Apa Itu Gigantisme?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gigantisme?

Gigantisme adalah penyakit langka yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang tidak normal pada anak-anak. Perubahan ini umumnya paling jelas terlihat pada tinggi dan lingkar badan.

Penderita penyakit ini akan memiliki tampilan yang terlampau besar seperti raksasa. Selain itu, orang dengan kondisi ini umumnya juga akan mengalami gejala-gejala seperti berkeringat berlebihan, nyeri sendi, serta penebalan pada jari tangan dan kaki.

Kondisi ini terjadi ketika kelenjar pituitari pada anak memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebihan. Hormon ini disebut juga dengan somatotropin. Kelenjar pituitari sendiri adalah organ tubuh berukuran kecil yang terletak di bawah otak.

Penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara menghentikan produksi hormon pertumbuhan yang berlebih pada anak-anak.

Seberapa umumkah gigantisme?

Gigantisme adalah kondisi yang sangat langka. Umumnya, penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak. Terdapat pula kondisi pertumbuhan hormon berlebih yang terjadi pada sejumlah orang dewasa, namun kondisi ini disebut dengan akromegali.

Gigantisme adalah kelainan yang dilatarbelakangi oleh faktor-faktor risiko tertentu. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gigantisme?

Tanda-tanda dan gejala utama yang berhubungan dengan gigantisme adalah ukuran tubuh yang lebih besar dan tinggi dibanding dengan orang-orang normal. Selain itu, terjadi pula pembesaran pada otot dan organ-organ tubuh tertentu.

Berikut adalah gejala-gejala lain yang mungkin timbul:

  • Pubertas datang terlambat
  • Pembesaran yang tidak wajar pada kaki dan tangan
  • Jari tangan dan kaki melebar dan membesar
  • Tangan terasa lembut seperti adonan roti
  • Dahi dan rahang lebih lebar
  • Barisan gigi bagian bawah menonjol ke depan
  • Lidah, hidung, dan bibir membesar
  • Pria memiliki suara yang bertambah berat
  • Perubahan pada kulit
  • Kulit lebih kering
  • Kulit berkeringan lebih banyak
  • Adanya carpal tunnel syndrome (CTS)
  • Mengalami nyeri sendi
  • Sakit kepala

Tanda-tanda dan gejala yang lebih serius juga dapat timbul pada penderita penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes melitus
  • Penyakit jantung, seperti gagal jantung akibat adanya pembesaran

Selain itu, tubuh penderita gigantisme berisiko mengembangkan tumor di bagian tubuh lainnya, seperti:

  • Kanker tiroid, yang ditemukan pada sebagian besar penderita penyakit ini
  • Anda juga perlu menjalani prosedur kolonoskopi untuk mengecek adanya polip usus.

1. Makroadenoma

Makroadenoma adalah tumor besar yang terdapat di kelenjar pituitari. Tumor ini dapat menekan jaringan-jaringan di sekitarnya, sehingga tubuh penderita penyakit ini dapat mengalami masalah-masalah kesehatan lainnya.

Berikut adalah tanda-tanda  dan gejalanya:

  • Penglihatan memburuk karena makroadenoma berpindah ke rongga otak
  • Bitemporal hemianopsia, kondisi di mana Anda hanya dapat melihat objek yang berada tepat di depan Anda.
  • Tidak dapat melihat warna secerah aslinya

2. Gagal kelenjar pituitari atau hipopituitarisme

Apabila kelenjar pituitari tertekan terlalu kuat, tubuh Anda justru akan mengalami kekurangan hormon, yang disebut dengan hipopituitarisme.

Gejala-gejala yang timbul umumnya adalah:

  • Penurunan hasrat seksual dan impotensi
  • Infertilitas atau ketidaksuburan
  • Rambut rontok di beberapa bagian tubuh
  • Periode menstruasi lebih singkat
  • Produksi air susu pada ibu berkurang
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Energi berkurang
  • Kesehatan mental memburuk
  • Pusing
  • Kejang

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu memeriksakan gejala apa pun ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh gigantisme?

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, terdapat kemungkinan terjadinya komplikasi pada penderita. Selain itu, pengobatan dan perawatan medis yang ditujukan untuk mengatasi penyakit ini juga berisiko menyebabkan terjadinya komplikasi.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Insufisiensi adrenal (kelenjar adrenalin tidak memproduksi hormon yang cukup)
  • Diabetes insipidus (merasa lebih haus dan buang air kecil lebih sering)
  • Hipogonadisme (kelenjar seks memproduksi hormon dalam jumlah kecil atau tidak sama sekali)

Penyebab

Apa penyebab gigantisme?

Penyebab utama dari gigantisme adalah tumor jinak yang terdapat pada kelenjar pituitari. Kelenjar berukuran kecil ni terletak di bagian dasar otak.

Sejak manusia lahir, tubuh manusia tumbuh dengan pengaruh hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Hormon-hormon yang paling berperan adalah hormon pertumbuhan HGH atau GH (human growth hormone atau growth hormone).

Sebagian besar anak yang menderita penyakit ini memiliki terlalu banyak produksi hormon pertumbuhan, sehingga tubuh mereka pun menjadi lebih tinggi dan lebih besar dari orang-orang wajar.

Keberadaan tumor jinak pada kelenjar pituitari, atau yang disebut dengan adenoma, dapat memengaruhi produksi hormon tersebut. Umumnya, kemunculan adenoma terkait dengan masalah-masalah kesehatan yang diturunkan dari anggota keluarga.

Masalah-masalah kesehatan tersebut adalah:

  • McCune-Albright syndrome: kondisi yang mempengaruhi jaringan penghasil hormon (endokrin)
  • Carney complex: kondisi yang menyebabkan tumor pada jaringan tubuh dan mengubah pigmentasi kulit
  • Multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1): kelainan turunan yang menyebabkan tumor pada kelenjar pituitary, pankreas atau kelenjar paratiroid
  • Neurofibromatosis: kelainan turunan yang menyebabkan tumor pada sistem saraf.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk gigantisme?

Gigantisme adalah salah satu jenis penyakit langka yang dapat terjadi pada siapa saja, terlepas dari kelompok usia dan golongan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan menderita kondisi ini. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit ini dapat Anda derita tanpa adanya satu pun faktor risiko pada diri Anda.

Berikut adalah faktor-faktor risiko dari gigantisme:

1. Usia

Kelainan pertumbuhan ini lebih banyak terjadi pada anak-anak, walaupun tidak menutup kemungkinan kondisi ini dapat dialami oleh orang dewasa.

2. Menderita penyakit genetik langka

Anggota keluarga yang memiliki kelainan kesehatan tertentu, termasuk menderita penyakit sindrom Sotos, sindrom Beckwith-Wiedemann, dan sindrom Weaver dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gigantisme didiagnosis?

Dokter akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon pertumbuhan dan insulin-like growth factor 1 (IGF-1) dan tes toleransi gula darah oral (TTGO). Dokter akan meminta anak untuk meminum glukosa dan mengambil sampel darah. Anak-anak dengan gigantisme akan memiliki kadar hormon pertumbuhan yang sama walau setelah menyerap glukosa.

Pemeriksaan laboratorium lainnya dapat dilakukan, seperti: estradiol (anak perempuan), testosteron (anak laki-laki), prolaktin, dan hormon tiroid.

Jika dokter mendeteksi tumor pada kelenjar pituitari, pemeriksaan pencitraan akan dilakukan untuk memeriksa ukuran dan letak tumor.

Bagaimana mengobati gigantisme?

Gigantisme adalah kondisi yang dapat diatasi dengan mengendalikan kadar hormon, dengan membuat kadar hormon mendekati kadar normal:

1. Pengobatan

Dokter dapat memberikan beberapa obat untuk mengendalikan kadar hormon pertumbuhan. Obat-obatan ini dapat menstimulasi hormon lainnya pada tubuh dan mengurangi produksi hormon pertumbuhan.

Obat-obatan dapat berupa pil atau suntikan, seperti:

  • Octreotide
  • Lanreotide
  • Bromocriptine
  • Cabergoline
  • Pegvisomant

2. Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat tumor pada kelenjar pituitari. Prosedur ini menyebabkan tumor mengecil dan penurunan produksi hormon, meski kondisi ini tidaklah serius.

Sayangnya, tumor yang sudah terlanjur membesar tidak dapat disembuhkan hanya dengan prosedur operasi. Penderita harus menjalani terapi radiasi atau radioterapi sebagai pengobatan lanjutan.

3. Terapi radiasi

Prosedur ini dapat mengurangi ukuran tumor secara bertahap dengan menggunakan radiasi cahaya tanpa merusak jaringan lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigantisme?

Gigantisme adalah kondisi yang sangat jarang terjadi. Namun, apabila anak Anda menderita kondisi ini, penting bagi orangtua untuk mendukung dan membantu anak melewati kesulitan.

Anak-anak harus diajarkan mengenai kondisi ini serta perawatannya. Anda juga dapat meminta bantuan psikolog atau tim pendukung untuk berbagi pengalaman dan mengerti bagaimana merawat anak Anda.

Anak Anda akan sangat membutuhkan banyak dukungan agar dapat memiliki hidup yang bahagia dan produktif.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: September 12, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan