home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Penyebab Kuku Rapuh dan Mudah Patah

4 Penyebab Kuku Rapuh dan Mudah Patah

Kuku jari terbuat dari lapisan protein yang disebut keratin. Sel kuku baru tumbuh di bawah kutikel, menyebabkan sel-sel tua menebal dan mengeras, kemudian terdorong keluar ke arah ujung jari. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kuku kuat dan sehat. Kuku jemari yang lunak, rapuh, dan mudah patah adalah kondisi yang umum ditemukan.

Kuku yang rapuh adalah cermin sejumlah masalah dalam tubuh yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Apa saja?

1. Kurang asupan mineral dan vitamin

Kuku yang tipis dan lunak hingga mudah bengkok atau patah sering dikaitkan dengan kadar zync dan zat besi yang rendah dalam tubuh (anemia). Ketiga mineral ini memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin, protein yang terkandung dalam sel darah merah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam matriks kuku. Tanpa asupan mineral yang cukup, pertumbuhan kuku sehat pun akan terganggu.

Permukaan kuku yang berlekuk (nail pits) dan ujung yang mudah pecah, sering ditemukan pada pasien pengidap psoriasis. Selain itu, kurangnya asupan vitamin C, vitamin B kompleks, asam folat, dan kalsium adalah penyebab umum dari kuku kusam dan kering, serta mudah patah.

2. Sindrom jari tabuh

Selain itu, kurangnya asupan oksigen ke dalam matriks kuku juga dapat menyebabkan jari tabuh (clubbing nails), sebuah kondisi yang ditandai oleh permukaan kuku menjadi cembung dan melengkung, ujung kuku membulat tanpa sudut. Kurangnya kadar oksigen dalam jangka waktu panjang (hipoksia kronik), khususnya di perifer jari-jari, akan menstimulasi otak untuk melebarkan pembuluh darah dalam jemari. Kondisi jari tabuh ini bersifat permanen dan menunjukkan adanya kemungkinan penyakit paru dan jantung bawaan.

Selain akibat gangguan pada jantung dan paru, kelainan ini dapat juga disebabkan oleh gangguan saluran cerna (malabsorbsi, penyakit Chron, sirosis, sindroma hepatopulmoner sebagai komplikasi dari sirosis) atau hipertiroidisme.

3. Stres

Kuku tangan yang sehat pada umumnya tumbuh sekitar 1 milimeter per minggu (dua kali lipat lebih cepat dari kuku kaki) dan membutuhkan sekitar enam bulan untuk kuku sampai dapat tumbuh sepenuhnya dari dasar ke atas. Stres berat bisa mempercepat pertumbuhan kuku hingga mengalahkan kekuatannya. Selain itu, stres juga bisa memicu kebiasaan bawah sadar untuk menggaruk/menggosok ataupun menggigit kuku jari hingga menyebabkan bantal kuku terkikis. Akibatnya, kuku akan bergelombang dan rapuh saat tumbuh kembali.

4. Infeksi bakteri dan jamur

Gangguan pada kuku adalah salah satu kondisi dermatologis yang paling umum ditemukan, dan kebanyakan disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur akan menyerang bantalan dan permukaan kuku, terutama pada kuku jari kaki akibat kelembapan dalam kaus kaki dan sepatu, sumber utama tempat bakteri berkembang biak.

Jika Anda mengkhawatirkan adanya perubahan pada kuku Anda, baik itu tekstur atau warna, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kuku Anda dan membandingkannya dengan sejumlah kemungkinan yang diakibatkan oleh beragam kondisi kesehatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Feeling Stressed? How Your Skin, Hair And Nails Can Show It https://www.sciencedaily.com/releases/2007/11/071109194053.htm

What your nails are trying to tell you http://www.dailymail.co.uk/health/article-131980/What-nails-trying-tell-you.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x