Metronidazole (Metronidazol)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Metronidazole (Metronidazol) Obat Apa?

Manfaat dan kegunaan obat metronidazole (metronidazol)

Metronidazole (metronidazol) adalah antibiotik untuk mengobati berbagai infeksi akibat bakteri, yang tergolong dalam kelas antibiotik nitroimidazoles. Cara kerja obat metronidazole adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan protozoa.

Antibiotik ini tidak akan dapat mengobati infeksi virus seperti demam dan influenza. Mengonsumsi antibiotik sembarangan membuat Anda berisiko kebal di kemudian sehari, sehingga tidak efektif dalam mengobati infeksi. Gunakan obat ini sesuai dengan instruksi dokter Anda.

Antibiotik ini juga bisa digunakan sebagai kombinasi dengan obat untuk mengobati jenis penyakit lambung tertentu.

Bagaimana aturan minum obat metronidazole (metronidazol)?

Anda bisa minum obat ini bersamaan dengan makan atau susu untuk menghindari mual. Dosis metronidazole biasanya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta tubuh Anda dalam merespons pengobatan.

Seperti antibiotik lainnya, obat ini bekerja dengan optimal jika Anda meminumnya secara teratur pada jam yang sama setiap harinya. Dengan begitu, jumlahnya di dalam tubuh akan tetap stabil.

Anda dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dalam rentang waktu yang seimbang. Maksudnya jangan diminum dengan jarak waktu yang terlalu mepet atau jauh.

Konsumsi obat ini sampai habis sesuai masa konsumsi yang telah diresepkan oleh dokter Anda. Berhenti minum obat sebelum waktunya meningkatkan risiko kembalinya infeksi akibat semakin berkembangnya bakteri dan protozoa dalam tubuh. Patuhi petunjuk dari dokter saat mengonsumsi obat ini.

Jika kondisi kesehatan Anda tidak kunjung membaik, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan metronidazole (metronidazol)?

Metronidazole adalah salah satu obat yang harus disimpan di suhu ruangan. Jauhkan obat ini dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai cara aman membuang produk Anda.

Dosis Metronidazole (Metronidazol)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum mulai pengobatan.

Bagaimana dosis metronidazole (metronidazol) untuk dewasa?

Untuk penderita infeksi bakteri anaerob, dosis metronidazole adalah:

Infus

  • 500 mg dalam 100 ml (sediaan 5mg/ml) dengan kecepatan 5ml/menit tiap 8 jam. Atau, 15 mg/kg berat badan (intravena) dalam 1 jam, dilanjutkan 7,5 mg/kg berat badan dalam 1 jam, diulang tiap 6 jam. Ganti ke sediaan oral secepatnya.
  • Dosis maksimal: 4 gr/hari

Oral

  • Dosis awal 800 mg, dilanjutkan 400 mg tiap 8 jam. Atau, 7,5 mg/kg berat badan tiap 6-8 jam.
  • Dosis maksimal: 4 gr/hari
  • Lama pengobatan biasanya 7 hari, tapi menyesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi.

Untuk orang dewasa penderita amebiasis, dosis metronidazole adalah:

  • Infeksi usus: 800 mg, tiga kali sehari selama 5 hari
  • Infeksi ekstra-usus: 800 mg, tiga kali sehari selama 5-10 hari
  • Dosis maksimal: 2,4 gr/hari

Untuk orang dewasa penderita pseudomembranous, dosis metronidazole adalah:

  • Kolitis: ringan sampai sedang clostridium difficile infection (CDI): 500 mg 3 kali sehari
  • CDI parah, komplikasi: infus 500 mg setiap 8 jam

Untuk orang dewasa menjelang bedah prophylaxis, dosis metronidazole adalah:

  • Dosis awal sebelum pembedahan: 500 mg sebelum pembedahan dan diulang tiap 8 jam. Atau infus 15 mg/kg berat badan infus selama 30-60 menit dan selesai sekitar 1 jam sebelum operasi
  • Dosis setelah pembedahan: infus 7,5 mg/kg berat badan selama 30-60 menit setelah 6 dan 12 jam dosis awal

Untuk orang dewasa penderita trichomoniasis, dosis metronidazole adalah:

Pengobatan 1 hari: 2 g dosis tunggal

Pengobatan 7 hari:

  • 200 mg, 3 kali sehari atau
  • 400 mg, 2 kali sehari

Untuk orang dewasa dengan infeksi Helicobacter pylori, dosis metronidazol adalah:

  • 400 mg, 2 kali sehari dikombinasi dengan antibiotik lainnya, atau
  • 400 mg, 3 kali sehari, bila diberikan bersamaan dengan amoxicillin dan omeprazol. Pengobatan awal diberikan selama 1 minggu.

Untuk orang dewasa penderita infeksi bakteri vagina, dosis metronidazole adalah:

  • Pengobatan 1 hari: 2 g dosis tunggal
  • Pengobatan 7 hari : 400 mg dua kali sehari
  • Gel topikal 0,75%: oleskan pada area intravagina sekali sehari atau 2 kali sehari selama 5 hari

Untuk orang dewasa penderita pneumonia, dosis metronidazole adalah:

  • Infus, dosis loading: 15 mg/kg
  • Oral: 7,5 mg/kg setiap 6 jam

Untuk orang dewasa penderita giardiasis, dosis metronidazole adalah:

  • 2 g sekali sehari selama 3 hari, atau
  • 400 mg tiga kali sehari selama 5 hari, atau
  • 500 mg dua kali sehari selama 7-10 hari

Bagaimana dosis metronidazole untuk anak-anak?

Untuk anak-anak penderita infeksi bakteri, dosis metronidazole adalah:

  • Infus: 7,5 mg/kg tiap 8 jam
  • Oral: (usia 1-10 tahun) 40 mg/kg dalam dosis tunggal, atau 15-30 mg/kg dalam 2-3 dosis terbagi selama 7 hari. Dosis maksimal: 2 gram/dosis

Untuk anak-anak penderita amebiasis, dosis metronidazole adalah:

  • Usia 1- 3 tahun: 100-200 mg tiga kali sehari
  • 3 – 7 tahun: 100-200 mg empat kali sehari
  • 7 – 10 tahun: 200-400 mg tiga kali sehari
  • Diberikan selama 5-10 hari

Untuk anak-anak penderita trichomoniasis, dosis metronidazole adalah:

  • Oral: (usia 1-10 tahun) 40 mg/kg dalam dosis tunggal, atau 15-30 mg/kg dalam 2-3 dosis terbagi selama 7 hari. Dosis maksimal: 2 g/dosis

Untuk anak-anak penderita giardiasis, dosis metronidazole adalah:

  • Usia 1-3 tahun: 500 mg sekali sehari
  • 3 – 7 tahun: 600-800 mg sekali sehari
  • 7 – 10 tahun: 1 gram sekali sehari
  • Diberikan selama 3 hari

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet:

  • 250 mg
  • 500 mg

Pemberian dosis obat disesuaikan dengan usia, penyakit, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Mungkin ada beberapa dosis obat yang tidak disebutkan di atas.

Jika Anda ragu dengan dosis obat ini, maka silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan memberikan dosis obat yang seseuai dengan kondisi Anda.

Efek samping Metronidazole (Metronidazol)

Apa saja efek samping metronidazole (metronidazol)?

Beberapa efek samping metronidazole adalah:

  • Sensasi panas, perih, atau menyengat
  • Kebas atau kesemutan pada tangan atau kaki
  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Gejala demam
  • Vagina terasa gatal atau keputihan
  • Sakit kepala
  • Kulit kering atau gatal
  • Mual
  • Terasa logam pada mulut Anda

Segera cari bantuan darurat jika Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan obat ini. Beberapa tanda dan gejala paling umum dari reaksi alergi obat seperti:

  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Hubungi dokter jika Anda merasakan sengatan parah atau sensasi terbakar saat menggunakan obat metronidazol topikal (oles).

Efek samping metronidazol mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping metronidazole tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping metronidazol yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping metronidazole tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat metronidazole (metronidazol)?

Obat metronidazole tidak boleh digunakan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang penting untuk Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini, di antaranya:

  • Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini atau jenis obat lainnya.
  • Beri tahu dokter atau apoteker terkait semua obat resep atau tanpa resep yang sedang Anda gunakan khususnya obat antikoagulan (pengencer darah) seperti warfarin (Coumadin), astemizole (Hismanal), disulfiram (Antabuse), lithium (Lithobid), phenobarbital, phenytoin (Dilantin), dan vitamin.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah memiliki penyakit darah, gangguan fungsi hati dan ginjal, atau penyakit Crohn.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil ketika menggunakan obat ini, segera konsultasikan ke dokter.
  • Hindari alkohol ketika Anda menggunakan obat ini. Konsumsi minuman beralkohol tidak diperbolehkan selama pengobatan karena dapat menyebabkan masalah pada lambung, muntah-muntah, kram perut, sakit kepala, berkeringat, dan muka memerah.
  • Hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama. Jika Anda ingin berkegiatan di luar ruangan, gunakan pakaian yang tertutup, kacamata hitam, dan sunscreen selama menggunakan obat ini. Pasalnya, obat ini membuat kulit sensitif terhadap cahaya matahari.

Mungkin ada hal-hal lain yang tidak disebutkan di atas. Jika ada pertanyaan lain, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan memberikan informasi yang lebih lengkap, termasuk dosis, keamanan, serta interaksi obat ini.

Simak dengan baik semua informasi yang dijelaskan dokter agar pengobatan yang Anda lakukan berjalan secara optimal.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) menurut Food and Drugs Administration (FDA), alias badan pengawas obat di Amerika Serikat.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Tidak diketahui apakah obat ini mengalir bersama ASI atau membahayakan bayi. Jangan gunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan obat ini?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat yang Anda minum atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Yang terpenting, simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/non resep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker sebelum menggunakannya. Pastikan Anda tidak memulai, berhenti, atau mengganti dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat-obatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat metronidazole di antaranya:

  • Cimetidine (Tagamet)
  • Obat kejang seperti phenytoin (Dilantin) atau phenobarbital (Luminal, Solfoton)
  • Pengencer darah seperti warfarin (Coumadin, Jantoven)
  • Lithium (Lithobid, Eskalith)
  • Disulfiram (Antabuse)

Mungkin ada beberapa obat-obatan yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu akan interaksi obat ini dengan obat lainnya yang sedang Anda konsumsi, silakan konsultasi ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Apakah makanan atau alkohol berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Silakan diskusikan ke dokter terkait penggunaan obat yang sedang Anda konsumsi dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat metronidazole?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Memiliki riwayat atau mengalami masalah penyempitan darah atau tulang
  • Memiliki riwayat penyakit otak misalnya aseptic meningitis dan encephalopathy
  • Optik neuropati (penyakit mata dengan penglihatan kabur)
  • Oral thrush (infeksi jamur di mulut)
  • Peripheral neuropathy (penyakit saraf dengan rasa nyeri, mati rasa, atau kesemutan)
  • Kejang-kejang
  • Infeksi jamur vagina
  • Sakit ginjal stadium akhir
  • Penyakit hati akut

Mungkin ada beberapa kondisi kesehatan yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda, maka jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (119) atau segera ke IGD rumah sakit terdekat.

Beberapa gejala-gejala overdosis obat yang paling umum, di antaranya:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Hilang keseimbangan (jatuh)
  • Mati rasa dan kesemutan
  • Kejang

Mungkin ada beberapa tanda dan gejala overdosis obat yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu terkait hal tersebut, silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melewatkan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Difteri

Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan sistem pernapasan. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak. Seberapa bahaya penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Gangguan Pernapasan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan adalah salah satu gejala radang tenggorokan. Cari tahu gejala, penyebab, dan obat sakit tenggorokan di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Laringitis (Radang Pita Suara)

Laringitis atau radang pita suara adalah suatu kondisi di mana pita suara membengkak sehingga suara menjadi serak. Kondisi ini biasanya hilang 2-3 minggu.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Sinusitis

Sinusitis adalah penyakit yang diderita banyak orang di Indonesia. Cari tahu obat sinusitis, penyebab, ciri, pengobatan dan gejala sinusitis lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lendir tenggorokan penyebab

Dahak di Tenggorokan Tidak Hilang-Hilang? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bahaya atau komplikasi radang amandel tonsilitis

5 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Jika Radang Amandel Tidak Diobati

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sariawan di tenggorokan

Sariawan di Tenggorokan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tonsilitis atau radang amandel

Tonsilitis (Radang Amandel)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit