backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Jangan Asal Beri, Ini 8 Tips Memilih Mainan untuk Anak yang Tepat

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Jangan Asal Beri, Ini 8 Tips Memilih Mainan untuk Anak yang Tepat

Mainan merupakan salah satu alat interaksi yang dapat membantu tumbuh kembang si Kecil. Namun sebelum membelinya, ada baiknya bagi orangtua untuk mengetahui tips memilih mainan untuk anak yang tepat. 

Bagaimana tips memilih mainan untuk anak? 

Sebagai orangtua, Anda harus lebih bijak sebelum membelikan si Kecil mainan. Sebab, anak kecil punya pemahaman dan kemampuan yang berbeda di setiap tahapan usia.

Dikutip dari Kids Health, mainan yang tidak sesuai dengan usia anak bisa membahayakan si Kecil. Bahkan, ada beberapa kasus bayi tersedak mainan karena berusaha memasukkan ke dalam mulut. 

Nah, agar tidak salah memilih jenis mainan untuk anak, berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda,

1. Baca label pada mainan 

anak merapikan mainan

Merangkum Healthy Children, tips paling utama dalam memilih mainan untuk anak adalah membaca label peringatan yang ada pada mainan.

Label ini biasanya berisikan informasi penting tentang cara penggunaan hingga untuk usia berapa mainan tersebut aman digunakan. 

Sebagai contoh, bayi yang berusia 6 bulan sebaiknya tidak memainkan balok plastik susun yang direkomendasikan untuk anak usia 3—5 tahun.

Begitu pula jika buah hati Anda berusia 5 tahun dan diberikan mainan bayi. Mungkin ia bisa memainkannya, tetapi tidak akan mendapatkan pengetahuan baru untuk mengasah kemampuan atau mendukung tumbuh kembangnya. 

2. Pertimbangkan ukuran mainan

Selain usia, pertimbangkan juga ukuran mainan tersebut sebagai tips memilih mainan untuk anak lainnya.

Pastikan semua mainan dan bagiannya lebih besar dari mulut anak Anda, terutama bila ia masih berusia di bawah 3 tahun. 

Hal ini bertujuan agar si Kecil tidak memasukan mainan tersebut ke dalam mulutnya, yang justru dapat menyebabkan anak tersedak. 

3. Hindari mainan yang menembakkan benda ke udara

Kebanyakan orangtua mungkin tanpa pikir panjang membelikan mainan senjata buat anak laki-lakinya. Alasannya, “Biar tumbuh jadi pria gagah dan macho.”

Namun, mainan dengan bentuk senjata, seperti pistol atau senapan laras panjang, sebaiknya dihindari untuk mencegah cedera mata yang serius atau tersedak. 

Bahkan, berdasarkan penelitian dari Early Education and Development, permainan senjata atau alat lain yang berhubungan dengan kekerasan tidak baik untuk perkembangan sosial anak.

Permainan seperti ini akan memicu perilaku agresif pada si Kecil. Ia juga bisa berpikir bahwa kekerasan adalah hal yang wajar dan boleh dilakukan jika tidak pernah diawasi oleh orangtuanya selama bermain.

4. Hindari mainan yang bersuara keras 

Memilih mainan yang tidak mengeluarkan suara keras adalah tips yang tepat untuk memilih mainan anak.

Suara yang terlalu keras bisa mengganggu dan bahkan berbahaya bagi pendengaran anak Anda.

Pasalnya, anak-anak memiliki pendengaran yang sensitif, terutama pada tahap perkembangan awal. Paparan suara yang keras dapat merusak pendengaran mereka secara permanen.

Tidak hanya itu, mainan dengan suara yang terlalu keras bisa mengganggu konsentrasi anak dan membuat mereka sulit fokus saat bermain atau belajar.

5. Pilih mainan yang mengasah kreativitas anak

kisah anak autisme

Tips memilih mainan anak yang selanjutnya adalah pilihlah mainan yang menawarkan berbagai cara saat dimainkan oleh anak.

Bermain dengan mainan anak seperti ini dapat membantu melatih imajinasi dan kreativitas mereka. Contohnya adalah mainan puzzle.

Puzzle tidak hanya mengasah keterampilan pemecahan masalah, tetapi juga merangsang imajinasi anak saat mereka mencoba menyelesaikan gambar-gambar yang menarik.

6. Perhatikan kualitas mainan anak 

Bila Anda memilih mainan untuk anak perempuan Anda, seperti boneka, pastikan semua jahitan terpasang dengan erat dan tepinya aman.

Selain itu, pastikan boneka tersebut dapat dicuci atau dibersihkan. Lepaskan juga pita atau tali yang dapat membuat anak tercekik. 

Sementara untuk mainan anak laki-laki, sebaiknya pilih yang terbuat dari plastik tebal agar tidak mudah pecah dan menjadi potongan-potongan tajam. 

7. Hindari mainan dengan bahan beracun 

Keselamatan anak adalah prioritas utama. Hindari mainan dengan bahan beracun adalah tips yang sangat penting dalam memilih mainan untuk anak.

Sebaiknya pilihlah mainan yang terbuat dari bahan-bahan yang aman, seperti plastik bebas BPA, kayu yang diolah secara organik, atau kain yang bebas dari zat beracun.

Bila mainan dioperasikan menggunakan baterai, pastikan tempat baterai tertutup dengan rapat, sehingga anak tidak dapat membukanya. 

Hal ini karena baterai dan cairan baterai dapat menimbulkan risiko serius, termasuk tersedak hingga luka bakar akibat bahan kimia. 

8. Pilih mainan yang bisa dimainkan bersama 

Mainan yang dapat dimainkan bersama sangat penting untuk membangun kemampuan sosial dan emosional antara anak-anak dan anggota keluarga atau bahkan teman-teman mereka. 

Permainan seperti mainan dapur mini, dokter-dokteran, atau mainan bermain peran lainnya memungkinkan anak-anak untuk berperan dan berinteraksi satu sama lain dalam permainan imajinatif.

Mainan konstruksi seperti Lego atau set bangunan lainnya juga sering kali dapat dimainkan bersama-sama, sehingga memungkinkan anak-anak untuk bekerja sama dalam membangun struktur atau menciptakan sesuatu yang baru.

Itulah beberapa tips dalam memilih mainan unuk anak. Dengan memperhatikan tips-tips ini, Anda dapat memilih mainan yang tepat untuk anak, memastikan keamanan, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.

Kesimpulan

  • Sebagai orangtua, Anda harus lebih bijak sebelum membelikan si Kecil mainan. Pasalnya, mainan yang tidak sesuai justru dapat membahayakan si Kecil dan menghambat tumbuh kembangnya.
  • Agar tidak salah pilih, Anda bisa membaca label pada produk mainan serta pertimbangkan ukuran dan kualitasnya.
  • Hindari pula mainan yang bersuara keras, menembakan benda ke udara, hingga yang mengandung bahan beracun.
  • Anda juga bisa mempertimbangkan mainan yang mengasah kreativitas hingga mengembangkan keterampilan sosial agar tumbuh kembangnya optimal.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Putri Ica Widia Sari · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan