Kulit Anak Gatal-gatal Setelah Menyusui, Apa Ini Tanda Alergi ASI?

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi yang dapat mendukung tumbuh kembangnya. Tapi kadang, beberapa bayi bisa mengalami ruam merah, gumoh, atau perut kembung setelah minum ASI ibu. Gejala-gejala ini mirip dengan gejala alergi susu sapi. Lalu, apa benar bayi bisa alergi ASI?

Apa bayi bisa terkena alergi ASI?

Dikutip dari Livestrong, ASI itu sendiri tidak bisa menyebabkan alergi. Namun, apa yang ibu makan sehari-hari dapat tersalurkan ke dalam ASI sehingga dapat memicu gejala alergi pada anak. Hal ini mungkin terjadi ketika asupan makanan ibu banyak mengandung protein susu, misalnya dari susu atau produk turunan susu lainnya (keju, yogurt, butter, dst).

Protein susu inilah yang menyebabkan timbulnya alergi susu sapi pada bayi yang menyusu ASI. Biasanya, protein dalam susu sapi dan produk berbahan dasar susu lainnya bisa menjadi penyebab 2 sampai 3 persen alergi pada bayi. Alergi pada bayi ASI ini biasanya ditandai dengan sakit perut atau perut kembung, mencret, dan ruam di sekitar mulut atau bagian kulit lainnya.

Tidak hanya susu saja sebetulnya yang bisa menyebabkan bayi alergi ASI. Makanan lain seperti ikan, udang, kacang-kacangan juga bisa menjadi penyebab bayi alergi terhadap kandungan ASI. Gejala biasanya muncul setelah 2 sampai 6 jam ibu makan makanan tersebut dan memberikan ASI kepada bayinya.

Namun ini tidak akan menjadi masalah jika ibu tidak mempunyai riwayat alergi makanan, sehingga ibu tidak perlu menghindari mengonsumsinya. Tetap saja, akan lebih baik lagi jika Anda mengamati setiap perubahan yang mungkin dialami bayi setelah menyusui dan lebih memerhatikan apa yang anda makan sehari-hari.

Makanan apa yang harus dihindari ibu saat menyusui?

Jika memang bayi menunjukkan gejala alergi selama menyusu ASI, bukan berarti anda harus menghentikan pemberian ASI untuknya. Tidak disarankan juga untuk langsung mengganti ASI dengan susu formula, karena justru akan mengurangi asupan gizi yang yang diterima bayi Anda.

Sebaiknya, hindari makanan yang dapat memicu alergi pada anak ketika Anda sedang dalam masa menyusui. Berikut ini merupakan beberapa makanan yang harus dihindari ibu saat menyusui:

  1. Makanan berkafein, seperti kopi, teh, dan cokelat. Sebaiknya batasi minum minuman yang mengandung kafein tidak lebih dari 2 atau 3 gelas dalam sehari. Kafein yang ada dalam ASI dapat mengganggu tidur bayi.
  2. Alkohol. Alkohol tidak baik berada dalam ASI karena dapat berdampak pada perkembangan saraf dan otak bayi. Sebaiknya hindari minum minuman yang mengandung alkohol. Jika ibu minum alkohol, sebaiknya tidak memberikan ASI kepada bayinya sampai kadar alkohol dalam tubuh dan ASI benar-benar hilang. Memompa ASI keluar tidak membantu kadar alkohol dalam ASI hilang dengan cepat.
  3. Ikan bermerkuri tinggi. Ikan atau seafood merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik bagi tubuh. Namun, beberapa seafood mengandung merkuri yang tidak baik bagi tubuh. Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi di antaranya adalah ikan makerel raja, ikan todak, dan tilefish. Ikan tuna juga memiliki kandungan merkuri tetapi tidak begitu tinggi dan sebaiknya batasi konsumsi ikan tuna tidak lebih dari 2 kali per minggu. Kandungan merkuri yang tinggi dalam ikan ini dapat mengkontaminasi ASI dan berisiko pada perkembangan otak bayi.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca