Cryosurgery

Sama dengan berbagai pilihan pengobatan sebelumnya, operasi ini juga diperuntukkan untuk jenis kanker kulit karsinoma sel basal dan sel skuamosa.

Disebut juga krioterapi, prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker menggunakan suhu dingin ekstrem. Caranya adalah dengan menyemprotkan nitrogen cair pada kulit yang terkena kanker.

Kulit yang disemprot lalu membeku, sedangkan sel kanker di dalamnya hancur dan terurai. Kulit Anda akan mengalami luka lepuh, tapi ini adalah hal yang normal. Jaga luka tetap bersih dan tunggulah selama dua minggu hingga luka mengering.

5. Operasi laser

Sumber: Air Force Medical Service

Operasi laser adalah pengobatan yang bertujuan untuk menghilangkan kanker kulit menggunakan energi panas. Dibandingkan pilihan pengobatan lainnya, prosedur ini akan mengurangi risiko perdarahan, nyeri, dan pembentukan bekas luka.

Pasien akan diberikan bius lokal dan obat penenang sebelum menjalani operasi laser. Dokter lalu membidik jaringan kanker menggunakan laser. Panas dari laser akan menghancurkan sel-sel abnormal sehingga jaringan kanker terurai.

Dokter kemudian akan membersihkan jaringan yang terurai dengan kain kasa basah. Jika kulit mengalami perdarahan, laser dapat digunakan untuk menutup luka dan menghentikan darah yang mengalir.

6. Terapi radiasi

Terapi menggunakan radiasi merupakan pengobatan yang dapat mengatasi ketiga jenis kanker kulit, termasuk melanoma.

Dalam menjalani terapi radiasi atau radioterapi, dokter akan menggunakan sinar X-ray energi rendah untuk menghancurkan tumor. Prosedur ini biasanya harus dilakukan beberapa kali hingga tumor benar-benar hancur.

Untuk pengobatan kanker kulit melanoma, radioterapi biasanya dilakukan untuk mengatasi kasus yang masih tergolong ringan.  Namun, tidak menutup kemungkinan jika radioterapi dilakukan untuk mengatasi melanoma yang sudah menyebar hingga ke otak atau ke bagian tubuh lain dengan tujuan meringankan gejala kanker kulit ini.

7. Imunoterapi

Menurut Skin Cancer Foundation, imunoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk kanker kulit melanoma. Imunoterapi menggunakan obat-obatan  untuk menghancurkan sel kanker. Biasanya, prosedur ini efektif untuk mengatasi kondisi pasien kanker kulit melanoma yang sudah pada tahapan cukup parah.

Imunoterapi mendorong kemampuan tubuh pasien untuk melawan melanoma atau jenis kanker kulit lainnya dengan menggunakan protein alami yang diproduksi dari sistem imun. Terapi ini bisa memberikan pengobatan efektif untuk kanker kulit, baik digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan jenis pengobatan lain.

8. Kemoterapi

Jenis pengobatan kanker kulit lainnya adalah kemoterapi. Pada dasarnya, prosedur medis yang satu ini memang menjadi salah satu pilihan untuk semua jenis penyakit kanker. Untuk kanker kulit, kemoterapi merupakan pilihan pengobatan yang cukup efektif untuk mengatasi kanker kulit melanoma.

Dalam prosedur medis ini, obat-obatan digunakan untuk membunuh sel-sel kanker. Untuk kanker yang masih berada di lapisan terluar kulit, biasanya pasien akan diberikan krim atau losion yang mengandung agen anti-kanker yang dioleskan langsung ke kulit.

Sementara itu, kemoterapi sistemik biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker kulit yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya.

9. Terapi target

Salah satu pengobatan yang efektif untuk kanker kulit melanoma ini termasuk teknik yang memiliki kerusakan minimal terhadap sel-sel sehat yang berada di sekitar sel kanker.

Pasalnya, terapi target menggunakan obat-obatan untuk menyerang kanker melanoma dengan menempati  gen dan molekul yang berperan dalam mempercepat pertumbuhan sel kanker melanoma.

Jika berhasil, pengobatan ini akan membantu dalam memperlambat progres dari kanker ini, sehingga pasien dapat hidup lebih lama.

10. Terapi fotodinamik

Pengobatan kanker kulit ini biasanya dilakukan untuk pasien kanker kulit jenis karsinoma sel basal dan sel skuamosa. Terapi ini dilakukan untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan kombinasi sinar laser dan obat-obatan yang membuat sel kanker menjadi sensitif terhadap cahaya.

Setelah menjalani prosedur ini, pasien diwajibkan menghindari paparan sinar matahari selama 48 jam lamanya. Hal ini disebabkan paparan sinar ultraviolet dapat meningkatkan aktivasi dari pengobatan dan menyebabkan luka bakar yang cukup parah pada kulit pasien.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami berbagai gejala yang sekiranya mengarah kepada kanker kulit, segera lakukan deteksi dini dengan memeriksakan kondisi ke dokter. Jika dokter menyatakan Anda sehat, hindari berbagai penyebab kanker kulit beserta faktor risikonya. Tentu akan lebih baik mencegah kanker kulit sejak dini bagi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tabir Surya untuk Kulit, Seberapa Penting Menggunakannya?

Cahaya matahari memicu penuaan dini, kulit kusam, hingga kanker kulit. Maka itu, dibutuhkan rangkaian skincare tabir surya. Seberapa penting produk ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling umum terjadi. Simak penjelasan lengkap tentang gejapa, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Kulit, Kanker 10 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Muncul Freckles di Mata, Apakah Berbahaya? Perlukah Dihilangkan?

Bintik cokelat atau freckles di mata biasanya tidaklah membahayakan penglihatan, tapi perlukah Anda menghilangkan bintik-bintik ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 14 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Sih Harus Pakai Sunscreen Setiap Hari?

Selain untuk mencegah melindungi kulit dari paparan sinar matahari, ternyata ada manfaat lain dari rutin pakai sunscreen setiap hari.

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 April 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mendeteksi penyakit dari kaki

Bisakah Mendeteksi Penyakit dari Kondisi Kaki?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
efek tanning

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari.

Porfiria

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit