8 Makanan untuk Menambah Jumlah Bakteri Baik Dalam Usus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bakteri dikenal sebagai mikroba yang jahat. Namun, Anda jangan salah, ternyata tubuh sendiri membutuhkan bakteri. Ya, terdapat dua jenis bakteri, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Tubuh membutuhkan bakteri baik atau biasa disebut dengan probiotik dalam sistem pencernaan. Probiotik bermanfaat bagi sistem pencernaan Anda karena dapat membantu menjaga kesehatan usus Anda.

Cara kerja bakteri baik dalam usus kita

Bakteri baik dalam tubuh diketahui dapat membawa dampak positif pada tubuh Anda. Bakteri baik bekerja dalam beberapa cara. Pertama, bisa dengan cara menggantikan bakteri baik yang hilang dalam tubuh Anda, terutama setelah Anda mengonsumsi antibiotik. Perlu diketahui bahwa saat Anda mengonsumsi antibiotik, bakteri dalam tubuh Anda (baik bakteri jahat maupun baik) akan terbunuh.

Kedua, yaitu dengan cara menurunkan jumlah bakteri jahat (bakteri yang dapat menyebabkan peradangan dalam sistem pencernaan) sehingga dapat mencegah Anda dari penyakit. Kedua cara ini menghasilkan keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat dalam tubuh Anda. Dengan caranya ini, maka bakteri baik dalam tubuh Anda dapat membantu menjaga kesehatan Anda.

Dua jenis bakteri baik dalam usus

Bakteri baik dalam usus terdapat dalam berbagai jenis dengan berbagai fungsi yang berbeda. Beberapa jenis bakteri baik, yaitu:

Laktobasilus

Laktobasilus merupakan jenis kelompok bakteri baik atau probiotik yang paling umum ditemukan. Anda dapat menemukan bakteri ini dalam yogurt atau makanan lain yang sudah difermentasi. Salah satu jenis laktobasilus dapat membantu Anda saat terkena diare dan juga bermanfaat bagi orang yang mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa atau gula susu.

Bifidobakterium

Anda dapat menemukan jenis kelompok bakteri bifidobakterium dalam produk susu. Kelompok bakteri ini dapat meringankan gejala sindrom iritasi usus dan beberapa gangguan lainnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

Makanan apa yang mengandung bakteri baik?

Probiotik atau bakteri baik secara alami ditemukan dalam tubuh Anda. Selain itu, Anda dapat menambah jumlah bakteri baik dalam tubuh Anda melalui makanan, biasanya ditemukan pada makanan yang telah mengalami proses fermentasi.

Beberapa makanan yang mengandung bakteri baik adalah:

1. Yogurt

Merupakan makanan dengan kandungan probiotik yang sudah diketahui banyak orang, terutama yogurt Yunani (Greek yogurt). Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan jenis bakteri baik untuk membuat yogurt. Kedua bakteri ini dapat mengubah susu pasteurisasi menjadi yogurt selama proses fermentasi. Proses fermentasi ini menjadikan yogurt mempunyai rasa dan tekstur yang khas.

Namun, hati-hati dalam memilih yogurt. Proses pemanasan setelah fermentasi dapat membunuh bakteri baik dalam yogurt. Sebaiknya pilih yogurt yang mengandung setidaknya 100 juta kultur per gram, lihat keterangannya pada kemasan saat memilih yogurt. Selain itu, banyak produk yogurt yang banyak mengandung gula, sirup jagung tinggi fruktosa, dan pemanis buatan yang belum tentu juga mengandung probiotik. Nah, oleh karena itu pintarlah memilih produk yogurt yang dapat memberi manfaat pada tubuh Anda.

2. Kimchi

Kimchi merupakan makanan Korea yang terbuat dari kol yang mengalami proses fermentasi. Proses fermentasi ini dibantu dengan bakteri asam laktat yang terkandung dalam kol itu sendiri. Berdasarkan penelitian, kimchi mengandung probiotik dan bermanfaat sebagai antikanker, antiobesitas, antikonstipasi, meningkatkan kesehatan kolorektal, mengurangi kolesterol, sebagai agen antioksidan dan antipenuaan, meningkatkan kesehatan otak, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan kulit.

3. Sauerkraut

Sama seperti kimchi, sauerkraut adalah makanan Eropa yang juga terbuat dari kol yang telah mengalami proses fermentasi. Proses fermentasi ini juga dibantu oleh bakteri asam laktat. Selain probiotik, sauerkraut juga mengandung serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, natrium, zat besi, dan mangan.

4. Sup miso

Merupakan makanan tradisional Jepang. Makanan ini terbuat dari gandum, kacang kedelai, beras, atau barley yang difermentasi dengan garam dan sejenis jamur yang disebut koji. Miso biasanya mengandung mikroorganisme jamur Aspergillus oryzae atau ragi Saccharomyces rouxii, sebagai agen yang menyebabkan fermentasi. Hasilnya adalah pasta dengan rasa asin.

5. Teh kombucha

Teh kombucha biasanya dikonsumsi oleh penduduk Asia. Ini merupakan minuman teh hitam atau teh hijau yang difermentasi dengan bakteri dan ragi hidup. Karena melalui proses fermentasi, tentu teh kombucha ini mengandung banyak bakteri baik yang dapat meningkatkan kesehatan usus Anda.

6. Acar (pickle)

Acar, seperti mentimun yang difermentasi, mengandung probiotik yang bermanfaat untuk pencernaan Anda. Acar mentimun difermentasi dengan cara direndam dalam larutan garam dan air, kemudian bakteri asam laktat yang secara alami terkandung dalam mentimun akan membantu proses fermentasi dan menghasilkan rasa asam. Sebagian besar acar mengandung probiotik, tetapi acar tertentu yang dibuat dengan menambahkan cuka dan mengalami proses pemanasan mungkin hanya mengandung sedikit probiotik.

7. Keju (soft cheese)

Walaupun semua keju dibuat dengan cara fermentasi, tetapi tidak berarti semua keju mengandung probiotik. Beberapa keju lembut (seperti cheddar dan mozzarella) biasanya mengandung banyak probiotik yang berguna untuk usus Anda. Terutama keju yang terbuat dari susu sapi mentah, susu sapi yang tidak dipasteurisasi, atau susu kambing. Keju lembut ini mempunyai keasaman yang rendah dan cadangan lemak yang besar, sehingga bisa menjaga mikroba tetap tersedia dalam saluran pencernaan Anda.

8. Tempe

Makanan tradisional Indonesia ini ternyata banyak memiliki manfaat. Walaupun mungkin harganya murah, tetapi memiliki kandungan yang kaya, salah satunya adalah kandungan bakteri baiknya. Tempe dibuat dengan cara fermentasi kacang kedelai. Proses fermentasi ini membuat tempe menjadi makanan yang bernilai gizi tinggi. Tempe juga mengandung protein tinggi dan vitamin B12, sehingga tempe bisa menjadi pengganti daging untuk kalangan vegetarian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit