home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Manfaat Garam Himalaya, Benarkah Lebih Sehat dari Garam Biasa?

6 Manfaat Garam Himalaya, Benarkah Lebih Sehat dari Garam Biasa?

Pernahkah Anda mendengar jenis garam lain selain garam dapur yang biasa digunakan untuk memasak? Ya, terdapat berbagai jenis garam, salah satunya adalah garam Himalaya yang disebut-sebut memiliki manfaat kesehatan berlimpah.

Garam Himalaya tidak berwarna putih seperti yang sering Anda lihat, tetapi mempunyai warna merah muda. Simak penjelasan kandungan nutrisi beserta khasiat garam Himalaya untuk kesehatan di sini.

Kandungan nutrisi garam himalaya

Manfaat garam himalaya

Garam Himalaya tidak sembarangan bisa Anda dapatkan karena bukan berasal dari laut seperti garam biasa. Garam ini terkubur selama ribuan tahun di bawah lapisan lava, salju, dan es.

Asal garam Himalaya adalah dari tambang garam terbesar kedua di dunia bernama Khewra Salt Mine yang berada di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan.

Garam Himalaya merupakan salah satu garam paling murni yang ada di dunia. Oleh karena itu, kandungan natrium klorida pada garam ini bisa mencapai 98 persen.

Beberapa mineral lain seperti zat besi, kalium, magnesium, kalsium, dan sulfur juga melengkapi kandungan nutrisi garam Himalaya.

Nah, warna pink atau merah muda yang khas pada garam ini berasal dari kandungan zat besi di dalamnya.

Manfaat garam himalaya untuk kesehatan

garam himalaya mengobati eksim

Kandungan nutrisi pada garam Himalaya menawarkan banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari konsumsi garam Himalaya:

1. Melengkapi kebutuhan mineral

Garam pink ini mengandung banyak sekali mineral yang berbeda-beda, yakni sekitar 80 mineral. Hal ini bisa dilihat dari warna yang dimilikinya.

Sebesar 97% garam Himalaya terdiri dari natrium klorida dan sisanya 3% adalah mineral lain dalam konsentrasi kecil.

Selain kandungan zat besi yang memberikan warna pink, garam ini juga mengandung mineral magnesium, kalsium, kalium, fosfor, klorida, boron, yodium, seng, selenium, tembaga, dan masih banyak lagi.

Mineral-mineral dalam garam Himalaya ini bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

Namun ingat, Anda juga perlu mendapatkan asupan mineral dari makanan lain karena kandungan mineral pada garam Himalaya masih terlalu sedikit untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

2. Mengandung antimikroba

Antimikroba dalam garam selama ini dimanfaatkan untuk mengawetkan makanan. Namun, lebih dari itu, ternyata antimikroba dalam garam Himalaya bermanfaat untuk kesehatan.

Antimikroba yang ada di dalam garam dapat digunakan tubuh untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Asupan natrium tinggi yang diperoleh dari garam dapat meningkatkan respons kekebalan tubuh dan mempercepat masa penyembuhan.

Selain itu, menggunakan garam Himalaya untuk mandi atau dioleskan ke kulit juga dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur di kulit.

Namun, penelitian khasiat garam Himalaya ini masih terbatas dilakukan pada hewan di laboratorium.

Untuk menguji manfaatnya secara lebih pasti pada manusia, masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

3. Mempertahankan hidrasi tubuh

Seperti yang kita tahu, tubuh mengandung garam elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan menjaga hidrasi tubuh.

Itu sebabnya, konsumsi garam Himalaya juga dapat membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan cairan dan hidrasi.

Manfaat garam Himalaya ini juga membantu memperlancar komunikasi sinyal saraf dan fungsi otot-otot tubuh.

Dengan mengonsumsi natrium dalam jumlah yang tepat, artinya Anda sudah membantu mencegah kram otot dan masalah otot lainnya.

4. Menyeimbangkan pH tubuh

Selain membantu menyeimbangkan cairan dalam tubuh, natrium juga membantu menyeimbangkan pH tubuh.

Natrium dapat menetralkan asam dalam tubuh sehingga membantu menyeimbangkan pH tubuh. Oleh karena itu, konsumsi garam Himalaya bisa memberikan khasiat ini.

Dengan menyeimbangkan pH tubuh, Anda turut mencegah menurunnya kekebalan tubuh, hilangnya kepadatan tulang, dan batu ginjal.

Di sisi lain, garam Himalaya juga dapat digunakan sebagai antasida karena bisa menetralkan asam lambung yang berlebihan.

5. Menghilangkan racun dalam tubuh

Tak disangka, berendam dalam air hangat yang ditambahkan garam Himalaya juga dapat membantu tubuh mengeluarkan racun.

Garam ini dapat membantu menarik racun keluar dari kulit dan jaringan lemak.

Berendam dengan garam Himalaya juga membantu melemaskan otot-otot tubuh yang tegang setelah beraktivitas. Hal ini tentu membuat tubuh Anda menjadi lebih segar dan berenergi.

6. Mendukung fungsi organ tubuh

Manfaat lain dari garam Himalaya yaitu meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dari makanan.

Bukan hanya itu itu, garam ini dapat menjaga kesehatan pembuluh darah, kekuatan tulang, fungsi saluran pernapasan, ginjal, dan kantong empedu.

Perbedaan garam Himalaya dengan garam biasa (garam dapur)

manfaat garam himalaya

Tidak seperti garam meja yang biasa Anda pakai untuk memasak, garam Himalaya tidak melalui pemrosesan sehingga tidak ada zat tambahan yang dimasukkan ke dalamnya.

Hal ini membuat garam Himalaya memiliki kandungan mineral alami yang murni.

Selain itu, garam ini mengandung lebih sedikit natrium dibandingkan dengan garam meja sehingga sedikit lebih unggul dari garam dapur yang juga punya manfaat.

Pada seperempat sendok teh, garam meja mengandung 600 mg natrium, sedangkan garam Himalaya mengandung 420 mg natrium.

Hal ini menjadikan bahwa garam Himalaya dapat membantu Anda untuk mengontrol tekanan darah.

Itulah mengapa garam Himalaya baik dikonsumsi oleh orang dengan tekanan darah tinggi, gagal jantung, penyakit ginjal, atau sirosis hati.

Namun, asupan natrium yang berlebihan dari garam Himalaya tentu sama kurang baiknya dengan konsumsi garam dapur yang berlebihan.

American Heart Association merekomendasikan batas konsumsi natrium per hari tidak lebih dari 1500 miligram untuk orang dewasa, terutama yang mempunyai masalah dengan tekanan darah.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

DRAKE, S., & DRAKE, M. (2010). COMPARISON OF SALTY TASTE AND TIME INTENSITY OF SEA AND LAND SALTS FROM AROUND THE WORLD. Journal Of Sensory Studies, 26(1), 25-34. https://doi.org/10.1111/j.1745-459X.2010.00317.x

Ma, Y., He, F., & MacGregor, G. (2015). High Salt Intake. Hypertension, 66(4), 843-849. doi: 10.1161/hypertensionaha.115.05948

Kleinewietfeld, M., Manzel, A., Titze, J., Kvakan, H., Yosef, N., & Linker, R. et al. (2013). Sodium chloride drives autoimmune disease by the induction of pathogenic TH17 cells. Nature, 496(7446), 518-522. doi: 10.1038/nature11868

Leung, A. M., Braverman, L. E., & Pearce, E. N. (2012). History of U.S. iodine fortification and supplementation. Nutrients4(11), 1740–1746. https://doi.org/10.3390/nu4111740

Mayo Clinic. (2021). Sea salt vs. table salt: What’s the difference?. Retrieved 4 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/sea-salt/faq-20058512

AHA. (2021). How much sodium should I eat per day? Retrieved 4 March 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sodium/how-much-sodium-should-i-eat-per-day

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 12/03/2021
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x