home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Carpal Tunnel Syndrome

Definisi carpal tunnel syndrome|Tanda & gejala carpal tunnel syndrome|Penyebab carpal tunnel syndrome|Faktor risiko carpal tunnel syndrome|Obat & pengobatan carpal tunnel syndrome|Pengobatan di rumah untuk carpal tunnel syndrome
Carpal Tunnel Syndrome

Definisi carpal tunnel syndrome

Apa itu carpal tunnel syndrome?

Carpal tunnel syndrome adalah gangguan yang muncul saat terjadi penekanan saraf median yaitu pada saraf yang mengontrol indera perasa dan pergerakan di dalam pergelangan dan tangan.

Gangguan muskuloskeletal ini tergolong umum dan telah dialami oleh banyak orang. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit hingga mati rasa pada tangan dan lengan.

Masalah ini muncul saat terjadi penekanan saraf median yaitu pada saraf yang mengontrol indera perasa dan pergerakan di dalam pergelangan dan tangan.Saraf tersebut melintang melewati struktur pada pergelang an tangan yang berbentuk terowongan yang disebut carpal tunnel (terowongan carpal). Saat tertekan, saraf median menyusut dan berpindah ke arah pergelangan tangan.Biasanya, sindrom karpal tunnel ini menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, diagnosis awal dan pengobatan sangat penting untuk membantu mengatasi kondisi ini.Pada tingkatan yang masih tergolong ringan, gejala dari sindrom carpal tunnel bisa diredakan dengan penggunaan splint pada pergelangan tangan, atau menghindari aktivitas tertentu terlebih dahulu.

Apabila tekanan pada saraf median terus terjadi, saraf lama-kelamaan akan rusak dan gejala akan semakin parah. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pasien mungkin harus menjalani operasi untuk menghilangkan tekanan pada saraf median.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang seringnya dialami oleh penggunaan komputer, kasir, tukang daging, petugas kebersihan, dan pekerja lainnya yang memungkinkan kedua tangan melakukan gerakan berulang dalam waktu yang lama.

Penyakit ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Oleh karenanya, diskusikanlah dengan dokter atau dokter ortopedi untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala carpal tunnel syndrome

Setelah memahami pengertian dari carpal tunnel syndrome, kini saatnya untuk memahami lebih lanjut tanda dan gejala apa saja yang mungkin muncul. Di antaranya adalah:

1. Kesemutan atau mati rasa

Anda mungkin mengalami kesemutan atau mati rasa di jari atau tangan Anda. Biasanya ibu jari, telunjuk, jari tengah atau jari manis terpengaruh, tetapi tidak pada jari kelingking. Anda mungkin merasakan sensasi seperti sengatan listrik.

Sensasi itu dapat menyebar dari pergelangan tangan ke lengan Anda. Gejala-gejala ini sering terjadi saat menyetir, memegang telepon atau koran. Bahkan, kondisi ini dapat membangunkan Anda dari tidur.

Banyak orang melakukan jabatan tangan untuk meredakan gejalanya. Perasaan mati rasa itu bisa menjadi konstan dari waktu ke waktu.

2. Tangan menjadi lemah

Anda mungkin merasa lemah di tangan Anda hingga tak sengaja menjatuhkan barang. Ini mungkin karena mati rasa di tangan atau pelemahan pada otot jempol ibu jari Anda.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Selain kedua hal tersebut, ada pula gejala lain yang mungkin sering Anda jumpai saat mengalami sindrom carpal tunnel, misalnya:

  • Mati rasa pada jemari tangan.
  • Berkurangnya kepekaan pada ujung jari.
  • Kesulitan menggunakan tangan untuk pekerjaan ringan, seperti memegang alat kemudi, memegang buku saat hendak membaca, menulis dengan tangan, hingga mengetik.

Bahkan, jika kondisi yang dialami sudah semakin parah, otot yang terdapat di dasar jari tangan mungkin akan menyusut dan sulit digunakan lagi. Kondisi ini dikenal sebagai atrofi otot.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter, terutama jika gejala sampai mempengaruhi rutinitas harian. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kondisi Anda.

Penyebab carpal tunnel syndrome

Penyebab carpal tunnel syndrome adalah penyempitan terowongan carpal karena pergelangan tangan membengkak. Saluran yang mengecil menekan saraf median, yang menyebabkan rasa nyeri dan gejala lainnya.

Selain itu, beberapa penyebab lain dari carpal tunnel syndrome adalah:

  • Menggerakkan tangan dan pergelangan tangan berulang kali dengan cara yang sama, misalnya mengetik, menulis, dan menggunakan mouse komputer.
  • Wanita hamil sering mengalami kondisi ini karena perubahan hormon dan penumpukan cairan.
  • Beberapa penyakit, misalnya gangguan muskuloskeletal, kekurangan tiroid (hipotiroid), dan diabetes.

Faktor risiko carpal tunnel syndrome

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko mengalami kondisi ini adalah:

Cedera atau kondisi anatomi di pergelangan tangan

Fraktur atau patah tulang tangan, dislokasi pergelangan tangan, dan arthritis yang merusak tulang-tulang kecil di pergelangan tangan, dapat mengubah ruang di dalam terowongan karpal dan memberi tekanan pada saraf median.

Orang yang memiliki carpal tunnel yang lebih kecil mungkin lebih cenderung mengalami kondisi yang satu ini.

Jenis kelamin wanita

Carpal tunnel syndrome lebih umum terjadi pada wanita. Ini mungkin disebabkan ukuran carpal tunnel pada wanita lebih kecil daripada pria.

Wanita yang mengalami kondisi ini mungkin juga memiliki carpal tunnel yang lebih kecil daripada yang tidak mengidap kondisi itu.

Terjadi kerusakan saraf

Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, meningkatkan risiko Anda terkena kerusakan saraf, termasuk pada saraf median.

Kondisi peradangan

Rematik (rheumatoid arthritis) dan kondisi lain yang berhubungan dengan peradangan dapat mempengaruhi lapisan di sekitar tendon di pergelangan tangan dan memberikan tekanan pada saraf median Anda.

Obat-obatan

Beberapa penelitian yang disebutkan Mayo Clinic menunjukkan adanya hubungan antara carpal tunnel syndrome dan penggunaan anastrozole (Arimidex), sebuah obat untuk menangani kanker payudara.

Kelebihan berat badan atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko Anda mengalami sindrom carpal tunnel.

Perubahan cairan tubuh

Retensi cairan dapat meningkatkan tekanan dalam carpal tunnel dan mengiritasi saraf median. Ini biasa terjadi selama kehamilan dan menopause. Sindrom yang berhubungan dengan kehamilan umumnya membaik dengan sendirinya setelah kehamilan.

Kondisi medis lainnya

Kondisi tertentu, seperti menopause, kelainan tiroid, gagal ginjal, dan limfedema dapat meningkatkan risiko Anda terkena carpal tunnel syndrome.

Faktor tempat kerja

Bekerja dengan alat yang bergetar atau pekerjaan lain yang mengharuskan Anda menekuk pergelangan tangan yang berulang dapat menciptakan tekanan berbahaya pada saraf median atau memperburuk kerusakan saraf yang ada, terutama jika pekerjaan dilakukan di lingkungan yang dingin.

Obat & pengobatan carpal tunnel syndrome

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Dokter memeriksa pergelangan tangan, memukul bagian saraf median, membengkokkan, dan menahannya selama beberapa detik. Tes khusus yang disebut elektromiografi (EMG) untuk memeriksa saraf dan otot pergelangan tangan mungkin juga dilakukan.

Apa saja pilihan pengobatan carpal tunnel syndrome?

Ada beberapa cara mengobati kondisi ini, di antaranya adalah:

1. Penggunaan splint untuk pergelangan tangan

Splint merupakan alat kesehatan yang digunakan pada tangan untuk menjaga agar pergelangan tangan tidak menekuk dan menopangnya. Jika tidak menggunakan alat ini, dikhawatirkan Anda lupa dan menekuk tangan tanpa sengaja.

Pergelangan tangan yang dibiarkan menekuk akan semakin menekan saraf yang bermasalah, sehingga memperparah gejala dari sindrom yang satu ini.

2. Penggunaan obat-obatan pereda nyeri

Jika Anda sudah tidak tahan dengan kondisi yang dialami, gunakan obat pereda nyeri atau yang termasuk ke dalam golongan nonsteroidal anti-inflammatory disease (NSAID) seperti ibuprofen.

Obat-obatan ini dapat meredakan rasa sakit yang Anda mungkin rasakan saat mengalami carpal tunnel syndrome. Meski begitu, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat ini

3. Penggunaan kortikosteroid

Jika obat pereda nyeri masih tidak mampu mengatasi kondisi Anda, dokter mungkin akan memberikan kortikosteroid dengan cara disuntikkan untuk mengurangi rasa sakit.

Kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan, sehingga tekanan pada saraf median berkurang. Kortikosteroid dalam bentuk obat oral dianggap tidak seefektif kortikosteroid injeksi dalam mengatasi carpal tunnel syndrome.

4. Operasi endoskopi

Operasi endoskopi merupakan prosedur pembedahan carpal tunnel syndrome yang menggunakan tabung panjang dengan sinar di salah satu ujung dan lensa kamera di ujung lainnya.

Tabung ini dimasukkan melalui sayatan kecil pada pergelangan tangan atau telapak tangan, agar para ahli bedah mudah untuk melihat ligamen karpal melalui monitor selama operasi berlangsung.

5. Operasi terbuka

Prosedur operasi terbuka diawali dengan pemberian bius lokal pada tangan atau pergelangan tangan pasien. Operasi ini dilakukan dengan memotong urat karpal untuk mengurangi tekanan pada saraf median di pergelangan tangan. Saraf median itu sendiri merupakan saraf yang mengendalikan indra perasa dan pergerakan pada pergelangan tangan dan tangan yang terkena CTS.

Waktu pemulihan untuk operasi terbuka biasanya sedikit lebih lama daripada waktu pemulihan operasi endoskopi. Namun, kedua metode ini terbukti sama efektifnya untuk mengobati carpal tunnel syndrome.

Pengobatan di rumah untuk carpal tunnel syndrome

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu mengatasi carpal tunnel syndrome adalah:

  • Ubah kebiasaan yang menyebabkan carpal tunnel syndrome.
  • Minum pil sesuai arahan dokter.
  • Tunda pengobatan. Jika muncul gejala nyeri otot yang parah, peluang pulih total lebih sedikit.
  • Lepaskan pembebat pergelangan tangan sebentar jika Anda memakainya di siang hari untuk melatih pergelangan tangan dan tangan. Jangan benar-benar berhenti menggunakan dan melatih tangan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter atau dokter spesialis ortopedi untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Carpal tunnel syndrome – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 20 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603

Carpal Tunnel Syndrome. Retrieved 20 0ctober 2020, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/carpal-tunnel-syndrome/

Carpal tunnel syndrome. Retrieved 20 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/carpal-tunnel-syndrome/

Carpal Tunnel Syndrome. Retrieved 20 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4005-carpal-tunnel-syndrome

Carpal Tunnel Syndrome Fact Sheets. Retrieved 20 October 2020, from https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Carpal-Tunnel-Syndrome-Fact-Sheet

Carpal Tunnel Syndrome. Retrieved 20 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20355608

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 02/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x