home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Bahaya Bila Anda Makan Terlalu Cepat

4 Bahaya Bila Anda Makan Terlalu Cepat

Penelitian menunjukkan bahwa cara makan terbaik yakni menikmatinya pelan-pelan. Jika Anda makan terlalu cepat, Anda berisiko mengalami beberapa gangguan, baik pada pencernaan atau metabolisme. Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Bahaya makan terlalu cepat

makan cepat

Untuk menghabiskan satu porsi makanan berat, misalnya makan siang atau makan malam, Anda membutuhkan waktu kira-kira 20 menit.

Kalau biasanya Anda bisa menghabiskan sepiring makanan dalam waktu 10 menit atau bahkan kurang dari itu, berarti Anda makan terlalu cepat. Di bawah ini bahayanya jika Anda terbiasa melakukannya.

1. Tersedak

Saat Anda makan cepat-cepat, Anda berisiko tersedak karena makanan belum dikunyah secara sempurna. Meskipun tersedak merupakan kejadian yang cukup umum, sebaiknya jangan menyepelekan kasus ini.

Apabila makanan tersangkut di kerongkongan, saluran napas Anda akan terhambat dan Anda jadi tak bisa bernapas. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini bisa menyebabkan kematian.

Bahkan mungkin sejak kecil orang tua Anda sudah pernah mengingatkan untuk tidak makan cepat-cepat, jadi sebaiknya Anda mengindahkan nasihat klasik dari orang tua yang satu ini.

2. Pencernaan bekerja terlalu keras

Hampir sama dengan kasus tersedak, kalau Anda mengonsumsi cepat-cepat, biasanya makanan belum dilumatkan sampai halus di mulut Anda. Anda pun akan menelan makanan yang masih keras.

Akibatnya, usus harus bekerja jauh lebih keras untuk melumatkan dan mencerna makanan. Jika organ pencernaan bekerja terlalu keras, usus kesulitan untuk membersihkan diri dan meregenerasi sel-sel yang membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Karena itu, besar kemungkinan makanan tidak tercerna dan terserap tubuh dengan maksimal sehingga meninggalkan sisa-sisa zat dan racun dalam tubuh Anda.

3. Makan terlalu banyak

Tubuh Anda sebenarnya memiliki sistem sendiri untuk mengingatkan bahwa Anda sudah cukup asupan. Sistem saraf dan hormon yang bekerja dalam saluran pencernaan Anda akan mengirimkan sinyal pada otak bahwa Anda sudah kenyang.

Meski demikian, jika Anda mengonsumsi makanan cepat-cepat, otak belum sempat menerima peringatan dari saluran pencernaan bahwa Anda sudah kenyang. Akibatnya, meskipun Anda sudah cukup asupan, Anda belum merasa kenyang juga.

Inilah yang menyebabkan Anda jadi mengonsumsi makanan terlalu banyak. Kebanyakan makan akan membuat perut terasa begah atau sakit. Selain itu, berat badan pun lebih cepat naik.

4. Meningkatkan kadar kalori

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of the American Dietetic Association mengungkap bahwa mereka yang makan cepat-cepat cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dibanding mereka yang makan pelan-pelan.

Dalam studi tersebut, mereka yang mengonsumsi makanan cepat-cepat melaporkan bahwa tingkat kepuasan mereka tidak setinggi ketika mereka mencoba untuk makan pelan-pelan.

Maka, Anda yang sedang ingin mengurangi kadar kalori atau mengurangi berat badan sebaiknya mulai makan lebih lambat dari biasanya.

Tips menghindari makan cepat-cepat

Beberapa orang sudah terbiasa untuk mengonsumsi makanan dengan cepat. Maka, mengubah kebiasaan ini bukan hal yang gampang.

Meskipun sulit, Anda tetap harus mulai melatih diri untuk melakukannya lebih lambat guna menghindari berbagai bahaya di atas. Ikuti tips di bawah ini supaya Anda bisa berlatih mengonsumsi makanan pelan-pelan dengan mudah.

  • Bila Anda biasanya memasukkan sesendok besar makanan ke mulut, kurangi jumlah makanan di sendok hingga setengahnya.
  • Setelah Anda menyendokkan makanan ke mulut, letakkan kembali sendok, garpu, dan pisau di meja. Pastikan bahwa selama mengunyah, Anda tidak memegang sendok untuk menyiapkan suapan berikutnya.
  • Kunyah makanan Anda sampai lumat sepenuhnya, biasanya Anda harus mengunyah 5 – 10 kali untuk makanan lembut dan 20 – 30 kali untuk makanan padat dan keras.
  • Kalau sudah mengunyah sampai lumat, telan makanan sampai habis dan jangan menyuapkan makanan lagi sampai sisa makanan di mulut sudah tertelan bersih.
  • Setelah semua sisa makanan di mulut tertelan, barulah Anda bisa menyiapkan suapan berikutnya di sendok atau garpu makan Anda.
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Learn How to Slow Down Your Eating for Health. https://www.verywell.com/learn-how-to-slow-down-your-eating-for-your-health-2224301 Diakses pada 11 November 2016.

Slow Down, You Eat Too Fast. http://www.webmd.com/diet/obesity/features/slow-down-you-eat-too-fast#1 Diakses pada 11 November 2016.

Risks of Eating Too Quickly. http://www.nytimes.com/2013/05/07/science/risks-of-eating-too-quickly.html Diakses pada 11 November 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 2 hari lalu
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x