backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

7 Pilihan Obat Medis untuk Mengatasi Perut Begah

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 28/10/2021

7 Pilihan Obat Medis untuk Mengatasi Perut Begah

Perut bisa terasa begah saat kekenyangan sehabis makan banyak atau menelan terlalu banyak udara. Pada kasus tertentu, kondisi ini juga bisa menandakan gangguan pencernaan, seperti sembelit. Lantas, obat apa yang bisa Anda minum untuk perut begah?

Obat bebas untuk meredakan perut begah

ilustrasi cara mengatasi perut kembung

Bagi kebanyakan orang, obat-obatan sebetulnya tidak perlu menjadi opsi pertama untuk mengatasi perut begah. Anda dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada perut dengan banyak minum air dan melakukan aktivitas fisik ringan.

Namun, bagi yang lain, rasa begah bisa begitu menyiksa hingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Apalagi jika rasa begah disebabkan oleh gangguan pencernaan kronis seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.

Apabila cara alami tidak cukup untuk meredakan keluhan Anda, di bawah ini beberapa jenis obat yang dapat Anda gunakan.

1. Bismuth subsalisilat 

Bismuth subsalisilat yaitu obat untuk mengatasi perut begah akibat irritable bowel syndrome (IBS) dan diare. Selain itu, bismuth subsalisilat juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di lambung dan usus.

Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah gas hidrogen sulfida yang diproduksi bakteri usus agar tidak makin menumpuk dalam perut. Kendati efektif, obat ini punya efek samping seperti sakit perut, perubahan warna feses, dan susah tidur.

2. Alfa galaktosidase

Alpha-D galactosidase merupakan obat untuk mengatasi perut begah akibat makanan tertentu. Beberapa makanan yang mengandung jenis karbohidrat kompleks, seperti brokoli dan kacang-kacangan, dapat menghasilkan gas berlebih di dalam usus.

Obat ini mengandung enzim alami yang cara kerjanya sama seperti enzim pencernaan manusia. Ia akan memecah pati dan serat (karbohidrat kompleks) menjadi karbohidrat sederhana (glukosa) yang lebih mudah dicerna.

Di dalam usus halus, bentuk karbohidrat yang sederhana ini lebih mudah untuk diolah sampai waktunya mencapai organ usus besar. Dengan begitu, produksi gas dari pencernaan makanan tersebut menjadi lebih terkendali.

3. Simethicone

Simethicone merupakan obat yang paling sering dipakai di Indonesia untuk mengatasi begah dan perut kembung. Obat ini bekerja dengan memerangkap gelembung gas dalam organ cerna sehingga nantinya lebih mudah dikeluarkan melalui kentut.

Sebelum minum simethicone, baca cara pakai dan takaran dosisnya dengan teliti. Jika Anda diberikan versi kapsul, telan seluruh obat dengan air. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau membuka isi kapsul karena akan membuat obat jadi tidak efektif.

Minumlah simethicone setelah makan dan sebelum tidur, atau seperti yang dianjurkan oleh dokter. Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dulu untuk mendapatkan instruksi yang lebih jelas.

4. Suplemen probiotik

Selain obat, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen probiotik untuk mengatasi perut begah. Namun, suplemen biasanya dikhususkan untuk mengatasi perut begah akibat pertumbuhan bakteri berlebih dalam usus (bukan infeksi bakteri).

Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan usus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri usus dan memperbaiki kerja usus yang terhambat

Suplemen probiotik untuk perut begah umumnya mengandung bakteri Bifidobacterium dan Lactobacillus. Tidak hanya suplemen, Anda bisa mendapatkan bakteri baik ini dari kefir, tempe, yogurt, serta produk-produk fermentasi lainnya. 

5. Prokinetik

Obat prokinetik dapat meredakan perut begah dan kembung akibat aliran balik asam lambung ke kerongkongan (refluks asam lambung). Refluks terjadi saat katup bernama otot sfingter membatasi kerongkongan dan lambung sehingga menjadi lemah.

Akibatnya, asam lambung mengalir naik dan menyebabkan rasa panas, kembung, serta begah pada perut. Obat prokinetik membantu mencegah refluks dengan memperkuat otot sfingter esofagus bagian bawah sekaligus memicu pengosongan lambung.

6. Antispasmodik

Obat antispasmodik seperti dicyclomine dan hyoscyamine bekerja dengan meredakan kram perut yang disebabkan oleh IBS. Obat antispasmodik juga terbukti cukup efektif mengendurkan otot usus untuk meringankan gejala perut begah setelah makan.

Akan tetapi, obat perut begah yang satu ini bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti pusing, mulut kering, dan juga sembelit. Untuk mencegah sembelit akibat minum obat ini, ada baiknya Anda tetap minum air yang cukup dan juga olahraga.

 7. Antibiotik

Infeksi Helicobacter pylori pada lambung bisa menyebabkan tukak lambung. Salah satu gejalanya yakni perut yang terasa kembung dan begah. Untuk mengatasi penyakit ini, dokter biasanya memberikan antibiotik seperti rifaximin.

Selain itu, suatu penelitian dalam Journal of Neurogastroenterol Motil juga menunjukkan bahwa rifaximin bisa mengatasi perut begah pada penderita IBS. Hanya saja, penelitian ini baru diuji pada kondisi IBS tanpa sembelit.

Risiko efek samping dari obat ini diperkirakan rendah. Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan minum antibiotik tanpa anjuran dari dokter. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan bakteri kebal obat (resisten).

Kapan Anda harus ke dokter?

santan untuk ibu hamil

Anda tidak harus langsung meminum obat untuk mengatasi perut yang begah, sebab kondisi ini biasanya dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jangan abaikan gejala yang terus bertahan atau bahkan memburuk setelah Anda minum obat.

Waspadalah pula bila Anda mengalami perut begah disertai kondisi di bawah ini.

  • Rasa begah berubah menjadi rasa sakit.
  • Pola buang air besar Anda jadi berubah, termasuk kondisi fesesnya.
  • Nafsu makan berkurang drastis.
  • Berat badan Anda turun tanpa sebab yang jelas.
  • Badan terasa makin lemas dan lesu.

Ada beragam faktor penyebab perut begah, seperti kebiasaan makan dan kondisi medis tertentu. Obat-obatan bisa jadi pilihan yang lebih baik dan efektif untuk mengatasi kondisi ini, tapi pastikan Anda sudah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 28/10/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan