home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Perut Begah, Plus Cara Mengobati dan Mencegahnya

5 Penyebab Perut Begah, Plus Cara Mengobati dan Mencegahnya

Perut yang terasa penuh dan begah pasti membuat beraktivitas jadi tidak nyaman. Beberapa orang mungkin juga bisa sampai merasa kesakitan akibatnya. Simak penyebab, cara mengatasi, dan cara mencegah perut begah selengkapnya berikut ini.

Apa itu perut begah?

Perut begah adalah sensasi yang umum dialami banyak orang untuk menggambarkan kondisi perut yang terasa penuh, padat, kencang, dan sesak. Beberapa orang mungkin menggambarkan sensasi begah dibarengi dengan rasa perih.

Sensasi begah sebetulnya tidak sama dengan perut kembung akibat retensi air, misalnya setelah kebanyakan minum. Begah umumnya muncul akibat terlalu banyak gas atau sisa makanan yang terperangkap di dalam perut.

Perut pada dasarnya memang mengandung gas dan tidak menyebabkan masalah. Namun bila jumlah gasnya berlebihan, perut akan terasa tidak nyaman dan terlihat lebih besar. Hal ini biasanya disebabkan gangguan tertentu pada sistem pencernaan.

Apa penyebab perut terasa begah?

Begah biasanya disebabkan oleh kebanyakan makan, intoleransi makanan tertentu, atau gangguan pada pergerakan otot-otot sistem pencernaan. Kadang, sensasi ini bisa menjadi pertanda kondisi medis yang serius.

Umumnya, perut yang terasa kencang, keras, dan padat dapat disebabkan beberapa hal di bawah ini.

1. Menelan banyak udara

Perut dapat terasa begah akibat tubuh yang menelan banyak udara. Misalnya saat Anda makan cepat-cepat, makan sambil mengobrol, atau mengunyah permen karet.

Perut memang mengandung gas sendiri yang dihasilkan oleh organ usus. Ini normal asalkan jumlah gasnya tidak banyak. Meski demikian, semakin banyak gas yang terperangkap di dalam, perut lama-lama akan terasa semakin padat dan kembung.

Selain itu, Anda atau orang-orang yang sudah tua juga lebih mungkin menelan lebih banyak udara jika memakai gigi palsu.

2. Kembung karena makan makanan tertentu

Perut juga bisa terasa penuh dan kencang setelah Anda makan makanan yang sulit dicerna. Beberapa contohnya yaitu kembang kol, brokoli, dan kacang-kacangan yang mengandung karbohidrat kompleks sehingga lebih lama diolah oleh usus.

Selama makanan tersebut mengendap dalam perut, bakteri di usus akan menghasilkan gas hidrogen dan karbon dioksida pemicu kembung.

Selain itu, makan makanan berlemak dalam porsi banyak dapat membuat begah. Sebab, perut Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah lemak daripada jenis makanan lainnya.

Mengonsumsi susu, keju, atau es krim yang terbuat dari susu hewani juga dapat menyebabkan kembung. Ini disebut sebagai intoleransi laktosa, ketika tubuh kekurangan enzim (laktase) yang diperlukan untuk mencerna gula susu (laktosa).

Minum minuman berkarbonasi seperti soda atau bir pun dapat membuat perut terasa bergas dan kencang.

3. Pertumbuhan bakteri

Penyebab lainnya yakni karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan dalam usus kecil. Namun, kondisi ini bukan seperti infeksi pada umumnya.

Bakteri yang berlebihan akan meningkatkan produksi gas dalam usus sehingga menyebabkan perut jadi begah.

4. Sedang menstruasi

Wanita umum merasa perutnya kencang dan padat dalam beberapa hari menjelang haid dan selama mens masih berlangsung.

Gejala PMS ini terjadi akibat perubahan kadar hormon seks progesteron dan estrogen. Sekitar seminggu sebelum menstruasi, kadar hormon progesteron turun untuk memicu rahim meluruhkan sel telurnya agar bisa terjadi perdarahan.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan kadar progesteron dan estrogen menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air dan garam. Sel-sel tubuh menjadi bengkak dengan air, sehingga menyebabkan perasaan begah dan kembung.

5. Penyebab lainnya

Dalam kebanyakan kasus, perut yang terasa begah juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi penyakit yang mendasarinya. Daftarnya di bawah ini.

  • Irritable bowel syndrome (IBS): kombinasi gejala gangguan pencernaan (kembung, kram, sakit perut, diare, atau sembelit) yang berlangsung lama.
  • Penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease: peradangan pada lapisan saluran pencernaan. Contohnya termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
  • Penyakit celiac: penyakit autoimun yang menyerang bagian usus kecil. Gejala penyakit ini yang sering muncul yaitu sembelit, ditandai dengan perut yang terasa padat, keras, dan penuh.
  • Sembelit alias susah BAB: feses yang tidak bisa keluar dapat perut Anda akan terasa keras dan penuh.
  • Gastroparesis: gangguan pencernaan yang ditandai dengan gerakan makanan yang lambat saat berpindah dari usus kecil ke usus besar. Akibatnya, makanan tersebut menghasilkan gas yang memicu perut kembung.
  • Kanker pada pencernaan, seperti kanker usus besar, lambung, dan pankreas. Kanker ovarium juga dapat menimbulkan gejala kembung.

Apa saja tanda dan gejala perut begah?

Selain membuat perut terasa padat, penuh, dan kadang sakit, begah juga dapat disertai beberapa gejala di bawah ini.

1. Sering sendawa

Sering sendawa termasuk ciri khas perut yang sedang kembung atau begah. Sendawa yakni proses normal ketika tubuh mengeluarkan udara yang menumpuk di dalam perut. Beberapa orang bahkan bisa sendawa hingga 20 kali sehari karena perut bergas.

2. Perut membesar

Sensasi penuh dan padat dari dalam dapat membuat perut tampak buncit membesar dan terasa keras. Hal ini disebabkan karena gas dan sisa makanan yang menumpuk di dalam perut.

3. Kentut

Perut begah karena terisi gas juga dapat membuat kita buang-buang angin alias kentut. Seperti sendawa, kentut merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan gas dari dalam perut lewat anus atau dubur.

Angin yang keluar saat kentut umumnya merupakan kombinasi antara gas yang dihasilkan oleh sisa makanan yang tidak tercerna.

4. Sakit dan kram perut

Gas yang menumpuk di bagian kanan atas usus besar dapat menyebabkan sakit perut atau kram pada perut. Sementara jika gas justru menumpuk di bagian kiri atas usus besar, rasa sakit atau kramnya dapat menjalar ke dada.

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Bagaimana cara dokter mendiagnosis perut begah?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyebab perut begah Anda. Dokter biasanya akan lebih dulu menanyakan riwayat kesehatan Anda selama ini.

Selain itu, Anda akan ditanyai seputar makanan atau minuman apa saja yang baru-baru ini dikonsumsi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

Selama pemeriksaan fisik, dokter mungkin menyentuh atau menekan pelan perut untuk merasakan ada sesuatu yang abnormal. Dokter juga dapat mendengarkan suara perut dengan stetoskop untuk mengecek seberapa baik fungsi saluran pencernaan Anda.

Tergantung pada hasil pemeriksaannya, dokter akan lanjut memeriksa tanda dan gejala lain seperti penurunan berat badan atau ada tidaknya darah dalam feses. Dokter kemudian dapat menyarankan beberapa tes tambahan lain untuk memastikan kondisi Anda.

Bagaimana cara mengobati perut begah?

Perut yang terasa kencang dan padat kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa aktivitas harian Anda. Sebagai langkah pertama, dokter biasanya akan menyarankan beberapa cara di bawah ini.

1. Beraktivitas ringan

Aktivitas fisik ringan seperti 30 menit jalan kaki pada pagi atau sore hari, dapat membantu melancarkan gerak usus.

Ketika usus berfungsi lancar untuk memindahkan makanan, gas yang terperangkap di dalam perut akan lebih teratur keluar lewat kentut. Usus yang bekerja normal juga dapat melancarkan frekuensi buang air besar sehingga Anda terhindar dari sembelit.

Berlatih yoga juga dapat menjadi cara yang baik untuk mengobati perut begah. Yoga merangsang otot-otot perut bekerja lebih maksimal untuk melepaskan gas berlebih. Dengan rutin beryoga, Anda dapat mengurangi rasa begah dan kembung.

3. Minum teh peppermint

Teh mint hangat diyakini dapat menjadi cara mengatasi perut begah dan kembung. Peppermint bekerja mengendurkan otot-otot usus, sehingga memungkinkan gas dan feses bergerak keluar ke anus lebih lancar.

4. Makan makanan berserat

Perut yang terasa begah dan kembung sering disebabkan karena kurang makan makanan berserat. Padahal, serat bermanfaat untuk melancarkan kerja sistem pencernaan saat mengolah makanan dan melunakkan feses agar tidak sulit dikeluarkan.

Untuk itu, cobalah perbanyak makanan berserat seperti buah pepaya, biji-bijian, dan juga makanan dari gandum utuh seperti roti atau pasta gandum.

5. Berendam air hangat

Berendam di dalam air hangat dapat menghilangkan sensasi perut yang terasa kencang dan penuh.

Ini karena berendam membantu mengurangi stres tubuh dan pikiran. Saat stres, umumnya saluran pencernaan Anda jadi tidak berfungsi dengan baik sehingga proses pengeluaran gas dari dalam tubuh jadi terganggu.

6. Obat

Jika setelah mencoba berbagai cara di atas perut Anda masih terasa begah dan tidak nyaman, dokter akan meresepkan obat berdasarkan kondisi yang mendasari. Di bawah ini berbagai obat perut begah yang biasa digunakan.

Obat antispasmodik

Obat ini berfungsi mengendurkan otot-otot usus dan saluran pencernaan. Contohnya termasuk obat dicyclomine dan hyoscyamine.

Rifaximin

Rifaximin yaitu obat antibiotik untuk digunakan dalam jangka waktu pendek. Obat ini akan diresepkan apabila penyebab begahnya adalah pertumbuhan bakteri berlebih dalam usus.

Obat rifaximin juga umum digunakan untuk mengurangi kembung pada pengidap IBS yang tidak mengalami sembelit.

Prokinetik

Prokinetik yaitu obat pereda kembung yang bekerja mempercepat gerak makanan di sepanjang saluran pencernaan.

Obat ini harus didapat dengan resep dokter. Dokter akan meresepkan aturan dosis, frekuensi minum, dan durasi pengobatannya sesuai dengan berat badan dan kondisi kesehatan Anda saat ini.

Bagaimana cara mencegah perut begah?

Berulang kali mengalami perut begah tentu merepotkan. Anda mungkin jadi tidak merasa nyaman beraktivitas jika perut terus terasa padat dan kencang. Untuk mencegah terulang pada kemudian hari, Anda bisa mencoba beberapa cara di bawah ini.

1. Hindari makanan yang bisa menyebabkan begah

Ada beberapa makanan yang disinyalir dapat membuat perut begah.

Namun jika Anda ingin mencari tahu lebih jauh makanan mana yang membuat Anda sering begah, sebaiknya konsultasi ke dokter. Dokter akan melakukan tes untuk membantu menentukan makanan apa yang harus Anda hindari.

Selain itu, mungkin ada baiknya juga menghindari makan permen karet terlalu sering. Pasalnya, mengunyah permen karet dapat membuat Anda menelan udara lebih banyak.

2. Jangan makan terlalu cepat

Makan terburu-buru dapat membuat Anda menelan lebih banyak udara dari luar. Alhasil, perut jadi mudah kembung dan Anda akan merasa ingin sendawa terus.

Maka itu, biasakanlah untuk mengunyah makanan pelan-pelan sampai benar-benar lumat baru ditelan. Membiasakan cara makan seperti ini dapat membantu memperlancar kerja usus mengolah makanan.

Pasalnya, makanan yang masih kasar karena tidak dikunyah dengan baik akan membuat organ pencernaan kesulitan mengolahnya. Akhirnya makanan tersebut akan mengendap lebih lama di usus dan menghasilkan gas berlebih.

3. Jangan kebanyakan minum minuman bersoda

Terlalu sering dan banyak minum soda dapat menyebabkan gas dan udara terperangkap di dalam sistem pencernaan Anda.

Sebaiknya, mulai ganti soda favorit Anda dengan minum air putih biasa. Jika tidak suka dengan rasa tawarnya, buat versi infused water dengan menambahkan irisan jeruk lemon atau mentimun.

4. Minum air yang cukup

Cukup minum air putih membantu melancarkan sistem pencernaan sehingga terhindar dari sensasi begah yang biasa diakibatkan sembelit. Sembelit terjadi akibat feses menumpuk di usus dan tidak bisa keluar dengan lancar.

Hal tersebut membuat perut Anda akan terasa penuh dan padat. Biasakan untuk minum minimal 8 gelas air putih dalam sehari.

5. Jangan makan garam terlalu banyak

Makan makanan asin yang mengandung garam dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh. Tubuh yang menyimpan cadangan air terlalu banyak berisiko membuat perut terasa kembung dan begah.

Selain bikin kembung, makan makanan asin terlalu banyak juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan serius, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Batasi porsi garam dalam makanan Anda maksimal hanya 1 sendok teh (sdt) per hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

11 proven ways to reduce bloating https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-ways-to-reduce-bloating#section11 diakses pada 23 Agustus 2019.

Seriously bloating warning signs https://www.everydayhealth.com/columns/health-answers/seriously-bloated-warning-signs-you-shouldnt-ignore/ diakses pada 23 Agustus 2019.

Period and bloating  https://www.medicalnewstoday.com/articles/319579.php diakses pada 23 Agustus 2019.

Bloating reasons https://www.webmd.com/digestive-disorders/ss/slideshow-bloating-reasons diakses pada 23 Agustus 2019.

What causes the belly bloat https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/whats-causing-that-belly-bloat diakses pada 23 Agustus 2019.

Belching, bloating and flatulence https://gi.org/topics/belching-bloating-and-flatulence/ diakses pada 23 Agustus 2019.

Gas pain https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/diagnosis-treatment/drc-20372714 diakses pada 23 Agustus 2019.

Stomach bloating https://www.webmd.com/digestive-disorders/features/bloated-bloating#1 diakses pada 23 Agustus 2019.

18 ways to reduce bloating https://www.medicalnewstoday.com/articles/322525.php diakses pada 23 Agustus 2019.

Abdominal swelling and bloating https://www.verywellhealth.com/abdominal-swelling-and-bloating-514429 diakses pada 23 Agustus 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 20/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x