home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Anda Sering Kentut? 9 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Anda Sering Kentut? 9 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Buang angin atau kentut merupakan sesuatu yang alami. Namun, bagaimana jika Anda kentut berlebihan?

Kondisi medis tertentu dan masalah pada pencernaan ternyata bisa menjadi penyebab seseorang sering kentut.

Lantas, bagaimana cara membedakan kentut akibat gangguan pencernaan dan kapan Anda harus mewaspadai kondisi ini? Berikut penjelasannya.

Penyebab kentut berlebihan

Kentut berasal dari gas yang terkumpul dalam usus. Gas bisa berasal dari dua jalur, yakni masuknya udara melalui mulut atau sebagai hasil dari proses pencernaan.

Gas terus bergerak dalam saluran pencernaan, lalu keluar melalui anus.

Rata-rata, seseorang bisa kentut sebanyak 515 kali dalam sehari. Namun, frekuensi kentut yang normal berbeda-beda pada tiap orang.

Kentut lebih dari 15 kali dalam sehari menandakan kentut yang berlebihan.

Ada berbagai penyebab seseorang sering kentut, dari kebiasaan makan hingga kondisi medis tertentu. Berikut beberapa contohnya.

1. Menelan udara

bersosialisasi dengan orang tua untuk tingkatkan nafsu makan

Sangat sulit untuk tidak menelan udara saat Anda sedang makan dan minum. Hal ini sangatlah wajar.

Meski demikian, kebiasaan makan terlalu cepat atau makan sambil berbicara bisa membuat Anda menelan udara secara berlebihan.

Selain itu, udara dapat memasuki saluran pencernaan saat Anda melakukan aktivitas lain, seperti mengunyah permen karet, merokok, mengemut pulpen, dan minum minuman berkarbonasi.

2. Konsumsi makanan tinggi serat

Anda bisa kentut berlebihan setelah makan banyak makanan tinggi serat. Ini lantaran tubuh tidak dapat menyerap serat seperti halnya zat gizi lain.

Serat justru bergerak dalam saluran pencernaan dan menjadi makanan bagi bakteri usus. Proses penguraian serat oleh bakteri usus dapat menghasilkan gas berlebih.

Selain membuat perut kembung dan tidak nyaman, gas ini biasanya berbau tidak sedap karena mengandung hidrogen sulfida, metana, dan amonia.

3. Aktivitas bakteri usus

Usus merupakan habitat bagi triliunan bakteri yang membantu proses pencernaan dengan cara memfermentasi makanan yang Anda konsumsi.

Proses ini menghasilkan gas yang bisa bertambah banyak ketika Anda mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Terkadang, sebagian gas dari usus dapat terserap ke dalam aliran darah dan keluar melalui paru-paru.

Sementara itu, gas yang tidak keluar melalui paru-paru akan keluar melalui anus sehingga menjadi penyebab seseorang sering kentut.

4. Intoleransi laktosa

gejala intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna gula dalam susu yang disebut laktosa.

Masuknya laktosa ke dalam sistem pencernaan justru dapat menyebabkan produksi gas berlebih, diare, dan kentut berlebihan.

Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, tapi gejalanya bisa sangat mengganggu.

Cara mengatasinya ialah dengan membatasi asupan susu sapi dan produk-produknya.

Anda juga dapat mengganti susu sapi dengan susu alternatif bebas laktosa.

5. Intoleransi terhadap makanan FODMAP

FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides and polyols) merupakan kelompok makanan yang mengandung karbohidrat rantai pendek.

Makanan ini sulit dicerna oleh usus halus dan dapat memicu gangguan pencernaan.

Gejala utama intoleransi FODMAP adalah kentut yang berlebihan. Selain itu, banyak orang mengalami perut kram, perut kembung, diare, dan sembelit.

Jika Anda sensitif terhadap kelompok makanan ini, ada baiknya Anda membatasinya lewat diet rendah FODMAP.

6. Sembelit

Susah buang air besar alias sembelit juga kerap menjadi penyebab seseorang sering kentut.

Pasalnya, feses yang lama terjebak dalam usus besar akan terus mengalami fermentasi dan melepaskan gas berlebih.

Dari waktu ke waktu, gas terus menumpuk sehingga membuat Anda kentut lebih sering dari biasanya.

Namun, jika gas terjebak dalam usus, kondisi ini juga bisa menimbulkan efek sebaliknya. Anda mungkin malah kesulitan kentut dan BAB sekaligus.

7. Penyakit celiac

Orang yang memiliki penyakit celiac tidak dapat mencerna protein dalam gandum yang disebut gluten.

Apabila penderita penyakit celiac mengonsumsi gluten, sistem imunnya akan menyerang protein ini dan memicu peradangan pada usus.

Peradangan dapat merusak jonjot usus dan lama-kelamaan menyebabkan gangguan penyerapan gizi (malabsorpsi).

Selain kentut yang berlebihan, penyakit celiac memiliki gejala umum berupa perut kembung, diare, feses pucat, dan feses berlemak.

8. Sindrom iritasi usus (IBS)

menahan kentut

Sindrom iritasi usus merupakan kondisi yang menjadi penyebab sejumlah gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sering kentut, dan diare.

Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari genetik hingga gangguan gerak usus.

Sejauh ini, tak ada obat untuk menyembuhkan IBS.

Akan tetapi, Anda dapat mencegah kekambuhan dengan menghindari makanan pemicu IBS, menyesuaikan pola makan, dan meminum obat-obatan sesuai anjuran dokter.

9. Penyakit refluks asam lambung (GERD)

Refluks asam lambung merupakan kondisi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Apabila kondisi ini terjadi berulang kali dalam sepekan, Anda mungkin mengalami penyakit refluks asam lambung (GERD).

GERD terkadang membuat Anda lebih banyak bersendawa atau menelan. Kebiasaan ini akan meningkatkan banyaknya udara yang Anda telan.

Lambat laun, gas menumpuk dalam saluran pencernaan dan menjadi penyebab Anda sering kentut.

Cara mengatasi kentut berlebihan

kondisi penyebab utama sakit perut

Anda bisa mengatasi kentut berlebihan dengan mengetahui penyebabnya terlebih dulu.

Jika menu makan Anda didominasi oleh karbohidrat yang sulit dicerna, Anda bisa mencampurnya dengan makanan yang mudah dicerna.

Lalu, apakah Anda sering mengunyah permen karet atau merokok?

Jika ya, Anda harus mengurangi atau menghentikannya karena mungkin kebiasaan inilah yang menjadi penyebab Anda sering kentut.

Cleveland Clinic juga menambahkan beberapa tips untuk mengurangi penumpukan gas pada saluran pencernaan.

  • Berolahraga setidaknya 30 menit sehari.
  • Menghindari produk susu sapi bila mengalami intoleransi laktosa.
  • Minum air putih untuk mencegah sembelit.
  • Membatasi konsumsi sayuran atau makanan bergas, minuman berkarbonasi, dan minuman mengandung sirup jagung tinggi fruktosa.

Sebagian besar orang dapat mengatasi masalah kentutnya melalui penyesuaian pola makan dan kebiasaan sehari-hari.

Meski begitu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter bila kentut tidak kunjung berkurang serta disertai:

  • diare,
  • sembelit,
  • demam,
  • mual atau muntah, dan
  • BAB berdarah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi Anda.

Hal ini dapat menentukan apakah Anda mengalami gangguan pencernaan, infeksi, maupun kondisi medis lainnya yang menjadi penyebab kentut berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Flatulence – Better Health Channel. (2021). Retrieved 3 November 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/flatulence

Intestinal gas Causes. (2021). Retrieved 3 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/intestinal-gas/basics/causes/sym-20050922

FODMAP Diet: What You Need to Know. (2021). Retrieved 3 November 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/fodmap-diet-what-you-need-to-know

Gastroesophageal reflux disease (GERD) – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 3 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940

Celiac disease – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 3 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/celiac-disease/symptoms-causes/syc-20352220

Belching, Bloating, and Flatulence – American College of Gastroenterology. (2021). Retrieved 3 November 2021, from https://gi.org/topics/belching-bloating-and-flatulence/

6 Tips to Relieve Flatulence. (2018). Retrieved 3 November 2021, from https://health.clevelandclinic.org/what-causes-flatulence-and-what-to-do-when-its-a-problem-for-you/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan