home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Fakta Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)

6 Fakta Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)

Buang angin. Buang gas. Kentut. Ada berbagai macam cara untuk menggambarkan bunyi dan bebauan familiar yang dilepaskan dari bokong manusia.

Mengapa kita buang angin? Mengapa kentut itu bau? Berbicara soal kentut mungkin memalukan dan mungkin berujung pada saling tunjuk mencari siapa pelaku sebenarnya. Tapi yang pasti, buang angin merupakan fungsi alami dari tubuh makhluk hidup. Semua orang melakukannya.

Berikut ini adalah enam fakta mengejutkan seputar buang angin yang mungkin tidak Anda ketahui sebelumnya.

Kentut tidak melulu akibat masalah pencernaan

Buang angin atau kentut adalah penumpukan tekanan dari dalam perut yang dilepaskan dengan cukup kekuatan dorongan, yang bisa berasal dari berbagai sumber. Pelepasan udara dari bokong disebabkan oleh gas merembes ke dalam usus kita dari darah kita, dan beberapa gas adalah hasil reaksi kimia antara bakteri yang hidup dalam usus kita dan sisa makanan yang telah dicerna.

Beberapa jenis kentut juga bisa disebabkan oleh edema angioenetik dari ususnya atau sebagai efek samping dari sakit maag atau sembelit. Beberapa dari kasus buang angin, terutama yang tidak berbau, adalah akumulasi udara yang kita telan saat berbicara, menguap, mengunyah, atau minum.

Kentut dihasilkan oleh gerak peristalsis, rangkaian kontraksi usus guna menggerakkan sisa makanan menuju anus. Proses ini dirangsang oleh akitivitas makan, yang menjadikannya alasan mengapa kita merasa ingin buang air besar atau kentut setelah makan. Gerak peristalsis menciptakan zona tinggi tekanan yang memaksa segala isi usus, termasuk gas, untuk bergerak maju menuju tempat yang tekanannya lebih rendah, yaitu menuju anus. Gas lebih mudah bergerah dibanding komponen lainnya, dan gelembung-gelembung kecil bersatu menjadi gelembung udara yang lebih besar saat menuju “pintu keluar”.

Bau kentut berasal dari sulfur dan metana

Gas kentut pada umumnya terdiri dari 59 persen nitrogen, 21 persen hidrogen, 9 persen karbon dioksida, 7 persen metana, dan 4 persen oksigen. Sebagian besar gas kentut tidak berbau. Tetapi, jenis makanan tertentu, misalnya makanan yang berserat tinggi dan mengandung sulfur (kembang kol, telur, daging merah) bisa menghasilkan bebauan. Beberapa bakteri juga menghasilkan metana atau hidrogen sulfida yang dapat menambah bau khas. Hanya sekitar satu persen dari kentut mengandung gas hidrogen sulfida dan merkaptan, yang mengandung sulfur, dan sulfur adalah apa yang membuat kentut berbau busuk.

Kentut sebenarnya sudah bau sejak awal ia dilepaskan, namun membutuhkan waktu beberapa detik bagi bau tersebut mencapai lubang hidung seseorang untuk mereka bisa bereaksi terhadap bau tersebut.

Suara kentut bervariasi tergantung getaran rektum

Berbanding terbalik dari kepercayaan umum bahwa besar kecil suara kentut dihasilkan oleh “kepakan” dua sisi bokong yang beradu, suara kentut sebenarnya dihasilkan oleh getaran dari rektum, alias bukaan anus.

Tinggi-rendah, panjang-pendek nada suara kentut akan bergantung pada keketatan sfingter (cincin otot lurik yang mengelilingi kanal anus) serta tekanan di balik gas yang akan dikeluarkan — kombinasi yang menyebabkan bukaan anus bergetar. Beberapa orang dapat secara sukarela mengendalikan laju gas dengan mengencangkan rektum mereka, namun di malam hari Anda akan cenderung melepaskan gas dengan bunyi nyaring karena otot sfingter Anda dalam keadaan rileks.

Seseorang biasanya buang angin 10-20 kali per hari

Pada umumnya, seorang individu menghasilkan sekitar setengah liter sampai dua liter gas kentut setiap hari dan didistribusikan dalam 10-20 kali insiden buang angin — yang bisa mengisi sebuah balon.

Kebanyakan orang yang mengeluhkan masalah “sering buang angin” sebenarnya tidak benar-benar memiliki isu yang patut untuk dikhawatirkan. Beberapa orang dapat buang angin lebih sering daripada yang lain, tetapi belum tentu memproduksi gas yang lebih banyak. Yang menjadi masalah sebenarnya mungkin hanyalah persepsi tentang buang angin yang berbeda antar satu orang dengan lainnya. Pada kasus ringan, seringnya “sering buang angin” adalah soal seberapa aktif atau sensitif sistem pencernaan seseorang, bukan jumlah yang dihasilkan.

Sering kentut tidak berbahaya, bahkan jika Anda menahannya. Sering buang angin juga bisa menandakan bahwa sistem pencernaan Anda berjalan dengan baik, atau sebaliknya, Anda memiliki masalah pencernaan, seperti intoleransi terhadap produk susu atau gluten. Tapi, jika Anda buang gas lebih dari 50 kali sehari dan disertai dengan gejala lain, seperti sakit perut parah, distensi, atau perdarahan atau perlemakan dalam feses Anda, segera hubungi dokter.

Gas kentut adalah gas yang mudah terbakar

Gas kentut terdiri dari hidrogen, hidrogen sulfida, dan metana yang merupakan gas yang mudah terbakar, dan bisa menghasilkan api jika terpapar sumber api. Dengan energi panas dari sumber api, kelompok gas yang mudah terbakar ini akan bereaksi terhadap oksigen dari udara ruangan dan flatus untuk menghasilkan oksida dan air.

Dalam kasus yang jarang terjadi , penumpukan dari gas yang mudah terbakar di dalam usus telah menyebabkan ledakan selama operasi usus.

Walaupun begitu, sangat kecil kemungkinannya untuk bisa sukses membakar kentut Anda tanpa risiko cedera yang mengikutinya. Selain itu, gas kentut memiliki suhu yang sama dengan suhu dalam tubuh, dan tidak begitu panas untuk memulai pembakaran.

Mencium bau kentut baik untuk kesehatan

Ya, mencium bau kentut Anda sendiri (atau orang lain) dapat membawa manfaat kesehatan yang tidak main-main untuk tubuh. Setidaknya, begitu menurut hasil temuan studi terbitan jurnal Medicinal Chemistry Communications, dilansir dari Time. Temuan studi menyimpulkan bahwa gas hidrogen sulfida yang ditemukan dalam telur busuk atau gas kentut manusia bisa menjadi faktor kunci dalam pengobatan penyakit berkat fungsi protektifnya terhadap mitokondria.

Gas hidrogen sulfida dalam dosis besar membahayakan tubuh, tapi penelitian ini menunjukkan bahwa paparan dalam tingkat selular dalam jumlah yang lebih kecil dari senyawa tersebut dapat mencegah kerusakan mitokondria.

Alasannya, ketika penyakit memaksa sel-sel tubuh untuk bekerja keras, sel akan menarik enzim untuk menghasilkan sejumlah kecil hidrogen sulfida guna melindungi mitokondria. Mitokondria pada dasarnya bertindak sebagai generator untuk pelepasan energi sel, dan tindakan melindungi mitokondria adalah pusat dari pencegahan beberapa penyakit tertentu, mulai dari kanker, stroke, arthritis, serangan jantung, hingga demensia.

Dengan catatan, penelitian ini masih terbilang kecil dan terlalu dini serta belum diuji pada manusia — masih merupakan uji terkontrol di laboratorium terhadap contoh sel. Mungkin untuk sementara waktu, Anda cukup berterima kasih jika ada seseorang yang buang angin di dekat Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Truth About Gas http://www.webmd.com/digestive-disorders/features/truth-about-gas accessed Sept 19, 2016

A Stinky Compound May Protect Against Cell Damage, Study Finds http://time.com/2976464/rotten-eggs-hydrogen-sulfide-mitochondria/ accessed Sept 19, 2016

Fart Facts: 10 Facts About Farting http://www.oddee.com/item_98612.aspx accessed Sept 19, 2016

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila pada 24/09/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x