home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Habis Makan Ngantuk, Apa Alasannya?

Habis Makan Ngantuk, Apa Alasannya?

Setiap makanan yang Anda makan akan diubah oleh tubuh menjadi energi agar Anda bisa terus beraktivitas. Akan tetapi, banyak orang yang justru merasa ngantuk habis makan. Kenapa bisa begitu, ya?

Kenapa habis makan ngantuk?

Pada umumnya begitu makanan sampai ke lambung, sistem pencernaan Anda akan menyerap zat gizinya untuk kemudian dibagi-bagikan ke bagian tubuh yang membutuhkan.

Sebagian besar zat tersebut akan diubah menjadi energi yang dipakai oleh otot sekujur tubuh untuk terus bergerak.

Sementara sisanya akan membantu tubuh memproduksi dan mengatur berbagai hormon, seperti kolesistokinin dan glukagon yang memicu rasa kenyang sekaligus menaikkan gula darah, serta serotonin dan melatonin yang merangsang rasa kantuk.

Kombinasi dari berbagai hormon ini tak hanya Anda merasa ngantuk habis makan, tapi juga membuat tubuh lemas dan capek.

Biasanya, rasa kantuk akan menghampiri setelah Anda makan makanan yang tinggi karbohidrat dan triptofan. Contohnya nasi, kentang, pasta, roti-rotian, susu, dan pisang.

Dalam kamus populer, sensasi ngantuk setelah makan disebut dengan istilah food coma. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut postprandial somnolen. Respons tubuh ini sangat wajar dan terjadi pada hampir setiap manusia. Apalagi jika Anda baru saja makan kekenyangan.

Meski demikian, rasa ngantuk dan kecapekan habis makan juga bisa diakibatkan oleh masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes dan penyakit celiac.

Apa saja gejalanya?

Selain lesu, ada beberapa gejala lain yang bisa terjadi, seperti sebagai berikut.

Bagaimana cara mengatasi ngantuk habis makan?

Bila Anda mulai merasa rasa ngantuk setelah makan, segeralah bangkit untuk lakukan peregangan atau berjalan kaki sekitar 15 menit. Ini bertujuan untuk menurunkan gula darah dan hormon-hormon pemicu ngantuk.

Jika perut bermasalah, Anda bisa minum teh jahe atau teh peppermint hangat untuk meredakan gejalanya.

Bagaimana menghindari ngantuk setelah makan?

Jika tidak ingin mengantuk dan kecapekan setelah makan, hindari terlalu banyak makan. Tips berikut juga bisa Anda lakukan untuk membuat rasa kantuk batal menghampiri:

  • Mengunyah makanan pelan-pelan untuk membantu proses pencernaan.
  • Jangan melewatkan makan, sehingga membuat nafsu makan selanjutnya menjadi lebih besar. Pastikan jarak waktu makan sekitar 3 sampai 4 jam.
  • Minum air sebelum makan
  • Pilihan makanan juga perlu dipertimbangkan. Dilansir dari Women’s Health Magazine, makanan yang bisa dikonsumsi adalah makanan tinggi protein, rendah karbohidrat, dan rendah lemak.
  • Setelah makan, segeralah bangkit untuk lakukan aktivitas fisik ringan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Beat a Food Coma? https://www.womenshealthmag.com/food/food-coma. Diakses pada 19 Desember 2017.

What Causes Food Coma and What is its Cure? https://www.epainassist.com/articles/what-causes-food-coma-and-what-is-its-cure. Diakses pada 19 Desember 2017.

What Is a Food Coma? https://www.verywell.com/what-is-a-food-coma-4146427. Diakses pada 19 Desember 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 28/01/2021
x