home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Masih Kecil Sudah Kena Radang Sendi (Arthritis), Apa Penyebabnya?

Masih Kecil Sudah Kena Radang Sendi (Arthritis), Apa Penyebabnya?

Biasanya radang sendi menyerang orang yang telah lanjut usia (lansia). Radang sendi yang sebenarnya ada banyak macamnya ini, membuat persendian tubuh menjadi sakit, nyeri, dan membengkak. Akan tetapi, si kecil ternyata bisa terserang radang sendi juga layaknya orang dewasa. Seberapa parah radang sendi pada anak dan apa penyebabnya? Bagaimana mengatasinya? Simak semua jawabannya di bawah ini.

Bagaimana radang sendi pada anak bisa muncul?

Sebenarnya penyakit rematik (rheumatoid arthritis) termasuk ke dalam salah satu jenis radang sendi atau arthritis. Namun, memang jenis radang sendi tersebut lebih sering ditemui pada orang yang telah lanjut usia.

Meski masih dalam masa pertumbuhan, anak-anak ternyata bisa terserang radang sendi. Namun, memang jenisnya berbeda dari rematik. Radang sendi pada anak yang harus Anda waspadai adalah juvenile idiopathic arthritis atau rematik pada anak.

Diketahui jika kondisi ini dapat dialami oleh satu dari 1.000 anak, sehingga memang bisa dibilang gangguan kesehatan ini tak terlalu umum terjadi pada anak. Juvenile idiophatic arthritis dapat dialami oleh anak di bawah usia 16 tahun.

Apa saja gejala radang sendi pada anak? Apakah sama dengan gejala orang dewasa?

Sebagian besar kasus juvenil idiophatic arthritis tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Pun, jika ada gejala yang muncul, biasanya gejala tersebut mirip dengan gejala penyakit lain, sehingga tak banyak yang mengetahui itu adalah radang sendi. Maka dari itu, berikut adalah gejala radang sendi pada anak yang harus Anda waspadai.

  • Sendi terasa kaku, terutama pada pagi hari
  • Sendi terasa sakit dan bengkak
  • Demam yang tidak turun-turun, atau demam yang sering kambuh
  • Kulit menjadi memerah
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba
  • Mata terasa sakit dan memerah
  • Kelelahan
  • Sulit untuk melakukan aktivitas fisik

Apa yang menyebabkan radang sendi pada anak?

Juvenil idiophatic arthritis sebenarnya termasuk penyakit autoimun yang sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Namun, penyakit ini dapat muncul akibat kesalahan dari sistem imun tubuh yang justru menyerang jaringan serta sel-sel tubuh yang baik.

Jadi, pada anak yang mengalami juvenil idiophatic arthritis, lapisan sinovial – lapisan sendi yang berperan sebagai pelumas sendi – mengalami kerusakan akibat peradangan. Peradangan lapisan ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan tersebut, sehingga muncul radang.

Apakah jenis radang sendi pada anak ini bisa disembuhkan?

Sayangnya, tak ada pengobatan yang menyembuhkan radang sendi pada anak. Namun, jangan khawatir, anak tetap akan diberikan pengobatan. Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk:

  • Menghilangkan rasa sakit
  • Mengurangi bengkak
  • Mengurangi kekakuan sendi
  • Meningkatkan kekuatan sendi
  • Mencegah sendi semakin rusak

Meskipun begitu, pengobatan yang dilakukan akan tergantung dengan jenis radang sendi yang si kecil alami. Pada beberapa kasus, anak perlu menjalani operasi medis untuk memperbaiki bagian sendi yang mengalami peradangan.

Sementara itu, obat-obatan yang biasanya diberikan pada anak dengan radang sendi yaitu:

  • Obat penghilang rasa sakit, seperti NSAIDs. Obat ini biasanya diberikan untuk mengatasi rasa sakit dan mengurangi bengkak pada sendi. Contoh obat NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen.
  • Obat anti-rematik, obat jenis ini juga digunakan untuk mengatasi bengkak dan nyeri yang dirasakan akibat peradangan. Biasanya, obat ini akan dikombinasikan dengan obat NSAIDs. Beberapa contoh dari obat ini yaitu methotrexate (Rheumatrex), hydroxychloroquine (Plaquenil), dan sulfasalazine (Azulfidine).
  • Kortikosteroid, obat ini kerap dipakai dalam bentuk cairan yang disuntikkan langsung ke bagian sendi yang meradang, jika nyeri dan bengkaknya kambuh. Sebenarnya, obat jenis ini tersedia dalam bentuk oral, namun tidak dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak.
  • Antimetabolit, obat ini digunakan untuk mencegah kerusakan sendi di kemudian hari.

Bila memang Ada mencurigai si kecil mengalami gangguan kesehatan ini, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk diperiksakan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. (2017). Learn More About Juvenile Arthritis. [online] WebMD. Available at: https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/diagnosing-juvenile-arthritis#1  [Accessed 31 Oct. 2017].

Urmc.rochester.edu. (2017). Kids Get Arthritis Too: 7 Signs of Juvenile Arthritis. [online] Available at: https://www.urmc.rochester.edu/patients-families/health-matters/july-2016/kids-get-arthritis-too-7-signs-of-juvenile-arthrit.aspx  [Accessed 31 Oct. 2017].

Arthritis.org. (2017). Juvenile Arthritis (JA). [online] Available at: http://www.arthritis.org/about-arthritis/types/juvenile-arthritis/  [Accessed 31 Oct. 2017].

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 03/11/2017
x