Jenis Gangguan Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Orangtua Pahami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Pertumbuhan dan perkembangan anak balita memang berbeda-beda. Akan tetapi, beberapa masalah atau perubahan yang tidak wajar bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak, bahkan hingga jangka panjang. Sebagai orangtua, penting untuk mengetahui berbagai jenis gangguan tumbuh kembang anak.

Berbagai jenis gangguan tumbuh kembang pada anak

Ada beberapa jenis gangguan perkembangan yang terjadi pada anak. Penting bagi orangtua untuk mengetahui gangguan tumbuh kembang anak yang paling umum terjadi, berikut jenisnya.

1. Gangguan spektrum autisme

diagnosis autisme

Mengutip dari Mayo Clinic, kondisi gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kelainan otak yang berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak.

Gejala gangguan spektrum autisme biasanya muncul di awal masa tumbuh kembang anak. Mereka yang penderita GSA terlihat seperti hidup di dalam dunianya sendiri. Mereka tidak mampu mengembangkan hubungan emosional dengan orang lain di sekitar mereka.

Ada beberapa jenis gangguan tumbuh kembang untuk anak autisme, yaitu:

Komunikasi dan bahasa

Anak penderita autisme memiliki kemampuan yang lemah untuk mengekspresikan diri sendiri dalam percakapan. Bicara mereka bisa jadi berulang atau memiliki kemampuan komunikasi verbal dan tahapan perkembangan bahasa anak yang lemah.

Mereka tidak mampu mengatur frasa dan kalimat atau pengucapan mereka mungkin tidak lazim. Dan mereka bisa terus berbicara dan menolak untuk mendengarkan saat bercakap-cakap dengan orang lain.

Interaksi sosial

Anak penderita gangguan spektrum autisme memiliki kemampuan komunikasi nonverbal yang lemah dan si kecil biasanya terlambat bicara. Komunikasi nonverbal ini termasuk gestur, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata.

Oleh karena itu, mereka kesulitan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan mereka dengan orang lain.

Kemampuan sosial anak juga berpengaruh, mereka cenderung kesulitan dalam menjalin pertemanan, biasanya karena mereka tidak mampu memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.

Perilaku

Anak penderita autisme cenderung melakukan gerakan berulang seperti berputar-putar, mengayunkan tubuh, atau membenturkan kepala.

Mereka terus bergerak seperti tidak bisa diam. Kelainan perilaku lainnya meliputi tidak bisa menghadapi perubahan dan hanya mau makan jenis makanan tertentu. 

Panca indra

Kelima indra pengidap autisme biasanya sensitif. Mereka mungkin tidak kuat melihat cahaya silau, suara yang terlalu bising, sentuhan yang kasar, bau yang menyengat, atau rasa makanan yang terlalu tajam. 

Keturunan autisme dalam keluarga, masalah otak, jenis kelamin anak, atau usia orangtua ketika anak lahir dapat memicu munculnya autisme.

Sayangnya, autisme merupakan kelainan seumur hidup. Namun, jika dideteksi secepat mungkin Anda bisa membantu anak menyesuaikan diri supaya bisa hidup lebih mandiri dan berkualitas. 

2. Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD)

ADHD adalah

Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah salah satu gangguan tumbuh kembang anak yang sifatnya kronis dan paling sering terjadi.

Memiliki ADHD berarti otak tidak bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan ini biasanya muncul selama masa kanak-kanak dan bertahan hingga masa dewasa.

Gejala ADHD pada anak biasanya mulai timbul sebelum usia 12 tahun. Pada beberapa anak, gejala bisa tampak di usia tiga tahun. Gejala gangguan pada anak ini bisa berkisar dari ringan hingga berat dan bisa berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Anak-anak penderita ADHD mungkin menunjukkan tanda-tanda berikut ini, mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC).

  • Terlalu banyak bicara
  • Sulit untuk mengatur aktivitas
  • Sulit untuk tetap fokus
  • Lupa untuk melakukan hal-hal tertentu
  • Tidak sabar menunggu gilirannya.
  • Sering melamun
  • Sering kehilangan barang
  • Berlarian di saat yang tidak tepat
  • Lebih suka menyendiri
  • Sulit diberi tahu atau mengikuti arahan dari orang lain
  • Sulit untuk bermain dengan tenang

Cedera otak, keturunan, berat lahir yang ringan, penggunaan alkohol dan kebiasaan merokok selama kehamilan, kelahiran prematur, dan paparan terhadap polusi atau zat-zat berbahaya saat hamil dapat memicu ADHD pada anak.

Meskipun tidak dapat menyembuhkan ADHD, pengobatan bisa meringankan gejalanya.

3. Gangguan kecemasan

dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja

Gangguan kecemasan menyebabkan anak memiliki rasa takut yang yang berlebihan pada hal-hal yang tidak lazim. Anak juga mungkin selalu merasa cemas dan tertekan pada situasi normal.

Anak-anak penderita gangguan tumbuh kembang dalam hal kecemasan, bisa mengalami ketakutan yang begitu dahsyat, yang tiba-tiba muncul tanpa peringatan.

Sebagai contoh gangguan pada anak adalah gangguan obsesif-kompulsif di mana orang terus mengalami pemikiran dan perilaku yang seolah terobsesi dan mereka tidak dapat berhenti.

4. Bipolar

bipolar pada anak

Gangguan bipolar, atau penyakit mania-depresi, adalah kelainan otak yang menyebabkan perubahan mood dan pergeseran yang tidak wajar pada tingkat energi dan aktivitas.

Ada empat jenis gangguan bipolar dalam tumbuh kembang anak, termasuk gangguan bipolar I, gangguan bipolar II, gangguan sikloptik (siklotimia), dan gangguan bipolar lainnya yang terkait baik secara spesifik maupun tidak.

Penderita gangguan bipolar mengalami episode mood: perubahan pada tingkat aktivitas, energi, dan pola tidur serta perilaku yang tidak lazim.

Anak-anak yang mengalami episode mania bisa merasa sangat “melayang,” memiliki banyak energi, dan mereka bisa menjadi lebih aktif daripada biasanya.

Anak-anak yang mengalami episode depresi bisa merasa sangat terpuruk, tidak atau hanya memiliki sedikit energi, dan mereka bisa menjadi tidak aktif.

Anak-anak yang memiliki kombinasi dari kedua sifat ini mengalami kedua gejala, baik episode mania dan episode depresi.

Struktur otak, kelainan genetik, dan riwayat kesehatan keluarga dapat meningkatkan resiko gangguan pada anak yang satu ini. Gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan dan bisa terus hadir dalam tumbuh kembang anak.

Namun, pengobatan tertentu bisa membantu meringakan gejala dan membantu anak mengendalikan perubahaan mood-nya dengan lebih baik.

5. Central auditory processing disorder (CAPD)

gangguan pendengaran anak
Sumber: Mom Junction

Central auditory processing disorder (CAPD) disebut juga gangguan proses auditori (CAPD) adalah masalah pendengaran yang timbul saat otak tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

CAPD dapat mengenai orang di segala usia, tetapi biasanya dimulai pada masa anak-anak dan termasuk gangguan tumbuh kembang si kecil.

Melansir dari NHS, anak-anak penderita CAPD menunjukkan masalah jelas sejak usia dini. Mereka bisa mengalami kesulitan merespon terhadap suara, menikmati musik, memahami percakapan, mengingat petunjuk yang diberikan, berkonsentrasi, dan membaca serta mengeja.

CAPD bisa terjadi setelah masalah pendengaran yang berkepanjangan, atau kerusakan pada otak seperti cedera kepala, tumor otak, atau stroke. CAPD juga bisa diturunkan dalam keluarga.

Meskipun tidak ada obat penyembuh untuk CAPD, anak-anak bisa merasa lebih baik seiring waktu sebagaimana mereka belajar untuk mengatasi kondisinya.

6. Cerebral palsy

cerebral palsy gangguan tumbuh kembang anak

Cerebral palsy adalah kondisi dimana anak-anak memiliki kesulitan dalam perkembangan motorik anak untuk bergerak dan mempertahankan keseimbangan dan postur.

Gejala gangguan tumbuh kembang anak dalam hal cerebral palsy biasanya muncul selama masa taman kanak-kanak atau balita. Anak-anak bisa mengalami:

  • Kekurangan koordinasi otot
  • Kekakuan otot
  • Gerakan yang lambat
  • Sulit berjalan
  • Keterlambatan perkembangan kemampuan berbicara dan sulit bicara
  • Kejang
  • Sulit makan

Mereka juga bisa mengalami sulit menelan dan menggenggam benda-benda seperti sendok atau krayon. Dalam beberapa kasus mereka bisa memiliki penyakit mulut, kondisi kesehatan mental, dan sulit mendengar atau melihat.

Gangguan tumbuh kembang anak yang sifatnya serius ini bisa disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak saat masih dalam masa perkembangan.

Anak-anak penderita cerebral palsy membutuhan perawatan jangka panjang. Obat-obatan dan terapi digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional mereka, meredakan nyeri, dan mencegah komplikasi.

7. Conduct disorder

gangguan emosional dan perilaku

Dikutip dari Medline Plus, conduct disorder adalah gangguan perilaku dan emosi yang terjadi pada anak-anak dan remaja. Sebenarnya gangguan emosi wajar terjadi pada anak dan remaja dan tidak mengganggu tumbuh kembang.

Namun gangguan pada anak ini bisa dianggap sebagai conduct disorder jika berlangsung dalam waktu lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari anak dan keluarganya.

Gejala conduct disorder bisa bervariasi, termasuk:

  • Perilaku agresif terhadap hewan atau orang lain seperti berkelahi, bullying, menggunakan senjata, atau memaksa orang lain untuk melakukan aktivitas seksual
  • Menggunakan alkohol atau narkoba
  • Mencuri
  • Memiliki rasa percaya diri yang rendah
  • Mudah marah
  • Melanggar peraturan

Gangguan emosional dan perilaku ini ada hubungannya status sosial ekonomi yang rendah, kehidupan keluarga kurang harmonis, kekerasan pada masa kanak-kanak, cacat bawaan, gangguan kecemasan, dan gangguan mood dari anggota keluarga yang dekat.

Pengobatan untuk jenis gangguan tumbuh kembang anak ini bisa berhasil jika dimulai sejak dini. Baik anak-anak dan keluarganya harus terlibat. Pengobatan ini biasanya terdiri dari obat-obatan dan terapi psikologi.

Obat-obatan bertujuan untuk mengobati beberapa gejala, serta penyakit mental lainnya seperti ADHD.

Terapi atau konseling psikologi dalam membantu untuk mengekspresikan dan mengendalikan gejolak emosi seperti amarah. Orangtua juga bisa belajar cara membantu anak mengatasi masalah perilakunya.

Beragam cara menenangkan anak dengan gangguan tumbuh kembang

ADHD adalah

Menenangkan anak yang memiliki masalah tumbuh kembang membutuhkan usaha yang ekstra. Mood atau suasana hatinya bisa berubah-ubah dan kadang sulit dimengerti.

Berikut beberapa cara untuk menenangkan anak yang memiliki masalah tumbuh kembang:

1. Jauhkan dari gangguan

Hal-hal kecil yang mungkin tanpa disadari dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi anak dengan masalah tumbuh kembang.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengatur suasana nyaman di sekitarnya, terutama saat anak Anda sedang mengerjakan PR atau bahkan belajar untuk persiapan ujian.

Hindari memaksanya untuk duduk tenang, karena hal ini justru akan membuat ia semakin gelisah. Anda bisa mengurangi gangguan di sekitarn yang membantunya lebih fokus.

Sebagai contoh, menempatkan si kecil jauh dari area pintu, jendela, dan segala hal yang jadi sumber kebisingan.

2. Atur pola hidup yang terstruktur

Anak dengan kondisi khusus membutuhkan perintah yang jelas dan sebuah pola terstruktur untuk diikuti.

Oleh karena itu, buatlah rutinitas yang sederhana dan terjadwal di rumah. Sebagai contoh, menentukan kapan waktunya untuk makan, sikat gigi, belajar, bermain, dan bahkan tidur.

Rutinitas yang terencana membuat otak si kecil akan belajar menerima sesuatu yang lebih terstruktur. Diharapkan ini akan membuatnya lebih tenang dan fokus untuk melakukan sesuatu.

3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten

Beberapa orang tua memang memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Ada yang mungkin menetapkan banyak peraturan, ada pula yang lebih santai. Namun sayangnya, anak dengan gangguan tumbuh kembang tidak bisa dididik dengan cara yang santai.

Mereka umumnya membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana di rumah.

Jangan lupa berlakukan sistem hukuman dan hadiah. Berikan pujian ketika si kecil memahami dan menuruti peraturan serta perintah yang Anda berikan.

Tunjukanlah bagaimana perilaku baiknya tersebut mengarah pada hasil yang positif. Namun, ketika anak melanggar aturan tersebut, jangan lupa berikan konsekuensi dengan alasan yang jelas.

4. Kendalikan emosi orangtua

Anak dengan gangguan tumbuh kembang sering kali membuat Anda kesal. Ia bisa menunjukkan perasaan dengan sangat jelas dan gamblang, entah itu kegembiraan atau ledakan kemarahan secara tiba-tiba saat suasana hatinya memburuk.

Meski begitu, Anda disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Hindari membentak, dan memberikan hukuman fisik pada anak.

Ingat, Anda ingin mengajarkan mereka untuk lebih tenang dan tidak agresif, kedua hal tersebut justru akan membuat kemarahan si kecil semakin tidak terkendali.

Anda dapat mendinginkan kepalanya dengan mengajarkan teknik pernapasan sederhana, yaitu mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan selama beberapa kali sampai ia merasa tenang.

5. Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Pada beberapa kasus, seperti anak hiperaktif, mengonsumsi gula bisa menyebabkan kondisi anak lebih parah, padahal tidak demikian.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang terbukti secara ilmiah bahwa gula bisa menyebabkan seseorang jadi hiperaktif. Meski begitu, konsumsi gula memang sedikit banyak bisa mempengaruhi perilaku seseorang.

Gula merupakan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh dan bisa membuat peningkatan serta penurunan kadar darah dalam tubuh dengan cepat.

Pada anak, penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba ini dapat mengakibatkan ia menjadi rewel karena tubuh seolah-olah kekurangan energi dan sel-sel tubuh kelaparan. Hal inilah yang justru membuat perilaku dan suasana hati si kecil menjadi tidak stabil.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi si kecil sehari-sehari. Penuhi asupan nutrisinya dengan gizi yang seimbang dari buah dan sayuran. Selain itu, hindari pula makanan olahan pada anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi paracetamol

Alergi Paracetamol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan dalam mengatasi alergi obat

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit