Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

1

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

10 Manfaat Mengunyah Permen Karet, untuk Mulut hingga Pikiran

    10 Manfaat Mengunyah Permen Karet, untuk Mulut hingga Pikiran

    Permen karet ternyata tidak hanya membantu Anda membersihkan gigi dan membuat napas menjadi lebih segar. Masih ada banyak manfaat mengunyah permen karet yang tak terduga, baik bagi kesehatan mulut, tubuh, maupun pikiran.

    Manfaat mengunyah permen karet

    Beberapa jenis permen karet mengandung bahan yang bermanfaat bagi kesehatan gigi.

    Selain itu, gerakan mulut saat mengunyah juga akan memberikan efek tidak langsung bagi kesehatan Anda.

    Berikut beberapa manfaat mengunyah permen karet.

    1. Mencegah gigi berlubang

    Salah satu manfaat mengunyah permen karet yang utama adalah memicu produksi air liur.

    Air liur akan membersihkan sisa makanan pada celah gigi, menetralkan asam yang dihasilkan oleh bakteri, serta membawa antibodi untuk melawan kuman penyebab gigi berlubang.

    Anda dapat memperoleh manfaat tersebut dengan mengunyah permen karet bebas gula selama 20 menit setiap hari.

    Anda juga bisa memilih permen karet dengan berbagai jenis pemanis buatan yang aman bagi gigi seperti aspartam, xylitol, sorbitol, atau mannitol.

    2. Mencegah bau mulut

    bau mulut gigi berlubang

    Masalah bau mulut bersumber dari gigi berlubang dan membusuk, kotoran pada mulut, serta zat buangan yang dihasilkan dari pencernaan bakteri.

    Kombinasi ketiganya menghasilkan senyawa kimia yang menimbulkan bau tidak sedap.

    Manfaat lain yang tak terduga dari makan permen karet adalah mencegah bau mulut.

    Produksi liur yang meningkat saat mengunyah permen karet akan menjaga mulut dan gigi bersih dari bakteri sehingga Anda terhindar dari bau mulut.

    Selain itu, studi terbitan Clinical Oral Investigations (2017) menemukan bahwa pemanis berbahan xylitol pada permen karet mampu menghambat bakteri penyebab bau mulut, yaitu Streptococcus dan Lactobacillus.

    3. Meningkatkan fungsi otak

    Beberapa penelitian menemukan bahwa manfaat makan permen karet selama beraktivitas dapat meningkatkan berbagai fungsi otak.

    Manfaat permen karet untuk otak yang bisa dirasakan, di antaranya meningkatnya kewaspadaan, ingatan, pemahaman, hingga kemampuan mengambil keputusan.

    Hal ini membuat produktivitas dan kualitas kinerja pun ikut meningkat.

    Penelitian terbitan BioMed Research International (2015) menduga bahwa gerakan otot wajah ternyata mempengaruhi fokus.

    Selain itu, asupan glukosa dari permen karet dan gerakan mengunyah bisa merangsang aliran darah ke sistem saraf pusat. Hal ini membuat fungsi otak pun meningkat.

    Mengunyah permen karet juga menggerakkan otot wajah yang berkaitan dengan fungsi zat kimia di dalam otak atau neurotransmiter. Ini diduga bisa mengurangi kecemasan dan stres.

    4. Mengurangi stres dan rasa cemas

    Mengunyah permen karet dapat meredakan stres dan cemas lantaran mengurangi hormon kortisol yang menjadi pemicunya.

    Selain itu, mengunyah juga memberikan efek menenangkan dan secara alamiah mengurangi rasa cemas berlebihan.

    Mengunyah permen karet menggerakkan otot wajah sehingga memengaruhi fungsi kimia di dalam otak atau neurotransmiter. Ini diduga juga bisa mengurangi kecemasan dan stres.

    Alih-alih menggigiti kuku untuk menghalau rasa cemas, sebaiknya Anda mengunyah permen karet agar merasa lebih rileks.

    Penting Anda ketahui

    Terlalu sering makan permen karet bisa memperparah clicking, atau munculnya suara “klik” saat menggerakkan rahang. Jika punya masalah rahang, batasi asupan permen karet pada pola makan harian Anda.

    5. Mencegah naiknya asam lambung

    manfaat mengunyah permen karet untuk GERD

    Siapa sangka bila permen karet mencegah naiknya asam lambung?

    Refluks asam lambung terjadi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi pada saluran tersebut.

    Gejala utamanya adalah perih pada perut bagian atas serta rasa asam pada mulut.

    Saat makan permen karet, produksi liur akan meningkat. Bertambahnya produksi ini membuat liur menjadi basa dan lebih sering menelan.

    Hasilnya, asam lambung menjadi netral jika asam tersebut naik ke kerongkongan sehingga iritasi pada kerongkongan ikut berkurang.

    6. Mengendalikan nafsu makan

    Siapa sangka bila manfaat mengunyah permen karet bisa membantu program diet Anda?

    Salah satu hal yang diperlukan untuk menjaga diet adalah dengan mengurangi camilan dan porsi makan berlebih.

    Nah, temuan yang diterbitkan pada jurnal Frontiers in Psychology (2021) menyatakan bahwa mengunyah permen karet tanpa rasa mampu mengurangi nafsu makan.

    Dalam hal ini, gerakan mengunyah bisa mengurangi aktivitas otak yang membuat Anda ingin makan camilan lebih banyak.

    Jadi, kunyah permen karet membantu menahan nafsu makan berlebih sehingga asupan kalori berkurang. Efeknya, berat badan pun bisa berkurang.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    7. Meningkatkan performa olahraga

    Manfaat mengunyah permen karet yang satu ini cukup menarik.

    Temuan terbitan Journal of Exercise Science & Fitness (2021) menyatakan bahwa orang yang makan permen karet saat berjalan dengan langkah yang lebih lebar.

    Selain itu, jumlah dan kecepatan langkah juga meningkat.

    Hal ini membuat detak jantung dan pembakaran kalori pun semakin tinggi. Tandanya, performa olahraga pun optimal.

    Peneliti hingga saat ini belum mengetahui hubungan mengunyah permen karet dengan peningkatan performa olahraga yang satu ini.

    Namun, ada dugaan bahwa kegiatan mengunyah bisa menyelaraskan detak jantung dengan gerakan tubuh.

    Efeknya, fungsi tubuh pun meningkat sehingga jarak jalan, jumlah langkah, dan kecepatan berjalan pun bertambah.

    8. Mencegah infeksi telinga pada anak

    Sebuah penelitian terbitan BMJ Open (2018) menemukan bahwa manfaat mengunyah permen karet membantu mengurangi risiko infeksi telinga atau otitis media pada anak.

    Ternyata, mulut dan telinga terhubung dalam satu jalur.

    Studi ini menyatakan bahwa permen karet xylitol bisa mengurangi melekatnya bakteri penyebab otitis media dan gigi berlubang, seperti Streptococcus dan Haemophilus.

    Perlu diketahui, infeksi telinga terjadi ketka saluran napas bagian atas (termasuk mulut) mengalami infeksi bakteri, lalu bakteri tersebut berjalan menuju telinga.

    9. Bantu menghentikan kecanduan rokok

    Nikotin pada rokok menimbulkan kecanduan sehingga sulit berhenti merokok. Jika memutuskan untuk berhenti, tentu ada efek penarikan nikotin yang tidak nyaman.

    Hal inilah yang membuat seseorang kembali merokok untuk menghilangkan efek penarikan.

    Nah, mengunyah permen karet memberikan manfaat untuk mengurangi kecanduan rokok. Bagaimana caranya?

    Mengunyah permen karet bisa mengurangi keparahan gejala penarikan akut, seperti cemas, rasa tidak puas, dan rasa tegang berlebih.

    Selain itu, rasa pada permen karet membuat mulut terasa nyaman sehingga mengurangi keinginan untuk merokok.

    10. Lancarkan BAB

    manfaat mengunyah permen karet untuk BAB

    Meski tidak ditelan, manfaat makan permen karet juga bisa mempermudah BAB. Gerakan mengunyah permen karet bisa merangsang refleks bernama cephalic-vagal.

    Refleks ini memicu pelepasan cairan asam lambung. Selain itu, mengunyah permen karet juga meningkatkan enzim pada usus.

    Mengunyah permen karet juga mengurangi lamanya proses usus meremas makanan atau peristalsis.

    Beberapa cara kerja inilah yang diduga membuat permen karet bisa merangsang BAB.

    Ada banyak manfaat yang bisa Anda peroleh dari mengunyah permen karet.

    Namun, pastikan Anda memilih permen karet rendah gula dan tidak mengunyahnya secara berlebihan.

    Anda juga perlu mengingat bahwa zat gizi pada serta manfaat permen karet tidak bisa dijadikan satu-satunya pengobatan. Jika ada masalah kesehatan, segera ke dokter.

    health-tool-icon

    Kalkulator Kebutuhan Kalori

    Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Chewing Gum. (2021). Retrieved 19 July 2022, from https://www.ada.org/resources/research/science-and-research-institute/oral-health-topics/chewing-gum

    Chewing Gum – American Dental Association. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/c/chewing-gum

    Cocco, F., Carta, G., Cagetti, M., Strohmenger, L., Lingström, P., & Campus, G. (2017). The caries preventive effect of 1-year use of low-dose xylitol chewing gum. A randomized placebo-controlled clinical trial in high-caries-risk adults. Clinical Oral Investigations, 21(9), 2733-2740. doi: 10.1007/s00784-017-2075-5

    Allen, A., & Smith, A. (2015). Chewing Gum: Cognitive Performance, Mood, Well-Being, and Associated Physiology. Biomed Research International, 2015, 1-16. doi: 10.1155/2015/654806

    Hirano, Y., & Onozuka, M. (2015). Chewing and Attention: A Positive Effect on Sustained Attention. Biomed Research International, 2015, 1-6. doi: 10.1155/2015/367026

    Sánchez-Blanco, I., Rodríguez-Téllez, M., Corcuera-Flores, J., González-Blanco, C., Torres-Lagares, D., Serrera-Figallo, M., & Machuca-Portillo, G. (2020). Effectiveness of salivary stimulation using xylitol-malic acid tablets as coadjuvant treatment in patients with gastro-oesophageal reflux disease: early findings. Medicina Oral Patología Oral Y Cirugia Bucal, e818-e826. doi: 10.4317/medoral.23887

    Ikeda, A., Miyamoto, J., Usui, N., Taira, M., & Moriyama, K. (2018). Chewing Stimulation Reduces Appetite Ratings and Attentional Bias toward Visual Food Stimuli in Healthy-Weight Individuals. Frontiers In Psychology, 9. doi: 10.3389/fpsyg.2018.00099

    Hamada, Y., Nagayama, C., Fujihira, K., Tataka, Y., Hiratsu, A., & Kamemoto, K. et al. (2021). Gum chewing while walking increases walking distance and energy expenditure: A randomized, single-blind, controlled, cross-over study. Journal of Exercise Science & Fitness, 19(3), 189-194. doi: 10.1016/j.jesf.2021.04.001

    Persaud, N., Laupacis, A., Azarpazhooh, A., Birken, C., Hoch, J., & Isaranuwatchai, W. et al. (2018). Xylitol for the prevention of acute otitis media episodes in children aged 2–4 years: protocol for a pragmatic randomised controlled trial. BMJ Open, 8(8), e020941. doi: 10.1136/bmjopen-2017-020941

    Cohen, L., Collins, F., VanderVeen, J., & Weaver, C. (2010). The effect of chewing gum flavor on the negative affect associated with tobacco abstinence among dependent cigarette smokers. Addictive Behaviors, 35(11), 955-960. doi: 10.1016/j.addbeh.2010.06.010

    Yenigul, N., Aydogan Mathyk, B., Aslan Cetin, B., Yazici Yilmaz, F., & Ayhan, I. (2019). Efficacy of chewing gum for improving bowel function after cesarean sections: a randomized controlled trial. The Journal Of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, 33(11), 1840-1845. doi: 10.1080/14767058.2018.1531122

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Aug 02
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: