home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kentut Terus-terusan? Simak 9 Langkah Praktis untuk Mengurangi Kebiasaan Ini

Kentut Terus-terusan? Simak 9 Langkah Praktis untuk Mengurangi Kebiasaan Ini

Flatulensi atau dikenal sebagai kentut adalah istilah medis saat tubuh mengeluarkan gas dari sistem pencernaan melalui anus. Anda tidak perlu malu kalau kentut, ini proses yang normal. Yang perlu dikhawatirkan adalah kalau Anda kentut terus dan terlalu sering.

Bagaimana cara mengurangi kentut yang terus-menerus?

mengurangi kentut

Dari laman Mayo Clinic, diperkirakan kentut yang normal adalah sekitar 10 – 20 kali dalam sehari. Nah, jika terlalu sering, ini justru akan mengganggu, atau bahkan bisa jadi pertanda adanya suatu penyakit.

Untuk mengurangi kentut yang terus-menerus, berikut ini ada cara-cara praktis yang bisa Anda lakukan di rumah.

1. Kurangi makanan yang mengandung gas tinggi

Bukan berarti harus dihindari, karena beberapa makana ini justru sehat untuk tubuh Anda. Tapi jika Anda merasa mudah kembung dan terlalu sering buang angin, ada baiknya Anda mulai mengurangi makan makanan yang bisa menghasilkan gas.

Di bawah ini daftar bahan makanan untuk dihindari agar tidak kentut terus-terusan.

  • Kacang-kacangan
  • Kol
  • Kismis
  • Bawang bombay
  • Brokoli
  • Kembang kol
  • Jamur
  • Bir dan minuman berkarbonasi lainnya

Di usus besar, makanan-makanan ini akan dipecah oleh bakteri di usus. Proses pemecahan tersebut akan menghasilkan gas yang kemudian dikeluarkan dari anus sebagai kentut.

Selain itu, makanan tertentu seperti bawang dapat menyebabkan produksi gas yang mengandung belerang. Adanya kandungan inilah yang menyebabkan kentut berbau busuk.

2. Makan dan minum dengan perlahan

Saat makan, pastikan Anda mengunyah makanan dengan perlahan untuk mengurangi jumlah udara yang tertelan. Udara yang terlalu banyak terkumpul di dalam pencernaan akan menjadi cikal bakal gas yang akan Anda keluarkan.

3. Hindari pemanis buatan untuk mengurangi kentut terus

Gula buatan seperti sorbitol dan mannitol biasanya ditemukan di permen, permen karet, dan produk makanan bebas gula.

Bagi beberapa orang yang tubuhnya memiliki toleransi rendah dengan zat ini, akan berdampak timbulnya diare dan peningkatan pembuangan gas.

4. Olahraga teratur untuk memperbaiki pencernaan

Berolahraga dapat meningkatkan fungsi sistem pencernaan, termasuk usus. Hal ini akan membantu mencegah terjadinya kembung dan melancarkan perjalanan gas dalam sistem pencernaan.

5. Kurangi makanan yang tinggi serat untuk sementara

Serat memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun, banyak makanan yang tinggi serat yang bertindak sebagai produsen gas. Sebaiknya kurangi dahulu makanan tinggi serat untuk mengurangi produksi gas yang berlebih. Jika sudah semakin membaik, perlahan tambahkan lagi serat dalam makanan Anda.

6. Kurangi kebiasaan menelan udara

Kebiasaan sehari-hari tanpa disadari ternyata memicu tubuh memasukan udara ke dalam tubuh. Contohnya merokok, mengunyah permen karet, minum dari sedotan juga bisa meningkatkan volume udara yang menumpuk masuk ke dalam perut.

7. Minum teh chamomile

Teh chamomile bisa membantu mengurangi gangguan pencernaan, termasuk saat ada gas yang terperangkap dalam perut kembung. Minum teh chamomile sebelum makan dan menjelang tidur direkomendasikan untuk mengurangi kentut yang terus-terusan.

8. Minum larutan cuka apel

Encerkan satu sendok makan cuka apel dalam minuman, misalnya dengan air mineral atau teh. Minum sebelum makan secara teratur. Anda bisa mengonsumsi sebanyak 3 kali sehari atau sesuai kebutuhan. Campuran cuka apel ini dapat mengurangi kentut yang berlebihan.

9. Arang aktif

Arang aktif alias activated charcoal dapat membantu mengurangi kelebihan gas dan kembung. Ini berbeda dengan arang yang Anda temukan di panggangan atau perapian. Arang aktif sudah mengalami perlakuan khusus hingga aman dikonsumsi manusia, bahkan juga sering digunakan dalam makanan dan minuman.

Arang aktif biasanya berbentuk pil, contohnya norit. Ketika arang aktif masuk ke dalam usus, arang akan menempel pada cairan di usus untuk mengurangi gas dan kembung dengan membuat tinja lebih kencang sehingga mengurangi keinginan kentut terus.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Orenstein Beth W. 2017. 7 Easy Ways to Tame Excessive Gas. [Online] tersedia pada: https://www.everydayhealth.com/digestive-health/treatment-for-excessive-gas/ (Diakses 17/1/2018)

Nordqvist Christian. 2017. Everything you Need to Know About Flatulence. [Online] Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/7622.php (Diakses 17/1/2018)

NHS Choices. 2017. Flatulence. [Online] Tersedia pada: https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/flatulence#treatment (Diakses 17/1/2018)

Organic Facts. Tanpa Tahun. 9 Surprising Home Remedies for Flatulence. [Online] Tersedia pada: https://www.organicfacts.net/home-remedies/home-remedies-for-flatulence.html (Diakses 17/1/2018)

Mayo Clinic. 2017. Bleaching, Intestinal Gas and Bloating: Tips for Reducing Them. [Online] Tersedia pada: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/in-depth/gas-and-gas-pains/art-20044739?pg=1 (Diakses 17/1/2018)

Krucik George. 2016. What Causes Flatulence?. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/symptom/flatulence#modal-close (Diakses 17/1/2018)

Foto Penulis
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 11/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x