Buang Air Besar (BAB) Berdarah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi

Apa itu BAB berdarah?

Buang air besar (BAB) berdarah adalah istilah untuk menggambarkan adanya darah yang keluar melalui anus, baik bersama feses maupun tidak. Darah umumnya berasal dari perdarahan pada anus, rektum, atau bagian bawah usus besar.

Kondisi yang dikenal sebagai rectal bleeding ini tak selalu ditandai dengan keluarnya darah bersama feses. Apabila Anda mendapati darah pada tisu toilet, atau air dalam kloset berwarna merah muda, ini juga bisa menandakan terjadinya BAB berdarah.

Feses yang bercampur darah memang kerap menimbulkan kekhawatiran. Namun, hal ini tidak selalu menandakan gangguan kesehatan serius. Sebagian besar kasus buang air besar berdarah biasanya disebabkan oleh sembelit atau wasir.

Meski demikian, penyebab BAB berdarah bukan cuma wasir saja. Darah pada feses yang Anda lihat saat buang air besar juga bisa menjadi pertanda kanker pada saluran atau salah satu organ pencernaan, seperti kanker usus besar.

Anda perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa membedakan BAB berdarah akibat wasir dengan perdarahan rektum akibat kondisi lainnya. Konsultasikan kepada dokter agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala BAB berdarah?

Saat mengalami BAB berdarah, biasanya orang tidak menyadarinya atau mengalami gejala apa pun. Namun, ada juga yang mengalami gejala lain seperti:

Berbagai gejala di atas bisa menjadi petunjuk bagi dokter untuk mengetahui penyebab munculnya darah saat buang air besar. Namun, dokter terkadang membutuhkan petunjuk tambahan mengenai kondisi pasien dari warna feses.

Warna feses yang dihasilkan pasien merupakan salah satu penanda penting yang menunjukkan dari mana perdarahan terjadi. Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut perbedaan warna feses yang kerap diamati oleh dokter.

  • Warna feses merah segar menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada bagian bawah usus besar atau rektum.
  • Warna feses merah gelap atau marun menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada bagian atas usus besar atau bagian bawah usus halus.
  • Warna feses gelap menyerupai tar (melena) menunjukkan bahwa perdarahan sudah terjadi sejak di dalam lambung.

Kapan Anda harus pergi ke dokter?

Warna merah atau bahkan hitam pada feses tak selalu menandakan perdarahan pada saluran pencernaan. Anda bisa saja mengalami kondisi ini bila mengonsumsi banyak makanan berwarna merah atau suplemen zat besi.

Namun, Anda patut waspada apabila mengalami BAB berdarah atau perubahan warna feses yang disertai gejala berikut.

  • Penurunan tekanan darah secara drastis.
  • Peningkatan denyut jantung.
  • Tidak bisa buang air kecil.
  • Kebingungan atau hilang kesadaran.

Penyebab

Apa saja penyebab BAB berdarah?


BAB berdarah merupakan salah satu tanda bahwa saluran pencernaan Anda sedang bermasalah. Berikut sederet kondisi yang kemungkinan besar menjadi penyebabnya.

1. Wasir (ambeien)

Wasir adalah penyebab BAB berdarah yang paling umum. Penyakit yang dikenal juga sebagai ambeien ini disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan jaringan anus akibat pelebaran pembuluh vena.

Minimnya asupan serat, kebiasaan duduk dalam waktu lama, dan kurang minum air putih juga bisa menjadi penyebabnya. Faktor-faktor ini membuat feses mengeras dan menyebabkan sembelit. Akibatnya, gejala wasir bertambah parah saat BAB.

2. Divertikulitis

Divertikulitis adalah peradangan pada kantong-kantong kecil yang terbentuk dalam lapisan usus. Selain BAB berdarah, divertikulitis juga ditandai dengan demam, mual, muntah, dan sakit perut yang semakin memburuk bila tidak segera diobati.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, penyakit ini bisa disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup. Gaya hidup tersebut yakni kurang makanan berserat, kebiasaan merokok, dan kurang olahraga.

3. Fisura ani

Fisura ani adalah terbentuknya robekan pada kulit anus. Biasanya darah yang keluar akan berwarna merah terang, tapi Anda tidak perlu khawatir karena perdarahan akan cepat berhenti dan sembuh sendiri dalam beberapa minggu saja.

Anda mungkin juga akan mengalami rasa ingin buang air besar meskipun usus sudah kosong. Penyebab BAB berdarah yang satu ini biasanya adalah sembelit kronis yang tidak diobati dengan tepat.

4. Kolitis

Kolitis adalah peradangan pada lapisan usus besar atau rektum. Peradangan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, gangguan autoimun, penyakit Crohn, hingga terhambatnya aliran darah menuju usus.

Kolitis yang tidak diobati dapat menyebabkan pembentukan luka atau kolitis ulseratif. Meskipun penyebab BAB berdarah ini tidak dapat disembuhkan, obat-obatan dapat meringankan gejala sekaligus menurunkan risiko komplikasi.

5. Angiodisplasia

Angiodisplasia adalah penyebab buang air besar berdarah yang sering dialami oleh lansia. Kondisi ini terjadi akibat penuaan dan kerusakan dinding pembuluh darah di sekitar usus yang membengkak.

Tanpa perawatan yang tepat, angiodisplasia bisa menyebabkan anemia atau bahkan kematian karena tubuh kekurangan suplai darah. Perawatan angiodisplasia biasanya mengharuskan pasien diopname dan menjalani proses pembedahan.

6. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada lapisan lambung atau duodenum, yaitu bagian atas usus kecil yang juga dikenal sebagai usus dua belas jari. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Selain itu, tukak lambung juga terjadi pada orang yang menggunakan obat antiradang dosis tinggi dalam jangka panjang, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen.

7. Polip usus yang berubah menjadi kanker

Polip merupakan tumor jinak yang tumbuh pada jaringan lain. Dalam kasus ini, polip terbentuk pada usus. Polip pada usus yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga jarang disadari.

Gejala baru bermunculan begitu kutil sudah membesar dan menyebar, salah satunya BAB berdarah. Gejala lain yang menyertainya antara lain berat badan menurun, sakit perut tanpa penyebab yang jelas, dan sering mengalami diare atau sembelit.

8. Fistula ani

Fistula ani merupakan kondisi yang ditandai dengan terbentuknya saluran kecil antara ujung usus (lubang anus) dan kulit di sekitarnya.

Saluran kecil ini terbentuk ketika terjadi infeksi di dekat anus yang menimbulkan kumpulan nanah (abses).

9. Irritable bowel syndrome

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit pencernaan yang memengaruhi kerja usus besar. Pada IBS, kontraksi otot yang terjadi saat makanan melewati usus besar terbilang tak normal.

Kontraksi yang terlalu berlebihan bisa menyebabkan diare, tapi kontraksi yang terlalu sedikit justru menyebabkan sembelit.

Kontraksi otot yang tidak teratur atau berselang inilah yang kerap menyebabkan rasa sakit dan menjadi penyebab BAB berdarah.

10. Infeksi saluran pencernaan lainnya

Infeksi saluran cerna biasanya disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella, Shigella, dan Yersinia.

Gejalanya adalah diare, kram, muntah, mual, serta demam. Oleh karena kontraksi inilah, darah yang ada di dalam usus bisa ikut keluar saat Anda BAB.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis BAB berdarah?

Beragamnya penyebab BAB berdarah membuat dokter perlu memeriksa kondisi Anda lebih lanjut. Dokter akan mengawali pemeriksaan dengan menanyakan gejala yang Anda rasakan, melihat riwayat kesehatan, dan melakukan tes kesehatan.

Tes kesehatan yang direkomendasikan untuk menegakkan diagnosis penyebab buang air besar berdarah adalah sebagai berikut.

1. Pemeriksaan tinja 

Pemeriksaan ini cukup mudah. Contoh tinja pasien dapat dikirim ke laboratorium untuk diperiksa apakah ada kandungan darahnya.

2. Nasogastric lavage

Pemeriksaan ini akan memberi tahu dokter apakah perdarahan terjadi pada bagian atas atau bawah saluran cerna. Prosedurnya adalah dengan mengambil isi lambung melalui tabung yang dimasukkan ke dalam lambung melalui hidung.

3. Esophagogastroduodenoscopy (EGD)

Prosedur EGD adalah salah satu bentuk dari pemeriksaan endoskopi dengan memasukkan tabung lentur berujung kamera. Alat EGD akan dimasukkan melalui mulut, lalu diteruskan ke kerongkongan, lambung, dan duodenum.

4. Kolonoskopi

Prosedur kolonoskopi hampir sama dengan EGD, tapi alat dimasukkan melalui rektum untuk melihat usus besar. Kolonoskopi kadang juga dilakukan untuk mengumpulkan sampel jaringan melalui biopsi.

5. Enteroskopi

Prosedur ini hampir sama seperti kolonoskopi, tapi bagian saluran cerna yang diamati adalah usus kecil. Pada beberapa kasus, endoskop akan dimasukkan ke dalam tubuh untuk melihat kondisi saluran pencernaan yang menjadi penyebab BAB berdarah.

Obat dan pengobatan

Bagaimana cara mengobati BAB berdarah?

Ada beberapa teknik yang akan dokter gunakan dalam menghentikan BAB berdarah, tetapi dokter biasanya perlu memastikan diagnosis dengan endoskopi (EGD) terlebih dulu. Prosedur ini juga penting agar dokter bisa mengetahui titik perdarahan.

Pengobatan kemudian disesuaikan dengan penyebab BAB berdarah. Dengan begitu, pengobatan tidak hanya bermanfaat untuk menghentikan perdarahan pada saluran pencernaan, tapi juga mencegah kekambuhan.

Anda juga akan diberi obat untuk mengatasi BAB berdarah, seperti antibiotik atau obat antiradang. Hal ini dilakukan ketika perdarahan disebabkan oleh peradangan.

Pada kasus tertentu, tindakan bedah mungkin dibutuhkan jika penyebab perdarahan adalah polip pada usus yang berkembang menjadi kanker.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah BAB berdarah?

Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya BAB berdarah.

  • Perbanyak mengonsumsi sayur, buah-buahan, serta biji-bijian kaya serat untuk meringankan dan mencegah sembelit.
  • Perbanyak mengonsumsi makanan tinggi asam folat dan membatasi sumber lemak hewani. terutama daging merah.
  • Perbanyak minum air putih untuk melancarkan buang air besar.
  • Buang air besar secara rutin dan tidak menundanya.
  • Menghindari rokok dan konsumsi alkohol karena keduanya dapat meningkatkan risiko kanker lambung.
  • Mengikuti anjuran dokter bila harus mengonsumsi obat secara rutin.
  • Menjaga kebersihan tangan dan makanan untuk mengurangi risiko keracunan makanan.

BAB berdarah dapat menandakan berbagai gangguan pada sistem pencernaan, mulai dari wasir yang bisa ditangani dengan pengobatan rumahan hingga kanker usus besar.

Jika Anda mendapati darah pada feses saat buang air besar, Anda tidak perlu panik. Cobalah berkonsultasi dengan dokter agar Anda dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips perawatan setelah sunat

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat kayu secang

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit