6 Bahaya Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah membeli antibiotik tanpa resep dokter? Jika iya, mulai sekarang Anda harus berhati-hati. Antibiotik adalah jenis obat yang memerlukan resep dokter dan tidak seharusnya dibeli dan didapatkan secara bebas. Mengapa? Karena antibiotik yang Anda beli tanpa resep dokter dengan tujuan mengobati sakit Anda justru bisa berbalik membahayakan diri Anda.

Kenapa tidak boleh beli antibiotik tanpa resep dokter?

Sebelum Anda membeli antibiotik, penting untuk memperoleh anjuran dan petunjuk dari dokter karena kebutuhan setiap orang akan obat antibiotik jelas berbeda-beda tergantung dari kondisi penyakit yang diderita, berikut juga tentang efek sampingnya.

Perlu diketahui bahwa setiap antibiotik akan menimbulkan efek samping yang berbeda, dari yang betul-betul ringan sampai efek samping yang parah. Dengan resep dokter saja, para pengonsumsi antibiotik sangat mungkin mengalami efek samping dari obat antibiotik.

Lalu, seperti apa bahaya membeli antibiotik tanpa resep dokter? Berikut ini adalah beberapa bahaya menggunakan antibiotik secara sembarangan tanpa anjuran dokter.

1. Mempengaruhi kinerja otak

Antibiotik dikenal sebagai obat yang berpengaruh keras namun efektif dalam menekan dan membunuh bakteri yang menyebabkan Anda sakit.

Namun, perlu Anda tahu bahwa kondisi otak pun akan dipengaruhi oleh antibiotik. Berdasarkan hasil studi pada Journal of Clinical Psychology, risiko kecemasan dan depresi lebih tinggi dapat meningkat diakibatkan hanya oleh satu obat antibiotik.

2. Memicu kegemukan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity mengungkapkan bahwa pemakaian antibiotik pada anak-anak tidak hanya akan memberikan pengaruh naiknya bobot tubuh pada waktu mengonsumsi antibiotik, namun juga memiliki efek jangka panjang. Hal ini kemudian juga dikaitkan dengan diabetes tipe 2. Seperti yang telah Anda ketahui, seseorang yang mengalami obesitas, memiliki risiko terjadinya perkembangan diabetes.

Maka penggunaan obat antibiotik tanpa resep dokter dan dalam dosis yang kurang tepat mampu menaikkan berat badan secara jangka panjang yang artinya bisa memicu obesitas dan penyakit diabetes.

Hal ini menjelaskan mengapa banyak industri peternakan yang menggunakan antibiotik untuk menggemukkan ayam dan sapi sebelum pemotongan.

3. Gangguan pada usus

Antibiotik sangat efektif untuk membunuh bakteri, namun jika mengonsumsinya secara berlebihan, bakteri baik yang ada di dalam tubuh Anda juga akan ikut terbunuh.

Pada kenyataannya, banyak orang yang mengakui bahwa setelah berhenti minum antibiotik perut mereka menjadi lebih baik. Namun, banyak juga orang yang setelah berhenti mengonsumsi antibiotik perutnya masih tidak enak dan bermasalah, bahkan tidak pernah sembuh.

Hasil penelitian pada The American Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 5 tahun, seseorang yang mengonsumsi lebih dari 3 antibiotik, 1,5 kali lebih berisiko mengalami penyakit Crohn.

Tidak hanya itu, kondisi lainnya yang termasuk dari risiko atau bahaya mengonsumsi antibiotik adalah iritasi pencernaan dan juga ulcerative colitis.

4. Penyakit Anda malah memburuk

Obat antibiotik tidak boleh sembarangan dikonsumsi karena hal ini dapat justru memperburuk kondisi penyakit Anda. Tanpa resep dokter, Anda sangat mungkin salah mengambil dosis dan bahkan tidak mengerti aturan penggunaannya yang menyebabkan gangguan kesehatan.

Bukannya menjadi sembuh dan sehat, bisa jadi antibiotik justru memperparah penyakit Anda. Bahaya antibiotik yang seperti ini, harus Anda cegah.

5. Bakteri penyakit menjadi kebal (resistensi antibiotik)

Salah satu bahaya antibiotik apabila tidak dengan resep dokter adalah Anda bisa mengalami resistensi antibiotik atau kebal karena terlalu sering dan mungkin juga terlalu banyak mengonsumsinya.

Takaran yang Anda konsumsi jelas kurang benar karena tidak sesuai dengan yang seharusnya, hal ini justru membuat tubuh lebih kebal dan resisten terhadap obat antibiotik. Untuk itu, penting memastikan secara tepat bakteri apa yang  ada di dalam tubuh Anda.

Mengetahui secara detail dan benar bakteri apa yang menyebabkan penyakit yang Anda alami akan membantu Anda mendapatkan jenis antibiotik yang memang sesuai. Apabila Anda hanya menebak-nebak dan bahkan salah dalam mengonsumsi jenis antibiotik, kemungkinan besar bakteri tidak akan mati.

Bakteri akan bertahan hidup di dalam tubuh karena kebal terhadap obat yang dikonsumsi sehingga tidak bereaksi.

6. Terjadi reaksi alergi

Bahaya antibiotik untuk Anda yang mengonsumsi obat antibiotik dengan mengandalkan takaran sendiri dan tanpa resep dokter dapat berisiko mengalami reaksi alergi. Bila jenis-jenis antibiotik dan manfaatnya kurang sesuai dengan kondisi sebenarnya dari tubuh, maka itu artinya akan sulit bagi tubuh untuk menoleransi obat tersebut yang justru menimbulkan reaksi alergi.

Oleh karena itu, mengandalkan resep dokter adalah keputusan bijak karena hanya dokter dan ahli medis yang mengerti jenis antibiotik yang diperlukan oleh Anda. Terlebih untuk Anda yang memiliki alergi, tentu akan lebih dianjurkan mengonsumsi antibiotik dengan resep dokter agar reaksi alergi tidak muncul. Karena jika reaksi alergi sampai muncul, Anda akan mengalami pembengkakan pada lidah, wajah, dan bahkan akan timbul ruam pada kulit.

Hal yang lebih serius juga akan muncul, seperti misalnya kesulitan bernapas atau yang dikenal juga dengan istilah anafilaksis.

Konsultasi dengan dokter dan mendapatkan resep yang sesuai akan membantu kesembuhan penyakit lebih cepat dan baik juga menjauhkan Anda dari bahaya antibiotik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

11 Penyebab yang Membuat Vagina Anda Terasa Gatal

Tiga dari 4 wanita di dunia pernah kena infeksi jamur yang bikin vagina gatal minimal sekali seumur hidupnya. Selain itu, apa lagi penyebab vagina gatal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

Infeksi Helicobacter pylori adalah penyakit pencernaan yang mengganggu lambung. Kenali penyebab dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 3 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilek

Pilek adalah salah satu kondisi yang umum menyerang. Namun, penyakit ini nyatanya beda dengan flu. Lantas, apa itu pilek? Apa bedanya dengan flu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
jamur enoki berbahaya

Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat sesak napas

Obat Sesak Napas yang Mudah Ditemukan di Apotek

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit