home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Minum Jus vs Smoothies, Mana yang Lebih Sehat dan Bernutrisi untuk Tubuh?

Minum Jus vs Smoothies, Mana yang Lebih Sehat dan Bernutrisi untuk Tubuh?

Jus dan smoothie adalah minuman yang bukan hanya menyegarkan, tetapi juga sehat bagi tubuh karena sama-sama terbuat dari buah dan sayuran pilihan. Tidak heran jika banyak orang rutin minum jus atau smoothies sebagai alternatif untuk mencukupi kebutuhan gizi harian mereka. Namun di antara keduanya, mana yang lebih baik untuk tubuh, ya? Minum jus atau minum smoothie? Simak ulasannya di bawah ini.

Antara jus dan smoothie, mana yang lebih rendah kalori?

Jus buah pada umumnya lebih rendah kalori daripada smoothies. Pasalnya, jus biasanya hanya dibuat dengan buah atau sayur (atau kombinasi keduanya), dengan tambahan sedikit gula sebagai pemanis.

Sementara itu, tekstur smoothies lebih padat daripada jus karena biasa ditambahkan pengental seperti yogurt, susu, selai kacang, tahu sutera, madu, chia seed, bubuk protein, hingga es krim. Berbagai bahan tambahan ini pada akhirnya ikut mendongkrak nilai kalori dalam satu gelas smoothies itu. Maka, smoothies sebenarnya kurang cocok untuk dijadikan minuman teman makan besar Anda, karena bisa melipatgandakan terlalu banyak asupan kalori dalam tubuh Anda.

Akan tetapi, jika Anda memasukan terlalu banyak gula ke dalam minumn jus Anda, jus Anda juga bisa menyumbangkan kalori dalam jumlah yang berlebihan, bahkan lebih tinggi dari kalori makan utama Anda.

Mana yang lebih tinggi protein?

Karena bahan dasar utama jus hanyalah buah atau sayuran pilihan Anda, kandungan protein dalam satu gelas jus tentu akan lebih sedikit daripada smoothies. Pasalnya, kandungan protein dalam smoothies datang dari bahan pengentalnya, entah itu susu, yogurt, hingga susu protein.

Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang butuh tambahan protein tinggi, smoothie bisa menjadi pilihan minuman Anda sehari-hari. Namun jika Anda merasa kebutuhan protein Anda sudah tercukupi dengan baik dari makanan, minum jus adalah pilihan yang paling tepat.

Mana yang lebih tinggi serat?

Serat merupakan komponen yang dibutuhkan dalam makanan sehari-hari. Serat berperan untuk memperlancar pencernaan sehingga Anda terhindar dari sembelit, membuat Anda merasa kenyang lebih lama, hingga membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol.

Pada dasarnya, baik jus dan smoothies sama-sama minim kadar seratnya. Ya. Anda tidak akan mendapatkan serat sebanyak yang Anda temui di dalam buah segar jika Anda hanya minum jus atau smoothies saja.

Namun jika harus dibandingkan, smoothie masih memiliki serat yang lebih tinggi serat daripada jus. Campuran smoothie bukan hanya mengandung susu atau yogurt dengan buah, seringnya smoothie juga dicampur dengan oats, atau kacang dan biji-bijian seperti biji chia atau flaxseed (biji rami) sebagai penambah serat.

Mana yang lebih cepat buat kenyang?

Berdasarkan kepadatan isi dan nutrisinya, smoothie lebih bisa membuat Anda cepat kenyang dan tahan lama. Serat dalam smoothie membuat Anda kenyang lebih cepat, dan protein membantu menjaga perut tahan kenyang lebih lama. Sedangkan, efek mengenyangkan dari jus lebih sedikit dibandingkan dengan smoothie.

Kesimpulannya?

Jus dan smoothie dua-duanya baik untuk kesehatan tubuh. Kalau mau pilih yang mana, semua ini tergantung dengan kebutuhan tubuh dan bahan-bahan apa saja yang Anda masukkan ke dalam minuman racikan Anda.

Smoothies bisa menjadi makanan pengganti sarapan Anda yang padat zat gizi dan juga mengenyangkan. Sedangkan, jus bisa menjadi minuman selingan pada waktu makan Anda.

Namun yang perlu dicatat, baik jus dan smoothie sebaiknya tidak lebih diutamakan daripada makan buah/sayuran segar. Ketika Anda minum jus buah atau smoothies, semua zat gizinya akan lebih mudah masuk ke dalam sistem pencernaan sehingga lebih cepat diserap oleh tubuh. Hal ini kemudian tersebut membuat gula darah jadi melonjak naik. Gula darah yang sering naik bisa membuat kadar lemak Anda juga ikut meningkat, yang juga tidak baik untuk kesehatan dalam jangka panjang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

SFGate. Tanpa Tahun. What Are the Advantages of juicing vs Smoothies?. [Online] Tersedia pada: http://healthyeating.sfgate.com/advantages-juicing-vs-smoothies-7552.html (Diakses 13 Febuari 2018)

Sass Cynthia. 2016. Juice or Smoothies: Which One is Healthier?. [Online] Tersedia pada: http://www.health.com/nutrition/juice-vs-smoothie (Diakses 13 Febuari 2018)

U.S News. 2015. Cold Press Juice or Blended SMoothie?. [Online] Tersedia pada: https://health.usnews.com/health-news/blogs/eat-run/2015/04/02/cold-pressed-juice-or-blended-smoothie (Diakses 13 Febuari 2018)

Ansel Karen. 2018. Juice or Smoothie: What’s Healthier?. [Online] Tersedia pada: https://blog.fitbit.com/healthier-juices-smoothies/ (Diakes 13 Feb 2018)

Clark Shwan. 2017. Smoothies vs Juicing- WHich One is Better for Your Health?. [Online] Tersedia pada: https://www.huffingtonpost.com/entry/smoothies-vs-juicing-which-one-is-better-for-your_us_59424cfbe4b04c03fa261830 (Diakses 13 Feb 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x