Voltaren

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Voltaren digunakan?

Voltaren adalah obat golongan antiperadangan nonsteroid (nonsteroidal anti-inflammatory drug atau NSAID) dengan kandungan utama diklofenak sodium. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan (prostaglandin).

Voltaren bisa digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan sampai sedang, seperti untuk meredakan gejala kekakuan sendi akibat osteoarthritis atau rheumatoid arthritis. Jika gejala tidak bertambah baik setelah menggunakan obat ini, segera periksakan ke dokter.

Bagaimana aturan pakai Voltaren?

Gunakan Voltaren sesuai petunjuk pemakaian yang ada pada kemasan atau petunjuk dokter Anda. Jangan mengubah dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Jangan memakai dalam jumlah banyak atau lebih lama dari yang dianjurkan. Gunakan dosis terendah seefektif mungkin untuk mengobati kondisi Anda.

Obat ini tersedia dalam dua varian, tablet dan gel. Untuk Voltaren tablet, Anda dapat menelannya secara utuh bersama dengan air putih. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau melarutkannya ke dalam air. Baca petunjuk pemakaian dengan cermat.

Sementara itu, Voltaren gel dipakai dengan cara dioleskan langsung ke bagian tubuh yang sakit.

Bagaimana cara menyimpan Voltaren?

Obat ini paling baik disimpan dalam suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat ini di kamar mandi. Jangan dibekukan. Jaga agar kemasan Voltaren tertutup rapat setelah digunakan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat ini.

Dosis

Berapa dosis Voltaren untuk dewasa?

Dosis dan frekuensi penggunaan Voltaren, baik dalam bentuk tablet maupun gel, harus disesuaikan dengan kondisi dan respons terhadap pengobatan agar sesuai kebutuhan. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah:

  • Untuk mengobati osteoarthritis: 100-150 mg/hari yang terbagi dalam dosis 50 mg dua atau tiga kali sehari atau 75 mg dua kali sehari
  • Untuk mengobati rheumatoid arthritis: 150-200 mg/hari yang terbagi dalam dosis 50 mg tiga atau empat kali sehari atau 75 mg dua kali sehari
  • Untuk mengobati ankylosing spondylitis: 100-125 mg/hari yang terbagi dalam dosis 25 mg empat kali sehari dan dosis tambahan 25 mg sebelum tidur jika diperlukan

Untuk meminimalkan risiko efek samping, gunakan Voltaren tablet dan gel dengan dosis efektif terendah dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya. Jangan meningkatkan atau mengurangi dosis Anda dari yang sudah ditentukan.

Untuk kondisi kronis, seperti arthritis, teruskan penggunaan sesuai petunjuk dokter. Diperlukan waktu hingga 2 minggu penggunaan rutin hingga obat ini terasa kerjanya.

Berapa dosis Voltaren untuk anak-anak?

Pemberian Voltaren tablet dan gel ke anak di bawah 12 tahun tidak dianjurkan karena belum diketahui keamanan dan keampuhannya. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan anak Anda Voltaren tablet ataupun gel. Dokter mungkin akan memberi resep sesuai dengan kondisi anak atau memberi obat lain.

Dalam dosis dan sediaan apa Voltaren tersedia?

Voltaren tersedia dalam bentuk tablet dan gel, dengan ukuran dosis:

  • Voltaren tablet 12.5 mg, 25 mg, 50 mg, 75 mg, dan 100 mg
  • Voltaren gel 1%

Efek Samping

Apa efek samping Voltaren yang mungkin terjadi?

Sama seperti obat lain, efek samping bisa terjadi jika Voltaren tablet dan gel tidak digunakan sesuai petunjuk. Efek samping ringan yang mungkin terjadi setelah menggunakan Voltaren adalah:

  • Sakit perut, mual
  • Heartburn dan perut kembung
  • Diare atau sembelit
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kantuk
  • Kelelahan
  • Reaksi alergi, seperti ruam, gatal (terutama di wajah, lidah, dan tenggorokan), pusing parah, dan sulit bernapas

Jika Anda merasakan efek tersebut dan makin memburuk, segera periksakan ke dokter. Voltaren tablet dan gel juga bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti:

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Voltaren?

Sebelum menggunakan Voltaren dalam bentuk tablet ataupun gel, beri tahu dokter atau apoteker Anda jika:

  • Anda alergi diklofenak atau aspirin atau obat NSAID lainnya (seperti ibuprofen, naproxen, dan celecoxib), atau jika Anda punya alergi lainnya. Atau, jika Anda punya alergi terhadap bahan aktif lain yang terkandung dalam Voltaren tablet maupun gel.
  • Anda punya riwayat kesehatan, terutama asma, masalah perdarahan atau penggumpalan darah, penyakit jantung (termasuk riwayat serangan jantung), tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, edema (penumpukan cairan dalam tubuh), penyakit hati, penyakit ginjal, polip hidung, masalah lambung/usus/kerongkongan, dan stroke.

Masalah ginjal terkadang bisa terjadi karena penggunaan diklofenak. Masalah lebih mungkin terjadi jika Anda mengalami dehidrasi, gagal jantung, atau penyakit ginjal. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi terjadi. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika ada perubahan dalam buang air kecil.

Voltaren bisa menyebabkan pusing dan kantuk. Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi setelah minum obat ini.

Obat ini juga bisa membuat Anda lebih peka terhadap sinar matahari. Untuk itu, batasi waktu Anda di bawah sinar matahari setelah minum Voltaren tablet atau mengoleskan Voltaren gel. Beri tahu dokter jika Anda mengalami kulit terbakar.

Lansia mungkin lebih peka terhadap efek samping obat ini, terutama perdarahan lambung/usus, masalah ginjal, dan masalah jantung yang memburuk.

Apakah Voltaren aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui.  Selalu konsultasikan pada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Namun, hindari penggunaan Voltaren jika usia kehamilan Anda sudah masuk trimester ketiga atau 30 minggu. Penggunaan Voltaren pada trimester ketiga dapat meningkatkan risiko penutupan dini duktus arteriosus janin (salah satu saluran penghubung di pembuluh darah janin).

Bagi ibu menyusui, penggunaan Voltaren tidak disarankan atau harus dalam penanganan khusus. Diklofenak sebagai kandungan utama Voltaren dapat ikut keluar melalui ASI. Efek samping mungkin saja terjadi pada bayi Anda yang menyusui ASI.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Voltaren?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum di sini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/non-resep dan produk herbal). Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat lain dapat berinteraksi dengan Voltaren tablet dan gel, seperti aliskiren, penghambat ACE (seperti captopril, lisinopril), penghambat reseptor angiotensi II (seperti valsartan, losartan), kortikosteroid (seperti prednison), cidofovir, litium, metotreksat, dan diuretik (seperti furosemid).

Voltaren yang diminum dengan obat lain yang menyebabkan perdarahan bisa meningkatkan risiko perdarahan. Obat tersebut, yaitu obat antiplatelet (seperti clopidogrel) dan obat pengencer darah (seperti dabigatran, enoxaparin, dan warfarin).

Periksa semua label obat yang Anda gunakan dengan cermat karena banyak obat mengandung penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, ketorolac, dan celecoxib.

Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping bila dikonsumsi bersamaan dengan Voltaren tablet atau gel. Namun, jika dokter telah mengarahkan untuk mengambil obat-obatan tersebut, sebaiknya ikuti instruksi dokter Anda.

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Penggunaan alkohol dan tembakau setiap hari bersamaan dengan Voltaren tablet ataupun gel dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung. Oleh karena itu, batasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari obat ini?

Hindari penggunaan Voltaren tablet dan gel bila Anda mempunyai:

  • Alergi (termasuk reaksi anafilaksis dan reaksi kulit yang serius) terhadap diklofenak atau bahan lain yang terkandung dalam Voltaren
  • Riwayat asma, urtikaria, atau reaksi alergi lainnya setelah minum obat aspirin atau NSAID lain.
  • Anda sedang atau akan menjalankan operasi bypass arteri koroner.

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Voltaren dan apa efeknya?

Gejala overdosis obat NSAID biasanya meliputi kelesuan, kantuk, mual, muntah, dan nyeri epigastrik. Perdarahan lambung atau usus juga bisa terjadi. Jika gejala serius, seperti pingsan, hipertensi, dan sulit bernapas terjadi setelah minum Voltaren, sebaiknya segera ke dokter.

Voltaren dapat meningkatkan risiko trombosis kardiovaskular serius, termasuk infark miokardia dan stroke, jika digunakan berlebihan dan dalam waktu lama.

Voltaren juga dapat meningkatkan risiko masalah pencernaan serius, seperti perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus. Lansia atau orang dengan riwayat tukak lambung dan/atau perdarahan saluran cerna mempunyai risiko yang lebih serius.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 112 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, minumlah sesegera mungkin begitu Anda mengingatnya. Namun, jika Anda baru ingat saat mendekati dosis selanjutnya, abaikan dosis yang terlewat. Lanjutkan minum obat sesuai dengan jadwal. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sendi Rahang Sakit? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sedang mengalami nyeri sendi rahang? Agar tidak salah penanganan, simak penyebab, gejala, dan cara mengatasi rasa sakit pada sendi rahang di sini.

Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

6 Penyebab Nyeri Sendi Bahu dan Cara Mengobatinya

Sendi bahu bisa terasa nyeri atau sakit karena macam-macam penyebab. Cari tahu apa penyebabnya dan cara mengobatinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 21/04/2020 . Waktu baca 7 menit

7 Gejala Umum dari Nyeri Sendi, dan yang Muncul Khas Sesuai Penyakit Penyebab

Ketika persendian Anda cedera, gejala yang paling pertama muncul adalah nyeri sendi. Namun, nyeri sendi juga bisa jadi gejala suatu penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gangguan Muskuloskeletal, Health Centers 18/04/2020 . Waktu baca 8 menit

8 Vitamin yang Efektif Meredakan Nyeri Sendi

Tidak hanya untuk menjaga kesehatan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk meredakan nyeri sendi. Cari rekomendasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri otot dada

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit
nyeri otot paha

Nyeri Pada Otot Paha? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit
nyeri otot punggung

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . Waktu baca 7 menit
mengatasi nyeri sendi

6 Cara Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit