home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Skin Tag (Daging Tumbuh)

Skin Tag (Daging Tumbuh)
Definisi skin tag (daging tumbuh)|Tanda dan gejala skin tag|Penyebab dan faktor risiko daging tumbuh|Diagnosis dan pengobatan

Definisi skin tag (daging tumbuh)

Skin tag (daging tumbuh) adalah masalah kulit yang ditandai dengan pertumbuhan kulit jinak menyerupai balon kecil yang menggantung di kulit. Kadang, kondisi ini juga dapat terlihat seperti kutil. Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai daging tumbuh.

Ukuran kondisi yang disebut juga dengan akrokordon ini sangatlah bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga 5 cm lebarnya. Munculnya juga bisa hanya satu atau dalam jumlah yang lebih banyak.

Walau pada beberapa kondisi skin tag dapat lepas sendiri secara spontan, kebanyakan di antaranya akan terus bertahan.

Skin tag umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini juga tidak akan berpotensi menjadi kanker kulit.

Seberapa umumkah skin tag (daging tumbuh)?

Daging tumbuh sangat umum dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Namun, biasanya kemunculannya akan terjadi seiring dengan pertambahan usia.

Orang-orang yang berusia lebih dari 60 tahun lebih sering mengalaminya.

Tanda dan gejala skin tag

Awalnya, skin tag terlihat seperti benjolan kecil sebesar kepala peniti.

Namun, meski kebanyakan berukuran kecil (diameter 2 – 5 mm) atau sekitar sepertiga hingga setengah ukuran penghapus pensil, beberapa skin tag dapat membesar sebesar buah anggur (diameter 1 cm) atau bahkan hingga diameter 5 cm.

Pertumbuhan daging paling sering terjadi pada area kulit yang sering bergesekan seperti leher, ketiak, atau selangkangan.

Kondisi ini juga dapat ditemukan pada dada, punggung, di bawah payudara. Terkadang, skin tag muncul di lipatan mata atau di bawah lipatan pantat.

Meski tidak menyebabkan rasa sakit, daging tumbuh bisa saja teriritasi bila terkena gesekan pakaian, perhiasan, atau terhimpit kulit lainnya.

Daging tumbuh dapat lepas dengan sendirinya tanpa rasa sakit atau tidak nyaman. Hal ini dapat terjadi setelah tag terpelintir pada bagian dasar sehingga aliran darah ke akrokordon tersebut jadi terhambat.

Kemungkinan ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan dalam penjelasan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter karena skin tag?

Skin tag biasanya tidak menimbulkan gejala berbahaya. Namun, Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan pengangkatan apabila gejala yang muncul mengganggu penampilan dan memengaruhi kepercayaan diri Anda.

Selain itu, bila daging tumbuh mulai teriritasi dan berdarah, Anda mungkin harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Kadang kala, Anda kesulitan saat melihat dan mengira-ngira apakah bintil yang muncul adalah skin tag. Untuk memastikannya, pergilah ke dokter guna mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Penyebab dan faktor risiko daging tumbuh

Apa penyebab skin tag?

Penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui, tetapi ada beberapa teori yang menjadi kemungkinan penyebab kemunculannya.

Salah satunya, daging tumbuh dipercaya sebagai akibat dari gesekan antar kulit. Inilah mengapa kondisi ini sering kali ditemukan pada lipatan kulit.

Selain itu, pada orang-orang yang berusia lanjut, skin tag terbentuk dari kolagen dan pembuluh darah yang terjebak di bagian kulit yang lebih tebal.

Dalam kasus langka, beberapa daging tumbuh dapat menjadi pertanda ketidakseimbangan hormon atau masalah endokrin.

Perlu diingat bahwa akrokordon tidak menular. Kondisi ini mungkin berhubungan dengan genetik.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk memiliki daging tumbuh?

Selain usia, beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi akan kondisi ini adalah:

  • pasien diabetes,
  • wanita hamil, kemungkinan karena perubahan kadar hormon,
  • orang-orang yang mengalami obesitas, sebab memiliki lipatan tubuh yang lebih banyak,
  • orang yang terinfeksi human papilloma virus (HPV), serta
  • anak-anak dan balita, terutama pada area ketiak dan leher.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana daging tumbuh didiagnosis?

Dokter dapat mengenali skin tag dengan mudah hanya dengan melihatnya.

Untuk daging tumbuh dengan penampilan yang khas (lembut, mudah digerakkan, berwarna seperti daging atau sedikit lebih gelap, dan biasanya menempel pada permukaan kulit), Anda tidak perlu melakukan tes apa pun.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, jika Anda merasa daging tumbuh terlalu keras untuk digerakkan, berwarna berbeda dari kulit di sekitarnya, memiliki area yang kasar atau berdarah, segera minta pemeriksaan dari dokter.

Jika dokter belum dapat menentukan apakah itu akrokordon atau bukan, Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan biopsi. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan cara memotong kulit Anda dalam ukuran yang sangat kecil untuk diperiksa di laboratorium.

Apa saja pengobatan yang dapat diberikan?

Daging tumbuh biasanya tidak memerlukan perawatan atau pengobatan khusus. Kecuali jika pertumbuhan skin tag ini dirasa mengganggu aktivitas atau penampilan Anda.

Sejauh ini, tidak ada krim yang terbukti secara medis dapat menyingkirkan daging tumbuh. Kondisi ini biasanya dihilangkan dengan metode fisik, seperti memotong atau mengikat dengan benang.

Beberapa pilihan perawatan yang akan diberikan dokter termasuk berikut ini.

  • Operasi pengangkatan tag. Prosedur ini melibatkan pembedahan untuk mengangkat tag yang tumbuh di kulit.
  • Cryotherapy. Prosedur dilakukan dengan membekukan tag menggunakan nitrogen cair. Nantinya tag yang telah membeku akan lepas dengan sendirinya dalam 10 – 14 hari. Namun perlu diketahui, prosedur ini dapat menimbulkan efek samping berupa peradangan pada kulit di sekitarnya.
  • Electrodessication. Electrodessication adalah metode bedah untuk mengeringkan jaringan tag dengan menggunakan jarum yang akan mengalirkan alur listrik ke dalam jaringan yang akan dilepaskan.
  • Electrosurgery. Tag akan dibakar dengan menggunakan obat pembakar elektrik atau Hyfrecator.
  • Ligasi, yaitu mengangkat daging tumbuh dengan gunting, dengan atau tanpa anestesi.

Biasanya, daging tumbuh yang berukuran kecil dapat diangkat dengan mudah tanpa anestesi, dan pertumbuhan yang lebih besar dapat memerlukan anestesi lokal (suntikan lidocaine) sebelum pengangkatan.

Penggunaan krim anestesi lokal (krim Betacaine atau krim LMX 5%) sebelum prosedur dapat dilakukan pada area yang terdapat banyak tag.

Dokter kulit, dokter umum, dan dokter penyakit dalam adalah dokter yang umumnya mengatasi kondisi ini. Kadang, spesialis mata diperlukan untuk mengangkat tag yang terletak dekat dengan kelopak mata.

Sebenarnya, bila ukuran tag lebih kecil, Anda bisa melakukan pencabutan sendiri dengan mengikatkan tali atau benang gigi pada bagian dasar tag. Dalam beberapa hari, tag akan lepas dengan sendirinya.

Namun, melakukannya sendiri tidak dianjurkan karena peralatan yang digunakan belum tentu steril.

Selain itu, tindakan yang dilakukan juga bisa menimbulkan efek samping seperti perdarahan, luka, atau bahkan infeksi. Oleh karena itu, sebaiknya pencabutan tag hanya dilakukan oleh dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skin tags. (2019). National Health Service. Retrieved 24 November 2020, from http://www.nhs.uk/conditions/skin-tags/Pages/Introduction.aspx.

Skin Tags. (n.d.). American Osteopathic College of Dermatology (AOCD). Retrieved 24 November 2020, from  https://www.aocd.org/page/SkinTags.

Skin Tags (Acrochordon). (2019). Harvard Health Publishing. Retrieved 24 November 2020, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/skin-tags-acrochordon-a-to-z

Skin Tags and Cysts: When They’re Harmless and When They’re Not. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 24 November 2020, from https://health.clevelandclinic.org/skin-tags-and-cysts-when-you-should-worry/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 29/11/2018
x