Perbedaan Jenis Bakteri Baik Dalam Usus Tiap Orang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa terdapat berbagai jenis bakteri baik yang tersebar di seluruh bagian tubuh? Namun bakteri yang paling banyak terdapat pada usus, yang setidaknya terdiri dari 400 juta bakteri. Ada dua kelompok bakteri, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Disebut bakteri baik karena bermanfaat untuk mencerna makanan serta memproduksi berbagai zat gizi hasil dari pencernaan. Sedangkan bakteri jahat justru membuat tubuh terinfeksi dan menimbulkan berbagai penyakit infeksi. Pada setiap orang komposisi dari jumlah bakteri baik dengan bakteri jahat berbeda-beda, tergantung dengan apa yang dimakan dan gaya hidup yang diterapkan.

Fungsi bakteri baik bukan hanya untuk pencernaan

Bakteri baik di dalam usus sangat penting, bahkan saking pentingnya bakteri-bakteri ini disebut sebagai “otak kedua” bagi manusia. Tidak hanya berfungsi untuk membantu pencernaan dan penyerapan zat gizi, bakteri baik juga dapat mengetahui dan merasakan perasaan yang sedang dirasakan oleh orang tersebut. Buktinya, setiap berada di keadaan tertekan, gugup, dan sebagainya, beberapa orang merasakan sakit pada perutnya atau mual. Padahal, sebelumnya tidak mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan hal tersebut. Ini membuktikan bahwa bakteri baik mengerti apa yang dirasakan dan kemudian memberikan respon yang sama ketika seseorang tersebut merasa gelisah.

Tiga jenis bakteri baik

Seperti golongan darah, setiap orang memiliki jenis bakteri baik yang berbeda-beda. Walaupun terdapat jutaan bahkan miliaran bakteri yang ada di dalam tubuh, peneliti membaginya menjadi tiga kelompok besar. Hal ini dibuktikan  dari hasil penelitian yang melakukan penelitian pada 3 kelompok orang yang berbeda, kelompok pertama terdiri dari orang yang tinggal di daerah Eropa, kelompok kedua adalah kelompok yang berasal dari Amerika Serikat, sedangkan kelompok terakhir melibatkan beberapa orang dari Jepang. Total responden yang diikutkan dalam penelitian ini sebanyak 39 orang yang masing-masing diambil sampel BAB-nya untuk diteliti.

Penelitian yang dilakukan oleh European Molecular Biology Laboratory di Jerman membuktikan bahwa terdapat 3 kelompok besar bakteri yang ada di dalam usus. Ketiga jenis bakteri itu adalah Bacteriodes, Prevotella, dan Ruminococcus. Pembagian kelompok ini tidak berkaitan dengan perbedaan gender, kebangsaan, suku, umur, dan indeks massa tubuh seseorang.

Apa perbedaan antara ketiga jenis bakteri baik tersebut?

Pengelompokan bakteri baik ini akan mempengaruhi diet dan pola makan masing-masing orang. Contohnya, pada Bacteroides mendapatkan energi dan makanan dari gula dan protein, serta banyak dimiliki oleh orang yang sedang  menurunkan obesitasnya. Sedangkan Prevotella menyukai protein yang terdapat pada dinding usus sehingga dapat menimbulkan rasa sakit pada perut. Kemudian Ruminococcus membantu sel untuk menyerap gula dan bisa meningkatkan berat badan.

Tidak hanya makanan saja yang berbeda, namun hasil zat gizi yang dihasilkan juga berbeda, seperti pada jenis Bacterioides menghasilkan beberapa vitamin sebagai contoh, vitamin C dan vitamin H. Sementara Provetella merupakan produsen yang baik dalam menghasilkan asam folat dan vitamin B1. Sederhananya adalah, masing-masing jenis bakteri memiliki cara yang berbeda-beda untuk membantu metabolisme obat-obatan dan zat gizi di dalam tubuh. Hal ini menentukan berapa dosis dan jenis obat antibiotik yang cocok untuk masing-masing bakteri.

Apa pengaruhnya pada kesehatan?

Seperti penggolongan golongan darah, masing masing jenis golongan darah memiliki karakteristik dan hanya cocok dengan beberapa jenis golongan darah lainnya, hal ini akan mempengaruhi tindakan medis yang akan diterapkan. Ini juga yang terjadi pada perbedaan jenis bakteri baik. Karena dengan mengetahui jenis bakteri yang ada di dalam tubuh, pemberian obat-obatan seperti antiobiotik dapat disesuaikan dengan jenis bakteri yang ada sehingga obat tersebut dapat bekerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian dan bukti ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti masing-masing karakteristik dari bakteri baik yang ada.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Banyak yang percaya gadis perawan memiliki ciri-ciri khusus. Tapi bagaimana dengan pandangan medis soal tes keperawanan wanita? Benarkah bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Tubuh kita membutuhkan bakteri dalam usus untuk menjaga fungsinya. Cari tahu makanan yang baik untuk usus dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak bisa kentut susah kentut

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit