Beragam Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kanker kulit merupakan suatu kondisi di mana terjadi pertumbuhan abnormal pada sel-sel kulit yang disebabkan karena paparan sinar matahari. Namun, bukan berarti kondisi ini tidak bisa terjadi pada kulit yang tidak terpapar cahaya matahari. Lalu, apa sebenarnya penyebab dari penyakit kanker kulit? Simak penjelasan mengenai berbagai penyebab, serta faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi seseorang mengalami penyakit ini.

Kondisi penyebab kanker kulit

Kanker kulit terbagi menjadi tiga jenis, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Pada dasarnya, penyebab dari ketiga jenis kanker kulit ini sama, yaitu terjadinya mutasi DNA pada sel kulit. Mutasi DNA ini menjadi penyebab sel kulit terus tumbuh tak terkendali dan membentuk sel-sel kanker pada kulit.

Hal yang membedakan dari ketiga jenis kanker kulit ini adalah terjadinya mutasi DNA tersebut. Karsinoma sel basal adalah kanker kulit yang terjadi pada sel kulit basal, yaitu sel yang membentuk sel kulit baru, terletak bagian dasar epidermis.

Sementara itu, penyebab dari karsinoma sel skuamosa adalah terjadinya mutasi DNA pada lapisan sel kulit skuamosa, yaitu sel kulit yang terdapa tepat di bawah lapisan kulit terluar dan berfungsi untuk melindungi kulit bagian dalam.

Sedikit berbeda, melanoma terjadi bukan karena adanya mutasi DNA, melainkan kerusakan pada DNA sel kulit melanosit, yaitu sel kulit yang memproduksi melanin atau pigmen yang memberi warna pada kulit. Kerusakan tersebut yang mengakibatkan pertumbuhan sel kulit tak terkontrol.

Namun, sebenarnya belum dapat diketahui hubungan antara kerusakan DNA pada kanker melanoma ini. Perbedaan letak terjadinya masalah pada DNA sel kulit ini juga menentukan jenis pengobatan kanker kulit yang akan dijalani oleh pasien.

Biasanya, mutasi atau kerusakan DNA pada sel kulit terjadi akibat radiasi sinar ultraviolet yang terdapat pada sinar matahari atau sinar yang digunakan pada mesin tanning. Meski begitu, kanker kulit bisa terjadi karena paparan zat beracun atau kondisi tertentu yang melemahkan sistem imun Anda.

Berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit

Selain penyebab dari kanker kulit, penting juga mengetahui beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit ini. Di antaranya adalah:

1. Penambahan usia

Salah satu faktor risiko dari penyakit ini adalah usia. Artinya, seiring bertambahnya usia, semakin tinggi pula risiko Anda mengalami kanker kulit. Namun, bukan berarti, saat bertambah usia, Anda sudah pasti mengalami kondisi ini. Selain itu, bukan berarti kanker kulit tidak mungkin dialami saat masih berusia muda.

2. Paparan sinar matahari langsung

Sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB bisa merusak DNA di dalam sel kulit manusia.  Sinar matahari biasanya mulai memengaruhi DNA gen yang mengontrol pertumbuhan sel kulit.  Jika Anda terlalu lama dan terlalu sering terkena paparan sinar matahari, Anda bisa berisiko besar terkena kanker kulit.

Lalu, paparan sinar matahari cenderung paling berbahaya di jam-jam tertentu, seperti di atas jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Jika Anda rutin keluar rumah tanpa memakai krim tabir surya, hal itu juga dapat meningkatkan risiko yang menjadi penyebab kanker di kulit Anda.

3. Warna kulit yang putih

Percaya atau tidak, Anda yang memiliki kulit putih berpotensi lebih tinggi mengalami kanker kulit. Namun, bukan berarti kulit putih adalah penyebab dari kanker kulit. Menurut Cancer Research UK, orang dengan kulit yang lebih terang memiliki melanin yang lebih sedikit.

Itu sebabnya, kulit memproduksi perlindungan yang lebih kecil terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV). Bahkan, jika Anda memiliki freckles atau bintik-bintik kecil dan kulit mudah terbakar, risiko Anda mengalami kanker kulit lebih tinggi dibanding orang lain yang memiliki kulit lebih gelap.

4. Tanning atau menggelapkan kulit dengan alat UV

Menggelapkan kulit atau biasa dikenal dengan tanning, merupakan salah satu penyebab kanker kulit yang sering terjadi. Hal ini dipercaya karena alat tanning  kulit menggunakan lampu UV untuk membuat kulit lebih gelap. Seperti yang diketahui, paparan sinar UV secara langsung dan terus menerus bisa menyebabkan kulit mengalami penuaan dini.

5. Riwayat kesehatan kulit keluarga dan pribadi

Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker kulit meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit yang sama. Begitu pula jika Anda sudah pernah mengalami penyakit ini. Risiko Anda mengalami kembali kanker kulit tentu lebih besar dibanding orang yang belum pernah mengalaminya.

Oleh sebab itu, jika memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit ini, atau Anda sudah pernah mengalami sebelumnya, cobalah untuk lebih peka terhadap gejala kanker kulit yang mungkin muncul.

6. Ada tahi lalat

Anda mungkin menganggap tahi lalat adalah kondisi normal yang mungkin dialami oleh siapa saja. Meski begitu, Anda tetap perlu waspada dengan keberadaan tahi lalat yang ada pada tubuh, khususnya yang terlihat tidak normal.

Pasalnya, keberadaan tahi lalat abnormal pada tubuh meningkatkan risiko penyebab kanker kulit. Sebagai contoh, tahi lalat yang bentuk dan ukurannya tidak normal.

Oleh karena itu, jika Anda merasa memiliki tahi lalat dengan ukuran dan bentuk yang tidak wajar, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter sebagai upaya pencegahan terhadap kanker kulit.

7. Sistem imun yang lemah

Jika Anda memiliki sistem imun yang lemah, risiko mengalami kanker kulit tentu lebih tinggi. Begitu pula pada orang yang memiliki HIV/AIDS dan orang yang mengonsumsi obat-obatan imunosupresan setelah menjalani transplantasi organ.

8. Terpapar radiasi

Ya, selain beberapa penyebab di atas, radiasi juga berperan banyak terhadap penyebab kanker kulit. Pasalnya, penggunaan radiasi sinar X yang cukup lama akan menyebabkan keadaan atau kondisi, seperti sindrom nevus sel basal atau xeroderma pigmentosum.

Kedua kondisi tersebut sangat berisiko menjadi penyebab penyakit kanker kulit. Biasanya kondisi ini sering dialami oleh orang yang menjalani kemoterapi, atau berada di lingkungan pabrik yang punya radiasi tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tabir Surya untuk Kulit, Seberapa Penting Menggunakannya?

Cahaya matahari memicu penuaan dini, kulit kusam, hingga kanker kulit. Maka itu, dibutuhkan rangkaian skincare tabir surya. Seberapa penting produk ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling umum terjadi. Simak penjelasan lengkap tentang gejapa, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Kulit, Kanker 10 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Pasien Kanker Kulit

Untuk mengatasi penyakit kanker kulit, ada beberapa jenis prosedur medis yang bisa dijalani oleh pasien. Lalu, apa saja jenis pengobatan kanker kulit?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Kulit, Kanker 13 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit

Muncul Freckles di Mata, Apakah Berbahaya? Perlukah Dihilangkan?

Bintik cokelat atau freckles di mata biasanya tidaklah membahayakan penglihatan, tapi perlukah Anda menghilangkan bintik-bintik ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 14 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mendeteksi penyakit dari kaki

Bisakah Mendeteksi Penyakit dari Kondisi Kaki?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
efek tanning

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari.

Porfiria

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit