home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Tanda Penyakit Mental pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan

7 Tanda Penyakit Mental pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan

Tidak mudah untuk mengidentifikasi penyakit atau gangguan mental pada anak karena gejalanya berbeda dengan orang dewasa. Anda mungkin menemukan sesuatu yang tidak normal pada anak, tetapi sulit untuk membedakannya dari perilaku normal. Berikut adalah gejala atau tanda penyakit mental pada anak yang perlu orangtua ketahui.

Tanda-tanda penyakit mental pada anak

tanda penyakit mental pada anak

Gangguan atau penyakit mental dapat terjadi pada siapa saja termasuk anak-anak. Sebagai orangtua, Anda tidak bisa membiarkannya karena ini dapat memengaruhi perkembangan anak nantinya.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention, penyakit mental pada anak adalah keterlambatan atau gangguan dalam perkembangannya.

Hal ini meliputi pemikiran, perilaku, keterampilan sosial, hingga mengatur emosi. Kondisi ini dapat mengakibatkan stres karena ia merasa tidak berperilaku dengan baik.

Berikut adalah beberapa gejala atau tanda penyakit mental yang mungkin terjadi pada anak.

1. Perubahan perilaku

Ini merupakan tanda munculnya penyakit mental pada anak yang tergolong mudah Anda sadari melalui aktivitas sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah.

Ketika anak menjadi lebih sering bertengkar, cenderung kasar, hingga berkata kasar yang menyakitkan orang lain padahal sebelumnya tidak, Anda perlu curiga.

Tak hanya itu saja, Anda juga mungkin melihat perubahan perilaku anak seperti menjadi lebih mudah marah dan merasa frustasi.

2. Perubahan mood

Tanda penyakit mental lainnya adalah mood atau suasana hati anak yang berubah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa berlangsung sebentar hingga dalam jangka waktu yang tidak menentu.

Tentunya, hal ini bisa mengakibatkan masalah pada hubungan dengan keluarga serta teman sebaya. Ini merupakan gejala umum dari depresi, ADHD, hingga kelainan bipolar.

3. Kesulitan berkonsentrasi

Anak-anak yang menderita gangguan mental cenderung sulit fokus atau memperhatikan dalam waktu yang lama. Selain itu, mereka juga memiliki kesulitan untuk duduk diam dan membaca.

Tanda penyakit mental yang satu ini dapat menyebabkan menurunnya performa di sekolah juga perkembangan otaknya.

4. Penurunan berat badan

Tahukah Anda bahwa gangguan mental juga dapat memengaruhi kondisi fisik anak? Tak hanya karena penyakit fisik, berat badan yang menurun drastis juga bisa menjadi tanda penyakit mental anak.

Gangguan makan, stres, hingga depresi dapat menjadi penyebab anak kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah yang berkelanjutan.

5. Menyakiti diri sendiri

Perhatikan saat anak sering mengalami kekhawatiran serta rasa takut berlebih. Perasaan ini dapat berujung pada keinginannya untuk menyakiti diri sendiri.

Biasanya, ini menjadi akumulasi dari perasaan stres serta menyalahkan diri sendiri karena gangguan mental juga mengakibatkan anak sulit mengelola emosi.

Ini juga menjadi tanda gangguan mental pada anak yang perlu Anda cermati karena tidak menutup kemungkinan berujung pada percobaan bunuh diri.

6. Muncul berbagai masalah kesehatan

Penyakit atau gangguan mental juga dapat ditandai dengan masalah pada kesehatannya, misal anak mengalami sakit kepala dan sakit perut yang berkelanjutan.

Kemungkinan, ini menjadi tanda gangguan mental saat anak mengalami depresi karena ia kesepian serta sulit mengenali rasa sedih.

7. Perasaan yang intens

Anak-anak kadang menghadapi perasaan takut yang berlebihan tanpa alasan. Tanda gangguan mental pada anak ini seperti menangis, berteriak atau mual disertai dengan perasaan sangat intens.

Perasaan ini pun dapat menyebabkan efek seperti kesulitan bernapas, jantung berdebar atau bernapas dengan cepat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah tanda penyakit mental pada anak lainnya, seperti:

  • menghindari interaksi sosial,
  • lebih cepat marah,
  • kesulitan tidur,
  • rasa takut luar biasa,
  • perubahan nilai akademis, hingga
  • sering bolos sekolah.

Perlu pula Anda pahami bahwa gejala atau tanda ini dapat berubah seiring dengan pertumbuhan anak.

Tanda gangguan mental pada anak umumnya dimulai pada usia dini dan kemungkinan berkembang hingga masa perkembangan remaja.

Apa yang harus orangtua lakukan untuk membantu anak?

Saat Anda merasakan adanya gejala atau tanda penyakit mental pada anak, konsultasikan dengan dokter atau psikolog. Coba untuk menjelaskan apa saja perilaku anak yang membuat Anda khawatir.

Bicarakan pula dengan keluarga serta pengajar di sekolah untuk melihat apakah mereka memperhatikan perubahan perilaku yang sama.

Selain itu, Anda juga dapat membantu anak mengatasi gangguan mental dengan mendukung perawatan yang ia jalani, seperti:

  • mempelajari tentang penyakitnya,
  • pertimbangkan untuk melakukan konseling keluarga,
  • mempelajari manajemen stres untuk membantu anak,
  • beritahu anak bahwa Anda peduli dan siap mendengarkan,
  • berikan kekuatan dan memuji kemampuan anak, hingga
  • mengikuti program pelatihan untuk orangtua dari anak yang mengalami gangguan mental.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Worried about your child’s mental health?. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/mental-illness-in-children/art-20046577

What Is Children’s Mental Health?. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.cdc.gov/childrensmentalhealth/basics.html

A-Z, T. (2021). 11 Simple Signs a Child May Have a Psychiatric Disorder. Retrieved 12 April 2021, from https://childmind.org/article/11-simple-signs-a-child-may-have-a-psychiatric-disorder/

NIMH » Children and Mental Health. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/children-and-mental-health/index.shtml

Mental health problems in children 3-8 years: signs and support. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://raisingchildren.net.au/school-age/health-daily-care/mental-health/mental-health-problems-in-children-3-8-years-signs-and-support

Mood Disorders & ADHD. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/adhd/Pages/Mood-Disorders-ADHD.aspx

A-Z, T. (2021). Not All Attention Problems Are ADHD. Retrieved 12 April 2021, from https://childmind.org/article/not-all-attention-problems-are-adhd/

Margie, D. (2015). Why can’t my child concentrate at school? | Dr Margie. Retrieved 12 April 2021, from https://blogs.rch.org.au/drmargie/2015/10/21/why-cant-my-child-concentrate-at-school/

What Kids Say About: Handling Stress (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/kids-stress.html

Headaches in children – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/headaches-in-children/symptoms-causes/syc-20352099

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x