Seperti Inilah Sistem Pencernaan Bayi yang Baru Lahir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pencernaan bayi baru lahir tentu berbeda dengan pencernaan orang dewasa. Bayi baru lahir masih mempunyai lambung yang masih sangat kecil, sistem pencernaan bayi baru lahir pun belum mampu mencerna berbagai makanan dengan baik. Oleh karena itu, makanan untuk bayi baru lahir harus diperhatikan dengan baik, tidak sembarangan dan tidak dalam porsi yang sangat besar.

Seperti apa pencernaan bayi baru lahir?

Pencernaan bayi baru lahir belum kuat dan belum matang, serta sangat rentan terkena infeksi. Oleh karena itu, pada awal masa setelah kelahiran bayi, Anda sebagai orangtua harus memerhatikan dengan baik apa saja dan berapa banyak yang masuk ke dalam mulut bayi. Apapun yang masuk ke dalam mulut bayi, nantinya akan diolah dalam sistem pencernaan bayi.

Ukuran lambung bayi masih kecil

Ukuran lambung bayi baru lahir juga masih kecil, hanya sebesar kelereng. Hanya mampu menampung cairan sebesar 60-90 ml. Lama-kelamaan, ukuran lambung ini bertambah menjadi sebesar telur di usia 1 bulannya. Jadi, jangan heran bayi baru lahir menyusu sangat sedikit karena memang ukuran lambungnya masih kecil dan belum mampu untuk menampung lebih banyak makanan.

Biasanya bayi baru lahir akan menyusu dalam jumlah sedikit tapi lebih sering. Ini merupakan cara bayi dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Beranjak besar, bayi akan menyusu lebih banyak tapi frekuensi menyusunya menurun. ASI adalah yang terbaik diberikan pada saat ini karena mengandung kadar lemak yang tinggi, sehingga dapat memberikan kalori yang cukup untuk bayi.

Sistem pencernaan bayi belum matang

Pada awal-awal kehidupan bayi, ia belum mempunyai semua enzim yang ia butuhkan untuk mencerna makanan. Walaupun bayi baru lahir dapat mencerna karbohidrat, protein, dan lemak, tapi pankreas bayi belum sepenuhnya berkembang. Pankreas bayi baru lahir belum bisa menghasilkan enzim yang diperlukan untuk memecah karbohidrat kompleks atau pati sampai bayi berusia sekitar 3 bulan. Namun, bayi terbantu dengan adanya enzim dalam ASI dan air liur bayi.

Selain itu, secara fisik, katup kerongkongan bayi juga masih belum sempurna. Katup ini mengontrol masuknya makanan dari mulut ke lambung bayi. Sehingga, makanan yang sudah ada di lambung bayi dapat dengan mudah naik lagi ke kerongkongan. Akibatnya bayi sering gumoh, tapi ini merupakan hal yang umum terjadi. Ginjal bayi juga belum sepenuhnya matang, sehingga bayi berisiko mengalami dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan ketidakcukupan penyerapan nutrisi.

Bayi belum bisa melindungi dirinya dari infeksi

Normalnya, saluran pencernaan manusia mempunyai lapisan lendir yang mampu melindunginya dari mikroba dan kontaminan lain yang mungkin ada dalam makanan. Namun, sistem perlindungan ini belum sepenuhnya terbentuk pada bayi baru lahir. Sehingga, saluran pencernaan bayi belum siap dalam melawan bakteri dan patogen yang masuk. Hal ini menyebabkan bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi.

Namun, Anda jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini. Untungnya, antibodi yang terdapat dalam ASI mampu membantu bayi menciptakan perlindungan untuk dirinya. Karena itu, Anda disarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi sampai bayi berusia 6 bulan. Pada usia ini, lapisan lendir pada saluran pencernaan bayi sudah terbentuk hampir sempurna dan antibodi juga sudah mulai diproduksi dalam tubuh bayi.

ASI juga mengandung faktor pertumbuhan usus yang membantu bayi dalam mengembangkan bakteri baik dalam usus. Sehingga, ASI sangat penting untuk membantu pematangan pencernaan bayi.

Baca Juga:

Sumber