7 Gejala yang Dapat Menandakan Anda Terserang Muntaber

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Muntaber adalah kondisi yang juga dikenal sebagai flu perut atau gastroenteritis. Sekilas gejalanya mirip diare biasa, namun ada gejala lain yang menyertai. Memangnya, apa saja gejala atau ciri-ciri muntaber? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Gejala muntaber yang umum terjadi

cara mencegah muntaber

Muntaber merupakan infeksi pada organ usus besar yang disesebabkan oleh virus rotavirus, bakteri E. coli, atau parasit.

Seseorang yang mengalami kondisi ini bisa disembuhkan dengan perawatan rumahan, seperti minum banyak air putih, oralit, minum obat diare yang dibeli di apotek, dan menyesuaikan jenis makanan.

Namun, terkadang muntaber juga bisa menyebabkan komplikasi seperti dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik. Komplikasi ini umumnya terjadi pada bayi, anak-anak, dan lansia.

Upaya mencegah keparahan muntaber dapat dilakukan dengan memahami gejalanya. Bila Anda lebih waspada dengan ciri atau gejala gastroenteritis, Anda dan orang di sekitar Anda akan lebih cepat mendapat perawatan yang sesuai.

Berikut beberapa gejala yang biasanya dialami pasien saat terkena muntaber.

1. Muntah

Muntah adalah gejala muntaber yang paling khas. Anda rentan mengalami mual dan muntah-muntah ketika kuman mulai menginfeksi dinding lambung dan lapisan usus.

Infeksi ini memicu organ pencernaan memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Alhasil, anda merasa mual dan bisa berakhir muntah-muntah.

2. Feses cair saat BAB

BAB yang lebih dari dua kali dalam satu jam dengan tekstur feses cair juga termasuk ciri atau gejala muntaber yang khas.

Infeksi membuat usus tidak mampu menyerap makanan dan air dengan baik. Berlebihan mengonsumsi makanan saat perut sedang meradang akan mendorong usus menarik cairan tubuh lebih banyak.

Kelebihan air tersebut akan menggenang di dalam usus. Inilah yang mengakibatkan tekstur feses menjadi lembek atau cair seperti air saat buang air besar.

3. Demam 

Selain mencret dan muntah, gejala khas lainnya yang dialami pasien saat muntaber adalah demam. Secara umum, demam merupakan respons peradangan alami tubuh saat sedang melawan infeksi yang menyebabkan muntaber. 

Kondisi Anda yang terus muntah-muntah dan BAB juga akan menguras hampir sebagian besar cairan tubuh. Kehilangan cairan tubuh pun membuat Anda dehidrasi, kemunculannya dapat ditandai dengan demam.

Semakin parah gejala muntaber yang Anda alami ini, kemungkinan semakin parah dehidrasi yang akan terjadi. 

4. Kurang nafsu makan

Salah satu gejala muntaber yang juga harus diwaspadai yaitu menurunnya nafsu makan. Perut yang sedang meradang ini dapat membuat nafsu makan pasien yang mengalaminya berkurang.

Kurangnya nafsu makan bisa terjadi sebagai respons peradangan yang kompleks. Saat tubuh meradang, sistem imun akan memproduksi senyawa kimia yang disebut sitokin. Sitokin inilah yang memunculkan efek tidak nafsu makan selama kita sakit.

Meski begitu, jangan biarkan gejala muntaber ini terus berlarut. Hilang nafsu makan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan.

Maka itu, Anda harus tetap usahakan makan sedikit-sedikit sekalipun tidak nafsu. Anda bisa mengonsumsi bubur nasi, roti, atau buah pisang saat sedang muntaber. Ingat, tubuh butuh banyak energi untuk melawan peradangan akibat infeksi sampai tuntas.

5. Sering haus

Seseorang cenderung akan lebih mudah haus saat muntaber. Gejala dehidrasi ini muncul karena muntaber menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat terus muntah atau buang-buang air.

Maka dari itu, penting untuk tetap selalu mencukupi kadar cairan tubuh selama sedang muntaber guna menghindari dehidrasi. Perbanyak minum air putih, larutan oralit, makanan berkuah bening, atau jus buah untuk menggantikan cairan tubuh.

6. Badan berkeringat

Tubuh yang berkeringat deras saat sedang muntaber sebetulnya merupakan efek dari gejala demam. Pasalnya, demam menyebabkan suhu tubuh naik drastis.

Hal tersebut kemudian memicu sistem saraf di otak mengirimkan pesan ke kelenjar keringat Anda untuk mengeluarkan air ke permukaan kulit Anda.

Pengeluaran keringat bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh secara alami. Keringat yang keluar sebagian besar terdiri dari air. Akan tetapi, keringat saat muntaber juga akan mengandung sejumlah kecil zat lain, seperti elektrolit (garam), urea, dan amonia.

7. Sakit kepala

Sakit kepala sering hadir beriringan dengan demam saat gejala muntaber menyerang. Dalam banyak kasus, ciri atau gejala muntaber ini juga menandakan bahwa tubuh sedang melawan infeksi yang serius.

Saat menderita muntaber, sakit kepala muncul sebagai respons dari senyawa sitokin yang bekerja melawan kuman penyakit. Sementara melawan infeksi, sitokin juga dapat menyebabkan peradangan yang memicu sakit kepala pada beberapa orang.

Jika gejala muntaber ini muncul, segera ke dokter

penyebab muntaber

Dalam kebanyakan kasus, Anda bisa mulai merasakan ciri-ciri muntaber dalam 1 – 3 hari setelah terinfeksi. Namun, ada juga orang yang sudah merasakan gejala muntaber 12 – 48 jam setelah ia terpapar virus.

Gejalanya seringnya berlangsung selama 3 – 7 hari. Pada kasus yang parah, muntaber dapat bertahan hingga 10 hari. Meskipun bisa diobati dengan perawatan rumahan, muntaber yang parah perlu penanganan dokter. Terutama bila Anda mengalami:

  • muntah selama 2 hari atau lebih,
  • buang air terus-terusan dalam waktu 24 jam,
  • muntah darah,
  • mulut yang terasa haus, diikuti dengan gejala mulut kering, warna urine jadi kuning kecoklatan, pusing, dan lemas. serta
  • mengalami demam dengan suhu sekitar 40º Celcius.

Selain itu, tanda serius yang dialami oleh bayi dan anak yang terkena muntaber meliputi:

  • demam sekitar 38,9º Celcius,
  • tampak lesu dan lebih rewel dari biasanya,
  • BAB berdarah,
  • muntah terus-terusan dalam beberapa jam,
  • menangis tanpa air mata,
  • tidak buang air kecil dalam waktu 6 jam,
  • bagian atas kepala (fontanel) menjadi cekung, serta
  • tidak responsif atau tidak aktif seperti biasanya.

Gejala yang ditimbulkan saat muntaber serupa dengan beberapa masalah pencernaan. Oleh karena itu dokter akan melakukan pemeriksaan dengan mengamati gejala dan mungkin meminta Anda untuk melakukan tes kesehatan.

Tujuan pemeriksaan yaitu agar diagnosis dapat ditegakkan dan dokter dapat mengetahui penyebab muntaber.

Jika disebabkan oleh virus, Anda akan diberikan obat mengurangi gejala muntaber, seperti obat diare, obat penurun demam, serta pereda nyeri (paracetamol atau ibuprofen). Namun bila penyebabnya bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Digaruk! Ini 2 Jenis Obat Infeksi Jamur Vagina untuk Meredakan Gejala

Vagina gatal akibat infeksi jamur tentu sangat mengganggu aktivitas. Redakan dengan berbagai obat infeksi jamur vagina, mulai dari krim sampai obat minum.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Infeksi Jamur Vagina 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Badan pegal bisa jadi lebih segar setelah dipijat. Ada beragam jenis pijat yang memberikan manfaat yang berbeda-beda. Anda lebih suka yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Pengobatan Alternatif, Pengobatan Herbal dan Alternatif 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit