9 Upaya Pencegahan Hepatitis yang Perlu Dimulai dari Sekarang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Jumlah asus penyakit hepatitis cukup tinggi di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Salah satu penyebab penyakit ini yaitu infeksi virus. Hepatitis akibat infeksi virus dapat menular kepada orang lain. Lantas, apa upaya pencegahan penularan hepatitis?

Kiat pencegahan hepatitis

mengatasi kelelahan akibat hepatitis

Penyakit hepatitis akibat virus dibagi menjadi lima jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Baik hepatitis akibat infeksi virus maupun non-virus dapat menimbulkan gejala yang bikin tidak nyaman, mulai dari mual hingga penyakit kuning. 

Kabar baiknya, Anda bisa mengikuti cara-cara di bawah ini sebagai upaya pencegahan penularan hepatitis. Berikut ini beberapa hal yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi risiko hepatitis. 

1. Pencegahan hepatitis dengan vaksin

Salah satu pencegahan penularan hepatitis adalah mendapatkan vaksin hepatitis. Meski begitu, sejauh ini baru tersedia vaksin untuk dua jenis virus hepatitis, yaitu hepatitis A dan hepatitis B. 

Vaksin adalah cara pencegahan yang paling efektif untuk menekan jumlah kasus hepatitis. Pasalnya, ketika vaksin diberikan pada orang yang berisiko terkena hepatitis, tubuh akan dirangsang untuk membuat antibodi. 

Lalu, antibodi ini nantinya berperan dalam melawan virus hepatitis bila sewaktu-waktu masuk ke dalam tubuh. 

Normalnya, vaksin hepatitis A maupun vaksin hepatitis B didapatkan ketika Anda masih bayi. Namun, orang dewasa atau remaja juga bisa melakukan vaksinasi dengan dosis yang disesuaikan. 

Bila Anda sedang hamil, diskusikan dahulu dengan dokter. Pasalnya, vaksinasi dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kesehatan janin yang dikandung. Hal ini juga berlaku ketika Anda memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. 

2. Rutin mencuci tangan

mencuci tangan cara mencegah cacar air

Selain vaksin, Anda juga bisa menerapkan pola hidup yang bersih. Menjaga kebersihan adalah kunci utama dari upaya pencegahan hepatitis, terutama jenis hepatitis yang belum memiliki vaksin, seperti hepatitis C, D, dan E. 

Salah satu kebiasaan hidup bersih yang perlu diterapkan adalah mencuci tangan. Cobalah untuk membiasakan diri mencuci tangan saat:

  • sebelum dan sesudah makan, 
  • setelah dari kamar mandi, serta 
  • sebelum dan setelah mengolah bahan makanan. 

Rutin mencuci tangan dapat mengurangi risiko penularan hepatitis, terutama hepatitis A dan hepatitis E. Pasalnya, kedua jenis virus hepatitis ini dapat menular dari feses ke makanan atau minuman yang dikonsumsi. 

Itu sebabnya, mencuci tangan dengan sabun setidaknya dapat mengurangi hingga menghilangkan virus yang menempel di tangan. 

3. Pakai kondom saat berhubungan seks

Tahukah Anda bahwa berhubungan seks dengan penderita hepatitis, terutama hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis D, berisiko terkena penyakit yang sama? 

Salah satu penularan virus hepatitis melalui aktivitas seksual adalah hepatitis B. Begini, hepatitis B dapat ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti air mani dan cairan vagina. 

Bila Anda berhubungan seks dengan pasangan yang terpapar hepatitis, risiko terkena hepatitis semakin besar, terutama saat tidak menggunakan alat kontrasepsi. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui riwayat penyakit pasangan sebagai upaya pencegahan hepatitis.

Bila pasangan atau keluarga dari pasangan memiliki riwayat hepatitis, sebaiknya lakukan hubungan seksual, baik anal maupun oral, dengan kondom. 

4. Hindari berbagi jarum suntik

Penularan hepatitis C melalui jarum suntik

Jarum atau alat kesehatan lain yang tidak steril bisa menjadi sarana penyebaran virus hepatitis. Anda perlu waspada, terutama ketika bekerja sebagai petugas kesehatan yang berkontak langsung dengan penderita hepatitis. 

Pemakaian jarum sembarangan, seperti jarum pada saat bikin tato atau ketika menggunakan obat terlarang, juga bisa menjadi media penularan virus. 

Oleh sebab itu, upaya pencegahan hepatitis selanjutnya yaitu menghindari penggunaan jarum suntik. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi kesehatan orang yang menggunakan jarum sebelum Anda, apakah terpapar penyakit menular atau tidak. 

5. Tidak menggunakan alat kebersihan diri bersama orang lain

Berbagi dengan orang lain memang bukan hal yang buruk. Namun, Anda tetap harus tahu kapan untuk berbagi suatu barang dengan orang lain. 

Sebagai contoh, berbagi sikat gigi, alat cukur, gunting kuku, dan alat pribadi lainnya dapat meningkatkan risiko hepatitis, terutama hepatitis C. Pasalnya, orang yang terinfeksi terkadang tidak menunjukkan gejala hepatitis

Bila darah orang tersebut menempel di salah satu alat kebersihan Anda, kemungkinan virus dapat masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, risiko terjangkit hepatitis pun meningkat. 

Itu sebabnya, usahakan untuk memilih barang mana yang bisa dipakai bersama dan mana yang memang harus digunakan sendirian sebagai cara mencegah hepatitis. 

6. Perhatikan kebersihan makanan dan minuman

alat dapur

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa makanan dan minuman yang terkontaminasi virus dapat menjadi rute penularan hepatitis. Salah satu jenis virus hepatitis yang sering ditularkan lewat makanan dan minuman adalah hepatitis E

Begini, makanan yang mentah, terutama kerang, cenderung berisiko menularkan penyakit hepatitis. Usahakan untuk makan makanan dan konsumsi minuman yang matang sebagai pencegahan hepatitis. 

Tips memasak kerang tiram agar matang dan terhindar dari hepatitis, meliputi: 

  • Masak kerang hingga cangkangnya terbuka.
  • Didihkan selama lima menit dan masak lagi selama sembilan menit. 
  • Rebus tiram yang sudah dikupas selama tiga menit.
  • Goreng dalam minyak selama 10 menit dalam suhu 190,5°C. 
  • Selalu gunakan sarung tangan pelindung saat membersihkan kerang mentah. 
  • Pisahkan makanan laut mentah dengan makanan lainnya. 

Bila Anda makan di luar, pilihlah makanan yang dijamin matang. Sementara itu, ketika sedang melakukan perjalanan ke luar kota dan sanitasi di lingkungan sekitar tidak bersih, sebaiknya minum air mineral kemasan

7. Menjaga kesehatan liver

Upaya pencegahan penularan hepatitis juga harus dibarengi dengan menjaga kesehatan hati. Pasalnya, hepatitis non-virus, seperti hepatitis alkoholik dapat terjadi akibat konsumsi alkohol yang berlebihan, sehingga merusak hati dan memicu hepatitis.

Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehata liver sebagai cara mencegah hepatitis, antara lain: 

  • berhenti minum minuman beralkohol, 
  • berhenti merokok untuk mengurangi risiko hepatitis C, 
  • hindari konsumsi suplemen zat besi dan vitamin A berlebihan, 
  • berhati-hati saat menggunakan suplemen herbal, seperti kava kava, serta 
  • menjaga berat badan ideal

8. Mencegah penularan hepatitis lewat transfusi darah

donor darah penyakit multiple sclerosis

Penerima donor darah atau transplantasi organ juga berisiko mengalami hepatitis, terutama hepatitis B dan hepatitis C. Untungnya, media penularan ini sudah cukup jarang terjadi karena sebelum mendonorkan darah, Anda harus menjalani pemeriksaan dahulu. 

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk melihat apakah pendonor memiliki penyakit yang bisa menular lewat darah, seperti hepatitis dan HIV. 

9. Kenali riwayat kesehatan keluarga sendiri

Dengan mencari tahu riwayat kesehatan keluarga sendiri terkait hepatitis, Anda bisa lebih waspada dan menerapkan cara mencegah hepatitis lebih efektif. Hal ini juga bertujuan untuk lebih berhati-hati terhadap penularan yang mungkin terjadi. 

Bila salah satu anggota keluarga pernah atau sedang terinfeksi hepatitis, sebaiknya lakukan pemeriksaan berkala agar mendapatkan jawaban yang pasti. 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Habis Minum Minuman Beralkohol?

Ukur berapa kadar alkohol dalam darahmu sekarang!

Hitung di Sini!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Setiap Gejala Hepatitis C Baik Akut Maupun Kronis

Berdasarkan lamanya infeksi, hepatitis C terbagi menjadi akut dan kronis. Apa saja gejala hepatitis C dan perbedaan yang akut dan kronis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 28 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Hepatitis Kronis

Hepatitis kronis adalah jenis penyakit hepatitis yang menyerang hati (liver). Apa yang perlu diperhatikan dari penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat dan Penanganan yang Efektif Menyembuhkan Hepatitis C

Untuk bisa sembuh, orang yang terinfeksi harus menjalani pengobatan hepatitis C secara intensif. Apa saja obat hepatitis C yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Informasi Seputar Vaksin Hepatitis Berdasarkan Jenis Virusnya

Penyakit hepatitis memang bisa disembuhkan melalui pengobatan. Namun, akan lebih baik bahaya kesehatan dari penyakit ini dicegah melalui vaksin hepatitis.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 18 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

7 Pantangan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara penularan hepatitis a

Hindari Berbagai Cara dan Risiko Penularan Hepatitis A Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Gejala hepatitis

Berbagai Gejala Hepatitis yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menjaga kesehatan hati

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Hati Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit