7 Gejala yang Menandakan Anda Sedang Muntaber

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Muntaber alias muntah berak adalah kondisi yang juga dikenal sebagai flu perut atau gastroenteritis. Penyakit yang menyerang sistem pencernaan ini sangat umum terjadi, terutama pada anak-anak. Sekilas gejalanya mirip diare biasa, namun ada gejala lain yang menyertai. Memangnya, apa saja gejala atau ciri muntaber? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Gejala muntaber yang umum terjadi

cara mencegah muntaber

Muntaber adalah infeksi pada usus besar oleh virus rotavirus, bakteri E. coli, atau parasit. Seseorang yang mengalami kondisi ini bisa disembuhkan dengan perawatan rumah, seperti minum banyak air putih, oralit, obat diare, dan menyesuaikan jenis makanan.

Namun sebaliknya bisa menyebabkan komplikasi, seperti dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik. Komplikasi ini umumnya terjadi pada bayi, anak-anak, dan lansia.

Upaya mencegah keparahan muntaber, sebenarnya bisa dilakukan dengan memahami berbagai gejalanya. Dengan tahu ciri atau gejala gastroenteritis, tentu Anda, pasangan, si buah hati, maupun orang di sekitar Anda akan lebih cepat mendapat perawatan yang sesuai.

Lebih jelasnya, beberapa gejala muntaber yang umum terjadi meliputi:

1. Muntah

Muntah adalah gejala muntaber yang paling khas. Anda rentan mengalami mual lalu muntah-muntah ketika kuman (virus, bakteri, atau parasit) mulai menginfeksi dinding lambung dan lapisan usus.

Infeksi ini memicu organ pencernaan memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Alhasil, Anda merasa mual dan bisa berakhir muntah-muntah. 

2. Feses cair saat BAB

BAB yang lebih dari dua kali dalam satu jam dengan tekstur feses cair (diare atau mencret) juga termasuk ciri atau gejala muntaber yang khas.

Infeksi membuat usus tidak mampu menyerap makanan dan air dengan baik. Berlebihan mengonsumsi makanan saat perut sedang meradang kemudian justru menyebabkan usus menarik cairan tubuh lebih banyak.

Kelebihan air tersebut akan menggenang di dalam usus. Inilah yang mengakibatkan tekstur feses lembek atau cair seperti air saat buang air besar.

3. Demam 

Diare mungkin saja terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan yang pedas. Begitu juga mual, juga bisa muncul ketika Anda kekenyangan. Namun, perlu diketahui bahwa gejala diare dan muntah yang menjadi ciri khas dari muntaber adalah disertai dengan demam.

Secara umum, demam adalah respon peradangan alami tubuh saat sedang melawan infeksi yang menyebabkan muntaber. 

Selain itu, kondisi Anda yang terus muntah-muntah dan BAB juga akan menguras hampir sebagian besar cairan tubuh. Kehilangan cairan tubuh dapat menyebabkan Anda terkena dehidrasi, yang ditandai dengan munculnya demam.

Semakin parah gejala muntaber yang Anda alami ini, kemungkinan semakin parah dehidrasi yang akan terjadi. 

4. Kurang nafsu makan

Salah satu gejala muntaber yang harus diwaspadai adalah menurunnya nafsu makan. Orang yang sedang muntaber akan merasa tidak nafsu makanan akibat perut yang sedang meradang diserang infeksi.

Menurut Dr. Donald D. Hensrud, MD, MPH, kepala bidang Preventive, Occupational and Aerospace Medicine di Mayo Clinic, kurang nafsu makan adalah respons peradangan yang kompleks. Saat tubuh meradang, sistem imun akan memproduksi senyawa kimia yang disebut sitokin. Sitokin inilah yang memunculkan efek tidak nafsu makan selama kita sakit.

Meski begitu, jangan biarkan gejala muntaber ini terus berlarut. Hilang nafsu makan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan.

Maka itu, Anda harus tetap usahakan makan sedikit-sedikit sekalipun tidak nafsu. Anda bisa mengonsumsi bubur nasi, roti, atau buah pisang saat sedang muntaber. Ingat, tubuh butuh banyak energi untuk melawan peradangan akibat infeksi sampai tuntas.

5. Sering haus (dehidrasi)

Seseorang cenderung akan merasa sering haus saat muntaber. Gejala dehidrasi ini muncul karena muntaber menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat terus muntah atau buang-buang air.

Maka dari itu, penting untuk tetap selalu mencukupi kadar cairan tubuh selama sedang muntaber guna menghindari dehidrasi.

Anda disarankan memperbanyak minum air putih, cairan oralit, makanan berkuah, atau jus buah untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. 

6. Badan berkeringat

Tubuh yang berkeringat deras saat sedang muntaber sebetulnya merupakan efek dari gejala demam. Pasalnya, demam menyebabkan suhu tubuh naik drastis. Hal ini kemudian memicu sistem saraf di otak mengirimkan pesan ke kelenjar keringat Anda untuk mengeluarkan air ke permukaan kulit Anda.

Pengeluaran keringat ini bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh secara alami. Keringat yang keluar biasanya sebagian besar terdiri dari air. Akan tetapi, keringat saat muntaber juga akan mengandung sejumlah kecil zat lain, seperti elektrolit (garam), urea, dan amonia.

7. Sakit kepala

Sakit kepala sering hadir beriringan dengan demam saat gejala muntaber menyerang. Dalam banyak kasus, ciri atau gejala muntaber ini juga menandakan bahwa tubuh sedang melawan infeksi yang serius.

Ketika Anda sedang muntaber, sakit kepala muncul sebagai respon dari senyawa sitokin yang bekerja melawan kuman penyakit. Sementara melawan infeksi, sitokin juga dapat menyebabkan peradangan yang memicu sakit kepala pada beberapa orang.

Sakit kepala dan demam sering terjadi pada orang dewasa dan anak-anak yang mengalami muntaber.

Jika gejala muntaber ini muncul, segera ke dokter

penyebab muntaber

Dalam kebanyakan kasus, Anda bisa mulai merasakan gejala muntaber dalam 1-3 hari setelah terinfeksi. Namun, ada juga orang yang sudah merasakan gejala muntaber 12-48 jam setelah ia terpapar virus.

Ketika terkena, gejalanya bisa ringan sampai parah dan sering berlangsung selama 3-7 hari. Pada kasus yang parah, muntaber dapat bertahan hingga 10 hari. Meskipun Anda bisa diobati dengan perawatan rumahan, muntaber yang parah perlu penanganan dokter.

Mayo Clinic menyarankan Anda untuk periksa ke dokter, jika mengalami gejala atau ciri muntaber seperti penjelasan berikut.

Gejala muntaber pada orang dewasa yang perlu perawatan dokter

  • Terus muntah selama waktu 2 hari
  • Terus buang air dalam waktu 24 jam
  • Mengalami muntah darah
  • Mulut terasa haus, diikuti dengan gejala mulut kering, warna urine jadi kuning kecoklatan, pusing, dan lemas
  • Mengalami demam dengan suhu sekitar 40º Celcius

Gejala muntaber pada bayi dan anak yang perlu perawatan dokter

  • Demam sekitar 38,9º Celcius
  • Tampak lesu dan lebih rewel dari biasanya
  • BAB berdarah
  • Terus muntah dalam beberapa jam
  • Bibirnya tidak kering, menangis tanpa air mata, dan dalam waktu 6 jam tidak buang air kecil
  • Bagian atas kepala (fontanel) menjadi cekung
  • Tidak responsif atau tidak aktif seperti biasanya

Gejala yang ditimbulkan saat muntaber serupa dengan beberapa masalah pencernaan. Oleh karena itu dokter akan melakukan pemeriksaan dengan mengamati gejala dan mungkin meminta Anda untuk melakukan tes kesehatan. Tujuannya agar diagnosis dapat ditegakkan dan dokter dapat mengetahui penyebab muntaber.

Jika disebabkan oleh virus, Anda akan diberikan obat mengurangi gejala muntaber, seperti obat diare, obat penurun demam dan pereda nyeri (paracetamol atau ibuprofen). Namun bila penyebabnya adalah bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit