Risiko Gangguan Mental Pada Bayi Dengan Berat Badan Lahir Sangat Rendah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bayi berat badan lahir sangat rendah atau bayi BBLSR tidak hanya berisiko memiliki masalah fisik, namun juga lebih mungkin mengalami masalah gangguan mental di kemudian hari. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan selama hampir 30 tahun kepada bayi-bayi yang dilahirkan dengan berat yang sangat rendah.

Risiko gangguan mental pada bayi dengan berat badan lahir sangat rendah

Menurut studi yang diterbitkan oleh American Psychological Association, seseorang yang lahir dengan berat badan lahir sangat rendah atau BBLSR memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kesulitan psikologis, dibanding mereka yang lahir dengan berat badan normal. Kesulitan psikologis ini meliputi masalah atensi, kecemasan dan masalah sosial.

Kelahiran prematur telah meningkat secara dratis selama dua dekade terakhir, mencapai angka 8 persen dari bayi yang lahir dengan berat badan normal. Adanya perawatan intensif neonatal, membuat bayi berat badan lahir sangat rendah yaitu kurang dari 1.000 gram memiliki kesempatan lebih besar untuk bertahan.

Penelitian yang dilakukan oleh Karen Mathewson dari Universitas McMaster ini menggunakan 41 studi yang diikuti oleh 2.712 orang yang mengalami berat lahir sangat rendah pada waktu lahir, atau masuk ke dalam kategori bayi BBLSR dan 11.127 yang memiliki berat normal saat lahir.

Penelitian berlangsung selama periode 26 tahun dari 1990 sampai 2016 di 12 negara yang berbeda, termasuk Amerika Serikat dan Kanada.

Seseorang yang memiliki berat badan lahir sangat rendah waktu dilahirkan atau bayi BBLSR ditemukan memiliki peningkatan risiko untuk masalah gangguan mental tertentu, dimulai pada masa kanak-kanak sampai mereka berumur 30 tahun.

Gangguan mental apa yang berisiko dialami bayi BBLSR?

Saat anak-anak, mereka secara signifikan lebih cenderung memiliki gangguan ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder di hampir setiap penelitian yang dilakukan. Saat remaja, mereka juga lebih besar berisiko untuk mengalami ADHD dan masalah-masalah sosial lainnya.

Orang dewasa yang memiliki kondisi berat lahir sangat rendah waktu dilahirkan, secara signifikan memiliki tingkat kecemasan, depresi, rasa malu lebih tinggi, dan memiliki fungsi sosial yang lebih rendah dibandingkan mereka yang lahir dengan berat badan normal. Hal ini diduga berasal dari respons biologis dari bayi yang memiliki kondisi sulit sebelum kelahiran dan tekanan setelah kelahiran dini atau prematur.

Meskipun risiko masalah gangguan mental pada bayi berat badan lahir sangat rendah atau bayi BBLSR meningkat dibandingkan seseorang yang lahir dengan berat lahir normal, tidak semua bayi BBLSR akan mengalami gangguan mental, menurut Karen Mathewson.

Namun, menurutnya, ADHD, masalah sosial, dan gangguan internalisasi sangat berkaitan pada anak-anak dengan berat badan lahir sangat rendah, begitu juga pada saat remaja dan dewasa. Pada penelitian ini, status berat badan saat lahir menunjukkan perbedaan risiko masalah gangguan mental yang sangat signifikan.

Penelitian ini penting untuk menunjukkan perlunya terus memberikan pendampingan dan pelayanan kesehatan kepada bayi berat badan lahir sangat rendah karena adanya potensi masalah gangguan mental yang kemungkinan besar mereka alami.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca