Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan pada kuku, seperti munculnya lekukan pada kuku hingga cedera pada kutikula. Kondisi ini disebut dengan garis Beau. Ketahui gejala dan pengobatan garis Beau berikut ini.
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan pada kuku, seperti munculnya lekukan pada kuku hingga cedera pada kutikula. Kondisi ini disebut dengan garis Beau. Ketahui gejala dan pengobatan garis Beau berikut ini.

Garis Beau (Beau’s line) adalah munculnya lekukan yang melintasi kuku. Lekukan ini muncul ketika pertumbuhan kuku di bawah kutikula terganggu oleh cedera atau penyakit.
Bentuk dari garis Beau dapat menyerupai tonjolan yang berkembang di seluruh kuku.
Kondisi ini dapat memengaruhi semua kuku atau hanya beberapa kuku saja, seperti pada ibu jari dan jempol kaki Anda.
Garis Beau bukanlah penyakit dan tidak berbahaya. Kondisi ini biasanya merupakan tanda atau gejala bahwa Anda menderita penyakit atau kerusakan kuku.
Namun, beberapa kondisi seperti psoriasis, infeksi di sekitar lempeng kuku, dan pedikur atau manikur bisa menyebabkan kondisi ini.
Selain itu, efek samping dari kemoterapi, kekurangan nutrisi, gangguan metabolik, hingga berkurangnya aliran darah ke jari bisa menjadi faktor risiko garis Beau.

Gejala atau tanda yang umum muncul saat Anda mengalami garis Beau adalah lekukan atau tonjolan di kuku yang tumbuh vertikal hingga ujung jari.
Ketika mencapai titik tersebut, ujung jari bisa menjadi sakit selama beberapa hari. Rasa sakit disebabkan dasar kuku terkena kuku yang tertekuk atau menonjol.
Garis Beau juga harus dibedakan dari garis Mees, yaitu perubahan warna pada lempeng kuku yang membentuk titik atau garis putih pada kuku.
Jika kuku Anda terlihat tidak sehat atau memiliki masalah seperti garis Beau, hal ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan.
Meski beberapa kondisi dapat memicu masalah pada kuku ini, penyebab pasti dari garis Beau masih belum diketahui.
Di bawah ini adalah penyebab umum garis Beau dapat terjadi.
Stres, trauma, dan depresi dapat menyebabkan gangguan kuku ini.
Sebuah ulasan dalam Journal of General and family Medicine meneliti dampak stres berat pada pertumbuhan kuku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres berat mengakibatkan pertumbuhan kuku yang tidak normal sehingga memunculkan garis Beau.
Cedera kuku akan merusak matriks kuku, tempat kuku mulai tumbuh.
Penyebab kuku rusak ini salah satunya adalah membuka kaleng minum dengan kuku, kuku terbentur, atau menggigit kuku.
Selain itu, terlalu lama terkena air dan terpapar zat kimia bisa membuat kuku menjadi bengkak dan kering.
Ada beberapa gangguan sistemik yang dapat menyebabkan garis Beau, seperti trombosis koroner, campak, gondok, penyakit Kawasaki, pneumonia, emboli paru, dan gagal ginjal.
Selain itu, penyakit kronis seperti pembuluh darah perifer, radang paru-paru, dan diabetes yang tidak terkontrol bisa memicu kondisi ini.
Beberapa penyakit kulit diketahui dapat menyebabkan terjadinya garis Beau pada kuku, seperti jamur pada kuku, melanoma (kanker kulit), eksim, atau psoriasis.
Psoriasis kuku dapat menyebabkan perubahan pada struktur kuku, salah satunya termasuk garis Beau.
Kekurangan zat gizi seperti besi dan seng bisa menyebabkan kondisi garis Beau dan sejumlah gangguan kuku lainnya.
Jika Anda kekurangan zat besi atau seng kuku menjadi rapuh dan mudah rusak.
Anda bisa memperoleh zat besi dari asupan makanan seperti bayam, kacang-kacangan, daging merah, dan biji-bijian. Untuk asupan seng, Anda dapat memperolehnya dari telur, cokelat hitam, dan tiram.
Sebuah riset yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal menemukan seorang laki-laki berusia 45 tahun mengalami keluhan lekukan horizontal pada seluruh kuku jari tangan dan kaki.
Tiga setengah bulan sebelumnya, ia didiagnosis mengidap penyakit SARS-CoV-2 (COVID-19) dengan gejala diare, demam tinggi, dan sesak napas, yang berlangsung selama 10 hari.
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi, dapat mengganggu pertumbuhan kuku sementara.
Beberapa obat yang menyebabkan sensitivitas cahaya (fotofobia) juga bisa memicu kondisi ini.
Obat-obatan ini termasuk obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), tetrasiklin, retinoid oral (turunan vitamin A), dan psoralen.
Dokter spesialis kulit dapat mendiagnosis garis Beau dengan memeriksa kuku Anda dan mengamati dari riwayat kesehatan.
Ketebalan dan jumlah garis Beau juga memberikan petunjuk tentang penyebabnya.
Dokter bisa mendiagnosis masalah kuku ini dari beberapa kondisi berikut ini.

Pengobatan kondisi ini dibedakan berdasarkan penyebabnya. Untuk penyakit sistemik dan kronis, Anda memerlukan pengobatan jangka panjang.
Berikut ini pengobatan garis Beau yang disarankan.
Apabila beau’s line disebabkan oleh infeksi jamur dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur untuk mengatasi infeksi pada kuku.
Umumnya, obat jamur berikut ini diberikan untuk mengatasi kondisi tersebut.
Jika Anda menderita garis Beau karena cedera, bagian kuku yang tertekuk atau menonjol pada akhirnya akan tumbuh. Gunakan gunting kuku untuk menghilangkan kuku yang tumbuh.
Apabila kulit terbuka karena luka terbuka atau kuku terlepas, penting untuk rutin menjaga kebersihan area tersebut agar terhindar dari infeksi.
Kekurangan vitamin dan mineral bisa diatasi dengan perubahan pola makan yang lebih sehat.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan atau meresepkan suplemen zat besi dan seng.
Kuku yang mengalami psoriasis umumnya diberikan krim topikal alias salep. Dokter juga bisa menyarankan pengobatan fototerapi.
Obat krim topikal yang umum diberikan bagi pasien psoriasis kuku, calcipotriol (turunan vitamin D), krim kortikosteroid, dan tazaerotene.
Berikut panduan singkat cara merawat kuku agar sehat dan terhindar dari garis Beau.
Garis Beau adalah salah satu jenis masalah kuku yang harus Anda perhatikan secara khusus. Pasalnya, ini mungkin merupakan tanda dari kondisi kesehatan mendasar yang serius.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Alobaida, S., & Lam, J. M. (2020). Beau lines associated with COVID-19. CMAJ : Canadian Medical Association Journal = journal de l’Association medicale canadienne, 192(36), E1040.
Chiu, H. H., Liu, M. T., Chung, W. H., Ko, Y. S., Lu, C. F., Lan, C. E., Lu, C. W., & Wei, K. C. (2019). The Mechanism of Onychomadesis (Nail Shedding) and Beau’s Lines Following Hand-Foot-Mouth Disease. Viruses, 11(6), 522.
Ohta R. (2019). Deformed nail from stress related to childbearing. Journal of General and Family Medicine, 21(1), 29. https://doi.org/10.1002/jgf2.283
Pasch M. C. (2016). Nail Psoriasis: A Review of Treatment Options. Drugs, 76(6), 675–705.
Singal, A., & Arora, R. (2015). Nail as a window of systemic diseases. Indian Dermatology Online Journal, 6(2), 67–74.
Beau’s Lines. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved 23 January 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/22906-beaus-lines
By the way, doctor: What causes Beau’s lines?. (2019). Retrieved 23 January 2025, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/by_the_way_doctor_what_causes_beaus_lines
Fingernails: Do’s and don’ts for healthy nails. (2024). Mayo Clinic. Retrieved 23 January 2025, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954
Melanonychia. (2017). Retrieved 23 January 2025, from https://dermnetnz.org/topics/melanonychia
Versi Terbaru
31/01/2025
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)