backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Hati-Hati, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Penyebab Kentut Bau!

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 04/08/2023

Hati-Hati, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Penyebab Kentut Bau!

Jika tiba-tiba mengeluarkan dan mencium kentut yang bau, Anda mungkin berpikir makanan yang Anda konsumsilah yang menjadi penyebabnya. Nah, benarkah makanan tertentu bisa bikin kentut berbau tak sedap? Cari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah ini!

Berbagai jenis makanan penyebab kentut bau

Pada dasarnya, kentut itu bermanfaat untuk tubuh dan tidak setiap kentut berbau tak sedap.

Kentut yang berbau umumnya disebabkan oleh hidrogen sulfida (sulfur), gas yang terdapat dalam usus besar Anda.

Hidrogen sulfida merupakan hasil fermentasi bakteri terhadap karbohidrat (serat atau beberapa pati dan gula) yang tidak dicerna di usus kecil.

Nah, berbagai makanan di bawah ini diketahui dapat meningkatkan produksi hidrogen sulfida di usus sehingga membuat kentut Anda bau.

1.Kacang-kacangan

kacang untuk diet

Kacang-kacangan atau polong-polongan, seperti kacang kedelai, kacang polong, dan kacang lentil, bisa membuat kentut Anda menjadi bau.

Jenis makanan ini mengandung oligosakarida, yaitu zat gula yang sulit dicerna tubuh, seperti rafinosa dan stachyose.

Saat mencapai usus besar, bakteri usu langsung memecah zat gula ini yang kemudian menimbulkan penumpukan gas yang berbau. 

2. Ubi jalar

Ubi jalar juga mengandung jenis gula oligosakarida yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan, yaitu rafinosa.

Sama seperti kacang-kacangan, konsumsi ubi jalar juga membuat gas menumpuk di usus sehingga terjadilah kentut yang bau.

Nah, kentut ini akan semakin tercium bau jika Anda mengonsumsi ubi jalar bersama dengan kacang-kacangan.

3. Brokoli dan kembang kol

Sayuran dalam kelompok cruciferous, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis, tidak hanya menjadi makanan penyebab bau badan, tetapi juga bikin kentut Anda bau.

Pasalnya, jenis sayuran ini mengandung sulfur yang tinggi yang bisa menambah hidrogen sulfida di usus sebagai penyebab bau kentut.

Bukan cuma itu, kandungan zat gula rafinosa di dalam makanan ini juga membuat gas di dalam usus semakin menumpuk yang kemudian terjadilah bau kentut.

4. Asparagus

Anda mungkin setuju jika asparagus memiliki bau yang khas. Nah, saat Anda memakannya, bau asparagus yang khas ini juga bisa menimbulkan kentut yang berbau tak sedap.

Ini karena asparagus juga termasuk ke dalam makanan yang mengandung sulfur tinggi serta gula rafinosa.

Bahkan, kandungan tersebut tidak hanya menyebabkan kentut bau, tetapi juga urine yang berbau tak sedap saat Anda buang air kecil.

5. Makanan yang berbahan dasar susu

susu unta untuk intoleransi laktosa

Tubuh beberapa orang tidak bisa menerima laktosa yang terdapat di dalam susu dan makanan berbahan dasar susu, seperti keju, es krim, dan yoghurt.

Kondisi ini disebut juga dengan intoleransi laktosa. Pada orang dengan kondisi ini, laktosa dalam makanan yang dikonsumsi menyebabkan gangguan pencernaan yang membuat bau kentut cukup menyengat.

Di sisi lain, Cleveland Clinic menyebutkan bahwa beberapa jenis keju dengan kandungan sulfur yang tinggi bisa membuat kentut berbau tak sedap.

6. Daging sapi

Apakah Anda pencinta daging sapi? Jika ya, mungkin makanan inilah yang menjadi penyebab bau kentut Anda. Mengapa begitu?

Daging sapi juga merupakan salah satu makanan yang mengandung tinggi sulfur. Selain daging sapi, daging babi mengandung zat yang sama sehingga bisa menjadi penyebab kentut bau.

Nah, untuk mengurangi kentut yang berbau tak sedap ini, Anda bisa mengganti konsumsi daging sapi Anda dengan daging ayam atau ikan.

7. Bawang

Bawang putih dan bawang bombai tidak hanya menjadi penyebab bau mulut. Faktanya, kandungan sulfur di dalam dua jenis bawang ini membuat kentut Anda bau.

Bukan cuma karena sulfur, bawang bombai juga mengandung zat gula yang disebut fruktosa yang juga menjadi penyebab bau kentut Anda.

Bagi Anda yang memiliki iritasi usus besar, sebaiknya Anda menghindari konsumsi bawang bombai. Sebab, fruktosa di dalamnya bisa memicu gejala yang salah satunya adalah kentut bau.

Tahukah Anda?

Tak hanya bau, makanan seperti bawang dan kacang-kacangan juga bisa menyebabkan bayi sering kentut. Ini terjadi jika bayi mengonsumsi makanan tersebut secara langsung dalam menu MPASI-nya atau dari yang dikonsumsi ibunya (ditransfer melalui ASI).

8. Makanan pedas

Jika Anda penyuka makanan pedas tapi tak mau kentut Anda bau, sebaiknya kurangi makan makanan ini. Akibat makan makanan pedas juga bisa bikin kentut bau tak sedap.

Zat dalam makanan pedas yang membuat lidah Anda terasa terbakar diketahui dapat memberikan sensasi yang sama pada usus hingga mengeluarkan kentut.

Bahkan bukan cuma bau, sensasi pedas pada makanan ini juga sering bikin kentut Anda terasa lebih hangat dari biasanya.

9. Gula alkohol atau pemanis buatan

Hindari makan permen karet jika Anda tidak ingin mengeluarkan kentut yang bau. Pasalnya, permen karet merupakan satu dari beberapa makanan yang mengandung gula alkohol atau pemanis buatan.

Sementara gula alkohol, seperti xylitol, sorbitol, dan manitol, sering kali tidak terserap sempurna oleh tubuh.

Akibatnya, zat pemanis buatan ini kerap tertinggal di usus dan menyebabkan gas yang menghasilkan bau tengik.

10. Minuman bersoda

Minuman bersoda mengandung gas karbondioksida atau CO2. Ketika mengonsumsinya, sebagian gas CO2 tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus. 

CO2 kemudian bereaksi dengan bakteri yang ada di pencernaan. Proses ini menghasilkan gas lain, seperti metana dan belerang, yang lebih banyak daripada ketika mengonsumsi minuman tidak bersoda. 

Gas ini lalu dikeluarkan dari tubuh melalui kentut tetapi dengan bau yang lebih menyengat.

Itulah beberapa jenis makanan yang menjadi penyebab kentut bau. Sama seperti menghilangkan bau badan, cara mengurangi kentut bau adalah dengan membatasi atau menghindari konsumsi makanan yang menjadi penyebabnya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 04/08/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan