ASI vs Susu Formula: Mana yang Lebih Baik untuk Bayi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Perdebatan mengenai ASI vs susu formula sudah lama sekali terjadi. Para ahli setuju jika menyusui adalah metode yang paling baik untuk bayi yang baru lahir. Meski begitu, bukan berarti bahwa ibu yang memberi anaknya susu formula tidak ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya juga. Simak ulasan lengkap mengenai perbandingan manfaat ASI dan susu formula dalam artikel ini.

Perbandingan manfaat ASI vs susu formula

Menyusui dengan ASI

ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi Anda, di antaranya:

  • ASI mengandung nutrisi penting yang baik untuk tubuh. Pada ASI terdapat sistem kekebalan tubuh yang terkandung dalam protein-protein seperti lactoferin dan IgA yang berfungsi melindungi bayi dari infeksi kuman-kuman seperti bakteri, virus maupun parasit. Pemberian ASI eksklusif 6 bulan dapat mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit seperti diare atau radang paru-paru serta membantu mempercepat proses penyembuhan.
  • ASI lebih mudah dicerna dibanding susu formula. Oleh karena itu, ASI dapat mengurangi risiko sembelit dan perut kembung pada bayi.
  • ASI dapat menurunkan risiko kematian bayi mendadak pada tahun pertama.
  • ASI dapat meningkatkan kecerdasan anak. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang minum ASI memiliki tingkat fungsi kognitif lebih tinggi.
  • ASI dapat mengurangi risiko anak terkena berbagai penyakit di kemudian hari. ASI diketahui dapat mengurangi risiko kelebihan berat badan, sakit asma, diabetes tipe 1 dan tipe 2, kolesterol tinggi, penyakit Hodgkin, leukemia, dan limfoma pada anak.

Menyusui juga baik untuk Anda. Wanita yang menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara, diabetes, penyakit jantung, osteoporosis, dan kanker ovarium. Namun jangan lupa bahwa alasan utama para ibu baru memilih untuk menyusui, yaitu pengalaman untuk merasakan ikatan yang indah dengan bayi Anda.

Memberikan susu formula

Berbagai manfaat susu formula di antaranya:

  • Lebih nyaman. Bayi yang diberi susu formula dapat diberi makan oleh siapa pun dan kapan pun.
  • Fleksibel. Anda tidak harus selalu memompa ASI sesuai dengan jadwal kerja Anda. Sebaliknya, Anda dapat meninggalkan susu formula pada pengasuh atau penitipan bayi Anda.
  • Bisa dilakukan siapa saja. Pasangan atau keluarga terdekat Anda dapat membantu memberi susu untuk bayi Anda kapan pun, entah itu di malam hari atau siang hari. Hal ini membuat proses pemberian susu ke bayi jadi ajang untuk berbagai pengalaman merasakan ikatan dengan bayi Anda.
  • Penjadwalan pemberian susu lebih mudah. Susu formula tidak mudah dicerna secepat ASI, sehingga bayi yang diberi susu formula tidak perlu sering menyusu, terutama dalam beberapa bulan pertama.
  • Anda tidak perlu khawatir tentang apa yang Anda makan. Ibu yang menyusui mungkin harus menghindari beberapa jenis makanan tertentu yang tidak bisa ditolerir bayinya. Jika Anda minum alkohol, Anda dapat minum segelas anggur atau cocktail sesekali.

Kesimpulan

Pada dasarnya, keputusan untuk menyusui atau memberi susu formula untuk bayi Anda biasanya didasarkan pada tingkat kenyamanan, kondisi fisik, serta gaya hidup Anda. Dalam beberapa kasus, misalnya saat Anda sedang dalam pengobatan tertentu, menyusui dengan ASI mungkin tidak dianjurkan untuk Anda dan bayi Anda. Jika memang dibutuhkan, pemberian susu formula mungkin bisa jadi solusi alternatif untuk memberikan asupan nutrisi pada bayi Anda.

Ingat, cara apapun yang Anda pilih untuk memenuhi nutrisi anak Anda, baik lewat ASI, susu formula atau kombinasi keduanya, yang terpenting adalah bayi Anda mendapatkan nutrisi yang cukup, terawat dan dicintai dengan baik.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar menyusui dengan ASI vs susu formula, konsultasikanlah dengan dokter anak Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca