backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ketahui Tanda Bayi Sudah Kenyang ASI dan Boleh Berhenti Menyusu

Ditinjau secara medis oleh dr. Aisya Fikritama, Sp.A · Kesehatan anak · RS UNS Solo


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Ketahui Tanda Bayi Sudah Kenyang ASI dan Boleh Berhenti Menyusu

Jika anak-anak atau orang dewasa bisa setop makan sendiri kalau sudah merasa kenyang, bayi tidak demikian. Bayi belum bisa lancar berbicara dengan Anda untuk minta berhenti makan. Maka dari itu, bayi biasanya akan menunjukkan tanda tertentu untuk memberi tahu Anda bahwa ia sudah kenyang menyusu ASI.

Yuk, perhatikan apa saja tanda bayi kenyang dan apakah ia selama ini sudah cukup makan atau belum melalui penjelasan di bawah ini.

Tanda bayi kenyang ASI

bayi menggigit puting

Mengetahui apakah bayi kenyang setelah menyusu ASI bisa sedikit sulit bila dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula.

Pasalnya, tidak mudah mengukur jumlah ASI yang pasti diminum bayi, terutama jika ia menyusu secara langsung (direct breastfeeding).

Meski begitu, ketika bayi kenyang ASI, ia umumnya akan menunjukan tanda berikut ini.

  • Tangan terbuka dan rileks.
  • Menjauhkan mulutnya dari payudara ibu atau botolnya.
  • Terlihat tenang dan santai.
  • Tertidur saat atau setelah menyusui.
  • Bayi gumoh sedikit atau bersendawa.
  • Sementara itu, bayi yang sudah makan makanan padat atau MPASI, tanda berikut ini umumnya ditunjukkan jika ia telah kenyang setelah makan.

    • Bayi yang sedang makan sambil duduk di kursi biasanya akan bersandar jika sudah kenyang.
    • Memalingkan kepalanya dari suapan makanan atau menolak membuka mulut ketika akan disuapi makan.
    • Bayi yang sudah bisa makan sendiri biasanya akan jadi memainkan sendok dan makanannya ketika sudah kenyang.
    • Bayi yang sudah agak besar bisa menggelengkan kepalanya ketika akan disuapi makan.

    Perilaku ini bisa menjadi tanda dan petunjuk bagi ibu bahwa bayi telah mendapatkan cukup asupan, terutama ASI, dan merasa kenyang.

    Ini juga memberikan kesempatan bagi ibu dan bayi untuk terhubung secara emosional dan beristirahat bersama setelah sesi menyusu dan makan yang mengenyangkan.

    Apakah bayi Anda selama ini sudah cukup ASI?

    penyebab bayi turun berat badan

    Selain memperhatikan tanda bayi yang kenyang menyusu ASI, Anda juga perlu tahu apakah bayi Anda selama ini sudah cukup makan atau belum.

    Pasalnya, bayi yang tidak cukup makan bisa jadi kekurangan nutrisi. Ketika bayi sudah cukup makan dan menyusui, ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

    1. Popok sering basah

    Beberapa hari pertama setelah kelahirannya, bayi mungkin jarang mengompol atau pup. Ia mungkin hanya butuh ganti 1—2 popok saja dalam sehari. Hal ini normal.

    Semakin besar, ia akan semakin sering menyusu dan bisa menghabiskan 6—8 popok setiap 24 jam. Ini menunjukan bahwa makanan yang ia makan bisa dicerna baik oleh tubuhnya.

    2. Berat badan naik

    Menurut Kementrian Kesehatan, salah satu tanda yang paling mudah dilihat jika bayi sudah cukup makan adalah berat badannya yang bertambah.

    Berat badan anak yang bergizi baik akan bertambah sesuai kurva pertumbuhannya, yang bisa Anda lihat di KMS atau Kartu Menuju Sehat.

    Beberapa hari setelah lahir, berat badan bayi yang sehat umumnya tidak turun lebih dari 10% dibandingkan berat lahirnya. Nantinya, berat badan bayi akan kembali seperti berat lahir pada usia 10—14 hari setelah lahir.

    Anda disarankan untuk rutin mampir ke puskemas atau dokter anak untuk mengecek apakah berat badan si Kecil sudah ideal untuk anak seumurnya atau belum.

    3. Bayi terlihat aktif dan bahagia

    Anak yang bergizi baik karena cukup makan akan terlihat aktif, berenergi, dan responsif. Ia tidak hanya lemas dan diam.

    Jika bayi Anda tampak tenang dan tidak rewel secara berlebihan tanpa alasan jelas lainnya, ini mungkin juga bisa menjadi tanda bahwa ia mendapatkan cukup makan.

    Bayi yang lapar akan lebih rewel dan sering menangis. Sementara bayi yang kenyang biasanya menunjukkan tanda rileks dan puas setelah makan. Bayi juga mungkin tertidur atau bermain dengan tenang.

    4. Pertumbuhan fisik dan keterampilan motorik

    Pertumbuhan fisik yang sesuai dalam hal panjang atau tinggi badan serta perkembangan keterampilan motorik yang baik juga menunjukkan bahwa bayi menerima nutrisi yang cukup.

    Bayi harus mengikuti kurva pertumbuhan yang konsisten yang dapat diukur pada setiap kunjungan ke dokter anak.

    Jika bayi mendapatkan nutrisi yang cukup, ia juga akan mencapai tonggak perkembangan keterampilan motorik dalam jangka waktu yang sesuai dengan usianya.

    5. Pola tidur yang baik

    Meskipun bayi baru lahir sering terbangun pada malam hari untuk menyusu, ia umumnya akan tidur dengan baik setelah tercukupi asupan nutrisinya.

    Bayi yang kenyang biasanya akan lebih mudah tertidur dan memiliki tidur yang lebih nyenyak.

    Tidur yang terganggu sering kali bisa menjadi tanda bahwa bayi mungkin lapar, tidak nyaman, atau memiliki kebutuhan lain yang tidak terpenuhi.

    Penting untuk mengingat bahwa setiap bayi berbeda, sehingga frekuensi, durasi, dan rasa kenyang menyusu ASI bisa bervariasi.

    Jika Anda khawatir bahwa bayi Anda tidak mendapatkan cukup ASI atau menunjukkan tanda-tanda kekurangan nutrisi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter anak atau konsultan laktasi untuk mendapatkan bantuan dan saran yang lebih spesifik.

    Kesimpulan

    • Terkadang sulit mengetahui apakah bayi kenyang setelah menyusu ASI. Namun, ada beberapa tanda bayi sudah kenyang menyusu ASI yang bisa terlihat, misalnya tertidur setelah menyusu atau bersendawa.
    • Selain perilaku tersebut, ada juga beberapa ciri pada bayi yang menandakan ia mendapat nutrisi yang cukup, termasuk berat badan yang naik hingga tumbuh kembang yang sesuai dengan usianya.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Aisya Fikritama, Sp.A

    Kesehatan anak · RS UNS Solo


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan