home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Cara Membersihkan Usus dengan Metode Cuci Usus?

Bagaimana Cara Membersihkan Usus dengan Metode Cuci Usus?

Istilah ‘cuci usus’ mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang. Cuci usus sebenarnya adalah teknik membersihkan usus dengan cara menghilangkan kotoran dan racun yang tertinggal di dalamnya. Teknik ini juga dikenal sebagai detox usus.

Metode ini disebut-sebut dapat membawa manfaat bagi kesehatan pencernaan dan membantu menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa prosedurnya? Benarkah cuci usus dapat membersihkan usus yang kotor? Simak jawabannya dalam ulasan berikut.

Apa itu cuci usus?

fungsi usus besar

Sesuai namanya, cuci usus merupakan suatu cara membersihkan usus dari berbagai kotoran yang menempel. Bagian usus yang dimaksud dalam metode ini yaitu usus besar, tempat akhir sisa pencernaan makanan sebelum diolah menjadi feses.

Dengan kata lain, usus besar merupakan tempat berdiamnya kotoran sebelum dikeluarkan oleh tubuh. Jadi, wajar bila usus besar menjadi salah satu tempat yang paling banyak dipenuhi zat beracun atau zat sisa yang tidak lagi berguna bagi tubuh.

Detox usus dimaksudkan untuk membuang sisa kotoran yang terdapat di dalam usus besar. Ada dua cara untuk membersihkan usus besar, yaitu dengan menggunakan produk detox usus dan hidroterapi kolon. Berikut perbedaaan keduanya.

1. Menggunakan produk detox usus

Saat ini sudah banyak produk yang dirancang untuk mengeluarkan kotoran dan zat beracun dari usus besar. Produk-produk tersebut pada dasarnya adalah obat pencahar berbentuk pil atau bubuk, atau suplemen untuk melancarkan buang air besar.

Selain pencahar, Anda mungkin juga akan menjumpai produk berbentuk teh herbal atau enema. Enema adalah teknik memasukkan cairan atau gas ke dalam anus untuk mengeluarkan kotoran.

Ini merupakan cara membersihkan usus yang paling sederhana, terutama bagi Anda yang mengalami sembelit. Namun, patut diingat bahwa metode ini bisa menyebabkan diare sehingga tubuh terasa tidak nyaman.

2. Hidroterapi kolon

Selain menggunakan obat dan herbal, cara lain untuk membersihkan usus yang kotor adalah dengan hidroterapi kolon (usus besar). Teknik ini tidak bisa dilakukan sendiri dan Anda akan membutuhkan bantuan tenaga medis.

Hidroterapi kolon dilakukan dengan memasukkan selang ke dalam usus besar melalui anus. Selang ini akan mengalirkan air ke dalam saluran pencernaan Anda. Tujuannya untuk membilas kotoran dan membuat feses lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan.

Apakah semua orang perlu melakukannya?

fungsi usus halus

Kotoran yang terkumpul di dalam usus besar bisa berasal dari mana saja. Kotoran mungkin berasal dari makanan, minuman, gas hasil pencernaan, bahkan dampak dari kebiasaan sehari-hari seperti konsumsi alkohol atau kurangnya aktivitas fisik.

Tubuh sebenarnya memiliki kemampuan untuk membuang zat-zat beracun. Namun, terkadang proses ini tidak berjalan hingga tuntas sehingga timbul masalah kesehatan seperti perut begah atau kembung, kelelahan, sembelit, dan kenaikan berat badan.

Detox usus secara umum memang tidak berisiko besar. Namun, orang yang memiliki gangguan keseimbangan cairan tidak disarankan untuk membersihkan usus dengan cara ini. Salah satu contoh kelompok ini adalah penderita penyakit ginjal dan jantung.

Metode ini juga tidak dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki masalah pencernaan, terutama penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan divertikulitis. Pasalnya, detox usus bisa memperparah diare yang merupakan keluhan utama dari ketiga penyakit tersebut.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga tidak disarankan untuk melakukan teknik ini. Oleh sebab itu, Anda betul-betul perlu berdiskusi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda sebelum memutuskan untuk melakukan cuci usus.

Apakah detox usus bermanfaat bagi kesehatan?

berat badan naik di kantor

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mutlak membuktikan bahwa cuci usus dapat meningkatkan kondisi kesehatan secara umum. Belum banyak pula riset yang menyatakan seberapa efektif metode ini dalam menyingkirkan zat beracun.

Itu sebabnya para ahli dalam bidang kedokteran tidak menganggap detox sebagai cara membersihkan usus yang efektif. Sebaliknya, kegiatan mengeluarkan kotoran ini bisa berpotensi membahayakan, terutama hidroterapi kolon.

Jika Anda mengalami kondisi yang membuat tubuh sulit mengeluarkan zat-zat sisa, misalnya sembelit, sebaiknya berkonsultasilah kepada dokter. Dokter bisa membantu memberikan cara terbaik untuk mengatasi masalah Anda.

Terkait manfaat detox usus untuk menurunkan berat badan, hal ini ternyata juga belum terbukti. Berat badan Anda memang bisa naik bila zat sisa dan kotoran menumpuk di dalam usus. Bahkan, ada sekitar 2.5 kg ‘sampah’ sisa makanan di dalam usus Anda.

Membersihkan usus dengan cara detox memang bisa menurunkan beberapa kilogram berat badan Anda. Akan tetapi, hal ini hanya bersifat sementara akibat dehidrasi dan terkurasnya feses, bukan terbakarnya lemak.

Bobot badan yang hilang tersebut akan kembali setelah Anda makan dan beraktivitas sehari-hari. Jika Anda menginginkan penurunan berat badan yang stabil, caranya tentu dengan mengontrol asupan makan dan berolahraga secara rutin.

Apa saja efek sampingnya?

bab menurunkan berat badan

Sampai kini belum diketahui apakah membersihkan usus dengan cara detox memiliki efek samping yang merugikan. Namun, beberapa literatur kedokteran menyebutkan bahwa teknik cuci usus dengan obat pencahar berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Konsumsi obat pencahar juga dapat menimbulkan efek samping berupa diare. Diare dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti gangguan elektrolit. Ini karena tubuh kehilangan banyak cairan saat mengalami diare.

Hilangnya mineral elektrolit seperti natrium bisa menimbulkan perasaan seperti tubuh melayang. Kekurangan kalium akibat diare juga dapat menyebabkan kram pada kaki atau perubahan irama jantung menjadi tak beraturan.

Bahkan, ada pula sebuah laporan yang menyebutkan kaitan antara obat dan teh herbal untuk cuci usus dengan keracunan hati dan anemia aplastik. Anemia aplastik yaitu kondisi ketika sumsum tulang tidak membentuk sel darah merah yang cukup.

Apakah cuci usus berdampak pada bakteri baik?

bakteri usus multiple sclerosis

Miliaran bakteri hidup di dalam usus besar Anda, termasuk bakteri baik. Jika terjadi pengurangan atau perubahan populasi bakteri usus, hal ini justru dapat meningkatkan risiko infeksi. Detox usus pada dasarnya tidak akan membasmi seluruh bakteri jahat.

Sampai kini, belum diketahui apakah cuci usus dapat mengganggu keseimbangan jumlah bakteri usus. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa cuci usus memang bukan cara alami untuk membersihkan usus yang kotor.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tubuh punya cara sendiri untuk membuang kotoran dan zat yang tidak diperlukan. Itu sebabnya hidroterapi kolon dan konsumsi obat pencahar tidak diperlukan bagi orang dengan pencernaan yang sehat.

Anda bisa tetap menjaga kesehatan pencernaan dengan mengikuti pola hidup sehat. Mulailah dengan memilih makanan yang menyehatkan dan tinggi serat. Jangan lupa berolahraga secara rutin untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara yang beragam. Anda mungkin juga memiliki laju metabolisme yang berbeda dengan orang lain. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan suatu gejala, konsultasikanlah kepada dokter.

Dokter dapat menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi gangguan pada sistem pencernaan Anda. Dengan begitu, Anda juga akan mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Colon cleansing: Is it helpful or harmful? (2020). Retrieved 2 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/colon-cleansing/faq-20058435

4 Things You Should Know About Colon Cleansing. (2020). Retrieved 2 February 2021, from https://health.clevelandclinic.org/colon-cleansing-is-it-safe/

Ask a Doc: Are Colon Cleanses Healthy?. (2019). Retrieved 2 February 2021, from https://www.cedars-sinai.org/blog/colon-cleansing.html

Warning: Colon Cleansing Not Only Useless, but Dangerous. (2011). Retrieved 2 February 2021, from https://fightcolorectalcancer.org/blog/warning_colon_cleansing_not_only_useless_but_dangerous/

Colon cleanse: Health or hype?. (2015). Retrieved 2 February 2021, from https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/FOH-colon-cleansing.h12-1589835.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 08/02/2021
x