home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gangguan Elektrolit

Gangguan Elektrolit

Tubuh yang kekurangan atau kelebihan elektrolit dapat menimbulkan gangguan seperti detak jantung yang tidak teratur, diare, kram otot, tubuh lemas, dan kejang.

Ketahui lebih jelasnya mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasi gangguan elektrolit dalam ulasan berikut.

Apa itu gangguan elektrolit?

Gangguan elektrolit adalah kondisi ketika elektrolit dalam tubuh tidak seimbang. Hal ini dapat terjadi akibat tubuh mengandung terlalu banyak atau kekurangan elektrolit yang dibutuhkan.

Elektrolit adalah komponen bermuatan positif dan negatif yang dapat meningkatkan fungsi saraf dan otot, mengoptimalkan aktivitas otak, dan membangun jaringan tubuh yang rusak.

Komponen yang secara alami dijumpai dalam tubuh ini terdiri dari berbagai zat, mulai dari natrium, magnesium, hingga kalium.

Bila dibiarkan, ketidakseimbangan elektrolit bisa menimbulkan komplikasi serius yang membutuhkan perawatan khusus dari dokter.

Seberapa umum kondisi ini?

Gangguan elektrolit merupakan masalah yang kerap dijumpai pada banyak penyakit. Ketidakseimbangan elektrolit ini juga sering dilaporkan terjadi pada lansia dan pasien dengan penyakit kritis.

Orang yang mengalami diabetes mellitus, gagal ginjal akut, atau penyakit kardiovaskular juga berisiko mengalami gangguan ini.

Dibandingkan bayi dan anak-anak, orang dewasa dan lansia lebih rentan mengalami masalah ini.

Tanda-tanda dan gejala gangguan elektrolit

Bila jumlah elektrolit dalam tubuh mengalami ketidakseimbangan, ada beberapa tanda-tanda atau gejala yang mungkin muncul, meliputi:

  • diare,
  • mual,
  • muntah,
  • sakit kepala,
  • lemas,
  • sembelit,
  • kebingungan,
  • detak jantung terasa cepat,
  • mudah marah,
  • kram otot,
  • mati rasa,
  • kesemutan,
  • kram perut,
  • sering buang air kecil, dan
  • kejang.

Kemungkinan ada tanda-tanda atau gejala gangguan elektrolit yang tak disebutkan. Bila Anda khawatir akan sebuah gejala, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus ke dokter?

Bila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, segera hubungi dokter. Pasalnya, gangguan elektrolit yang tidak mendapatkan penanganan tepat bisa menimbulkan masalah serius hingga kematian.

Penyebab gangguan elektrolit

Kadar elektrolit yang tidak seimbang dapat terjadi ketika Anda mengalami dehidrasi atau tubuh mengandung terlalu banyak air.

Ada juga kondisi yang secara langsung menjadi penyebab ketidakseimbangan elektrolit, antara lain:

  • muntah,
  • diare,
  • jarang minum,
  • tidak cukup makan,
  • keringat berlebihan,
  • konsumsi obat-obatan tertentu, seperti pencahar atau diuretik,
  • gangguan makan,
  • penyakit ginjal,
  • gangguan fungsi hati,
  • pengobatan kanker, dan
  • gagal jantung kongestif.

Jenis gangguan elektrolit

Pada dasarnya, penyebab ketidakseimbangan elektrolit dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan komponen elektrolitnya.

Setiap jenis elektrolit terdiri dari komponen aktif yang memiliki fungsi berbeda di dalam tubuh.

Berikut jenis-jenis gangguan elektrolit berdasarkan jenis elektrolitnya.

  • Kalsium: hiperkalsemia dan hipokalsemia.
  • Magnesium: hipermagnesemia dan hipomagnesemia.
  • Klorida: hiperkloremia dan hipokloremia.
  • Kalium: hiperkalemia dan hipokalemia.
  • Natrium: hipernatremia dan hiponatremia.
  • Fosfat: hiperfosfatemia dan hipofosfatemia.

Faktor risiko

Gangguan elektrolit merupakan masalah yang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ada kondisi tertentu yang bisa meningkatkan risiko seseorang terhadap kondisi ini, yaitu:

  • penyalahgunaan alkohol,
  • sirosis,
  • penyakit ginjal,
  • gagal jantung kongestif,
  • gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia,
  • penyakit tiroid,
  • trauma, seperti luka bakar parah atau patah tulang, dan
  • gangguan kelenjar adrenal.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai gejala yang dialami disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit, Anda mungkin perlu menjalani sejumlah tes.

Berikut beberapa pemeriksaan yang membantu diagnosis gangguan elektrolit.

  • Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar elektrolit dan fungsi ginjal.
  • Tes cubit untuk memeriksa elastisitas kulit akibat dehidrasi.
  • Uji refleks karena ketidakseimbangan elektrolit memengaruhi refleks.
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa detak atau ritme jantung.

Perlu diingat bahwa jenis pemeriksaan yang dilakukan bergantung pada gejala dan masalah jenis elektrolit, seperti hiponatremia atau hipokalemia.

Obat dan pengobatan gangguan elektrolit

pantangan setelah operasi batu empedu

Pada dasarnya cara mengobati gangguan elektrolit tergantung jenis dan kondisi yang menjadi penyebabnya.

Namun, ada beberapa perawatan yang umum digunakan untuk mengembalikan keseimbangan mineral dalam tubuh, berikut pilihannya.

1. Cairan infus

Cairan infus yang mengandung natrium klorida biasanya dipakai untuk membantu rehidrasi tubuh. Pengobatan ini digunakan dalam masalah dehidrasi akibat muntah atau diare.

Bila dokter melihat tidak ada tanda-tanda tubuh membaik, Anda akan diberikan suplemen elektrolit yang ditambahkan ke cairan infus.

Dengan begitu, gejala ketidakseimbangan elektrolit pun bisa diredakan.

2. Pemberian obat melalui infus

Selain cairan infus, dokter biasanya merekomendasikan pemberian obat melalui infus.

Pemberian obat ini bertujuan membantu tubuh mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dengan cepat dan melindungi efek negatif saat mendapat perawatan lain.

Normalnya, jenis obat yang disuntikkan akan bergantung pada masalah elektrolit yang dialami.

Ada pun obat-obatan yang sering diberikan yaitu kalsium glukonat dan kalium klorida.

3. Obat dan suplemen oral

Bila Anda masih mampu mengonsumsi obat lewat mulut, dokter akan memberikan obat dan suplemen oral.

Pengobatan ini biasanya direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit ginjal.

Jenis obat dan suplemen yang akan diterima tergantung gangguan elektrolit yang dimiliki. Hal ini bertujuan membantu mengganti elektrolit yang habis dalam jangka pendek atau panjang.

4. Hemodialisis

Hemodialisis merupakan prosedur yang memanfaatkan suatu mesin untuk membuang limbah dari darah.

Perawatan ini digunakan ketika gangguan elektrolit disebabkan oleh kerusakan ginjal mendadak atau pengobatan lainnya tidak berhasil.

Dokter juga akan merekomendasikan hemodialisis bila ketidakseimbangan elektrolit sudah menimbulkan komplikasi serius.

Cara mencegah gangguan elektrolit

Agar tidak mengalami ketidakseimbangan elektrolit, tentu Anda harus mulai memperhatikan asupan cairan tubuh.

Adapun beberapa cara mencegah ketidakseimbangan elektrolit yang bisa dilakukan di rumah.

  • Minum sekitar dua gelas setidaknya dua jam sebelum berolahraga.
  • Kembali minum setiap 15 hingga 20 menit selama beraktivitas fisik.
  • Selalu minum selesai olahraga.
  • Sesekali ganti air putih dengan air kelapa atau minuman olahraga.
  • Batasi minuman berkarbonasi, jus buah, atau minuman berenergi.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fluid and Electrolyte Disorders. (n.d). University of Michigan Health. Retrieved 26 August 2021, from https://www.uofmhealth.org/conditions-treatments/kidney/fluid-and-electrolyte-disorders 

Signs you have an electrolyte imbalance. (n.d). Piedmont. Retrieved 26 August 2021, from https://www.piedmont.org/living-better/signs-you-have-an-electrolyte-imbalance 

Balcı, A. K., Koksal, O., Kose, A., Armagan, E., Ozdemir, F., Inal, T., & Oner, N. (2013). General characteristics of patients with electrolyte imbalance admitted to emergency department. World journal of emergency medicine, 4(2), 113–116. https://doi.org/10.5847/wjem.j.issn.1920-8642.2013.02.005. Retrieved 26 August 2021. 

El-Sherif, N., & Turitto, G. (2011). Electrolyte disorders and arrhythmogenesis. Cardiology Journal, 18(3), 233-245. Retrieved 26 August 2021. 

Fluid and Electrolyte Balance. (n.d). Medline Plus. Retrieved 26 August 2021, from https://medlineplus.gov/fluidandelectrolytebalance.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x