Hati-hati, Orang Asma Tak Boleh Minum Ibuprofen dan NSAID Lain untuk Nyeri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

NSAID atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs adalah obat pereda nyeri sejuta umat. Beberapa jenis di antaranya yang mungkin Anda familier adalah ibuprofen, aspirin, dan naproxen. Obat-obatan tersebut umumnya ampuh untuk mengobati demam dan rasa sakit ringan hingga sedang. Meski memiliki segudang fungsi, ternyata tidak semua orang boleh mengonsumsi obat NSAID ini, terutama orang yang memiliki penyakit asma. Apa sebabnya?

Efek samping NSAID untuk penderita asma

Beberapa efek samping NSAID, seperti ibuprofen, yang umum adalah sakit perut, mual, dan nyeri di ulu hati (heartburn). Gejala-gejala ini bisa terjadi pada siapa pun.

Meski begitu, NSAID—khususnya ibuprofen dan aspirin—dapat menimbulkan efek samping khusus, terutama untuk penderita asma.

Menurut informasi dari situs Specialist Pharmacy Service, angka kejadian asma yang kambuh akibat konsumsi aspirin pada pasien asma dewasa adalah sekitar 10 persen. Pasien asma yang bereaksi terhadap aspirin kemungkinan juga akan mengalami reaksi yang serupa dengan obat NSAID lainnya.

NSAID berpotensi memicu alergi pada penderita asma

Efek obat golongan NSAID (anti-inflamasi non-steroid) pada penderita asma bisa memperburuk gejala yang muncul dan memperparah serangan asma sehingga lebih sulit dikendalikan.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Menurut jurnal Allergy, kondisi yang disebut dengan N-ERD (NSAID exacerbated respiratory disease) ini disebabkan karena tubuh penderita asma mengalami reaksi hipersensitivitas atau alergi. Dengan kata lain, obat NSAID ini menjadi pemicu reaksi alergi pada penderita asma.

Hal ini disebabkan obat NSAID memiliki potensi menghambat produksi prostaglandin. Prostaglandin sendiri merupakan zat yang mengatur proses peradangan (inflamasi) dalam tubuh.

Saat produksi prostaglandin terhambat, dinding saluran pernapasan akan menarik sel-sel darah putih. Penumpukan sel darah putih ini yang menyebabkan terlepasnya zat-zat kimia yang menimbulkan reaksi alergi, seperti leukotrien, histamin, serta triptase.

Zat-zat seperti leukotrien dan histamin ini yang kemudian menyebabkan otot dan saluran bronkial (pernapasan) membengkak. Akibatnya, saluran napas menyempit dan muncul gejala asma.

Akan tetapi, belum diketahui secara pasti mengapa penumpukan sel-sel darah putih terjadi di dinding saluran pernapasan pada pengidap asma.

Obat asma tertentu seperti zafirlukast (Accolate), montelukast (Singulair), dan zileuton (Zyflo) juga diketahui bekerja memblokir leukotrien. Itu sebabnya, penggunaan NSAID seperti ibuprofen dan aspirin bisa berinteraksi dengan obat asma Anda. Hal ini tentu bisa memengaruhi kinerja obat asma Anda.

Food and Drug Administration (FDA) menyatakan gejala alergi yang mungkin ditimbulkan dari NSAID yaitu:

  • gatal-gatal dan ruam
  • polip hidung (pembengkakan pada hidung)
  • pembengkakan pada wajah
  • sesak napas
  • alergi hidung kronis
  • batuk
  • pilek

Jika Anda mengalami reaksi alergi, segera hentikan konsumsi obat. Pada kasus yang parah, reaksi alergi dapat berkembang parah menjadi syok anafilaksis. Syok anafilaksis bisa berakibat kematian jika tidak segera ditangani.

Siapa saja yang rentan mengalami alergi NSAID?

Orang-orang usia 20 dan 30-an yang memiliki asma paling rentan mengalami reaksi alergi terhadap NSAID. Selain itu, risiko alergi NSAID lebih besar pada wanita ketimbang pria.

NSAID umumnya aman diminum dan dikonsumsi untuk anak-anak penderita asma, kecuali jika memiliki riwayat alergi.

Apa saja nama obat pereda nyeri yang mengandung NSAID?

Ibuprofen adalah nama generik dari obat pereda nyeri golongan NSAID yang paling umum ditemukan dengan berbagai merek dagang. Untuk penderita asma, pastikan Anda juga menghindari konsumsi obat ibuprofen dengan merek:

  • Advil
  • Genpril
  • Midol IB
  • Motrin IB
  • Proprinal
  • Nuprin
  • Nurofen
  • Bodrex EXTRA
  • Dolofen-F
  • Limasip
  • Proris

Selain itu, ada pula obat-obatan pereda nyeri yang mengandung NSAID jenis lain yang harus diwaspadai oleh orang dengan asma, yaitu:

  • Aspirin (Anacin, Bayer, Bufferin, Excedrin)
  • Naproxen (Aleve, Anaprox, EC-Naprosyn, Flanax, Midol Extended Relief, Naprelan 375, Naprosyn).

Pastikan Anda membaca dengan teliti label kemasan sebelum mengonsumsi obat tertentu. Untuk pasien asma, selalu konsultasikan obat apa pun yang akan Anda konsumsi dengan dokter agar bisa disesuaikan dengan terapi pengobatan asma yang sedang Anda jalani.

Obat pengganti NSAID untuk penderita asma

Obat golongan NSAID, seperti ibuprofen, aspirin, serta naproxen tidak dianjurkan untuk pengidap asma. Untuk itu, pilihlah pereda nyeri jenis lainnya. Kebanyakan penderita asma diperbolehkan mengonsumsi acetaminophen (paracetamol) untuk mengobati demam atau rasa sakit dan nyeri.

Dokter dapat memberi tahu Anda obat penghilang rasa sakit lainnya yang aman tanpa efek samping bagi tubuh Anda. Namun, untuk nyeri yang kronis biasanya dokter akan memberikan solusi alternatif berdasarkan penyebabnya.

Selain itu, berikut ini beberapa cara alami untuk menghilangkan nyeri yang bisa Anda praktikkan selain pakai obat:

  • Kompres es batu untuk meredakan pembengkakan dan nyeri karena memar terkilir/keseleo.
  • Latihan dan peregangan, membantu meredakan ketidaknyamanan dan nyeri pada otot dan radang sendi.
  • Teknik relaksasi, termasuk yoga dan meditasi yang berguna untuk mengurangi rasa sakit akibat stres seperti sakit kepala.
  • Akupunktur.
  • Perubahan gaya hidup, seperti diet tepat, olahraga rutin, mengurangi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pilihan Obat Masuk Angin yang Manjur Meredakan Gejalanya

Minum obat penangkan masuk angin tak cukup ampuh? Anda bisa mencoba pilihan obat masuk angin atau cara alami ini untuk redakan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 28 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Tak hanya memicu batuk-batuk, menghirup debu saat Anda bernapas juga bisa menimbulkan dua kondisi kesehatan berikut ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Asma, Kesehatan Pernapasan 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Hati-hati, tidak semua obat pilek bayi aman untuk kesehatan si kecil. Lantas, obat apa saja yang aman dan ampuh mengobati gejala pilek pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Anak, Parenting 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Berapa Banyak Dosis Aman Minum Obat Pereda Nyeri?

Obat pereda nyeri memang efektif, tapi juga memiliki sederet efek samping. Lalu, berapa banyak dosis aman minum obat pereda nyeri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alat bantu pernapasan

8 Alat Bantu Pernapasan yang Membantu Anda Bernapas Lebih Lega

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab sesak nafas napas

Berbagai Kondisi dan Penyakit yang Jadi Penyebab Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
obat batuk untuk bayi

Obat Batuk untuk Bayi, Mulai dari Alami Hingga Resep Dokter

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
ibuprofen demam

Ibuprofen, Si Pereda Demam dan Nyeri yang Aman untuk Anak-anak

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit