Bagaimana Cara Membersihkan Usus dengan Metode Cuci Usus?

Bagaimana Cara Membersihkan Usus dengan Metode Cuci Usus?

Metode cuci usus disebut-sebut dapat membawa manfaat bagi kesehatan pencernaan dan membantu menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa prosedurnya? Lalu, apakah efektif?

Apa itu cuci usus?

fungsi usus besar

Cuci usus adalah suatu cara membersihkan usus dari berbagai kotoran yang menempel.

Bagian usus yang dimaksud dalam metode ini yaitu usus besar, tempat akhir sisa pencernaan makanan sebelum diolah menjadi feses.

Sebagai tempat berdiamnya kotoran sebelum dikeluarkan oleh tubuh, wajar bila usus besar menjadi salah satu tempat yang paling banyak dipenuhi zat beracun atau zat sisa yang tidak lagi berguna bagi tubuh.

Detox usus dimaksudkan untuk membuang sisa kotoran yang terdapat di dalam usus besar.

Ada dua cara untuk membersihkan usus besar, yaitu dengan menggunakan produk detox usus dan hidroterapi kolon.

Berikut perbedaaan dua metode membersihan usus besar (cuci usus).

1. Menggunakan produk detox usus

Saat ini sudah banyak produk yang dirancang untuk mengeluarkan kotoran dan zat beracun dari usus besar.

Produk-produk tersebut pada dasarnya ialah obat pencahar berbentuk pil atau bubuk, atau suplemen untuk melancarkan buang air besar.

Selain pencahar, Anda mungkin juga akan menjumpai produk berbentuk teh herbal atau enema.

Enema merupakan teknik memasukkan cairan atau gas ke dalam anus untuk mengeluarkan kotoran.

2. Hidroterapi kolon

Selain menggunakan obat dan herbal, cara lain untuk membersihkan usus yang kotor adalah dengan hidroterapi kolon (usus besar).

Teknik ini tidak bisa dilakukan sendiri dan Anda akan membutuhkan bantuan tenaga medis.

Hidroterapi kolon dilakukan dengan memasukkan selang ke dalam usus besar melalui anus.

Selang ini akan mengalirkan air ke dalam saluran pencernaan Anda. Tujuannya untuk membilas kotoran dan membuat feses lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan.

Apakah semua orang perlu melakukannya?

fungsi usus halus

Kotoran yang terkumpul di dalam usus besar bisa berasal dari mana saja. Tubuh pun sebenarnya memiliki kemampuan untuk membuang zat-zat beracun.

Namun, terkadang proses ini tidak berjalan hingga tuntas sehingga timbul masalah kesehatan seperti perut begah atau kembung, kelelahan, sembelit, dan kenaikan berat badan.

Detox usus secara umum memang tidak berisiko besar. Namun, ada sebagian orang dengan kondisi tertentu tidak disarankan melakukan ini.

Contohnya ialah orang yang memiliki gangguan keseimbangan cairan seperti penderita penyakit ginjal dan jantung.

Metode ini juga tidak dianjurkan bagi orang-orang dengan penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan divertikulitis (radang kantong usus besar).

Pasalnya, detox usus bisa memperparah diare yang merupakan keluhan utama dari ketiga penyakit tersebut.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga tidak disarankan untuk melakukan teknik ini.

Oleh sebab itu, Anda betul-betul perlu berdiskusi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda sebelum memutuskan untuk melakukan cuci usus.

Apakah detox usus bermanfaat bagi kesehatan?

berat badan naik di kantor

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mutlak membuktikan bahwa cuci usus dapat meningkatkan kondisi kesehatan secara umum.

Belum banyak pula riset yang menyatakan seberapa efektif metode ini dalam menyingkirkan zat beracun.

Itu sebabnya para ahli dalam bidang kedokteran tidak menganggap detox sebagai cara membersihkan usus yang efektif.

Sebaliknya, kegiatan mengeluarkan kotoran ini bisa berpotensi membahayakan, terutama hidroterapi kolon.

Terkait manfaat detox usus untuk menurunkan berat badan, hal ini ternyata juga belum terbukti.

Berat badan Anda memang bisa naik bila zat sisa dan kotoran menumpuk di dalam usus. Bahkan, ada sekitar 2.5 kg ‘sampah’ sisa makanan di dalam usus Anda.

Membersihkan usus dengan cara detox memang bisa menurunkan beberapa kilogram berat badan Anda.

Akan tetapi, hal ini hanya bersifat sementara akibat kondisi dehidrasi dan terkurasnya feses, bukan terbakarnya lemak.

Apa saja efek sampingnya?

bab menurunkan berat badan

Sampai kini belum diketahui apakah membersihkan usus dengan cara detox memiliki efek samping yang merugikan.

Akan tetapi, beberapa literatur kedokteran menyebutkan bahwa teknik cuci usus dengan obat pencahar berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Konsumsi obat pencahar juga dapat menimbulkan efek samping berupa diare.

Diare dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti gangguan elektrolit. Ini karena tubuh kehilangan banyak cairan saat mengalami diare.

Hilangnya mineral elektrolit seperti natrium bisa menimbulkan perasaan seperti tubuh melayang.

Kekurangan kalium akibat diare juga dapat menyebabkan kram pada kaki atau perubahan irama jantung menjadi tak beraturan.

Bahkan, ada pula sebuah laporan yang menyebutkan kaitan antara obat dan teh herbal untuk cuci usus dengan keracunan hati dan anemia aplastik.

Anemia aplastik yaitu kondisi ketika sumsum tulang tidak membentuk sel darah merah yang cukup.

Apakah cuci usus berdampak pada bakteri baik?

bakteri usus multiple sclerosis

Miliaran bakteri hidup di dalam usus besar Anda, termasuk bakteri baik. Pengurangan atau perubahan populasi bakteri usus justru dapat meningkatkan risiko infeksi.

Detox usus pada dasarnya tidak akan membasmi seluruh bakteri jahat. Sampai kini, belum diketahui apakah cuci usus dapat mengganggu keseimbangan jumlah bakteri usus.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tubuh punya cara sendiri untuk membuang kotoran dan zat yang tidak diperlukan.

Itu sebabnya hidroterapi kolon dan konsumsi obat pencahar tidak diperlukan bagi orang dengan pencernaan yang sehat.

Anda bisa tetap menjaga kesehatan pencernaan dengan mengikuti pola hidup sehat. Mulailah dengan memilih makanan yang menyehatkan dan tinggi serat.

Jangan lupa berolahraga secara rutin untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara yang beragam. Anda mungkin juga memiliki laju metabolisme yang berbeda dengan orang lain.

Jika Anda memiliki kekhawatiran akan suatu gejala, konsultasikanlah kepada dokter.

Dokter dapat menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi gangguan pada sistem pencernaan Anda. Dengan begitu, Anda juga akan mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 25/11/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan