home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yuk, Kenalan dengan 9 Jenis Bakteri Baik dalam Usus Manusia!

Yuk, Kenalan dengan 9 Jenis Bakteri Baik dalam Usus Manusia!

Bakteri merupakan salah satu penyebab utama penyakit infeksi. Namun, sebenarnya ada pula bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan. Mikroorganisme ini bisa membantu proses pencernaan bahkan mengatasi penyakit yang disebabkan oleh patogen (bibit penyakit).

Beragam bakteri yang baik bagi tubuh manusia

bakteri baik
Sumber: Wikimedia Common

Anda bisa menemukan bakteri bermanfaat pada dua sumber utama, yakni makanan mengandung probiotik dan tubuh Anda sendiri. Di bawah ini beragam jenis bakteri di dalam usus yang bisa menguntungkan tubuh Anda.

1. Lactobacillus acidophilus

Lactobacillus acidophilus yakni bakteri yang banyak digunakan dalam pembuatan makanan mengandung probiotik. Anda bisa menemukannya dalam yogurt dan produk fermentasi kedelai seperti tempe.

Suplemen mengandung mikroba ini umum digunakan untuk mengatasi infeksi pada vagina (vaginosis). Selain itu, Lactobacillus acidophilus juga dapat membantu pengobatan diare pada anak-anak maupun orang dewasa.

2. Lactobacillus salivarius

Lactobacillus salivarius biasanya ditemukan dalam saluran pencernaan manusia dan produk-produk fermentasi. Bakteri baik ini merupakan salah satu mikroba yang muncul paling awal di dalam rongga mulut dan usus tidak lama setelah Anda lahir.

Di dalam tubuh, Lactobacillus salivarius menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori, yaitu bakteri jahat yang menyebabkan tukak lambung. Mikroba ini juga bisa mematikan patogen lain di dalam mulut yang menjadi penyebab bau mulut.

3. Lactobacillus rhamnosus

Usus Anda merupakan rumah bagi beragam bakteri yang menguntungkan, termasuk Lactobacillus rhamnosus. Manfaatnya bagi kesehatan di antaranya mengatasi gejala gangguan pencernaan, menjaga kesehatan usus, dan mencegah infeksi pada gusi.

Para ilmuwan juga memanfaatkan bakteri ini untuk mengatasi diare pada orang dewasa serta diare pada anak yang disebabkan oleh infeksi Clostridium difficile. Uniknya lagi, L. rhamnosus juga memperkuat sistem imun dan mencegah gejala alergi tertentu.

4. Lactobacillus plantarum

Produsen makanan kerap memanfaatkan Lactobacillus plantarum untuk membuat acar sayuran, sauerkraut, dan biang roti. Begitu berada dalam tubuh Anda, L. plantarum akan memperkuat pertahanan sistem imun dalam melawan bakteri penyebab penyakit.

Tidak hanya itu, L. plantarum juga memiliki efek antioksidan yang berguna bagi saluran pencernaan. Di dalam tubuh Anda, bakteri ini dapat menghambat pertumbuhan mikroba penghasil gas yang menjadi penyebab perut kembung.

5. Streptococcus thermophilus

Tubuh manusia membutuhkan enzim laktase untuk mencerna laktosa pada susu. Salah satu penghasil enzim pencernaan tersebut yaitu Streptococcus thermophilus. Anda dapat menemukannya di dalam usus serta produk susu berupa yogurt dan keju.

Berkat manfaatnya dalam menghasilkan laktase, bakteri baik ini diyakini bisa menjadi solusi bagi penderita intoleransi laktosa. Selain itu, S. thermophilus juga menghasilkan zat yang ampuh melawan patogen penyebab pneumonia dan tukak lambung.

6. Saccharomyces boulardii

Saccharomyces boulardii sebenarnya bukanlah bakteri, melainkan ragi yang memiliki sifat seperti probiotik. Mikroba ini biasanya digunakan untuk mengatasi dan mencegah diare, termasuk diare akibat infeksi rotavirus pada anak-anak.

Bukti ilmiah lainnya pun menunjukkan bahwa Saccharomyces boulardii berguna untuk mengatasi jerawat dan infeksi Helicobacter pylori. Bakteri ini tampaknya punya kemampuan tersendiri untuk mencegah pembentukan luka pada jaringan.

7. Bifidobacteria infantis

perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

Bifidobacteria merupakan mikroba bermanfaat yang paling banyak menghuni usus Anda. Bakteri yang sudah muncul sejak Anda lahir ini berpotensi mengurangi gejala irritable bowel syndrome (IBS) seperti sakit perut dan perut kembung.

Sebuah penelitian dalam jurnal Gut Microbes juga mengungkapkan potensinya untuk meredakan peradangan. Berkat manfaat ini, Bifidobacteria infantis mungkin dapat meredakan gejala radang usus besar serta penyakit kulit psoriasis.

8. Bifidobacteria bifidum

Ada lebih dari 30 jenis Bifidobacteria, dan salah satunya yakni Bifidobacterium bifidum. Studi pada 2011 menunjukkan bahwa bakteri ini membantu meredakan gejala IBS dan bahkan mencegah eksim pada bayi bila dikonsumsi bersama L. acidophilus.

Menurut beberapa penelitian terhadap sampel jaringan manusia, Bifidobacteria bifidum juga mampu memperkuat fungsi imun. Alih-alih menginfeksi tubuh, mikroorganisme baik ini justru membantu kerja sel darah putih ketika tubuh terserang penyakit.

9. Bifidobacteria lactis

Sebagai bakteri baik, Bifidobacteria lactis tidak hanya menyehatkan pencernaan Anda. Mikroba yang banyak terdapat dalam produk fermentasi sayuran ini juga membantu mengendalikan kadar kolesterol sehingga bermanfaat bagi kesehatan jantung.

B. lactis di dalam tubuh bayi juga mempunyai peran khusus, yakni membantu mencerna laktosa yang terkandung dalam air susu ibu (ASI). Tanpa mikroba ini, proses penguraian laktosa tentu lebih berat karena tubuh membutuhkan enzim laktase.

Manusia tidak hidup sendiri bersama tubuhnya, melainkan bersama jutaan bakteri yang tersebar di berbagai organ di dalam tubuh. Dari sekian banyak jenis, ada sebagian yang menguntungkan tubuh dan bahkan membantu menghalau penyakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bacteria: the Good, the Bad, and the Ugly. (n.d.). Retrieved 8 April 2021, from https://www.center4research.org/bacteria-good-bad-ugly/

Good vs. Bad Germs. (2017). Retrieved 8 April 2021, from https://www.healthline.com/health/cold-flu/good-bad-germs

We Are Never Alone: Living with the Human Microbiota. (2017). Retrieved 8 April 2021, from https://kids.frontiersin.org/article/10.3389/frym.2017.00035

Linares, D. M., Ross, P., & Stanton, C. (2016). Beneficial Microbes: The pharmacy in the gut. Bioengineered, 7(1), 11–20. https://doi.org/10.1080/21655979.2015.1126015

Guglielmetti, S., Mora, D., Gschwender, M., & Popp, K. (2011). Randomised clinical trial: Bifidobacterium bifidum MIMBb75 significantly alleviates irritable bowel syndrome and improves quality of life–a double-blind, placebo-controlled study. Alimentary pharmacology & therapeutics, 33(10), 1123–1132. https://doi.org/10.1111/j.1365-2036.2011.04633.x

Corsetti, A. and Valmorri, S. (2011). Lactic Acid Bacteria | Lactobacillus spp.: Lactobacillus plantarum. Encyclopedia of Dairy Sciences (Second Edition), 111-118.

Groeger, D., O’Mahony, L., Murphy, E. F., Bourke, J. F., Dinan, T. G., and Kiely B. (2013). Bifidobacterium infantis 35624 modulates host inflammatory processes beyond the gut. Gut Microbes, 4(4), pp.325-339. https://doi.org/10.4161/gmic.25487

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 22/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x