home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ibu, Yuk Ketahui Jenis Mainan yang Sesuai dengan Usia Anak

Kenapa mainan anak harus diberikan sesuai dengan usianya?|Jenis mainan yang sesuai dengan usia anak|Mainan yang sebaiknya tidak diberikan ke anak|Hal yang perlu diperhatikan orangtua saat anak sedang main
Ibu, Yuk Ketahui Jenis Mainan yang Sesuai dengan Usia Anak

Mainan merupakan salah satu alat interaksi yang dapat membantu tumbuh kembang si kecil. Namun, orang tua perlu untuk memperhatikan jenis mainan yang sesuai dengan usia anak. Mengapa demikian?

Kenapa mainan anak harus diberikan sesuai dengan usianya?

Orangtua harus lebih bijak sebelum membelikan si kecil mainan baru. Sebab, anak kecil punya pemahaman dan kemampuan yang berbeda di setiap tahapan usia.

Dikutip dari Kids Health, mainan yang tidak sesuai dengan usia anak bisa membahayakan si kecil. Ada beberapa kasus bayi tersedak mainan karena berusaha memasukkan ke dalam mulut.

Bayi yang masih berusia 6 bulan tentu tidak seharusnya bermain dengan balok plastik susun milik anak yang usianya 3-5 tahun.

Jangankan untuk menggenggamnya, bayi bahkan belum paham apa yang seharusnya dilakukan dengan balok-balok tersebut.

Begitu pula jika buah hati Anda berusia 5 tahun dan diberikan mainan bayi.

Mungkin ia bisa memainkannya, tetapi tidak mendapatkan ilmu atau pengetahuan baru untuk mengasah kemampuannya.

Oleh karena itu, memberikan anak mainan edukasi sesuai dengan usianya penting untuk bantu mengasah kemampuan kognitif maupun motorik si kecil.

Sebaiknya, Anda sudah dapat memberikan jenis mainan yang lebih kompleks untuk mengasah perkembangan bayi maupun anak-anak.

Jenis mainan yang sesuai dengan usia anak

Anak-anak bisa menikmati mainan mereka jika orangtua memberikan pada tahap perkembangan yang pas.

Berikut adalah beberapa pilihan bagi para orangtua ketika ingin memberikan mainan buat si kecil di rumah:

Mainan anak usia 0-12 bulan

Pada usia ini, bayi sudah mulai bisa fokus dan bereaksi pada hal-hal di sekitarnya.

Mulai dari cahaya, suara, bentuk, dan warna yang terlihat mencolok. Mereka juga sudah mulai bisa menggenggam, meraih, atau menggigit benda.

Beberapa mainan edukasi yang cocok untuk anak-anak usia 1 tahun ke bawah yaitu:

  • Teether
  • Kerincing berbahan silikon
  • Buku berbahan kain
  • Mainan ring donat yang disusun
  • Boneka tangan berbentuk binatang

Mainan bertekstur lembut yang berbunyi dan berwarna terang cocok untuk bayi di bawah usia 1 tahun.

Pastikan juga ukuran mainannya cukup besar dan kuat agar tidak gampang patah, bocor, atau tertelan.

Mainan edukasi untuk anak usia 1-2 tahun

Di usia balita, kemampuan motorik anak sudah mulai mantap. Untuk itu, Anda boleh memberikannya mainan balok susun yang bisa dibongkar pasang.

Beberapa jenis mainan edukasi untuk anak usia 1-2 tahun yaitu:

  • Bola warna warni dengan diameter besar
  • Buku cerita dengan bahan tebal
  • Buku mewarnai
  • Mainan yang bisa mengeluarkan lagu
  • Alat musik (drum atau keyboard plastik)

Saat memilih bola, sebaiknya pilihlah yang berbahan lembut dari plastik atau karet. Ini untuk menghindari anak terluka saat sedang melempar.

Permainan bola warna-warni juga bisa jadi pilihan karena balita di usia ini sudah lancar berjalan, berlari, dan melompat.

Permainan bernyanyi, menggambar dan berlari bisa merangsang aktivitas otak anak, indera pendengaran, kosakata, serta motorik kasar dan halus anak.

Mainan edukasi untuk anak 2-3 tahun

Di usia 2-3 tahun, kemampuan anak semakin bertambah. Ia sudah bisa bicara dengan kosakata lebih banyak dan pelafalannya jelas.

Anak juga semakin penasaran dengan hal-hal baru yang dilihatnya. Anda bisa memberikan beberapa jenis permainan untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

Beberapa jenis mainan edukasi untuk anak usia 2-3 tahun, yaitu:

  • Balok susun yang sederhana
  • Puzzle ukuran besar
  • Rumah-rumahan
  • Mainan malam atau play dough
  • Mainan huruf
  • Permainan musik (xilofon)
  • Mainan karet bentuk binatang

Di usia 2-3 tahun, anak sedang gemar bermain peran. Maka, mainan rumah-rumahan sangat cocok diberikan pada anak di usia ini.

Sementara permainan musik yang dipukul seperti xilofon membuat anak belajar mengenal nada tinggi dan rendah.

Tidak hanya itu, mainan bentuk binatang dapat membantu mengembangkan imajinasi si kecil.

Anak juga dapat belajar bagaimana cara menyayangi, merawat, dan memperlakukan hewan dengan baik.

Mainan anak usia 4 tahun ke atas (usia prasekolah)

Mainan yang si kecil butuhkan di usia ini adalah yang dapat mengembangkan empati, kerja sama, dan keinginan bersosialisasi dengan orang lain.

Sebab di usia prasekolah, anak akan bertemu banyak orang baru dan harus mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan yang juga baru.

Berikut mainan yang cocok untuk buah hati Anda yang berusia 4 tahun:

  • Bola sepak mini
  • Bola basket
  • Permainan masak-masakan
  • Puzzle
  • Balok bongkar pasang yang rumit
  • Mainan tradisional (kelereng, bola bekel, dan congklak)
  • Boneka

Di usia pra sekolah atau 4 tahun, anak sedang belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman-temannya.

Mainan di atas bisa melatih kemampuan sosial dan emosional anak, sehingga bisa beradaptasi dengan baik.

Sebagai contoh, bermain boneka sambil bermain peran. Bermain boneka dapat membantu mengasah kreativitas, imajinasi, dan empati anak, terlepas apa pun jenis kelamin mereka.

Memberikan anak boneka juga bisa menjadi cara yang bagus untuk membantu mereka mempelajari kata-kata baru.

Mainan yang sebaiknya tidak diberikan ke anak

Mainan dan anak-anak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Namun, tidak semua mainan baik untuk mereka. Pasalnya, tidak semua mainan dibuat untuk meningkatkan kreativitas si kecil.

Ada pula beberapa mainan yang hanya “sekadar lucu” dan sedang populer tetapi sama sekali tidak bermanfaat untuk anak, seperti:

Mainan senjata

Kebanyakan orangtua mungkin tanpa pikir panjang membelikan mainan senjata buat anak laki-lakinya. Alasannya, “Biar tumbuh jadi pria gagah dan macho!”

Namun, mainan dengan bentuk senjata seperti pistol, senapan laras panjang, samsak, atau boneka tinju sebaiknya dihindari.

Berdasarkan penelitian dari Early Education and Development, Permainan senjata atau alat lain yang berhubungan dengan kekerasan tidak baik untuk perkembangan sosial anak.

Permainan seperti ini akan memicu perilaku agresif pada buah hati Anda.

Ia juga dapat tumbuh dengan memahami bahwa “kekerasan adalah hal yang wajar dan boleh dilakukan” jika tidak pernah diawasi oleh orangtuanya selama bermain.

Gawai

Tidak sedikit orangtua yang secara khusus membelikan anak mereka gadget atau gawai elektronik agar tidak rewel.

Namun, membiarkan anak bermain gadget sejak usia dini dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Risiko yang paling utama adalah keterlambatan berbicara karena interaksi anak hanya berjalan satu arah, dari layar gawai saja.

Bermain gawai bagi anak-anak kecil juga telah dikaitkan dengan masalah sulit fokus, gangguan belajar, serta sulit tidur.

Bayi dan anak kecil bisa belajar lebih baik dengan materi yang bisa mereka sentuh, raba, dan genggam, ketimbang hanya sekadar melihat.

Mengeksplorasi konsep-konsep dalam tiga dimensi akan lebih baik untuk perkembangan kognitif anak daripada hanya pemahaman lewat gambar dua dimensi.

Bila sangat terpaksa memberikan gadget pada anak, pastikan tayangannya khusus anak-anak dan waktunya dibatasi.

Sebaiknya, Anda juga ikut menonton dan bertanya tentang tontonan si kecil, agar tetap terjadi komunikasi dua arah.

Hal yang perlu diperhatikan orangtua saat anak sedang main

Melihat si kecil sedang asyik bermain sendiri menjadi waktu yang tepat untuk orangtua istirahat sejenak. Namun, jangan terlena. Anda harus tetap mengawasi si kecil meski sedang asyik bermain.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan orangtua saat anak sedang bermain:

Tetap awasi anak saat bermain

Apapun jenis mainan yang sedang si kecil mainkan, sebaiknya orangtua tetap mengawasinya selama bermain.

Pandulah si kecil untuk menggunakan mainan dengan benar dan perhatikan keamanannya dengan baik saat bermain.

Pasalnya, anak-anak mudah merasa bosan sehingga ia bisa saja meninggalkan mainannya lalu berlari entah kemana.

Di saat itulah peran penting orangtua, yaitu agar anak tetap terpantau dengan baik. Anda juga perlu membuat batasan waktu bermain anak dan ajarkan mereka untuk merapikan kembali mainannya seperti sebelumnya.

Sesekali ajak main di luar

Main di luar sambil menginjak tanah dengan kaki telanjang atau bahkan main hujan-hujanan tidak selalu buruk bagi anak.

Sesekali, bolehkan anak untuk bermain di luar dengan teman-teman sebayanya tanpa harus bawa mainan.

Perkenalkan anak dengan permainan-permainan jadul seperti petak umpet, lompat tali, gobak sodor, dan ular tangga.

Anda juga boleh saja memberikan mainan seperti sepatu roda, sepeda, atau otoped yang bisa anak gunakan berkeliling di sekitar komplek rumah.

Bermain di luar rumah dapat melatih anak untuk lebih percaya diri dan mengembangkan kemampuan fisik dan motoriknya.

Selain itu, beramain bersama anak lainnya juga akan memperluas lingkaran pertemanan dan melatih kemampuan bersosialisasi mereka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Choosing Safe Toys (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 26 January 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/safe-toys.html#

NPR Cookie Consent and Choices. (2021). Retrieved 26 January 2021, from https://www.npr.org/sections/ed/2016/01/11/462264537/the-trouble-with-talking-toys

Sosa, A. (2016). Association of the Type of Toy Used During Play With the Quantity and Quality of Parent-Infant Communication. JAMA Pediatrics170(2), 132. doi: 10.1001/jamapediatrics.2015.3753

The Relation Between Toy Gun Play and Children’s Aggressive Behavior. (2021). Early Education And Development. Retrieved from https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1207/s15566935eed0304_7

Choosing age appropriate toys https://www.familyeducation.com/life/baby-toddler-toys/choosing-age-appropriate-toys-your-baby Diakses pada 22 Juni 2017

Benefit playing dolls https://childventures.ca/blog/2014/12/benefits-playing-dolls/ diakses pada 19 Maret 2019.

Choosing toys for your child https://psychcentral.com/lib/choosing-toys-for-your-child/ diakses pada 19 Maret 2019.

Weapon  toys are bad for your kids https://www.parentmap.com/article/weapons-ban-just-how-bad-are-toy-guns-for-kids diakses pada 19 Maret 2019.

How many toys can give to your child ? http://community.today.com/parentingteam/post/how-many-toys-to-give-your-children diakses pada 19 Maret 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 27/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x