Sudah Pernah Vaksin MMR, Perlukah Anak Mendapatkan Vaksin MR?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/10/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai penyakit infeksi menular yang bisa disebabkan oleh virus, dua diantaranya termasuk campak (measles) dan campak jerman (rubella). Meski memiliki nama yang serupa, tapi campak dan campak jerman merupakan dua penyakit yang berbeda. Cara untuk mencegah terjadinya penyakit ini yakni dengan memberikan imunisasi MMR atau MR pada anak. Lantas, apakah pemberian vaksin MR masih harus dilakukan jika anak sudah pernah diimunisasi MMR sebelumnya?

Apakah vaksin MMR dan MR itu sama?

setelah vaksin

Penting untuk mengetahui hal mendasar seputar vaksin MMR dan MR terlebih dahulu, sebelum Anda beranjak lebih lanjut untuk mencari tahu mengenai pemberian vaksin MR setelah vaksin MMR.

Vaksin MMR adalah imunisasi yang berperan untuk mencegah dan melindungi tubuh agar tidak terserang 3 penyakit. Meliputi campak (Measles), gondongan (Mumps), dan campak jerman (Rubella).

Sedangkan vaksin MR merupakan kombinasi dari vaksin campak (Measles) dan campak jerman (Rubella). Pada dasarnya, vaksin MR sebenarnya masuk sebagai bagian dari vaksin MMR.

Seperti yang bisa Anda lihat, perbedaan kedua vaksin tersebut hanya terletak pada tambahan vaksin gondongan (mumps) yang tidak ada pada vaksin MR. Berdasarkan penjelasan dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemerintah saat ini sedang sangat memprioritaskan pengendalian penyakit campak dan campak jerman.

Hal ini dikarenakan penyakit gondongan (mumps) sudah tidak banyak ditemukan di Indonesia. Berbeda dengan penyakit campak dan campak jerman yang kasusnya masih cukup banyak ditemui pada anak-anak.

Bahkan, campak biasa dan campak jerman berisiko menimbulkan komplikasi yang cukup berat. Tidak menutup kemungkinan bisa mengancam nyawa anak bila sudah tergolong parah.

Inilah mengapa saat ini pemberian vaksin MR lebih “populer”, dan sedang gencar digalakkan oleh pemerintah untuk diberikan pada anak-anak. Sementara vaksin gondongan (mumps), telah dipisahkan dari vaksin campak dan campak jerman.

Pada usia berapa anak mendapatkan vaksin MR dan MMR?

vaksin tifoid

Pemerintah pernah mengadakan kampanye imunisasi massal sebagai bentuk upaya untuk memutus penularan virus campak dan campak jerman. Selama masa kampanye imunisasi ini, imunisasi MR diberikan untuk semua anak mulai dari usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Hal ini tidak dilakukan tanpa melihat atau mempertimbangkan riwayat imunisasi yang pernah didapatkan anak. Jadwal pemberian imunisasi berdasarkan MR IDAI 2017 adalah anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD atau yang sederajat. Sedangkan jadwal pemberian MMR adalah 15 bulan dan diulang pada usia 5 tahun.

Vaksin MR ini bisa dikatakan telah menggantikan vaksin campak.

Perlukah pemberian vaksin MR jika pernah mendapatkan vaksin MMR?

vaksin untuk flu

Jika dilihat sekilas, nama vaksin MR dan vaksin MMR tampak mirip dengan hanya berbeda satu huruf. Alhasil, hal ini mungkin membuat Anda bertanya-tanya: apakah anak masih harus diberikan vaksin MR setelah pernah mendapatkan vaksin MMR sebelumnya?

Ya, ketika keberadaan vaksin MMR diubah menjadi vaksin MR oleh pemerintah, mungkin memang menimbulkan pertanyaan yang sama pada setiap orang tua.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI dalam rilis kampanye imunisasi masal menyebutkan bahwa vaksin MR bisa diberikan pada setiap anak. Terlepas dari anak tersebut pernah mendapatkan imunisasi apa pun sebelumnya.

Berdasarkan penjelasan dari IDAI, anak boleh mendapatkan vaksin MMR pada usia 15-18 bulan dengan interval 6 bulan dari imunisasi MR (campak) sebelumnya. Jika anak telah mendapatkan vaksin MMR di usia 15 bulan, tidak perlu mendapatkan vaksin MR di usia 18 bulan.

Jika anak telah mendapatkan vaksin MMR di usia 12-18 bulan, dan pemberian vaksin MMR diulang di usia 6 taun, artinya vaksin MR tidak perlu diberikan lagi.

Sedangkan bila pemberian vaksin MMR pernah didapatkan anak pada usia 12-18 bulan tapi tidak diulang di usia 6 tahun, anak bisa mendapatkan vaksin MR kapan saja. Kesimpulannya, vaksin MMR, maupun vaksin MR bisa diberikan 2 kali.

Tak perlu cemas, karena hal ini aman. Tujuannya yakni untuk memastikan tubuh anak telah kebal sepenuhnya terhadap penyakit campak biasa (measles) dan campak jerman (rubella).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin Tifoid, Seberapa Penting Diberikan pada Anak?

Berbagai upaya pencegahan tipes bisa Anda terapkan pada anak. Salah satunya yakni pemberian vaksin tifoid. Lantas, kapan vaksin sebaiknya diberikan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting 28/04/2018 . Waktu baca 7 menit

Apa Itu Vaksin Kombinasi? Apakah Lebih Manjur?

Vaksin kombinasi dibuat untuk mempermudah pemeberian banyak vaksin yang telah direkomendasikan untuk anak. Namun, apakah vaksin tersebut efektif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Hidup Sehat, Tips Sehat 26/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Sering Dianggap Sama, Padahal Vaksinasi dan Imunisasi Itu Berbeda, Lho!

Imunisasi dan vaksinasi sering dianggap sama, tak terkecuali dalam penyebutannya. Padahal dua istilah ini memiliki perbedaan. Yuk, cari tahu jawabannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Anak, Parenting, Tips Sehat 24/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Vaksin Suntik dan Vaksin Oral: Perbedaan Cara Kerja dan Manfaatnya

Ada dua jenis vaksin, yaitu vaksin suntik dan vaksin tetes langsung ke dalam mulut (vaksin oral). Apa perbedaan dan manfaat dari keduanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 24/04/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

imunisasi dpt

Ketahui Manfaat, Jenis, dan Efek Samping Imunisasi DPT pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 11 menit
vaksin novel coronavirus

Kenapa Belum Ada Vaksin untuk Novel Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26/01/2020 . Waktu baca 4 menit
campak dan campak jerman

Apa Bedanya Campak dan Campak Jerman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2018 . Waktu baca 13 menit
vaksin untuk lansia

4 Jenis Vaksin yang Direkomendasikan untuk Lansia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2018 . Waktu baca 4 menit