home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Perlu Bingung, Ini 3 Tips Mudah dan Tepat untuk Memilih Dot Bayi

Tak Perlu Bingung, Ini 3 Tips Mudah dan Tepat untuk Memilih Dot Bayi

Ada banyak jenis dot atau botol susu bayi di pasaran. Saking banyaknya, Anda mungkin bingung jenis, bentuk, dan ukuran botol susu seperti apa yang paling pas untuk si kecil. Supaya tidak salah, simak tips berikut untuk memilih dot yang sesuai kebutuhan bayi.

Cara tepat memilih dot bayi

Sejak awal kelahiran, bayi biasanya mendapatkan ASI eksklusif secara langsung dari payudara ibu (direct breastfeeding).

Seiring bertambahnya usia, Anda mungkin mulai mempertimbangkan untuk membelikan botol susu untuk bayi.

Botol susu ini bisa Anda gunakan untuk memberikan susu formula maupun ASI yang sudah diperah menggunakan pompa ASI.

Memilih botol susu yang tepat untuk si kecil sebenarnya gampang-gampang susah. Kadang, butuh beberapa kali percobaan sampai bayi nyaman menyusu dari dot yang Anda berikan.

Ketika si kecil merasa tidak nyaman menyusu dari dot, biasanya ia enggan menghabiskan susu tersebut. Akan tetapi, saat Anda menawarkan menyusu dari payudara, ia justru tampak lahap dan bersemangat.

Berikut tips memilih dot yang tepat untuk bayi yang bisa Anda coba:

1. Kenali berbagai jenis botol susu

botol ASI

Jenis botol susu bayi bukan hanya satu, melainkan ada beragam tipe.

Memahami jenis, bentuk, ukuran botol susu penting dilakukan sebelum Anda mantap membeli dan memberikannya kepada si kecil.

Berikut berbagai jenis botol susu bayi yang bisa jadi pertimbangan Anda:

Botol susu bayi biasa

Dot bayi biasa ini dapat dengan mudah Anda temukan di toko-toko perlengkapan bayi. Ukuran botol dot biasa ini pun bermacam-macam sehingga dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Berikut kelebihan dan kekurangan pakai botol susu bayi biasa.

Kelebihan

  • Harga murah dan mudah ditemukan.
  • Botol ringan dan kuat.

Kekurangan

  • Ada kemungkinan bayi menelan udara saat menyusu dari botol ini.

Botol susu bayi antikolik

Melansir dari laman Baby Centre, botol susu atau dot antikolik dirancang khusus untuk mengurangi jumlah udara yang masuk ke dalam tubuh bayi selama menyusu.

Ini karena bayi berisiko mengalami kolik bila ada udara yang masuk saat menyusu.

Anda mungkin perlu memberikan bayi jenis dot yang satu ini jika ia sering kali mengalami kembung dan gelisah usai menyusu.

Berikut kelebihan dan kekurangan pakai botol susu bayi antikolik.

Kelebihan

  • Botol susu ini mampu mengurangi jumlah udara yang bayi telan.
  • Membantu mengurangi risiko bayi mengalami kolik.

Kekurangan

  • Harga botol bayi antikolik cenderung lebih mahal ketimbang botol susu biasa.
  • Lebih rumit untuk Anda bersihkan.

Botol susu bayi dengan leher lebar

Jenis dot bayi yang satu ini biasanya berbentuk lebih lebar dan besar ketimbang botol susu pada umumnya.

Namun, jenis botol susu ini menampung jumlah susu yang sama seperti botol susu kebanyakan karena ukuran dot dengan leher lebar cenderung agak pendek.

Puting dot untuk botol susu leher lebar umumnya bukan terbuat dari lateks, melainkan dari silikon.

Berikut kelebihan dan kekurangan pakai botol susu bayi dengan leher lebar:

Kelebihan

  • Botol mudah Anda bersihkan.
  • Ada beberapa botol jenis ini yang memiliki desain untuk antikolik.

Kekurangan

  • Botol kurang ringkas karena memakan banyak tempat.
  • Ukuran botol yang lebar membuatnya agak sulit dimasukkan ke dalam alat steril maupun dibawa bepergian menggunakan tas kecil.
  • Sulit untuk mensterilkan beberapa botol jenis ini sekaligus karena ukurannya yang cukup lebar.

2. Sesuaikan jenis dot dengan usia bayi

cara membersihkan botol susu bayi

Menyesuaikan ukuran dan puting dot dengan usia bayi ternyata membantu si kecil agar dapat menyusu dengan nyaman.

Ini karena ada beberapa merek botol sisi dengan sistem aliran susu yang agar bayi tidak mudah tersedak, contohnya untuk bayi baru lahir.

Selain itu, botol susu untuk bayi baru lahir ini juga dibuat dengan aliran lambat supaya ASI tidak menetes ke luar dari mulut dan menelan banyak udara saat menyusu.

Ketika usia bayi sudah semakin bertambah, ia pelan-pelan bisa menggunakan dot dengan aliran yang lebih cepat.

Umumnya, pilihan dot bayi dapat Anda sesuaikan dengan usia yakni 0-3 bulan dengan ukuran S, 3-6 ukuran M, dan 6 bulan ke atas ukuran L.

Perbedaan ukuran pada beberapa kelompok usia bayi tersebut dibuat berdasarkan lubang yang ada di dalam dot untuk mengatur aliran susu.

3. Sesuaikan ukuran dot dengan kebutuhan bayi

menyusui langsung

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebenarnya tidak merekomendasikan pemberian dot selama 3-4 minggu setelah kelahiran.

Hal ini karena saat baru lahir, bayi masih dalam masa perkenalan dengan puting susu ibu serta melancarkan kemampuan menyusunya.

Jika saat baru lahir Anda sudah memberikan si kecil sudah botol susu, hal ini dapat membuatnya mengalami masalah menyusui, misalnya bingung puting.

Namun, bila nantinya Anda ingin melatih bayi minum dari dot, sebaiknya pilih ukuran dot sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Ada botol berukuran kecil dengan daya tampung susu yang tidak begitu banyak. Jenis botol susu yang satu ini biasanya khusus untuk bayi baru lahir.

Saat usia bayi sudah semakin bertambah, Anda bisa memberikannya botol susu dengan ukuran yang lebih besar.

Pemilihan ukuran botol susu ini sebetulnya merupakan keputusan pribadi tergantung dari kebutuhan Anda dan bayi.

Berapa jumlah dot yang sebaiknya Anda miliki?

Tidak ada aturan harus seberapa banyak Anda membelikan dot untuk persediaan si kecil di rumah. Anda bisa menyesuaikan dengan rencana seberapa sering bayi akan menggunakan dot tersebut.

Jika Anda berencana untuk lebih sering memerah ASI atau memberikan susu formula, jumlah botol susu mungkin akan lebih banyak ketimbang saat bayi lebih sering menyusu langsung dari payudara.

Seiring berjalannya waktu, Anda bisa menyesuaikan jumlah dan jenis botol susu bayi berdasarkan kebutuhannya.

Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menentukan jenis dot atau botol susu apa yang paling tepat untuk bayi.

Terutama jika si kecil punya masalah kesehatan tertentu, biasanya dokter akan menyarankan jenis dot yang dapat membuat bayi lebih nyaman selama menyusu.

Dot bukan pilihan utama untuk bayi

Pada dasarnya, penggunaan dot pada bayi bukan yang utama dan terbaik. Mengutip dari situs Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), penggunaan dot bisa memicu berbagai masalah pada bayi.

Dot bisa menimbulkan masalah bingung puting sampai meningkatkan risiko infeksi telinga pada si kecil.

AIMI merekomendasikan beberapa media pengganti dot untuk memberikan susu pada bayi, seperti sendok, pipet, cup feeder, dan spuit (alat suntikan tanpa jarum).

Sebaiknya, kenalkan ke empat media tersebut pada bayi agar ia bisa memilih mana yang lebih nyaman.

Saat memberikan susu memakai sendok atau cup feeder, biarkan bayi menyeruput sendiri dan hindari menuang ke mulutnya.

Sementara kalau memakai pipet dan spuit, semprotkan pada bagian pipi bukan tenggorokan. Ini untuk menghindari si kecil tersedak.

Memang tidak mudah untuk memberikan susu dengan ke empat media tersebut. Butuh kesabaran untuk orangtua dan keluarga.

Bila merasa lelah, tenangkan diri dan Anda bisa minta tolong keluarga lain untuk memberikan susu pada bayi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Bottles and Teats Do You Need for Babies?. Retrieved 15 January 2021, from https://www.nct.org.uk/baby-toddler/feeding/practical-tips/what-bottles-and-teats-do-you-need-for-babies

Baby Bottles and Teats. Retrieved 15 January 2021, from https://www.which.co.uk/reviews/baby-feeding-products/article/buying-baby-feeding-products/baby-bottles-and-teats-ahnCm8B3rKF7

Bottle-Feeding: A Guide to What You Need. Retrieved 15 January 2021, from https://www.babycentre.co.uk/a559785/bottle-feeding-a-guide-to-what-you-need

Bingung Puting. Retrieved 15 January 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/bingung-puting

Tips Melatih Bayi Minum ASIP Tanpa Dot. (2021). Retrieved 10 March 2021, from https://aimi-asi.org/layanan/lihat/tips-melatih-bayi-minum-asip-tanpa-dot

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 15/01/2021
x