home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Semua anak pasti suka diberikan hadiah oleh orangtuanya, hanya sekadar es krim, makanan yang disukainya, mainan, barang yang sedang diinginkannya, dan lain sebagainya. Namun, apakah baik selalu memberikan hadiah ke anak?

Memberikan ke anak tentu dengan tujuan baik, agar anak semangat belajar, anak mematuhi perintah orangtua, anak berubah menjadi lebih baik, dan lainnya. Tapi, terus-terusan memberikan hadiah ke anak mungkin dapat berdampak pada kehidupan anak. Baik atau tidak, kira-kira?

Apa manfaat memberikan hadiah ke anak?

Hadiah atau reward dapat membantu orangtua dalam memotivasi anaknya untuk melakukan sesuatu yang belum mereka capai. Juga, dapat membantu dalam mengubah perilaku anak ke arah yang lebih positif atau membentuk kebiasaan baik anak. Mulai dari hal kecil, seperti membereskan tempat tidur di pagi hari, mencuci piring setelah makan, selalu sikat gigi sebelum tidur, sampai pada prestasi anak di sekolah.

Memberikan hadiah ke anak tidak selalu harus dalam jumlah yang besar. Makanan kesukaan anak, bermain bersama di taman, atau pergi ke tempat yang anak inginkan bisa jadi hadiah dari Anda untuk anak. Bahkan, sebuah pelukan, ciuman, tos, dan sebuah pujian ke anak juga merupakan bentuk hadiah pada anak. Murah, bukan? Jadi, hadiah tak hanya benda seperti yang selama ini Anda bayangkan.

Hadiah ini harus diberikan sesegera mungkin setelah anak berhasil mencapai tujuannya. Mengapa? Karena biasanya balita atau anak prasekolah tidak mengingat hadiah tersebut jika diberikan terlalu lama setelah perilaku. Akibatnya, hadiah tidak bekerja dengan baik dalam memotivasi anak.

Perlu Anda ketahui, hadiah tak hanya sekadar benda untuk anak, tapi lebih dari itu. Ini merupakan sebuah bentuk penghargaan dari orangtua kepada anaknya. Untuk itu, saat memberikan hadiah ke anak, Anda perlu memberitahu anak tentang apa yang ia lakukan dan mengapa ia menerima hadiah ini. Dengan begitu, anak tahu bahwa ia telah melakukan hal yang baik dan yang Anda sukai. Hadiah juga dapat mengeratkan hubungan Anda dengan anak.

Dampak negatif memberikan hadiah ke anak

Terkadang, penggunaan hadiah dalam mengembangkan sikap positif pada anak tidak selalu berhasil. Anak justru bisa menjadi ketergantungan dengan hadiah. Anak bisa saja hanya melakukan kebiasaan yang ingin ditanamkan hanya sekali untuk mendapatkan hadiah dan selanjutnya tidak melakukannya lagi.

Hadiah juga dapat membatasi perilaku positif anak yang seharusnya bisa ia kembangkan sendiri. Karena hadiah, anak hanya mengetahui perilaku positif atau perilaku baik adalah yang menjadi tujuan ia mendapatkan hadiah dan perilaku lainnya tidak baik. Hal ini bisa mencegah anak untuk mengembangkan rasa ingin “melakukan hal yang benar”.

Untuk itu, Anda harus berhati-hati dalam memberikan hadiah ini, terutama hadiah dalam bentuk benda atau jalan-jalan. Bukan hadiah yang bersifat kasih sayang, seperti ciuman dan pelukan, atau pujian. Hadiah dalam bentuk ini bisa kapan saja Anda berikan.

Tips menggunakan hadiah untuk memotivasi anak

Memberikan hadiah ke anak memang memiliki banyak manfaat. Namun, pemberian hadiah ini terkadang tidak berjalan sesuai rencana Anda. Agar hadiah berfungsi dengan baik pada anak, Anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:

  • Sebaiknya berikan hadiah ke anak jika ia telah berhasil melakukan hal yang menjadi tujuan hadiah tersebut berkali-kali. Misalnya, sudah mampu bangun pagi selama 10 hari berturut-turut kemudian baru Anda kasih hadiah. Hal ini bertujuan agar setelah diberi hadiah, anak tetap melakukan hal tersebut hingga menjadi kebiasaan.
  • Jangan terlalu sering memberikan hadiah dalam bentuk materi ke anak. Ini dapat membuatnya menjadi ketergantungan dengan hadiah saat ingin mencapai sesuatu. Ketahui kapan harus menggunakan hadiah dalam bentuk materi untuk memotivasi anak.
  • Pujian dan perhatian harus selalu digunakan bersama dengan atau tanpa hadiah materi. Kedua hal tersebut dapat membuat hubungan Anda dan anak makin baik.
  • Pilih hadiah dalam bentuk materi yang disukai anak dan berbeda-beda di setiap kesempatan agar daya tarik anak terhadap hadiah tersebut tetap besar, sehingga anak akan terus berusaha untuk mencapainya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

CDC. (2014). Rewards | Consequences | Essentials | Parenting Information | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/parents/essentials/consequences/rewards.html [Accessed 13 Apr. 2017].

Lynch, G. H. Should You Give Kids Rewards?. [online] Available at: http://www.pbs.org/parents/special/article-finance-should-you-give-kids-rewards.html [Accessed 13 Apr. 2017].

The Effects of Rewarding Positive Behavior in Children. [online] Available at: http://education.gov.gy/web/index.php/parenting-tips/item/1785-the-effects-of-rewarding-positive-behavior-in-children#gsc.tab=0 [Accessed 13 Apr. 2017].

CDC. (2014). Rewards Program | Consequences | Essentials | Parenting Information | CDC. [online] Available at: https://www.cdc.gov/parents/essentials/consequences/rewards-devlelopingprogram.html [Accessed 13 Apr. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x